12/05/2026
Ada orang yang ditawari jalan cepat menuju kekuasaan… tapi memilih jalan sunyi penuh makna.
““Waktu itu Buya pernah ditawari menjadi ketua salah satu partai beliau menolaknya. Kata beliau, nanti akan ada partai bernama PK yang dideklarasikan. Itu partai dakwah. Saya ingin mendukungnya."
Begitulah kisah yang dituturkan Bu Marta, istri Buya Zulhermis, saat kami menjenguk beliau hari ini.
Tahun 1999, di saat banyak orang masih ragu, di saat jalan perjuangan terasa terjal dan penuh ketidakpastian—Buya sudah lebih dulu melangkah. Menjadi Ketua pertama PK/PKS Kampar. Memilih dakwah, bukan jabatan.
Hari ini… Beliau terbaring. Sudah hampir setahun.
Seakan masih ingin berbicara. Bibirnya bergerak pelan, seperti hendak menyampaikan sesuatu. Namun yang terdengar hanya diam… hening.
Matanya berkaca-kaca.
Di sebuah ruangan sederhana, tertutup gorden, beliau beristirahat. Di sekelilingnya, kitab-kitab berjajar rapi—menjadi saksi bisu perjalanan panjang dakwah yang pernah beliau rawat sepenuh jiwa.
Rumah itu… Bukan sekadar tempat tinggal.
Di sanalah Ketua pertama DPD PKS Kampar kini berdiam. Dan di rumah itu p**a, sekretariat pertama pernah berdiri.
Jejak awal sebuah perjuangan.
Pengingat bagi kita semua— bahwa jalan besar tidak selalu dimulai dari gemerlap, melainkan dari pilihan untuk tetap istiqamah, meski jalan lain terlihat lebih menjanjikan.
🙏 Doakan beliau. Semoga Allah menguatkan, mengangkat derajatnya, dan menjadikan setiap detik perjuangannya sebagai amal jariyah yang tak pernah putus.