Iqtishaduna

Call Website

Iqtishaduna Platform dan Saluran Edukasi Fikih Muamalat, Ekonomi Islam, Akhlak, dan Keislaman

08/10/2026

Saluran Telegram Iqtishaduna, silakan bagi yang ingin bergabung:
https://t.me/iqtishaduna

Dikarenakan keterbatasan saluran WhatsApp yang tidak bisa mengakses tulisan-tulisan lama bagi yang baru mengikuti, maka kami buatkan channel Telegram untuk mudah mengakses tulisan dari jam tayang kapan pun. Insya`Allah di channel Telegram ini hanya khusus untuk tulisan-tulisan Iqtishaduna.

Barakallah fikum.

Ketika Ulama Sudah Tiada, dan Ilmu tentang Hukum Fikih Tidak Lagi DitemukanDalam bukunya, al-Ghiyātsi, Imam al-Haramain ...
07/10/2026

Ketika Ulama Sudah Tiada, dan Ilmu tentang Hukum Fikih Tidak Lagi Ditemukan

Dalam bukunya, al-Ghiyātsi, Imam al-Haramain menawarkan sebuah kesimpulan menarik terkait transaksi dalam muamalah yang hal itu berlaku bilamana ilmu tentang hukum-hukum fikih ini sudah dilupakan dan kehadiran seorang ulama tak lagi ditemukan. Kita tahu bahwa prinsip dasar dalam keabsahan sebuah transaksi itu berporos pada tarāḍī (saling rida). Kendati demikian, lantas kalau ada orang yang bertransaksi dengan alasan yang penting saling rida sementara di balik itu mereka menabrak batasan-batasan Syariat, lalu apakah transaksi itu dibilang sah?

Beliau, Imam al-Haramain, menegaskan bahwa sekalipun orang yang melakukan jual-beli itu saling rida—baik itu secara sengaja atau kebetulan—untuk menerabas batasan-batasan terlarang dalam sebuah akad, maka transaksinya tidak sah. Dan itu apabila ilmu tentang hukum-hukum fikih masih bisa diakses, begitupun di sekeliling kita masih hadir sosok ulama.

Tapi sebaliknya, andaikata di waktu yang akan datang—entah kapan itu—sebuah ilmu tersebut tidak lagi bisa diakses, pun tidak ada lagi sosok ulama yang bisa dijadikan sebagai rujukan. Maka tiada jalan lain kecuali harus membenarkan transaksi mereka selagi masih ada tarāḍī. Terlepas dari apakah mereka mengerjakan akad tersebut sesuai dengan rukun beserta dengan syarat-syaratnya atau tidak. Dan apakah mereka melanggar batasan hukum dalam suatu akad atau tidak.

Masalahnya, jika mereka—yang tidak lagi menyaksikan sebuah ilmu dan ulama hadir di sekeliling mereka—dituntut untuk mempraktikkan berbagai aturan hukum yang berlaku dalam fikih muamalah. Lalu anggaplah mereka tidak merasa pede terhadap apa yang mereka transaksikan, sebab andai ulama yang sudah tiada itu datang di zaman mereka, pasti ulama tersebut bakal mengatakan bahwa transaksi yang mereka praktikkan itu tidak sah. Niscaya di zaman itu tidak akan ada transaksi sama sekali, sehingga ekonomi dan jalan hidup mereka tidak akan stabil. Karena mereka ragu dan takut salah untuk melangsungkan akad muamalah.

Solusinya, selagi mereka masih bisa menerapkan prinsip tarāḍī dalam bertransaksi. Biarpun rukun, syarat, dan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam muamalah belum dipraktikkan sepenuhnya. Maka kita harus mengatakan bahwa akad yang mereka aplikasikan itu tetap dikatakan sah. Sebab adanya tarāḍī yang menjadi landasan utama akan keabsahan suatu akad. Dalilnya senada dengan firman Allah yang mengharuskan adanya “saling rida” ketika berniaga.
{…إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ…}
”… Kecuali berupa perniagaan atas dasar saling rida di antara kalian ….” (QS. an-Nisa`: 29).

Sebagai penguat, Habib Zain al-Aydrus—di dalam bukunya, Asāsiyyāt fī al-‘Uqūd al-Māliyyah—menukil apa yang disampaikan Ibnu Asyur dalam al-Maqāṣid-nya bahwa al-Ustadz Abu Sa’id Ibnu Lubb (Mufti di Granada-Spanyol abad ke-8) memberikan fatwa dalam transaksi muamalah tertentu yang mana hukumnya tidak sejalan dengan pedoman yang diamini dalam Mazhab Maliki.

| 1. Lihat: Imam al-Haramain, al-Ghiyātsi, cet. Maktabah Imam al-Haramain (th. 1981 M.), hlm. 495, bitaṣarruf.
| 2. Lihat: Dr. Zain al-Aydrus, Asāsiyyāt fī al-‘Uqūd al-Māliyyah, cet. Dar al-Aidaroos (th. 2026 M.), hlm. 8, bitaṣarruf.

https://youtu.be/PtgW9HxpHwI?si=-8bV_qTQeS2sZx_TMarhaba! Link Rekaman Kajian Tematik Online Edisi II bersama Prof. Dr. A...
28/09/2026

https://youtu.be/PtgW9HxpHwI?si=-8bV_qTQeS2sZx_T

Marhaba! Link Rekaman Kajian Tematik Online Edisi II bersama Prof. Dr. Asyraf Muhammad Dawabah bisa diakses di YouTube kami.

Jangan lupa share dan subscribe pemirsa!

KAJIAN TEMATIK ONLINE IQTISHADUNA——— Edisi II ———Dengan Tema:ا...

♻️ [KAJIAN TEMATIK ONLINE IQTISHADUNA] ♻️——— Edisi III ———BismillāhirraḥmānirraḥīmTema:المنهج المقاصدي وأثره في فقه المع...
11/09/2026

♻️ [KAJIAN TEMATIK ONLINE IQTISHADUNA] ♻️

——— Edisi III ———

Bismillāhirraḥmānirraḥīm

Tema:
المنهج المقاصدي وأثره في فقه المعاملات المالية المعاصرة
(Metode [Penerapan] Maqāṣid beserta Pengaruhnya terhadap Fikih Muamalah Keuangan Kontemporer)

Bersama:
Al-Habib Dr. Zain Muhammad Al-Aydrus
(Kepala Prodi Dirasat Islamiah Univ. Hadhramaut, Penulis Kitab Asāsiyāt fī Al-‘Uqūd Al-Māliyyah, Al-Khulāshah fī Fiqh Al-Mu’āmalāt, Al-Madkhal ilā ‘Ilmi Maqāshid Asy-Syarī’ah, dll.)

📌FREE & UNTUK UMUM📌

Benefit Kajian:
1. Diampu oleh narasumber hebat, kredibel, dan profesional di bidangnya
2. Mendapat wawasan dalam memahami maqāṣid beserta urgensinya dalam fikih muamalah kontemporer
3. Paham analisis dan pemetaan fikih prioritas dalam menanggapi isu-isu krusial dalam fikih muamalah kontemporer secara maqāṣid Syariah dan kaidah Ushul Fikih
4. ⁠Dapat berinteraksi secara langsung (via daring) dengan narasumber
5. ⁠Tersedia akses rekaman video kajian untuk dimurajaah
6. Mendapat e-Sertifikat

🗓️ *Hari/Tanggal*: Selasa, 15 September 2026
⏳*Pukul*: 12.00 WLK / 16.00 WIB
📍*Via Zoom Meeting*
(Peserta akan mendapat E-Sertifikat bagi yang hadir hingga selesai)

Link Pendaftaran
https://bit.ly/DaftarKajianTematikEdisi3

‼️Sebarkan Kabar Gembira Kajian ini ke 2 Grup WhatsApp Anda‼️

Ikuti Link Saluran WhatsApp berikut:
- Iqtishaduna
https://whatsapp.com/channel/0029VaznG42EwEjrPzQdme1f

Jangan lewatkan kesempatan berharga ini dan mari bergabung bersama keluarga Iqtishaduna! 😀

📲 Hotline Iqtishaduna:
wa.me/+6282334228005
——————————————————
💌 Follow our journey:
• Instagram: .academy
https://www.instagram.com/iqtishaduna.academy?igsi=MXd2b3YydmwwbDQyag%3D%3D&utm_source=qr
• Facebook: Iqtishaduna
https://www.facebook.com/share/1JPyfY6NTH/?mibextid=wwXIfr
• YouTube: Iqtishaduna Official
https://youtube.com/?si=IAXdA9xBCCh2TRQC

`“Bersama Iqtishaduna; Berwawasan dalam Ekonomi dan Muamalah”`



♻️ KAJIAN KITAB FIKIH MUAMALAH ♻️BismillāhirraḥmānirraḥīmKajian Kitab:أساسيات في العقود الماليةAsāsiyyāt fī Al-‘Uqūd Al-...
07/09/2026

♻️ KAJIAN KITAB FIKIH MUAMALAH ♻️

Bismillāhirraḥmānirraḥīm

Kajian Kitab:
أساسيات في العقود المالية
Asāsiyyāt fī Al-‘Uqūd Al-Māliyyah
Karya Al-Habib Dr. Zain bin Muhammad bin Husain Al-Aydrus

Kajian kitab bersama Iqtishaduna & Misykah Society yang akan ditemani oleh khadim
Ust. Andrian Rizki, Lc., Dipl.

Urgensi: Peserta kajian dapat memahami dasar-dasar utama dan sebab-sebab larangan dalam fikih muamalah serta implementasinya terhadap isu-isu aktual di ranah transaksi modern dan perbankan.

Kajian dimulai pada:
Sabtu, 12 September 2026 Pukul 11.00 WLK / 15.00 WIB

🗓️ Berlanjut setiap: Sabtu, Ahad, dan Senin (10x Pertemuan)
⏳Pukul 11.00 WLK / 15.00 WIB
📍Via Google Meet (Daring)
Link akan disediakan di grup kajian
(Tersedia Rekaman Video)

📌Gratis & Untuk Umum📌

Benefit Kajian:
1. Penjelasan dasar-dasar dalam fikih muamalah secara praktis dan bertahap
2. Pembahasan kitab secara rinci dan menelisik isu-isu aktual dalam muamalah kontemporer
3. Video kajian full setiap pertemuan dan akses rekaman
4. Forum interaksi dan diskusi secara langsung bersama khadim kajian beserta ajuan pertanyaan
5. Pengalaman belajar dengan program Iqtishaduna Academy
6. Mendapat e-Sertifikat di akhir kajian dan ijazah (bagi yang berhak)

Link Pendaftaran
https://bit.ly/PendaftaranKajianKitabFiqihMuamalah

‼️Sebarkan Kabar Gembira Kajian ini ke 2 Grup WhatsApp Anda‼️

Ikuti Link Saluran WhatsApp berikut:
- Iqtishaduna
https://whatsapp.com/channel/0029VaznG42EwEjrPzQdme1f

Jangan lewatkan kesempatan berharga ini dan mari bergabung bersama keluarga Iqtishaduna! 😀

📲 Hotline Iqtishaduna:
wa.me/+6282334228005
——————————————————
💌 Follow our journey:
• Instagram: .academy
https://www.instagram.com/iqtishaduna.academy?igsi=MXd2b3YydmwwbDQyag%3D%3D&utm_source=qr
• Facebook: Iqtishaduna
https://www.facebook.com/share/1JPyfY6NTH/?mibextid=wwXIfr
• YouTube: Iqtishaduna Official
https://youtube.com/?si=IAXdA9xBCCh2TRQC

`“Bersama Iqtishaduna; Berwawasan dalam Ekonomi dan Muamalah”`




♻️ *[KAJIAN TEMATIK ONLINE IQTISHADUNA]* ♻️——— Edisi II ———_Bismillāhirraḥmānirraḥīm_Dengan Tema:*العبر الاقتصادية من حي...
29/08/2026

♻️ *[KAJIAN TEMATIK ONLINE IQTISHADUNA]* ♻️

——— Edisi II ———

_Bismillāhirraḥmānirraḥīm_

Dengan Tema:
*العبر الاقتصادية من حياة النبي محمد رسول الله*
(Pelajaran Ekonomi dari Kehidupan Nabi Muhammad Rasulullah)

Bersama:
*Prof. Dr. Asyraf Muhammad Dawwabah*
(Profesor Finansial dan Ekonomi Islam, Pimpinan Lembaga Akademi EAIFE, dan Penulis Buku-Buku tentang Ekonomi Islam dan Muamalah Kontemporer)

📌*FREE & TERBUKA UNTUK UMUM*📌

*Benefit Kajian*:
1. Diampu oleh narasumber hebat, kredibel, dan profesional di bidangnya
2. Mendapat wawasan dan memahami bagaimana sistem dan ideologi ekonomi Islam yang diterapkan Rasul
3. Mengambil pelajaran dan mengaplikasikan ekonomi Islam ajaran Nabi Muhammad untuk di zaman ini
4. ⁠Dapat berinteraksi secara langsung (via daring) dengan narasumber
5. Mendapat e-Sertifikat

🗓️ *Hari/Tanggal*: Sabtu, 5 September 2026
⏳*Pukul*: 12.00 WLK / 16.00 WIB
📍*Via Zoom Meeting*
(Peserta akan mendapat E-Sertifikat bagi yang hadir hingga selesai)

*Link Pendaftaran*
https://bit.ly/PendaftaranKajianTematikEdisi2

‼️Sebarkan Kabar Gembira Kajian ini ke 2 Grup WhatsApp Anda‼️

Ikuti Link Saluran WhatsApp berikut:
- Iqtishaduna
https://whatsapp.com/channel/0029VaznG42EwEjrPzQdme1f

Jangan lewatkan kesempatan berharga ini dan mari bergabung bersama keluarga Iqtishaduna! 😀

📲 Hotline Iqtishaduna:
wa.me/+6282334228005
——————————————————
💌 Follow our journey:
• Instagram: .academy
https://www.instagram.com/iqtishaduna.academy?igsi=MXd2b3YydmwwbDQyag%3D%3D&utm_source=qr
• Facebook: Iqtishaduna
https://www.facebook.com/share/1JPyfY6NTH/?mibextid=wwXIfr
• YouTube: Iqtishaduna Official
https://youtube.com/?si=IAXdA9xBCCh2TRQC

`“Bersama Iqtishaduna; Berwawasan dalam Ekonomi dan Muamalah”`



Menciptakan Akad BaruSebelumnya Syekh Ahmad Mamdouh menyinggung bahwa ulama kontemporer terbagi menjadi dua golongan dal...
14/08/2026

Menciptakan Akad Baru

Sebelumnya Syekh Ahmad Mamdouh menyinggung bahwa ulama kontemporer terbagi menjadi dua golongan dalam menyimpulkan kedudukan akad musammā (yang sudah terdaftar istilahnya di fikih turats). Apakah dalam menanggapi permasalahan kasus muamalat kontemporer itu—dalam terapannya—hanya terbatas pada akad musammā?

Tidak, melainkan akad-akad yang musammā itu adalah sebagai contoh/sampel yang ada pada praktik-praktik muamalat yang telah terjadi secara umum. Maka ketika menemukan kasus baru dalam muamalat yang masalah tersebut belum bisa dikaitkan ke dalam akad-akad musammā—baik itu dalam format akad bashīth (kontrak tunggal) ataupun multi akad (hybrid contract)—di sini bolehlah untuk mencermatinya dengan akad baru.

Ini yang diamini oleh mayoritas ulama. Adapun minoritas, bahwa akad musammā itu sifatnya tawqīfī (paten) alias tidak bisa ditambah-tambah dan tidak menerima adanya inovasi akad baru.

Yang perlu dinotice—tegas Syekh Ahmad Mamdouh—bahwa dengan diperbolehkannya menciptakan akad baru, bukan berarti setiap akad yang tampaknya baru itu adalah akad baru. Dan bukan segala sesuatu yang baru dalam muamalat itu dapat dikatakan juga sebagai akad baru.

Ada empat pengklasifikasian yang dijabarkan oleh beliau:

1) Akad lama dengan istilah baru. Esensinya sama, tapi yang berbeda dari segi penamaannya.
Contoh: Praktik jual-beli ’īnah. Secara istilah modern di-update menjadi tamwīl atau ḥarqu-l-baḍāi’. Praktik ini semacam pembiayaan dana tunai untuk menyediakan likuiditas bagi individual atau perusahaan. Secara hukum jual-beli ’īnah bagi sebagian ulama itu boleh. Biarpun istilahnya baru selagi konsepnya itu sama, maka tidak akan mengubah hukumnya. Sebab secara kaidah “العبرة في العقود بالمقصود والمعاني لا بالمباني والألفاظ“.

2) Akad yang secara konseptual terbilang baru, tapi ia hanya tersusun dari beberapa gabungan akad musammā, alias multi akad.
Contoh:
- Akad IMBT. Di dalamnya tersusun daripada akad sewa dan janji untuk dijual ataupun dihibahkan di akhir tempo.
- Akad murabahah lil āmir bi-sy-syirā`, di dalamnya ada janji untuk membeli. Pihak bank membelikan alat komoditas yang dipesan (oleh nasabah) dari perusahaan tertentu lalu menjualnya ke pihak nasabah.
- ⁠Praktik kartu kredit, yang di dalamnya bisa mencakup beberapa akad seperti kafalah, hawalah, wakalah, dan qarḍ tergantung jenis kartunya.

3) Akad baru secara riil. Skema dan instrumennya tidak didapati pada akad musammā atau di fikih turats.
Contoh:
- Hak menggunakan trade mark (merk bisnis). Atau sejenis hak kekayaan intelektual, hak cipta, dll.
- ⁠Layanan cloud (cloud computing) berbayar, semacam sistem penyimpanan, pengolahan, ataupun akses data melalui internet.

4) Yang baru dari segi perangkat atau mekanisme di dalam akad tersebut, bukan pada istilahnya.
Contoh: Jual-beli online, baik alat komoditas secara umum atau berupa emas/perak. Yang mana berefek pada serah-terimanya (qabḍ), apakah ia hakiki atau simbolis (ḥukmi). Juga mekanisme pembayarannya yang dilakukan secara digital melalui mesin EDC, dll.

Syekh Ahmad Mamdouh menegaskan, ketika Anda dihadapkan oleh permasalahan baru dalam fikih muamalat, atau berupa akad baru. Maka yang perlu dicermati adalah:

1. Memahami hakikat permasalahan, apakah secara format dalam fikih muamalat itu diperbolehkan atau butuh akan dalil spesifik.
2. ⁠Terlepas dari penamaan atau istilah yang digunakan, perlu untuk mengenal lebih dekat esensi daripada akad tersebut.
3. ⁠Memahami tuntutan sosial dan ketentuan syarat yang mendorong terjadinya akad seperti.
4. ⁠Memahami neraca risiko yang diakibatkan dari akad baru/praktik tersebut, mana pihak yang diuntungkan dan mana yang dirugikan.
5. ⁠Meninjau apakah praktik tersebut terbebas dari hal-hal yang diharamkan seperti garar, riba, tadlis, mudarat, dll, atau tidak.

Sehingga terbitlah kesimpulan bahwa hukum asal daripada menciptakan akad baru adalah boleh sebagai bentuk realisasi atas maslahat umat.

Dan dapat dipahami bahwa prosesi takyīf (inovasi) terhadap permasalahan baru itu ada tahapannya: Pertama, tashwīr al-mas`alah, kedua; takyīf, ketiga; terbitlah hukum, dan yang terakhir mengimplementasikan hukum tersebut terhadap masalah aktual.

Ada beberapa ḍawābith (batasan) yang wajib diterapkan agar prosesi menciptakan akad baru itu sah secara hukum, di antaranya:

1. Akad yang diciptakan berasaskan prinsip taraḍī (saling rida).
2. ⁠Terbebas dari unsur yang diharamkan seperti riba, garar fāḥisy, tadlis, tindakan mengambil harta orang lain dengan cara batil, tidak merugikan pihak lain.
3. ⁠Akad yang dibangun sejalan dengan maslahat muktabar bagi kedua pihak yang melakukan kontrak akad.
4. ⁠Memiliki prinsip keadilan antara kepentingan individual dan sosial.

Adapun faktor penyebab yang mendorong untuk menciptakan akad baru yaitu, seperti:

1. Meluasnya ladang pekerjaan yang bersifat syakhshiyyah i’tibāriyah (perusahaan/lembaga). Sehingga interaksi yang terjadi dengan sejenis lembaga/perusahaan itu berbeda dengan perseorangan, yang mana jenis tersebut tidak akan mati, sakit, memiliki sifat amanah atau tidak, juga tidak dihukumi Islam atau kafir.
2. ⁠Merajalelanya hukum positif (atau perundang-undangan) di tengah masyarakat yang menjadi pedoman suatu wilayah.
3. ⁠Dominasi peradaban Barat terhadap dunia secara universal, terlebih dalam urusan ekonomi.
4. ⁠Munculnya praktik semacam diskon Surat Berharga Komersial (SBK), pinjaman bank, surat wesel (cambiale/bill of exchange), letter of credit. Juga terpisahnya tupoksi tamwīl dalam suatu lembaga/perbankan dari konsep akad jual-beli dalam muamalat kontemporer.

| Disarikan dan ringkasan dari kelas Kajian Tematik Online bersama Syekh Prof. Dr. Ahmad Mamdouh di Iqtishaduna, dan disadur dari buku Manhaj Dār Al-Iftā` Al-Mishriyyah fī Fatāwā Al-Nawāzil fī Al-Mu’āmalāt Al-Māliyyah, hal. 492-508, bitasharruf.



https://youtu.be/3Bui3h5CX_g?si=iwIFvqwn7LynFBSPLink rekaman Kajian Tematik Online Edisi I bersama Syekh Ahmad Mamdouh b...
12/08/2026

https://youtu.be/3Bui3h5CX_g?si=iwIFvqwn7LynFBSP
Link rekaman Kajian Tematik Online Edisi I bersama Syekh Ahmad Mamdouh bisa diakses di YouTube kami.

Mari support agenda-agenda Iqtishaduna dengan terus share dan subscribe. Barakallah fikum.

Kajian Tematik Online Edisi IIqtishaduna Edu bersama media partne...

Address

Kasr Al Shok, El-Gamaliya
Cairo
26

Opening Hours

Monday 9am - 5pm
Tuesday 9am - 5pm
Wednesday 9am - 5pm
Thursday 9am - 5pm
Saturday 9am - 5pm

Telephone

+6282334228005

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Iqtishaduna posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share