Info Flora & Fauna Indonesia - IFFI

Info Flora & Fauna Indonesia - IFFI

Share

Informasi seputar flora dan fauna asli Indonesia. Non-profit page
Halaman nirlaba

Photos from Info Flora & Fauna Indonesia - IFFI's post 17/06/2025

13 Jenis Hewan Pemamah Biak (Subordo Ruminantia) Asli (Native) Indonesia

๐—•๐—ผ๐˜ƒ๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฒ
โ€ข Kambing hutan Sumatera (๐˜Š๐˜ข๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ค๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ณ๐˜ข๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ช๐˜ด ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ณ๐˜ข๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ช๐˜ด)
โ€ข Anoa dataran rendah (๐˜‰๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ด๐˜ช๐˜ค๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด)
โ€ข Anoa pegunungan (๐˜‰๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฒ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช)
โ€ข Banteng/Tembadau (๐˜‰๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ซ๐˜ข๐˜ท๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ค๐˜ถ๐˜ด)

๐—–๐—ฒ๐—ฟ๐˜ƒ๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฒ
โ€ข Rusa sambar (๐˜™๐˜ถ๐˜ด๐˜ข ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ค๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ณ)
โ€ข Rusa timor (๐˜™๐˜ถ๐˜ด๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ช๐˜ด)
โ€ข Rusa bawean (๐˜ˆ๐˜น๐˜ช๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ญ๐˜ช๐˜ช)
โ€ข Kijang biasa (๐˜”๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ค๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ)
โ€ข Kijang kuning kalimantan (๐˜”๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ค๐˜ถ๐˜ด ๐˜ข๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช)
โ€ข Kijang gunung Sumatera (๐˜”๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ค๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด)

๐—ง๐—ฟ๐—ฎ๐—ด๐˜‚๐—น๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฒ
โ€ข Pelanduk jawa (๐˜›๐˜ณ๐˜ข๐˜จ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ซ๐˜ข๐˜ท๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ค๐˜ถ๐˜ด)
โ€ข Pelanduk kancil (๐˜›๐˜ณ๐˜ข๐˜จ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ)
โ€ข Pelanduk napu (๐˜›๐˜ณ๐˜ข๐˜จ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ถ)

Dari 13 spesies di atas, terdapat 6 spesies endemik dan 8 subspesies endemik Indonesia.

Kerbau-kerbau yang sekarang hidup liar di beberapa daerah Indonesia merupakan kerbau feral (keturunan kerbau domestik yang menjadi liar lalu berkembangbiak di alam setelah terlepas atau dilepaskan manusia).

Photos from Info Flora & Fauna Indonesia - IFFI's post 05/05/2025

ID : ๐™‰๐™–๐™—๐™–๐™ก๐™ช ๐™˜๐™ค๐™ง๐™ฃ๐™š๐™ง๐™ž
๐Ÿ“ธ Photo Credits :
โ€ข Dede Haidir Maulana
โ€ข Peter Boyce & Wong Sin Yeng
โ€ข identify.plantnet.org

Nabalu corneri adalah spesies tumbuhan aroid asli Pulau Borneo. Nabalu adalah genus monotipik (hanya memiliki 1 spesies) dan sebaran alaminya terbatas di Pulau Borneo (genus endemik). Genus ini masih berkerabat dekat dengan genus Schismatoglottis yang memiliki banyak spesies.

Photos from Info Flora & Fauna Indonesia - IFFI's post 27/04/2025

Berikut ini adalah foto hidup pertama Coelacanth Indonesia (Latimeria menadoensis) yang diambil oleh penyelam. Sebelumnya, spesies ini hanya berhasil diamati di habitatnya menggunakan kapal selam atau ROV. Ini juga pertama kalinya coelacanth hidup tercatat di Maluku Utara.

Diterjemahkan dari Fish in the News:
Akses terbuka - https://www.nature.com/articles/s41598-025-90287-7

๐—ฅ๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฐ๐—ต ๐—ง๐—ถ๐˜๐—น๐—ฒ
First record of a living coelacanth from North Maluku, Indonesia (Catatan pertama coelacanth hidup dari Maluku Utara, Indonesia)

๐—–๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜๐—ถ๐—ผ๐—ป
Chappuis, A., Hendrawan, I.G., Achmad, M.J. et al. First record of a living coelacanth from North Maluku, Indonesia. Sci Rep 15, 14074 (2025). https://doi.org/10.1038/s41598-025-90287-7

๐—”๐—ฏ๐˜€๐˜๐—ฟ๐—ฎ๐—ฐ๐˜
Coelacanth bisa dibilang merupakan salah satu vertebrata laut yang paling ikonik dan penting secara evolusioner.

Hingga saat ini, hanya dua spesies yang diketahui secara global: Coelacanth Samudra Hindia Barat (Latimeria chalumnae) yang ditemukan di Selat Mozambik, dari Afrika Selatan hingga Kepulauan Komoro; dan Coelacanth Indonesia (Latimeria menadoensis) yang ditemukan di perairan sekitar Sulawesi dan Papua Barat di Indonesia. Spesies dari Indonesia ini jauh lebih jarang terdokumentasi dibandingkan kerabatnya di Afrika. Dikarenakan kesulitan untuk menjangkau habitat karang dalam tempat ia hidup, sangat sedikit pengamatan in situ yang berhasil dilakukan, dan itu pun hanya melalui kapal selam atau kendaraan kendali jarak jauh (ROV). Di sini kami melaporkan pengamatan pertama terhadap coelacanth dewasa di Provinsi Maluku Utara, Indonesia, serta pengambilan gambar in situ pertama oleh penyelam terhadap coelacanth Indonesia, setelah berhasil mengidentifikasi ekosistem yang sesuai melalui penyelaman teknis laut-dalam sebelumnya.

Penemuan ini berkontribusi terhadap pemahaman kita mengenai biogeografi dan ekologi spesies rentan ini, serta memberikan wawasan tambahan mengenai perilaku alaminya. Pada akhirnya, kami berharap penelitian ini dapat membantu upaya konservasi coelacanth di Indonesia, dalam konteks internasional terkait penurunan keanekaragaman hayati yang drastis dan kerusakan ekosistem alami.

๐—ฃ๐—ต๐—ผ๐˜๐—ผ ๐—–๐—ฟ๐—ฒ๐—ฑ๐—ถ๐˜
Atas โ€“ Penyelam laut-dalam berada sekitar satu meter di belakang coelacanth yang ditemukan pada kedalaman 144 meter di Maluku Utara, Indonesia (ยฉ Alexis Chappuis).

Bawah โ€“ Foto in situ coelacanth yang dijumpai pada dua hari berturut-turut di Maluku Utara, Indonesia (ยฉ Alexis Chappuis). Foto pertama (kiri) diambil pada kedalaman 144 meter, pada Hari ke-1, dan foto kedua (kanan) di kedalaman 134 meter, pada Hari ke-2. Pola warna titik putih yang identik di sisi tubuh ikan dalam kedua gambar tersebut mengonfirmasi bahwa itu adalah individu yang sama.

Copyright ยฉ 2025 the Author(s). Dipublikasikan di jurnal Scientific Reports. Artikel ini dirilis di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License. http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0/

Photos from Info Flora & Fauna Indonesia - IFFI's post 05/04/2025

Daftar Burung Dilindungi di Borneo
๐Ÿ“ธ Sumber Foto: eBird.org

๐Ÿชถ Galliformes
1. Sempidan Kalimantan (Lophura bulweri)
2. Kuau-kerdil Kalimantan (Polyplectron schleiermacheri)
3. Kuau raja (Argusianus argus)
4. Gosong Filipina (Megapodius cumingii)

๐Ÿชถ Trogonidae
5. Luntur Kalimantan (Harpactes whiteheadi)
6. Luntur Kasumba (Harpactes kasumba)
7. Luntur Diard (Harpactes diardii)
8. Luntur putri (Harpactes duvaucelli)
9. Luntur tunggir-cokelat (Harpactes orrhophaeus)
10. Luntur harimau (Harpactes oreskios)

๐Ÿชถ Picocoraciae
โ€ข Piciformes
11. Pemandu-lebah asia (Indicator archipelagicus)
12. Pelatuk kelabu-besar (Mulleripicus pulverulentus)
โ€ข Bucerotidae
13. Enggang klihingan (Anorrhinus galeritus)
14. Kangkareng perut-putih (Anthracoceros albirostris)
15. Kangkareng hitam (Anthracoceros malayanus)
16. Enggang jambul (Berenicornis comatus)
17. Enggang cula (Buceros rhinoceros)
18. Julang jambul-hitam (Rhabdotorrhinus corrugatus)
19. Rangkong gading (Rhinoplax vigil)
20. Julang emas (Rhyticeros undulatus)
โ€ข Megalaimidae
21. Takur-ampis kalimantan (Caloramphus fuliginosus)
22. Takur gedang (Psilopogon chrysopogon)
23. Takur leher-hitam (Psilopogon eximius)
24. Takur topi-merah (Psilopogon henricii)
25. Takur gunung (Psilopogon monticola)
26. Takur warna-warni (Psilopogon mystacophanos)
27. Takur tengkuk-emas (Psilopogon pulcherrimus)
28. Takur tutut (Psilopogon rafflesii)
โ€ข Alcenidae
29. Cekakak-hutan melayu (Actenoides concretus)
30. Raja-udang melayu (Alcedo peninsulae)

๐Ÿชถ Strisores
31. Walet raksasa (Hydrochous gigas)
32. Cabak kolong (Caprimulgus concretus)
33. Paruh-kodok dulit (Batrachostomus harterti)

๐Ÿชถ Psittacopasseres
34. Empuloh paruh-kait (Setornis criniger)
35. Kacamata Jawa (Zosterops flavus)
36. Berencet Kalimantan (Ptilocichla leucogrammica)
37. Gelatik Jawa (Padda oryzivora)
38. Sikatan besar (Leucoptilon concretum)
39. Kipasan belang (Rhipidura javanica)
40. Tiong emas (Gracula religiosa)
โ€ข Pittidae
41. Paok bidadari (Pitta nympha)
42. Paok hujan (Pitta moluccensis)
43. Paok kalimantan (Hydrornis schwaneri)
44. Paok kepala-biru (Hydrornis baudii)
45. Paok delima (Erythropitta granatina)
46. Paok kalung-biru (Erythropitta arquata)
โ€ข Chloropseidae
47. Cica-daun Kalimantan (Chloropsis kinabaluensis)
48. Cica-daun sayap-biru (Chloropsis moluccensis)
49. Cica-daun besar (Chloropsis sonnerati)
50. Cica-daun kecil (Chloropsis cyanopogon)
โ€ข Corvidae
51. Ekek layongan (Cissa chinensis)
52. Tangkar-uli kalimantan (Dendrocitta cinerascens)
53. Tangkar ongklet (Platylophus galericulatus)
Nectariniidae
54. Burung-madu sepah-raja (Aethopyga siparaja)
55. Burung-madu leher-merah (Anthreptes rhodolaemus)
โ€ข Psittacidae
56. Serindit melayu (Loriculus galgulus)
57. Betet ekor-panjang (Psittacula longicauda)
58. Betet biasa (Psittacula alexandri)

๐Ÿชถ Cuculidae
59. Bubut hutan (Centropus rectunguis)
60. Bubut-pacar jambul (Clamator coromandus)

๐Ÿชถ Falconidae
61. Alap-alap kawah (Falco peregrinus)
62. Alap-alap erasia (Falco tinnunculus)
63. Alap-alap capung (Microhierax fringillarius)
64. Alap-alap dahi-putih (Microhierax latifrons)

๐Ÿชถ Hieraves
65. Celepuk raja (Otus brookii)
โ€ข Accipitriformes
66. Elang tiram (Pandion haliaetus)
67. Elang-alap nipon (Tachyspiza gularis)
68. Elang-alap cina (Tachyspiza soloensis)
69. Elang-alap besra (Tachyspiza virgata)
70. Elang-alap jambul (Lophospiza trivirgata)
71. Baza jerdon (Aviceda jerdoni)
72. Elang kelabu (Butastur indicus)
73. Elang-rawa timur (Circus spilonotus)
74. Elang tikus (Elanus caeruleus)
75. Elang bondol (Haliastur indus)
76. Elang-laut perut-putih (Icthyophaga leucogaster)
77. Elang-ikan kecil (Icthyophaga humilis)
78. Elang-ikan kepala-kelabu (Icthyophaga ichthyaetus)
79. Elang hitam (Ictinaetus malaiensis)
80. Elang perut-karat (Lophotriorchis kienerii)
81. Elang kelelawar (Macheiramphus alcinus)
82. Elang paria (Milvus migrans)
83. Elang gunung (Nisaetus alboniger)
84. Elang brontok (Nisaetus cirrhatus)
85. Elang wallace (Nisaetus nanus)
86. Sikep-madu Asia (Pernis ptilorhynchus)
87. Elang-ular bido (Spilornis cheela)
88. Elang-ular kinabalu (Spilornis kinabaluensis)

๐Ÿชถ Pelecanimorphae
89. Pecuk-ular asia (Anhinga melanogaster)
โ€ข Ardeidae
90. Cangak besar (Ardea alba)
91. Cangak laut (Ardea sumatrana)
92. Blekok cina (Ardeola bacchus)
93. Kuntul cina (Egretta eulophotes)
94. Kowak melayu (Gorsachius melanolophus)
95. Bambangan cokelat (Botaurus eurhythmus)
96. Bambangan hitam (Botaurus flavicollis)
97. Kowak-malam merah (Nycticorax caledonicus)
โ€ข Ciconiidae
98. Bangau storm (Ciconia stormi)
99. Bangau tongtong (Leptoptilos javanicus)

๐Ÿชถ Charadriiformes
100. Wili-wili besar (Esacus magnirostris)
101. Gagang-bayam belang (Himantopus leucocephalus)
102. Berkik-kembang besar (Rostratula benghalensis)
103. Terik asia (Glareola maldivarum)
โ€ข Charadriidae
104. Cerek tilil (Anarhynchus alexandrinus)
105. Cerek asia (Anarhynchus veredus)
106. Trulek kelabu (Vanellus cinereus)
โ€ข Scolopacidae
107. Kaki-rumbai kecil (Phalaropus lobatus)
108. Trinil-lumpur asia (Limnodromus semipalmatus)
109. Gajahan erasia (Numenius arquata)
110. Gajahan timur (Numenius madagascariensis)
111. Gajahan penggala (Numenius phaeopus)
112. Trinil nordmann (Tringa guttifer)
113. Trinil hijau (Tringa ochropus)
โ€ข Laridae
114. Dara-laut kumis (Chlidonias hybrida)
115. Dara-laut sayap-putih (Chlidonias leucopterus)
116. Dara-laut tiram (Gelochelidon nilotica)
117. Camar kepala-hitam (Chroicocephalus ridibundus)
118. Dara-laut aleutian (Onychoprion aleuticus)
119. Dara-laut batu (Onychoprion anaethetus)
120. Dara-laut jambon (Sterna dougallii)
121. Dara-laut biasa (Sterna hirundo)
122. Dara-laut kecil (Sternula albifrons)
123. Dara-laut tengkuk-hitam (Sterna sumatrana)
124. Dara-laut benggala (Thalasseus bengalensis)
125. Dara-laut jambul (Thalasseus bergii)

๐Ÿชถ Podicipediformes
126. Titihan jelaga (Tachybaptus ruficollis)

๐Ÿชถ Gruiformes
127. Pedendang topeng (Heliopais personatus)
128. Tikusan siberia (Zapornia paykullii)

๐Ÿ๏ธ Kepulauan Derawan atau pulau-pulau sekitar Borneo lainnya:
129. Dara-laut sayap-hitam (Onychoprion fuscatus)
130. Camar-angguk cokelat (Anous stolidus)
131. Cikalang christmas (Fregata andrewsi)
132. Cikalang besar (Fregata minor)
133. Angsa-batu cokelat (Sula leucogaster)
134. Angsa-batu kaki-merah (Sula sula)
135. Penggunting-laut belang (Calonectris leucomelas)
136. Junai emas (Caloenas nicobarica)

๐ŸŒ Burung yang jarang bermigrasi ke Borneo:
137. Elang-rawa tangling (Circus melanoleucos)
138. Alap-alap macan (Falco severus)
139. Alap-alap walet (Falco subbuteo)
140. Dara-laut kaspia (Hydroprogne caspia)
141. Dara-laut cina (Thalasseus bernsteini)
142. Camar-kejar arktik (Stercorarius parasiticus)
143. Camar-kejar pomarin (Stercorarius pomarinus)
144. Trinil-lumpur paruh-panjang (Limnodromus scolopaceus)
145. Gajahan kecil (Numenius minutus)
146. Trinil tutul (Tringa erythropus)
147. Ibis karau (Pseudibis davisoni)
148. Ibis rokoroko (Plegadis falcinellus)

Daftar ini dibuat berdasarkan
PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018

Sumber Data Distribusi: eBird.org

Photos from Info Flora & Fauna Indonesia - IFFI's post 31/03/2025

Genus Syzigium

Syzigium merupakan genus pohon dan perdu dari famili Myrtaceae yang banyak tersebar di daerah tropis Asiaโ€“Australia. Beberapa spesiesnya juga terdapat di Afrika dan Madagaskar. Banyak spesies Syzygium yang memiliki warna merah pada pucuk daun dan buahnya. Buahnya dimakan oleh berbagai spesies mamalia dan burung.

Spesies Syzigium asli (native) Indonesia yang terkenal adalah:

โ€ข Syzygium polyanthum (pohon salam)
โ€ข Syzygium aromaticum (cengkeh)
โ€ข Syzygium malaccense (jambu bol)
โ€ข Syzygium samarangense (jambu semarang)
โ€ข Syzygium aqueum (jambu air)
โ€ข Syzygium jambos (jambu mawar)
โ€ข Syzygium cumini (jamblang)
โ€ข Syzygium myrtifolium (pucuk merah)

๐Ÿ“ธ Wikimedia Commons

08/03/2025

ID : Anthracoceros albirostris
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ : Kangkareng perut-putih
๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง : Oriental pied hornbill

Kangkareng perut-putih (Anthracoceros albirostris) adalah burung rangkong berukuran sedang yang tersebar di Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia (Sumatera, Kepulauan Riau, Kalimantan, Jawa, Bali).

Burung ini memiliki tubuh hitam dengan perut putih, paruh besar berwarna pucat dengan balung mencolok di atasnya. Makanannya adalah buah-buahan serta hewan kecil termasuk kelelawar dan burung.

Seperti rangkong lainnya, betina bersarang dalam lubang pohon yang ditutup dengan lumpur, menyisakan celah kecil untuk diberi makan oleh jantan selama masa pengeraman.

๐ŸŽฅ Video oleh :
dogcom sg (YouTube) di Singapura
Srini Sridar (Facebook) di Singapura
Michael Pryztulla (YouTube) di Malaysia
ZiyadZaira (YouTube) di Malaysia

Photos from Info Flora & Fauna Indonesia - IFFI's post 08/03/2025

3 Spesies Bunga Bangkai Raksasa (Amorphophallus spp.) Endemik Indonesia

Genus Amorphophallus merupakan kelompok tumbuhan dalam famili Araceae yang dikenal karena bunganya yang besar, unik, dan berbau menyengat seperti bangkai untuk menarik serangga penyerbuk, terutama lalat dan kumbang pemakan bangkai. Tumbuhan ini memiliki umbi besar di bawah tanah yang menjadi sumber energi untuk pertumbuhan daun dan bunga.

Spesiesnya yang paling terkenal adalah Amorphophallus titanum yang memiliki bunga majemuk terbesar di dunia. Amorphophallus ditemukan di daerah tropis Asia, Afrika, dan Oseania. Amorphophallus tidak ditemukan di Wilayah Neotropis atau Amerika Latin, tapi di sana terdapat genus tumbuhan serupa yang bernama Dracontium.

๐Ÿ“ธ Foto oleh :
Reka Fitriani
Cycas Javana
Lex Van Lieshout
Hortus botanicus Leiden
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Photos from Info Flora & Fauna Indonesia - IFFI's post 02/03/2025

35 spesies (26 endemik) ikan pelangi Indonesia dengan status konservasi Berisiko Rendah (LC), Hampir Terancam (NT), dan Kekurangan Data (DD) berdasarkan IUCN tahun 2020.

๐—Ÿ๐—ฒ๐—ฎ๐˜€๐˜ ๐—–๐—ผ๐—ป๐—ฐ๐—ฒ๐—ฟ๐—ป (LC) :
1. Chilatherina crassispinosa
2. Chilatherina fasciata
3. Glossolepis leggetti
4. Glossolepis multisquamata
5. Iriatherina werneri
6. Melanotaenia affinis
7. Melanotaenia albimarginata
8. Melanotaenia angfa
9. Melanotaenia aruensis
10. Melanotaenia catherinae
11. Melanotaenia dumasi
12. Melanotaenia ericrobertsi
13. Melanotaenia etnaensis
14. Melanotaenia flavipinnis
15. Melanotaenia goldiei
16. Melanotaenia kamaka
17. Melanotaenia kolaensis
18. Melanotaenia misoolensis
19. Melanotaenia patoti
20. Melanotaenia picta
21. Melanotaenia pierucciae
22. Melanotaenia praecox
23. Melanotaenia rubripinnis
24. Melanotaenia rubrivittata
25. Melanotaenia rubrostriata
26. Melanotaenia rumberponensis
27. Melanotaenia sahulensis
28. Melanotaenia senckenbergianus
29. Melanotaenia vanheurni
30. Melanotaenia wokamensis

๐—ก๐—ฒ๐—ฎ๐—ฟ ๐—ง๐—ต๐—ฟ๐—ฒ๐—ฎ๐˜๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ฑ (NT) :
31. Chilatherina lorentzii
32. Melanotaenia ammeri
33. Melanotaenia fredericki
34. Melanotaenia salawati

๐——๐—ฎ๐˜๐—ฎ ๐——๐—ฒ๐—ณ๐—ถ๐—ฐ๐—ถ๐—ฒ๐—ป๐˜ (DD) :
35. Melanotaenia jakora

(IUCN assessment by Gerald R. Allen & Kadarusman, 2020)

Photos from Info Flora & Fauna Indonesia - IFFI's post 02/03/2025

31 spesies ikan pelangi endemik Indonesia yang belum dideskripsikan (undescribed species) pada tahun 2024.

1. Chilatherina sp. Upper Tor River
2. Chilatherina sp. โ€œKali Awalimโ€
3. Chilatherina sp. โ€œKali Unggalumโ€
4. Chilatherina sp. โ€œTaritatu Riverโ€
5. Glossolepis sp. โ€œGidomen Villageโ€
6. Melanotaenia sp. โ€œIwurโ€
7. Melanotaenia sp. โ€œKaladiriโ€
8. Melanotaenia sp. โ€œKali Datuโ€ / โ€œKali Bertanโ€
9. Melanotaenia sp. โ€œKali Jamasโ€
10. Melanotaenia sp. โ€œKali Kaiburโ€
11. Melanotaenia sp. โ€œKali Klademakโ€
12. Melanotaenia sp. โ€œKali Lumpurโ€
13. Melanotaenia sp. โ€œKali Merahโ€
14. Melanotaenia sp. โ€œKali Moysiโ€
15. Melanotaenia sp. โ€œKali Pandanโ€
16. Melanotaenia sp. โ€œKali Puarโ€
17. Melanotaenia sp. โ€œKali Rumโ€
18. Melanotaenia sp. โ€œKali Semenโ€
19. Melanotaenia sp. โ€œKali Soumโ€
20. Melanotaenia sp. โ€œKali Tawaโ€
21. Melanotaenia sp. โ€œKali Timbuni"
22. Melanotaenia sp. โ€œKali Web pink finโ€
23. Melanotaenia sp. โ€œKali Web vanheurni typeโ€
24. Melanotaenia sp. โ€œKomeng Riverโ€
25. Melanotaenia sp. โ€œLengguruโ€
26. Melanotaenia sp. โ€œLoboโ€
27. Melanotaenia sp. โ€œMeyado Villageโ€
28. Melanotaenia sp. โ€œOneliโ€
29. Melanotaenia sp. โ€œSawiatโ€
30. Melanotaenia sp. โ€œSungai Bauโ€
31. Melanotaenia sp. โ€œSungguerโ€

Photos from Info Flora & Fauna Indonesia - IFFI's post 02/03/2025

42 spesies ikan pelangi endemik Indonesia yang berstatus konservasi Terancam Kritis (CR), Terancam (EN), dan Rentan (VU) pada tahun 2020.

๐—–๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ถ๐—ฐ๐—ฎ๐—น๐—น๐˜† ๐—˜๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ฑ (CR) :
1. Chilatherina sentaniensis
2. Glossolepis dorityi
3. Melanotaenia ajamaruensis
4. Melanotaenia bowmani
5. Melanotaenia corona
6. Melanotaenia klasioensis
7. Melanotaenia kokasensis
8. Melanotaenia lacunosa
9. Melanotaenia longispina
10. Melanotaenia mairasi
11. Melanotaenia parva
12. Melanotaenia sneideri
13. Melanotaenia susii
14. Melanotaenia urisa
15. Pelangia mbutaensis

๐—˜๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ฑ (EN) :
16. Chilatherina bleheri
17. Glossolepis incisus
18. Melanotaenia arfakensis
19. Melanotaenia arguni
20. Melanotaenia boesemani
21. Melanotaenia fasinensis
22. Melanotaenia japenensis
23. Melanotaenia lakamora
24. Melanotaenia manibuii
25. Melanotaenia naramasae
26. Melanotaenia sembrae

๐—ฉ๐˜‚๐—น๐—ป๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฏ๐—น๐—ฒ (VU) :
27. Chilatherina alleni
28. Chilatherina pricei
29. Glossolepis pseudoincisus
30. Melanotaenia batanta
31. Melanotaenia garylangei
32. Melanotaenia grunwaldi
33. Melanotaenia irianjaya
34. Melanotaenia laticlavia
35. Melanotaenia mamahensis
36. Melanotaenia maylandi
37. Melanotaenia multiradiata
38. Melanotaenia ogilbyi
39. Melanotaenia sikuensis
40. Melanotaenia synergos
41. Melanotaenia veoliae
42. Melanotaenia wanoma

(IUCN assessment by Gerald R. Allen & Kadarusman, 2020).

27/02/2025

ID : ๐˜—๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ
(Jaafar, Polgar & Zamroni, 2016)

Spesies ikan tembakul, glodok, atau mudskipper dari Sumba, Nusa Tenggara Timur yang dideskripsikan pada tahun 2016. Sejauh ini, spesies ini tidak tercatat di pulau lain.

Jika usaha penelitian lebih lanjut tidak menemukan keberadaan spesies ini di pulau lain di dalam maupun luar negeri, maka spesies ini menjadi spesies endemik Sumba sekaligus Indonesia.

๐—ฅ๐—ฒ๐—ณ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐˜€๐—ถ
Jaafar, Z., Polgar, G., & Zamroni, Y. (2016). Description of a new species of Periophthalmus (Teleostei: Gobiidae) from the Lesser Sunda Islands. Raffles Bulletin of Zoology, 64, 278-283.

Unduh PDF :
https://lkcnhm.nus.edu.sg/app/uploads/2017/06/64rbz278-283.pdf

Photos from Info Flora & Fauna Indonesia - IFFI's post 25/02/2025

ID : ๐˜‰๐˜ข๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ช๐˜ด
(Wibowo, Rahmadi & Lumbantobing, 2025)

Tidak jauh dari Jakarta dan Depok!
Spesies ikan wader buta penghuni gua karst yang baru dideskripsikan ini ditemukan di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

๐—–๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜๐—ถ๐—ผ๐—ป
Wibowo K, Willyanto MI, Dharmayanthi AB, Rahmadi C, Lumbantobing DN (2025) Barbodes klapanunggalensis, a new species of blind subterranean fish (Cypriniformes, Cyprinidae) from Klapanunggal karst area, West Java, Indonesia, with notes on its conservation. ZooKeys 1229: 43โ€“59. https://doi.org/10.3897/zookeys.1229.135950

Want your business to be the top-listed Government Service in Bandung?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address

Bandung