26/05/2026
Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H.
Akun Fans Page Resmi DPC Partai Bulan Bintang KBB
Pemuda Bulan Bintang estafeta perjuangan Partai Bulan Bintang Yang dipelopori oleh Prof.DR.Yusril Ihza Mahendra
26/05/2026
Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H.
24/05/2026
21/05/2026
Selamat hari kebangkitan nasional 2026
21/05/2026
Roadshow kpu bandung barat ke sekretariat dpc Partai Bulan Bintang kabupaten bandung barat dalam rangka sosialisasi dan agenda menjelang verifikasi
Cililin, 21 Mei 2026
14/05/2026
Partai Bulan Bintang (PBB) | Suara Umat untuk Keadilan Indonesia Website resmi PBB. Temukan informasi profil, program, dan perjuangan Partai Bulan Bintang dalam membangun Indonesia yang adil dan bermartabat.
02/05/2026
Saya tidak pernah menyatakan kalimat-kalimat seperti dalam foto di atas. Klaim "Yusril Sebut Ijazah Jokowi Sah di Mata Hukum" yang beredar di Facebook dan media sosial lain adalah disinformasi, hoaks, karena tidak pernah saya ucapkan.
Tidak ada pernyataan seperti itu yang pernah saya sampaikan, baik dalam kapasitas sebagai Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi & Pemasyarakatan maupun sebagai pribadi, praktisi hukum & akademisi.
Jangan sebarkan informasi yang belum terverifikasi.
02/05/2026
Tut wuri handayani, Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso”. Ing Ngarso Sung Tulodo artinya nmenjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan. Ing Madyo Mbangun Karso, artinya seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat
30/04/2026
Negara Muslim terbesar di dunia. Tapi partai Islam tidak pernah sekali pun memenangkan pemilu.
Bukan karena rakyatnya tidak saleh. Bukan karena Islam tidak relevan. Tapi karena kehancuran itu datang dari dalam tubuh partai Islam itu sendiri, diam-diam, tanpa pernah mereka sadari.
Irsyad Zamjani dalam bukunya mengajukan hipotesis yang tidak populer, tapi hampir tidak bisa dibantah. Partai-partai Islam Indonesia menjalani proses sekularisasi dari dalam dirinya sendiri, bukan karena dipaksa musuh, bukan karena serangan ideologi luar.
Mereka tetap memakai nama Islam, tetap membawa simbol-simbol agama ke panggung politik, tapi orientasi, cara berpikir, dan struktur kekuasaan mereka sudah bergerak jauh dari nilai yang mereka klaim diperjuangkan. Zamjani memberi nama fenomena ini dengan tepat: sekularisasi setengah hati.
Indonesia memasuki era demokrasi liberal pasca-proklamasi dengan harapan yang luar biasa besar. Masyumi dan NU masuk arena dengan keyakinan penuh bahwa rakyat Muslim akan berdiri di belakang mereka, sebab siapa lagi yang akan mereka pilih kalau bukan partai yang membawa nama agama mereka.
Tapi Pemilu 1955, yang para sejarawan sebut sebagai pemilu paling demokratis dalam sejarah Indonesia, memberi tamparan keras. Dengan populasi Muslim hampir 90 persen, hasil suara justru menempatkan partai nasionalis bersaing ketat di puncak. Sesuatu yang salah bukan di luar, melainkan di dalam.
Di Sidang Konstituante 1956 hingga 1959, partai-partai Islam berjuang mati-matian agar tujuh kata Piagam Jakarta masuk ke dalam konstitusi resmi negara ini. Ini bukan sekadar perdebatan hukum, ini adalah pertaruhan identitas dan masa depan politik Islam di Indonesia.
Namun ketika Dekrit Presiden 1959 turun, Piagam Jakarta hanya disebut menjiwai UUD 1945, bukan bagian yang sah dan mengikat. Inilah momen paling simbolik yang Zamjani analisis panjang lebar: kompromi itu bukan kemenangan, itu adalah titik di mana sekularisasi setengah hati mencapai puncaknya.
Zamjani tidak berhenti di periode formatif. Di akhir bukunya, ia menoleh ke era reformasi, menyaksikan partai-partai Islam baru bermunculan dengan wajah segar dan klaim-klaim lama yang sudah akrab. Apakah polanya berubah? Jawabannya membuat siapa pun yang membacanya berhenti sejenak.
Sekularisasi itu bukan paksaan dari luar. Ia tumbuh dari dalam, dari tarik-menarik kepentingan, dari ambisi kekuasaan yang pelan-pelan mengalahkan idealisme, dari politisi yang lebih takut kehilangan kursi daripada kehilangan identitas mereka sendiri. Dan itu masih terjadi hari ini, hanya dengan kostum yang berbeda.
Kalau kamu pikir sejarah politik Islam Indonesia sudah cukup kamu pahami dari pelajaran sekolah, buku ini akan membongkar segalanya dari akar. Zamjani menulis dengan pisau analisis yang tajam, tidak berpihak, dan jujur sampai ke bagian yang paling tidak nyaman sekalipun.
19/02/2026
Ramadan datang membawa cahaya, bagaikan bulan dan bintang dalam gelapnya malam. Saatnya membersihkan hati, meluruskan niat, dan menguatkan langkah.
Selamat menunaikan ibadah puasa 1447 H. Semoga Allah menerima setiap amal dan menguatkan perjuangan kita dalam kebaikan.
18/02/2026
Marhaban yaa Ramdhan 1447 H
Semoga kita diberikan kekuatan dan keikhlashan dalam menjalankan ibadah puasa selama bulan ramadhan.