17/06/2025
13 Jenis Hewan Pemamah Biak (Subordo Ruminantia) Asli (Native) Indonesia
๐๐ผ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ฒ
โข Kambing hutan Sumatera (๐๐ข๐ฑ๐ณ๐ช๐ค๐ฐ๐ณ๐ฏ๐ช๐ด ๐ด๐ถ๐ฎ๐ข๐ต๐ณ๐ข๐ฆ๐ฏ๐ด๐ช๐ด ๐ด๐ถ๐ฎ๐ข๐ต๐ณ๐ข๐ฆ๐ฏ๐ด๐ช๐ด)
โข Anoa dataran rendah (๐๐ถ๐ฃ๐ข๐ญ๐ถ๐ด ๐ฅ๐ฆ๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ด๐ด๐ช๐ค๐ฐ๐ณ๐ฏ๐ช๐ด)
โข Anoa pegunungan (๐๐ถ๐ฃ๐ข๐ญ๐ถ๐ด ๐ฒ๐ถ๐ข๐ณ๐ญ๐ฆ๐ด๐ช)
โข Banteng/Tembadau (๐๐ฐ๐ด ๐ซ๐ข๐ท๐ข๐ฏ๐ช๐ค๐ถ๐ด)
๐๐ฒ๐ฟ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ฒ
โข Rusa sambar (๐๐ถ๐ด๐ข ๐ถ๐ฏ๐ช๐ค๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ณ)
โข Rusa timor (๐๐ถ๐ด๐ข ๐ต๐ช๐ฎ๐ฐ๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ด๐ช๐ด)
โข Rusa bawean (๐๐น๐ช๐ด ๐ฌ๐ถ๐ฉ๐ญ๐ช๐ช)
โข Kijang biasa (๐๐ถ๐ฏ๐ต๐ช๐ข๐ค๐ถ๐ด ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐ต๐ซ๐ข๐ฌ)
โข Kijang kuning kalimantan (๐๐ถ๐ฏ๐ต๐ช๐ข๐ค๐ถ๐ด ๐ข๐ต๐ฉ๐ฆ๐ณ๐ฐ๐ฅ๐ฆ๐ด๐ช)
โข Kijang gunung Sumatera (๐๐ถ๐ฏ๐ต๐ช๐ข๐ค๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฐ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐ถ๐ด)
๐ง๐ฟ๐ฎ๐ด๐๐น๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ฒ
โข Pelanduk jawa (๐๐ณ๐ข๐จ๐ถ๐ญ๐ถ๐ด ๐ซ๐ข๐ท๐ข๐ฏ๐ช๐ค๐ถ๐ด)
โข Pelanduk kancil (๐๐ณ๐ข๐จ๐ถ๐ญ๐ถ๐ด ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ค๐ฉ๐ช๐ญ)
โข Pelanduk napu (๐๐ณ๐ข๐จ๐ถ๐ญ๐ถ๐ด ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ถ)
Dari 13 spesies di atas, terdapat 6 spesies endemik dan 8 subspesies endemik Indonesia.
Kerbau-kerbau yang sekarang hidup liar di beberapa daerah Indonesia merupakan kerbau feral (keturunan kerbau domestik yang menjadi liar lalu berkembangbiak di alam setelah terlepas atau dilepaskan manusia).
05/05/2025
ID : ๐๐๐๐๐ก๐ช ๐๐ค๐ง๐ฃ๐๐ง๐
๐ธ Photo Credits :
โข Dede Haidir Maulana
โข Peter Boyce & Wong Sin Yeng
โข identify.plantnet.org
Nabalu corneri adalah spesies tumbuhan aroid asli Pulau Borneo. Nabalu adalah genus monotipik (hanya memiliki 1 spesies) dan sebaran alaminya terbatas di Pulau Borneo (genus endemik). Genus ini masih berkerabat dekat dengan genus Schismatoglottis yang memiliki banyak spesies.
27/04/2025
Berikut ini adalah foto hidup pertama Coelacanth Indonesia (Latimeria menadoensis) yang diambil oleh penyelam. Sebelumnya, spesies ini hanya berhasil diamati di habitatnya menggunakan kapal selam atau ROV. Ini juga pertama kalinya coelacanth hidup tercatat di Maluku Utara.
Diterjemahkan dari Fish in the News:
Akses terbuka - https://www.nature.com/articles/s41598-025-90287-7
๐ฅ๐ฒ๐๐ฒ๐ฎ๐ฟ๐ฐ๐ต ๐ง๐ถ๐๐น๐ฒ
First record of a living coelacanth from North Maluku, Indonesia (Catatan pertama coelacanth hidup dari Maluku Utara, Indonesia)
๐๐ถ๐๐ฎ๐๐ถ๐ผ๐ป
Chappuis, A., Hendrawan, I.G., Achmad, M.J. et al. First record of a living coelacanth from North Maluku, Indonesia. Sci Rep 15, 14074 (2025). https://doi.org/10.1038/s41598-025-90287-7
๐๐ฏ๐๐๐ฟ๐ฎ๐ฐ๐
Coelacanth bisa dibilang merupakan salah satu vertebrata laut yang paling ikonik dan penting secara evolusioner.
Hingga saat ini, hanya dua spesies yang diketahui secara global: Coelacanth Samudra Hindia Barat (Latimeria chalumnae) yang ditemukan di Selat Mozambik, dari Afrika Selatan hingga Kepulauan Komoro; dan Coelacanth Indonesia (Latimeria menadoensis) yang ditemukan di perairan sekitar Sulawesi dan Papua Barat di Indonesia. Spesies dari Indonesia ini jauh lebih jarang terdokumentasi dibandingkan kerabatnya di Afrika. Dikarenakan kesulitan untuk menjangkau habitat karang dalam tempat ia hidup, sangat sedikit pengamatan in situ yang berhasil dilakukan, dan itu pun hanya melalui kapal selam atau kendaraan kendali jarak jauh (ROV). Di sini kami melaporkan pengamatan pertama terhadap coelacanth dewasa di Provinsi Maluku Utara, Indonesia, serta pengambilan gambar in situ pertama oleh penyelam terhadap coelacanth Indonesia, setelah berhasil mengidentifikasi ekosistem yang sesuai melalui penyelaman teknis laut-dalam sebelumnya.
Penemuan ini berkontribusi terhadap pemahaman kita mengenai biogeografi dan ekologi spesies rentan ini, serta memberikan wawasan tambahan mengenai perilaku alaminya. Pada akhirnya, kami berharap penelitian ini dapat membantu upaya konservasi coelacanth di Indonesia, dalam konteks internasional terkait penurunan keanekaragaman hayati yang drastis dan kerusakan ekosistem alami.
๐ฃ๐ต๐ผ๐๐ผ ๐๐ฟ๐ฒ๐ฑ๐ถ๐
Atas โ Penyelam laut-dalam berada sekitar satu meter di belakang coelacanth yang ditemukan pada kedalaman 144 meter di Maluku Utara, Indonesia (ยฉ Alexis Chappuis).
Bawah โ Foto in situ coelacanth yang dijumpai pada dua hari berturut-turut di Maluku Utara, Indonesia (ยฉ Alexis Chappuis). Foto pertama (kiri) diambil pada kedalaman 144 meter, pada Hari ke-1, dan foto kedua (kanan) di kedalaman 134 meter, pada Hari ke-2. Pola warna titik putih yang identik di sisi tubuh ikan dalam kedua gambar tersebut mengonfirmasi bahwa itu adalah individu yang sama.
Copyright ยฉ 2025 the Author(s). Dipublikasikan di jurnal Scientific Reports. Artikel ini dirilis di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License. http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0/
05/04/2025
Daftar Burung Dilindungi di Borneo
๐ธ Sumber Foto: eBird.org
๐ชถ Galliformes
1. Sempidan Kalimantan (Lophura bulweri)
2. Kuau-kerdil Kalimantan (Polyplectron schleiermacheri)
3. Kuau raja (Argusianus argus)
4. Gosong Filipina (Megapodius cumingii)
๐ชถ Trogonidae
5. Luntur Kalimantan (Harpactes whiteheadi)
6. Luntur Kasumba (Harpactes kasumba)
7. Luntur Diard (Harpactes diardii)
8. Luntur putri (Harpactes duvaucelli)
9. Luntur tunggir-cokelat (Harpactes orrhophaeus)
10. Luntur harimau (Harpactes oreskios)
๐ชถ Picocoraciae
โข Piciformes
11. Pemandu-lebah asia (Indicator archipelagicus)
12. Pelatuk kelabu-besar (Mulleripicus pulverulentus)
โข Bucerotidae
13. Enggang klihingan (Anorrhinus galeritus)
14. Kangkareng perut-putih (Anthracoceros albirostris)
15. Kangkareng hitam (Anthracoceros malayanus)
16. Enggang jambul (Berenicornis comatus)
17. Enggang cula (Buceros rhinoceros)
18. Julang jambul-hitam (Rhabdotorrhinus corrugatus)
19. Rangkong gading (Rhinoplax vigil)
20. Julang emas (Rhyticeros undulatus)
โข Megalaimidae
21. Takur-ampis kalimantan (Caloramphus fuliginosus)
22. Takur gedang (Psilopogon chrysopogon)
23. Takur leher-hitam (Psilopogon eximius)
24. Takur topi-merah (Psilopogon henricii)
25. Takur gunung (Psilopogon monticola)
26. Takur warna-warni (Psilopogon mystacophanos)
27. Takur tengkuk-emas (Psilopogon pulcherrimus)
28. Takur tutut (Psilopogon rafflesii)
โข Alcenidae
29. Cekakak-hutan melayu (Actenoides concretus)
30. Raja-udang melayu (Alcedo peninsulae)
๐ชถ Strisores
31. Walet raksasa (Hydrochous gigas)
32. Cabak kolong (Caprimulgus concretus)
33. Paruh-kodok dulit (Batrachostomus harterti)
๐ชถ Psittacopasseres
34. Empuloh paruh-kait (Setornis criniger)
35. Kacamata Jawa (Zosterops flavus)
36. Berencet Kalimantan (Ptilocichla leucogrammica)
37. Gelatik Jawa (Padda oryzivora)
38. Sikatan besar (Leucoptilon concretum)
39. Kipasan belang (Rhipidura javanica)
40. Tiong emas (Gracula religiosa)
โข Pittidae
41. Paok bidadari (Pitta nympha)
42. Paok hujan (Pitta moluccensis)
43. Paok kalimantan (Hydrornis schwaneri)
44. Paok kepala-biru (Hydrornis baudii)
45. Paok delima (Erythropitta granatina)
46. Paok kalung-biru (Erythropitta arquata)
โข Chloropseidae
47. Cica-daun Kalimantan (Chloropsis kinabaluensis)
48. Cica-daun sayap-biru (Chloropsis moluccensis)
49. Cica-daun besar (Chloropsis sonnerati)
50. Cica-daun kecil (Chloropsis cyanopogon)
โข Corvidae
51. Ekek layongan (Cissa chinensis)
52. Tangkar-uli kalimantan (Dendrocitta cinerascens)
53. Tangkar ongklet (Platylophus galericulatus)
Nectariniidae
54. Burung-madu sepah-raja (Aethopyga siparaja)
55. Burung-madu leher-merah (Anthreptes rhodolaemus)
โข Psittacidae
56. Serindit melayu (Loriculus galgulus)
57. Betet ekor-panjang (Psittacula longicauda)
58. Betet biasa (Psittacula alexandri)
๐ชถ Cuculidae
59. Bubut hutan (Centropus rectunguis)
60. Bubut-pacar jambul (Clamator coromandus)
๐ชถ Falconidae
61. Alap-alap kawah (Falco peregrinus)
62. Alap-alap erasia (Falco tinnunculus)
63. Alap-alap capung (Microhierax fringillarius)
64. Alap-alap dahi-putih (Microhierax latifrons)
๐ชถ Hieraves
65. Celepuk raja (Otus brookii)
โข Accipitriformes
66. Elang tiram (Pandion haliaetus)
67. Elang-alap nipon (Tachyspiza gularis)
68. Elang-alap cina (Tachyspiza soloensis)
69. Elang-alap besra (Tachyspiza virgata)
70. Elang-alap jambul (Lophospiza trivirgata)
71. Baza jerdon (Aviceda jerdoni)
72. Elang kelabu (Butastur indicus)
73. Elang-rawa timur (Circus spilonotus)
74. Elang tikus (Elanus caeruleus)
75. Elang bondol (Haliastur indus)
76. Elang-laut perut-putih (Icthyophaga leucogaster)
77. Elang-ikan kecil (Icthyophaga humilis)
78. Elang-ikan kepala-kelabu (Icthyophaga ichthyaetus)
79. Elang hitam (Ictinaetus malaiensis)
80. Elang perut-karat (Lophotriorchis kienerii)
81. Elang kelelawar (Macheiramphus alcinus)
82. Elang paria (Milvus migrans)
83. Elang gunung (Nisaetus alboniger)
84. Elang brontok (Nisaetus cirrhatus)
85. Elang wallace (Nisaetus nanus)
86. Sikep-madu Asia (Pernis ptilorhynchus)
87. Elang-ular bido (Spilornis cheela)
88. Elang-ular kinabalu (Spilornis kinabaluensis)
๐ชถ Pelecanimorphae
89. Pecuk-ular asia (Anhinga melanogaster)
โข Ardeidae
90. Cangak besar (Ardea alba)
91. Cangak laut (Ardea sumatrana)
92. Blekok cina (Ardeola bacchus)
93. Kuntul cina (Egretta eulophotes)
94. Kowak melayu (Gorsachius melanolophus)
95. Bambangan cokelat (Botaurus eurhythmus)
96. Bambangan hitam (Botaurus flavicollis)
97. Kowak-malam merah (Nycticorax caledonicus)
โข Ciconiidae
98. Bangau storm (Ciconia stormi)
99. Bangau tongtong (Leptoptilos javanicus)
๐ชถ Charadriiformes
100. Wili-wili besar (Esacus magnirostris)
101. Gagang-bayam belang (Himantopus leucocephalus)
102. Berkik-kembang besar (Rostratula benghalensis)
103. Terik asia (Glareola maldivarum)
โข Charadriidae
104. Cerek tilil (Anarhynchus alexandrinus)
105. Cerek asia (Anarhynchus veredus)
106. Trulek kelabu (Vanellus cinereus)
โข Scolopacidae
107. Kaki-rumbai kecil (Phalaropus lobatus)
108. Trinil-lumpur asia (Limnodromus semipalmatus)
109. Gajahan erasia (Numenius arquata)
110. Gajahan timur (Numenius madagascariensis)
111. Gajahan penggala (Numenius phaeopus)
112. Trinil nordmann (Tringa guttifer)
113. Trinil hijau (Tringa ochropus)
โข Laridae
114. Dara-laut kumis (Chlidonias hybrida)
115. Dara-laut sayap-putih (Chlidonias leucopterus)
116. Dara-laut tiram (Gelochelidon nilotica)
117. Camar kepala-hitam (Chroicocephalus ridibundus)
118. Dara-laut aleutian (Onychoprion aleuticus)
119. Dara-laut batu (Onychoprion anaethetus)
120. Dara-laut jambon (Sterna dougallii)
121. Dara-laut biasa (Sterna hirundo)
122. Dara-laut kecil (Sternula albifrons)
123. Dara-laut tengkuk-hitam (Sterna sumatrana)
124. Dara-laut benggala (Thalasseus bengalensis)
125. Dara-laut jambul (Thalasseus bergii)
๐ชถ Podicipediformes
126. Titihan jelaga (Tachybaptus ruficollis)
๐ชถ Gruiformes
127. Pedendang topeng (Heliopais personatus)
128. Tikusan siberia (Zapornia paykullii)
๐๏ธ Kepulauan Derawan atau pulau-pulau sekitar Borneo lainnya:
129. Dara-laut sayap-hitam (Onychoprion fuscatus)
130. Camar-angguk cokelat (Anous stolidus)
131. Cikalang christmas (Fregata andrewsi)
132. Cikalang besar (Fregata minor)
133. Angsa-batu cokelat (Sula leucogaster)
134. Angsa-batu kaki-merah (Sula sula)
135. Penggunting-laut belang (Calonectris leucomelas)
136. Junai emas (Caloenas nicobarica)
๐ Burung yang jarang bermigrasi ke Borneo:
137. Elang-rawa tangling (Circus melanoleucos)
138. Alap-alap macan (Falco severus)
139. Alap-alap walet (Falco subbuteo)
140. Dara-laut kaspia (Hydroprogne caspia)
141. Dara-laut cina (Thalasseus bernsteini)
142. Camar-kejar arktik (Stercorarius parasiticus)
143. Camar-kejar pomarin (Stercorarius pomarinus)
144. Trinil-lumpur paruh-panjang (Limnodromus scolopaceus)
145. Gajahan kecil (Numenius minutus)
146. Trinil tutul (Tringa erythropus)
147. Ibis karau (Pseudibis davisoni)
148. Ibis rokoroko (Plegadis falcinellus)
Daftar ini dibuat berdasarkan
PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018
Sumber Data Distribusi: eBird.org
31/03/2025
Genus Syzigium
Syzigium merupakan genus pohon dan perdu dari famili Myrtaceae yang banyak tersebar di daerah tropis AsiaโAustralia. Beberapa spesiesnya juga terdapat di Afrika dan Madagaskar. Banyak spesies Syzygium yang memiliki warna merah pada pucuk daun dan buahnya. Buahnya dimakan oleh berbagai spesies mamalia dan burung.
Spesies Syzigium asli (native) Indonesia yang terkenal adalah:
โข Syzygium polyanthum (pohon salam)
โข Syzygium aromaticum (cengkeh)
โข Syzygium malaccense (jambu bol)
โข Syzygium samarangense (jambu semarang)
โข Syzygium aqueum (jambu air)
โข Syzygium jambos (jambu mawar)
โข Syzygium cumini (jamblang)
โข Syzygium myrtifolium (pucuk merah)
๐ธ Wikimedia Commons
08/03/2025
ID : Anthracoceros albirostris
๐ฎ๐ฉ : Kangkareng perut-putih
๐ฌ๐ง : Oriental pied hornbill
Kangkareng perut-putih (Anthracoceros albirostris) adalah burung rangkong berukuran sedang yang tersebar di Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia (Sumatera, Kepulauan Riau, Kalimantan, Jawa, Bali).
Burung ini memiliki tubuh hitam dengan perut putih, paruh besar berwarna pucat dengan balung mencolok di atasnya. Makanannya adalah buah-buahan serta hewan kecil termasuk kelelawar dan burung.
Seperti rangkong lainnya, betina bersarang dalam lubang pohon yang ditutup dengan lumpur, menyisakan celah kecil untuk diberi makan oleh jantan selama masa pengeraman.
๐ฅ Video oleh :
dogcom sg (YouTube) di Singapura
Srini Sridar (Facebook) di Singapura
Michael Pryztulla (YouTube) di Malaysia
ZiyadZaira (YouTube) di Malaysia
08/03/2025
3 Spesies Bunga Bangkai Raksasa (Amorphophallus spp.) Endemik Indonesia
Genus Amorphophallus merupakan kelompok tumbuhan dalam famili Araceae yang dikenal karena bunganya yang besar, unik, dan berbau menyengat seperti bangkai untuk menarik serangga penyerbuk, terutama lalat dan kumbang pemakan bangkai. Tumbuhan ini memiliki umbi besar di bawah tanah yang menjadi sumber energi untuk pertumbuhan daun dan bunga.
Spesiesnya yang paling terkenal adalah Amorphophallus titanum yang memiliki bunga majemuk terbesar di dunia. Amorphophallus ditemukan di daerah tropis Asia, Afrika, dan Oseania. Amorphophallus tidak ditemukan di Wilayah Neotropis atau Amerika Latin, tapi di sana terdapat genus tumbuhan serupa yang bernama Dracontium.
๐ธ Foto oleh :
Reka Fitriani
Cycas Javana
Lex Van Lieshout
Hortus botanicus Leiden
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
02/03/2025
35 spesies (26 endemik) ikan pelangi Indonesia dengan status konservasi Berisiko Rendah (LC), Hampir Terancam (NT), dan Kekurangan Data (DD) berdasarkan IUCN tahun 2020.
๐๐ฒ๐ฎ๐๐ ๐๐ผ๐ป๐ฐ๐ฒ๐ฟ๐ป (LC) :
1. Chilatherina crassispinosa
2. Chilatherina fasciata
3. Glossolepis leggetti
4. Glossolepis multisquamata
5. Iriatherina werneri
6. Melanotaenia affinis
7. Melanotaenia albimarginata
8. Melanotaenia angfa
9. Melanotaenia aruensis
10. Melanotaenia catherinae
11. Melanotaenia dumasi
12. Melanotaenia ericrobertsi
13. Melanotaenia etnaensis
14. Melanotaenia flavipinnis
15. Melanotaenia goldiei
16. Melanotaenia kamaka
17. Melanotaenia kolaensis
18. Melanotaenia misoolensis
19. Melanotaenia patoti
20. Melanotaenia picta
21. Melanotaenia pierucciae
22. Melanotaenia praecox
23. Melanotaenia rubripinnis
24. Melanotaenia rubrivittata
25. Melanotaenia rubrostriata
26. Melanotaenia rumberponensis
27. Melanotaenia sahulensis
28. Melanotaenia senckenbergianus
29. Melanotaenia vanheurni
30. Melanotaenia wokamensis
๐ก๐ฒ๐ฎ๐ฟ ๐ง๐ต๐ฟ๐ฒ๐ฎ๐๐ฒ๐ป๐ฒ๐ฑ (NT) :
31. Chilatherina lorentzii
32. Melanotaenia ammeri
33. Melanotaenia fredericki
34. Melanotaenia salawati
๐๐ฎ๐๐ฎ ๐๐ฒ๐ณ๐ถ๐ฐ๐ถ๐ฒ๐ป๐ (DD) :
35. Melanotaenia jakora
(IUCN assessment by Gerald R. Allen & Kadarusman, 2020)
02/03/2025
31 spesies ikan pelangi endemik Indonesia yang belum dideskripsikan (undescribed species) pada tahun 2024.
1. Chilatherina sp. Upper Tor River
2. Chilatherina sp. โKali Awalimโ
3. Chilatherina sp. โKali Unggalumโ
4. Chilatherina sp. โTaritatu Riverโ
5. Glossolepis sp. โGidomen Villageโ
6. Melanotaenia sp. โIwurโ
7. Melanotaenia sp. โKaladiriโ
8. Melanotaenia sp. โKali Datuโ / โKali Bertanโ
9. Melanotaenia sp. โKali Jamasโ
10. Melanotaenia sp. โKali Kaiburโ
11. Melanotaenia sp. โKali Klademakโ
12. Melanotaenia sp. โKali Lumpurโ
13. Melanotaenia sp. โKali Merahโ
14. Melanotaenia sp. โKali Moysiโ
15. Melanotaenia sp. โKali Pandanโ
16. Melanotaenia sp. โKali Puarโ
17. Melanotaenia sp. โKali Rumโ
18. Melanotaenia sp. โKali Semenโ
19. Melanotaenia sp. โKali Soumโ
20. Melanotaenia sp. โKali Tawaโ
21. Melanotaenia sp. โKali Timbuni"
22. Melanotaenia sp. โKali Web pink finโ
23. Melanotaenia sp. โKali Web vanheurni typeโ
24. Melanotaenia sp. โKomeng Riverโ
25. Melanotaenia sp. โLengguruโ
26. Melanotaenia sp. โLoboโ
27. Melanotaenia sp. โMeyado Villageโ
28. Melanotaenia sp. โOneliโ
29. Melanotaenia sp. โSawiatโ
30. Melanotaenia sp. โSungai Bauโ
31. Melanotaenia sp. โSungguerโ
02/03/2025
42 spesies ikan pelangi endemik Indonesia yang berstatus konservasi Terancam Kritis (CR), Terancam (EN), dan Rentan (VU) pada tahun 2020.
๐๐ฟ๐ถ๐๐ถ๐ฐ๐ฎ๐น๐น๐ ๐๐ป๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ฑ (CR) :
1. Chilatherina sentaniensis
2. Glossolepis dorityi
3. Melanotaenia ajamaruensis
4. Melanotaenia bowmani
5. Melanotaenia corona
6. Melanotaenia klasioensis
7. Melanotaenia kokasensis
8. Melanotaenia lacunosa
9. Melanotaenia longispina
10. Melanotaenia mairasi
11. Melanotaenia parva
12. Melanotaenia sneideri
13. Melanotaenia susii
14. Melanotaenia urisa
15. Pelangia mbutaensis
๐๐ป๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ฑ (EN) :
16. Chilatherina bleheri
17. Glossolepis incisus
18. Melanotaenia arfakensis
19. Melanotaenia arguni
20. Melanotaenia boesemani
21. Melanotaenia fasinensis
22. Melanotaenia japenensis
23. Melanotaenia lakamora
24. Melanotaenia manibuii
25. Melanotaenia naramasae
26. Melanotaenia sembrae
๐ฉ๐๐น๐ป๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ฏ๐น๐ฒ (VU) :
27. Chilatherina alleni
28. Chilatherina pricei
29. Glossolepis pseudoincisus
30. Melanotaenia batanta
31. Melanotaenia garylangei
32. Melanotaenia grunwaldi
33. Melanotaenia irianjaya
34. Melanotaenia laticlavia
35. Melanotaenia mamahensis
36. Melanotaenia maylandi
37. Melanotaenia multiradiata
38. Melanotaenia ogilbyi
39. Melanotaenia sikuensis
40. Melanotaenia synergos
41. Melanotaenia veoliae
42. Melanotaenia wanoma
(IUCN assessment by Gerald R. Allen & Kadarusman, 2020).
27/02/2025
ID : ๐๐ฆ๐ณ๐ช๐ฐ๐ฑ๐ฉ๐ต๐ฉ๐ข๐ญ๐ฎ๐ถ๐ด ๐ฑ๐ถ๐ด๐ช๐ฏ๐จ
(Jaafar, Polgar & Zamroni, 2016)
Spesies ikan tembakul, glodok, atau mudskipper dari Sumba, Nusa Tenggara Timur yang dideskripsikan pada tahun 2016. Sejauh ini, spesies ini tidak tercatat di pulau lain.
Jika usaha penelitian lebih lanjut tidak menemukan keberadaan spesies ini di pulau lain di dalam maupun luar negeri, maka spesies ini menjadi spesies endemik Sumba sekaligus Indonesia.
๐ฅ๐ฒ๐ณ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ป๐๐ถ
Jaafar, Z., Polgar, G., & Zamroni, Y. (2016). Description of a new species of Periophthalmus (Teleostei: Gobiidae) from the Lesser Sunda Islands. Raffles Bulletin of Zoology, 64, 278-283.
Unduh PDF :
https://lkcnhm.nus.edu.sg/app/uploads/2017/06/64rbz278-283.pdf
25/02/2025
ID : ๐๐ข๐ณ๐ฃ๐ฐ๐ฅ๐ฆ๐ด ๐ฌ๐ญ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ๐ฆ๐ฏ๐ด๐ช๐ด
(Wibowo, Rahmadi & Lumbantobing, 2025)
Tidak jauh dari Jakarta dan Depok!
Spesies ikan wader buta penghuni gua karst yang baru dideskripsikan ini ditemukan di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
๐๐ถ๐๐ฎ๐๐ถ๐ผ๐ป
Wibowo K, Willyanto MI, Dharmayanthi AB, Rahmadi C, Lumbantobing DN (2025) Barbodes klapanunggalensis, a new species of blind subterranean fish (Cypriniformes, Cyprinidae) from Klapanunggal karst area, West Java, Indonesia, with notes on its conservation. ZooKeys 1229: 43โ59. https://doi.org/10.3897/zookeys.1229.135950