14/12/2012
Ishida Clan : Mitsunari Ishida
Mitsunari Ishida merupakan putra kedua Masatsugu Ishida, yang berasal dari turunan darah murni klan lokal di desa Ishida. Untuk masyarakat yang tinggal pada zamannya, Mitsunari Ishida terkenal karena kelihainnya dalam menyusun strategi politik dan perang. Mitsunari Ishida adalah daimyo yang berada di bawah pemerintahan Hideyoshi Toyotomi pada tahun 1574. Mitsunari terkenal gagah berani dan selalu berada di lini depan barisan saat berperang. Sahabatnya adalah Kanetsugu Naoe dan Yukimura Sanada. Perang yang pernah ditempuh selama masa hidupnya adalah Pertempuran Shizugatake, Pertempuran Komaki-Nagakute, Pertempuran Kyushu, Pertempuran Odawara, Perang tujuh tahun (Penaklukkan Joseon), dan yang terakhir adalah Pertempuran Sekigahara. Pertempuran Sekigahara pecah karena Mitsunari Ishida enggan bergabung dengan pasukan Ieyasu Tokugawa setelah meninggalnya Hideyoshi Toyotomi. Alasannya karena ia berfikir Tokugawa sengaja mengambil kesempatan atas kematian Hideyoshi untuk menjadi penguasa, sedangkan para daimyo lainnya belum mengadakan musyawarah dan mereka dipaksa untuk bergabung dan jika menolak akan dianggap musuh. Mitsunari Ishida pun mengangkat senjata sebagai tanda perlawanannya kepada Ieyasu Tokugawa, namun kekalahannya dalam pertempuran Sekigahara menyebabkan dia di eksekusi di usianya yang ke 41 tahun dan jasadnya dipertontonkan di muka umum. Setelah itu ia dimakamkan di kuil Daitokuji bernama Sangen-in yang dibangun olehnya semasa ia hidup.
01/12/2012
Uesugi Clan : Kanetsugu Naoe
Kanetsugu Naoe adalah putra tunggal dari Kanetoyo Higuchi . Kanetsugu Naoe menempuh jalan hidup dengan mengabdi kepada Kenshin Uesugi, pimpinan klan Uesugi yang wafat pada tahun 1578 dan digantikan oleh putranya Kagekatsu Uesugi. Kanetsugu menjadi tangan kanan bagi Kagekatsu dalam menjalankan tugasnya.
Pada tahun 1583 Kanetsugu Naoe diangkat sebagai penguasa provinsi Yamashiro dengan jabatan Jugoige. Kematian istrinya, Kano Hideharu membuatnya harus menanggung beban tugas sendirian hingga akhir hayatnya. Ia memilih untuk setia pada istrinya yang telah wafat dan menolak untuk menikah meskipun banyak daimyo yang ingin menjodohkan putrinya dengan Kanetsugu Naoe.
Tahun 1588, Hideyoshi Toyotomi menghadiahkan nama keluarga Toyotomi kepada Kanetsugu atas keberhasilannya menaklukkan Shibata Shigeie pada tahun 1587. Kanetsugu secara berturut-turut mencetak keberhasilan dengan menaklukkan provinsi Sado pada tahun 1589, menghancurkan klan Hojo pada tahun 1590 dalam pertempuran Odawara, dan Invasi besar-besaran ke Joseon bersama Kagekatsu Uesugi.
Saat Hideyoshi Toyotomi wafat di tahun 1598, Tokugawa Ieyasu berusaha mengambil alih kepemimpinan dan bertempur dengan Mitsunari Ishida. Mitsunari Ishida adalah teman dekat Kanetsugu Naoe, sehingga Kanetsugu memutuskan untuk bertempur bersama sahabatnya melawan Tokugawa. Namun pada pertempuran Sekigahara, Mitsunari Ishida tewas di tangan prajurit Tokugawa Ieyasu.
Pukulan hebat menimpa Kanetsugu Naoe. Kanetsugu sempat hendak bunuh diri karenanya, namun dihalangi oleh Keiji Maeda. Setelah bertempur habis-habisan untuk menolak Tokugawa Ieyasu, Keadaan memaksanya untuk menyerah kepada klan Tokugawa. Sebelum wafat, Kanetsugu sempat berperang di pihak Tokugawa dalam pertempuran Osaka. Kanetsugu Naoe wafat pada tanggal 19 Desember 1619 dan memperoleh gelar Ju-Shi-i secara anumerta pada tahun 1924.
31/05/2012
Takeda Clan : Yukimura Sanada
Yukimura Sanada adalah Samurai Jepang, anak kedua dari Daimyo Masayuki Sanada pada masa Sengoku.
Dia dan ayahnya terkenal oleh taktik militernya. Meskipun pasukannya terlampau kecil, mereka telah memenangkan banyak pertempuran dalam keadaan kekurangan pasukan.
Pada penyerangan Kastil Osaka, Yukimura dengan strategi dan 7000 pasukannya memukul mundur 30.000 pasukan Tokugawa.
Sejak saat itu Yukimura Sanada dikenal sebagai "Pahlawan yang hanya muncul sekali dalam ratusan tahun" dan "Setan merah" yang akhirnya mendapat gelar Pejuang nomor satu se-Jepang.
31/05/2012
Shimazu Clan : Yoshihiro Shimazu
Shimazu Yoshihiro adalah anak kedua dari Shimazu Takahisa dan adik dari Shimazu Yoshihisa.
Shimazu adalah seorang Jenderal terampil yang memiliki kekuatan luarbiasa dalam bertempur.
Kontribusinya yang besar dalam penyatuan Kyushu membuatnya terkenal.
Pada tahun 1587,
Yoshihiro Shimazu harus menghadapi besarnya jumlah pasukan Toyotomi Hideyoshi yang berambisi
menguasai seluruh Jepang. Namun ia akhirnya menyerah karena kekurangan bala tentara dan
mengabdi sebagai Jenderal dibawah pimpinan Hideyoshi Toyotomi.
Pada tahun 1597, Yoshihiro kembali terkenal oleh kemenangannya melawan angkatan laut Won Kyun. Pasalnya, Yoshihiro mengalahkan 37.000 pasukan Won Kyun hanya dengan membawa 7000 pasukan yang ada. Sejak saat itu, Yoshihiro dikenal dengan nama Shimazu Devil atau Shimazu Ogre.
Pada pertempuran Sekigahara
tahun 1600, Yoshihiro seharusnya berada dalam satu pasukan dengan Ieyasu Tokugawa, namun
Yoshihiro diremukkan oleh Mitsunari Ishida dan akhirnya bertempur melawan Ieyasu Tokugawa.
Meskipun kini dia berada di sisi Mitsunari, seluruh rencananya tidak di dengar sama sekali oleh Mitsunari Ishida. Saat perang pecah, Yoshihiro memerintahkan 1500 pasukannya untuk tidak
ikut bertempur. Saat seluruh pasukan Mitsunari Ishida dibabat habis oleh 30.000 pasukan dari
Ieyasu Tokugawa, Yoshihiro tidak memiliki pilihan lain melainkan melawan pasukan Tokugawa
dengan kekuatan yang ada.
Namun Toyohisa Shimazu meminta agar Yoshihiro tidak membunuh dirinya dalam pertempuran yang tidak berarti. Yoshihiro akhirnya memilih untuk menyerang sisi pasukan Tokugawa yang lain
agar dapat membuka jalan keluar dari pertempuran yng dikenal dengan nama Sutegamari.
Saat melarikan diri, Toyohisa mengorbankan dirinya untuk menjadi umpan Tokugawa agar Yoshihiro dapat melarikan diri ke Provinsi Satsuma bersama istrinya. Setelah itu, ia mempensiunkan diri dan
memilih untuk mengajar generasi penerusnya. Yoshihiro Shimazu meninggal pada tahun 1619 dan
pengikutnya yang telah berperang bersama, mengikuti Yoshihiro dengan bunuh diri.
31/05/2012
Berikut adalah klan-klan yang ada di Jepang