Adonai Ministry

Contact the organization

Adonai Ministry ADONAI MINISTRY > dipanggil untuk melayani dan memberkati setiap jiwa. . seturut kehendak Tuhan.

SOLIDARITAS URIABacaan: 2 SAMUEL 11:1-15------------------------------------------------------------------Bacaan setahun...
06/10/2026

SOLIDARITAS URIA
Bacaan: 2 SAMUEL 11:1-15
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Matius 13-14
------------------------------------------------------------------
Uria bukan orang Israel, melainkan orang Het, salah satu suku Kanaan (bdk. Kej. 23). Ia menggabungkan diri kepada bangsa Israel serta menjadi prajurit Daud yang setia. Suatu kali ia dipanggil p**ang dari peperangan untuk menghadap raja, tetapi ia tidak mengambil kesempatan itu untuk kesenangannya sendiri. Ia merasa tidak pantas menikmati kenyamanan dan kemewahan sebuah rumah, sementara rekan-rekannya berkemah di padang dan siaga dalam pertempuran. Tabut Allah, yang merupakan lambang kehadiran Allah di tengah umat-Nya, juga berada dalam pondok-pondok di padang.

Uria memiliki solidaritas yang kuat, perasaan bersatu dengan orang lain karena senasib. Setia kawan! Ia rela mengesampingkan kesenangan pribadi agar dapat merasakan apa yang dialami oleh kelompoknya. Itulah yang membuatnya menolak ketika Raja Daud mempersilakannya p**ang untuk menemui istrinya. Bahkan ketika Daud sengaja membuatnya mabuk, Uria tetap bersikukuh dalam pendiriannya. Seharusnya Daud bersyukur memiliki prajurit seperti Uria. Namun, untuk menutupi perzinaannya dengan istri Uria, Daud malah merancangkan kematiannya.

Kesetiaan Uria sudah teruji. Ia mengasosiasikan dirinya sebagai bagian dari umat Allah. Ia memikirkan keselamatan teman-temannya, juga kesejahteraan bangsanya, serta memikirkan Tabut Allah yang berada di tempat yang tidak terlindungi. Namanya dicatat sebagai pahlawan (2Sam. 23:39). Namun, tanpa sepengetahuannya, pemimpinnya sendiri merancangkan kematiannya. Kiranya kita tidak ikut-ikutan mengorbankan orang benar demi menutupi dosa atau ambisi kita sendiri. --HT/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
HARGAILAH ORANG-ORANG YANG TULUS BEKERJA BERSAMA KITA,
JANGAN TUMBALKAN MEREKA DEMI MENUTUPI DOSA ATAU KESALAHAN KITA.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

TERUS BERPROSESBacaan: AYUB 42:1-6------------------------------------------------------------------Bacaan setahun: Mati...
04/10/2026

TERUS BERPROSES
Bacaan: AYUB 42:1-6
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Matius 9-10
------------------------------------------------------------------
Ayub, seorang ayah dari anak-anak yang telah dewasa secara sosial. Ia kaya dan terpandang di lingkungannya. Dari sisi dunia, Ayub terlihat sebagai seorang pria yang matang, mapan, dan "selesai". Alkitab juga menyebut Ayub sebagai orang saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Namun, ketika Allah mengizinkan Iblis mencobainya, ternyata Ayub masih berdebat, tidak hanya dengan teman-temannya melainkan juga dengan Tuhan. Ia mempertanyakan dan "mengadili" Allah atas penderitaan yang menimpanya.

Rupanya masih ada sisi pengenalan Ayub yang belum matang sepenuhnya. Ini menunjukkan bahwa kedewasaan rohani bukan soal usia biologis, melainkan proses iman yang terus dibentuk oleh Tuhan. Melalui proses kehilangan, sakit, dan pergumulan yang panjang, Ayub belajar bahwa tidak semua hal dapat diukur dengan logika. Ada waktunya berhenti menanyakan "mengapa?" ganti "terpujilah nama Tuhan!". Hingga akhirnya Ayub sampai pada pengakuan, "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau."

Dari Ayub kita belajar bahwa tidak ada titik henti, melainkan terus berproses menuju kedewasaan rohani. Sekalipun sudah dewasa secara umur dan pengalaman, Tuhan tetap dapat memproses kita supaya semakin matang dalam iman. Orang muda perlu bertumbuh. Orang tua pun tetap perlu dididik Tuhan menuju kedewasaan yang lebih dalam. Tuhan rindu kita mengenal-Nya, bukan hanya melalui kata orang, melainkan dari pengalaman dan perjumpaan secara pribadi dengan-Nya. --EBL/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
KEDEWASAAN IMAN ADALAH PERJALANAN SEUMUR HIDUP
SAMPAI KITA MENJADI SERUPA DENGAN KRISTUS.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

MANUSIA DAPAT BERUBAHBacaan: KEJADIAN 43:1-14------------------------------------------------------------------Bacaan se...
02/10/2026

MANUSIA DAPAT BERUBAH
Bacaan: KEJADIAN 43:1-14
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Matius 5-6
------------------------------------------------------------------
Saat mendengar nama "Yakub", di benak (mayoritas) kita tebersit sesuatu yang negatif, seperti licik, penipu, pembohong. Pernah ia memperdaya Esau, kakaknya, yang kelelahan untuk menukarkan hak kesulungannya dengan makanan (Kej. 25:29-34). Pernah ia menyamar sebagai Esau demi mendapat berkat dari Ishak, sang ayah (Kej. 27:18-19). Pernah ia mengakali ternak kepunyaan Laban, mertuanya, agar melahirkan anak-anak yang sesuai dengan ciri-ciri dari upahnya (Kej. 30:37-39).

Selang bertahun-tahun kemudian terjadi bencana kelaparan. Yakub menyuruh anak-anaknya berangkat ke Mesir untuk membeli gandum. Namun, uang pembelian tersebut dikembalikan dalam masing-masing mulut karung pemuat gandum (Kej. 42:35). Pada keberangkatan yang kedua, Yakub menyuruh anak-anaknya membawa uang dua kali lipat banyaknya (ay. 12). Uang yang telah dikembalikan harus diserahkan kembali kepada pihak penjual. Yakub berpikir hal itu adalah kekhilafan, dan ia tidak memperbolehkan anak-anaknya mengambil keuntungan atasnya. Si licik menjadi tulus, si penipu mendorong tindakan kejujuran, si pembohong mengajarkan untuk menyatakan kebenaran. Dari sini kita menengok sebuah pelajaran berharga bahwa manusia dapat berubah. Sikap seseorang yang tadinya buruk dapat berubah menjadi baik.

Manusia dapat berubah, maka itu, berarti kita tidak boleh putus asa menghadapi orang-orang yang tampaknya bebal. Jika hari ini perkataan kita diabaikan, hari esok mungkin mereka mau mendengarnya. Hari esok juga masih memiliki hari esoknya lagi. Selama napas hidup masih berembus, kita masih dapat mengharap perubahan sikap seseorang. Ingatkan diri sendiri untuk tidak lelah menasihati sesama supaya membenahi perilaku mereka, p**a terus bersemangat menjangkau jiwa-jiwa bagi Yesus! --LIN/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
SELAMA NAPAS MASIH BEREMBUS MASIH SELALU ADA
KEMUNGKINAN BAGI SESEORANG UNTUK BERTOBAT.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

DIA MENYERTAI KITA!Bacaan: YOSUA 1:1-9------------------------------------------------------------------Bacaan setahun: ...
01/10/2026

DIA MENYERTAI KITA!
Bacaan: YOSUA 1:1-9
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Matius 1-4
------------------------------------------------------------------
Alih kepemimpinan dari Musa kepada Yosua meninggalkan sebuah lubang ketakutan yang nyata di hati Yosua. Yosua menghadapi beban yang hampir-hampir mustahil: memimpin bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian yang penuh musuh dan kota bertembok. Dalam kelemahan manusiawinya itulah Tuhan tidak menyalahkannya. Sebaliknya, Ia datang mendekat dan berfirman, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu ... sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau" (ay. 9). Tuhan memahami ketakutan Yosua, bukan menghakimi. Tiga kali Allah mengatakan hal yang sama kepada Yosua (ay. 6-7, 9) untuk menolongnya melewati ketakutan dalam hidupnya.

Janji penyertaan Tuhan bagi Yosua itu menemukan penggenapannya yang paling sempurna dalam diri Yesus Kristus. Jika bagi Yosua penyertaan Tuhan seperti sebuah janji yang dipegang dari jauh, bagi kita, penyertaan itu adalah Pribadi Yesus sendiri yang tinggal di dalam hati kita oleh Roh Kudus. Ia datang untuk "menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Mat. 28:20). Inilah fondasi keberanian kita yang sejati. Singkatnya, Yosua berpegang pada sebuah janji, tetapi kita melekat pada Sang Pemberi Janji itu sendiri.

Jadi, di tengah segala kekhawatiran di masa kini, pandanglah kepada Kristus karena Ia adalah sumber kekuatan kita. Kematian dan kebangkitan-Nya telah meruntuhkan tembok ketakutan kita yang terbesar, yaitu maut dan dosa. Jika Ia yang menyertai kita, siapakah yang akan melawan kita (Rm. 8:31)? Hari ini, jalanilah hidup dan hadapilah setiap ketakutan bukan dengan mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi dengan beriman kepada Kristus yang telah menang dan kini menyertai kita untuk selamanya! --DSK/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
JANGAN FOKUS PADA RASA TAKUTMU, PANDANGLAH YESUS!
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

MENGAPA "BERPERANG"?Bacaan: BILANGAN 21:21-30------------------------------------------------------------------Bacaan se...
28/09/2026

MENGAPA "BERPERANG"?
Bacaan: BILANGAN 21:21-30
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Hagai 1-3
------------------------------------------------------------------
Ada orang-orang yang menganggap berkelahi itu perlu untuk menunjukkan harga diri, keperkasaan, dan kekuatan agar tidak dianggap lemah. Orang demikian biasanya sering menyelesaikan masalah dengan perkelahian sekalipun sebenarnya masalah itu dapat diselesaikan dengan cara-cara yang damai.

Seandainya Sihon, raja orang Amori, mengizinkan orang Israel berjalan melewati daerahnya, mungkin ceritanya bisa berbeda. Namun, ia menolak permintaan izin dari orang Israel untuk melewati daerahnya. Padahal orang Israel hanya minta izin untuk lewat di jalan raya saja, tidak masuk ke ladang dan kebun anggur mereka, bahkan tidak akan minum dari sumur mereka. Sihon mungkin tidak memercayai orang Israel sehingga Sihon tidak hanya menolak, ia bahkan membawa laskarnya untuk berperang menghadapi orang Israel. Dan bukannya menang, mereka justru kalah. Betapa malunya, karena merasa kuat mereka justru mengalami kerugian besar. Mengapa harus berperang? Bukankah ketika mereka tidak mengizinkan maka orang Israel tidak akan memaksakan diri, tetapi akan melewati jalan yang lain? Namun, nasi sudah menjadi bubur, akibat kurang bijaksana dan merasa kuat, akhirnya daerah dan kota-kota mereka dikuasai oleh orang Israel.

Mungkin kita sedang bermasalah dengan seseorang dan rasanya kita emosi dan ingin berlaku kasar terhadapnya. Biarlah kita sadar bahwa sikap kasar dan menantang justru semakin menambah masalah dan bisa jadi merugikan kita sendiri. Marilah kita tidak terpancing secara emosi, tetapi justru bersikap tenang dan berdoa, meminta hikmat agar kita dapat menyelesaikan masalah dengan bijak dan tepat. --ANT/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
USAHAKAN PENYELESAIAN YANG BAIK,
BUKAN KONFLIK YANG MERUSAK DAN MENGHANCURKAN.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

TIANG ULARBacaan: BILANGAN 21:4-9------------------------------------------------------------------Bacaan setahun: Nahum...
25/09/2026

TIANG ULAR
Bacaan: BILANGAN 21:4-9
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Nahum 1-3
------------------------------------------------------------------
Tidak sedikit terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian. Ternyata hal itu sering terjadi karena pengemudi tidak melihat tiang rambu lalu lintas yang memberi peringatan tentang suatu bahaya ketika melalui jalan tersebut. Seandainya pengemudi melihat tiang rambu lalu lintas itu maka tidak akan terjadi kecelakaan sehingga banyak orang yang tetap hidup.

Orang Israel meninggalkan Gunung Hor mengelilingi Edom menuju Laut Teberau. Namun, dalam perjalanan, mereka kembali melawan Allah dan Musa. Mereka bosan dengan manna yang Tuhan berikan dan menyesal telah meninggalkan Mesir untuk mengikuti tuntunan-Nya. Karena itu, Allah mendatangkan ular tedung untuk menghukum mereka sehingga mereka datang kepada Musa, mengaku dosa kepada Allah, dan memohon agar ular itu dijauhkan. Maka Tuhan meminta Musa membuat ular tedung dari tembaga dan menempatkan di atas tiang, supaya barangsiapa yang terpagut ular dan melihat ular tembaga itu akan tetap hidup. Bukankah ini mengingatkan pada Kristus yang ditinggikan di atas tiang salib supaya barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan mendapat keselamatan dan kehidupan kekal?

Di sekitar kita, ada banyak orang yang sedang hidup di dalam dosa dan menuju kebinasaan. Mereka membutuhkan pertolongan untuk mengerti jalan menuju kehidupan kekal. Biarlah kita sebagai anak-anak Tuhan mempunyai kerelaan untuk menunjukkan Kristus yang telah mati di atas tiang salib supaya mereka boleh melihat Kristus. Dan oleh anugerah-Nya, mereka menjadi percaya, mendapatkan keselamatan dan kehidupan kekal. --ANT/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
LIHATLAH KRISTUS DI ATAS TIANG SALIB,
YANG MEMBERIKAN HIDUP BAGI MANUSIA YANG BERDOSA.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

CARA HIDUP ORANG BIJAKBacaan: AMSAL 21------------------------------------------------------------------Bacaan setahun: ...
23/09/2026

CARA HIDUP ORANG BIJAK
Bacaan: AMSAL 21
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Obaja 1, Yunus 1-4
------------------------------------------------------------------
Suatu ketika, saya mendapat kiriman foto "BI Checking" dari daftar pinjaman utang seseorang yang belum terbayarkan. Nilainya cukup banyak karena senilai lebih dari dua ratus juta rupiah! Saya pun tak habis pikir mengapa orang itu sampai terjerat utang yang sangat besar. Ketika mencermati angka demi angka yang hampir mencapai satu halaman itu, saya menduga bahwa gaya hidup boros menjadi penyebab yang paling mungkin.

Penulis Amsal hari ini membahas tentang perilaku orang bijak. Harta dan minyak adalah gambaran tentang berkat dan persediaan yang cukup, menandakan adanya pengelolaan yang baik. Orang bijak akan memiliki keduanya karena hidupnya tertata dengan baik. Namun, orang yang bebal akan terjebak dalam pemborosan, yang dalam jangka waktu tertentu bisa mengalami kekurangan, terjebak utang, dan tidak siap menghadapi masa sulit. Orang bebal adalah sebutan bagi orang yang tidak mau hidup menurut hikmat Tuhan meskipun sudah mengetahui cara hidup benar. Oleh karena tidak berhikmat, ia tidak bisa mengontrol diri, bahkan dengan cepat menghabiskan miliknya tanpa berpikir panjang.

Sebagai orang percaya, kita diajarkan agar jangan sampai menjalani hidup dengan mengandalkan materi atau kekayaan-yang dapat hilang atau habis dalam sekejap mata. Namun, bukan berarti kita boleh mengabaikan pentingnya hidup bijak dan mengelola harta atau berkat yang Tuhan berikan dengan bijaksana. Semakin cakap kita mengatur berkat yang Tuhan berikan maka kita dapat memiliki persediaan yang cukup dan siap menghadapi masa sulit. --GHJ/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
BERKAT TUHAN PERLU DIKELOLA DENGAN BIJAKSANA
AGAR HASILNYA DAPAT MEMULIAKAN-NYA.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

MEMBANGUN IMANBacaan: YUDAS 1:17-23------------------------------------------------------------------Bacaan setahun: Amo...
22/09/2026

MEMBANGUN IMAN
Bacaan: YUDAS 1:17-23
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Amos 6-9
------------------------------------------------------------------
Saat itu, gereja mula-mula sesungguhnya tidak sedang menghadapi penganiayaan dari luar, melainkan ancaman dari dalam. Ancaman itu berupa ajaran yang menyimpang, kehidupan yang tidak bertanggung jawab, dan penyalahgunaan kasih karunia mulai merusak iman pengikut Kristus. Yudas, dengan hati seorang gembala, menulis surat singkat ini untuk membangunkan umat agar tidak lengah demi menjaga iman mereka.

Yudas menegaskan bahwa iman kistiani adalah warisan yang berharga dan harus dibangun. Iman bukan sekadar pengetahuan atau tradisi, tetapi kebenaran hidup yang membentuk sikap dan perilaku. Karena itu, Yudas mendorong umat percaya untuk membangun diri di atas iman yang benar, setia berdoa, dan hidup dalam kasih Allah. Menjaga iman berarti tetap berakar pada firman Tuhan di tengah berbagai suara yang menyesatkan.

Pesan ini sungguh relevan bagi kita hari ini. Kita hidup di zaman yang penuh kompromi, ketika kebenaran sering dikaburkan demi kenyamanan dan penerimaan sosial. Tanpa disadari, iman bisa menjadi dangkal, hanya sekadar label rohani tanpa dampak berarti. Yudas mengingatkan bahwa iman yang dewasa tidak tumbuh dengan sendirinya. Iman perlu dirawat dengan kesadaran, ketekunan, dan kerendahhatian. Dan membangun iman berarti memiliki keberanian untuk hidup benar meski dianggap tidak populer, setia pada nilai-nilai firman Tuhan, dan tetap mengasihi sesama tanpa kehilangan kebenaran. Kita dipanggil untuk teguh, tetapi tidak keras; selalu waspada, tetapi tetap penuh belas kasih. --SYS/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
IMAN YANG TERBANGUN BUKAN IMAN YANG TAKUT PADA DUNIA,
TETAPI IMAN YANG KUAT UNTUK TETAP SETIA DI DALAM TUHAN.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

PERLINDUNGAN YANG SEMPURNA?Bacaan: 1 SAMUEL 17:1-11------------------------------------------------------------------Bac...
20/09/2026

PERLINDUNGAN YANG SEMPURNA?
Bacaan: 1 SAMUEL 17:1-11
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Yoel 1-3
------------------------------------------------------------------
Ada banyak cara seseorang melindungi dirinya dari kejahatan dan kecelakaan. Ia mungkin memasang pagar tinggi dan CCTV di rumahnya, mengasuransikan segala miliknya, membuat ruang rahasia bawah tanah, menyewa pengawal pribadi, dan lainnya, sampai ia merasa semua itu memberikannya perlindungan yang sempurna.

Siapa tidak kenal Goliat? Goliat berperawakan sangat tinggi. Sebagai tentara, ia melindungi diri sedemikian rupa, seperti: memakai ketopong tembaga di kepala, baju zirah yang bersisik dari tembaga, dan penutup kaki dari tembaga. Selain itu, ia dibantu seorang yang membawa perisai di depannya. Selain memakai alat pelindung, ia juga melindungi diri dengan berbagai senjata, seperti: pedang, tombak, dan lembing tembaga. Ia merasa telah sempurna terlindungi sehingga ia berani menantang barisan Israel untuk berperang satu lawan satu. Apakah memang ia memiliki perlindungan yang sempurna? Tentu tidak, ia akhirnya dapat dikalahkan oleh Daud, atas pertolongan Tuhan, dengan satu batu yang diumbannya sehingga tepat mengenai dahinya, satu bagian kecil di tubuhnya yang tidak terlindungi. Ia pun akhirnya mati.

Apakah kita hidup penuh kekhawatiran sehingga berusaha melindungi diri dengan berlebihan dan mengantisipasi setiap keadaan buruk yang mungkin saja terjadi? Mungkin kita bisa mengupayakan semua perlindungan itu, tetapi yakinlah bahwa semua itu tidak sempurna. Marilah kita datang kepada Tuhan yang sanggup memberikan perlindungan yang sempurna atas seluruh hidup kita. Serahkan diri kita kepada Dia yang kuat dan berkuasa melindungi kita. --ANT/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
INGATLAH! TIDAK ADA APA PUN DI DUNIA INI YANG MEMBERIKAN JAMINAN
ATAU PERLINDUNGAN SEMPURNA.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

TUNTUTAN TUHANBacaan: MIKHA 6:1-8------------------------------------------------------------------Bacaan setahun: Hosea...
19/09/2026

TUNTUTAN TUHAN
Bacaan: MIKHA 6:1-8
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Hosea 8-14
------------------------------------------------------------------
Berapa banyak orang yang berusaha dengan keras demi mengejar citra sempurna di mata sesama? Bekerja tak kenal waktu agar terlihat sukses, cantik, kaya, dan bahagia. Merasa harus membeli barang tertentu supaya dianggap mampu dan up to date. Bekerja tanpa henti demi prestasi dan pengakuan. Konsumtif agar terlihat berkelas, menjalani gaya hidup hedon agar dianggap modern dan gaul. Mencari validasi setiap saat, hidup berdasar kata orang hingga jiwanya menjadi rapuh dan mudah terluka.

Israel memberikan kurban bakaran hingga ribuan domba jantan. Bahkan, mereka pun rela mempersembahkan anak-anak sulungnya. Persembahan yang demikian mungkin sempurna di mata manusia. Terlihat wah, spektakuler, religius, dan mengesankan. Malang, bagi Allah semua itu hanya sebuah ritual agama yang kosong, yang tidak dikenan-Nya.

Tuhan tidak pernah menuntut kesempurnaan dalam hal materi. Sekalipun hebat di mata dunia, kemewahan tidak berguna jika tidak disertai dengan kesempurnaan hati. Kesempurnaan dunia tidak dapat menutupi ketidakadilan, kekerasan, dan ketidaksetiaan kita kepada Tuhan. Tuhan menuntut kita untuk berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan-Nya. Tuhan mengukur integritas, bukan impresi. Menghargai ketaatan, bukan kemewahan. Menilai karakter, bukan besarnya persembahan. Jujur dan rendah hati lebih dihargai-Nya. Tuhan tidak menuntut kita terlihat hebat, melainkan melakukan pekerjaan dengan benar, jujur, dan setia. Tuhan rindu kita hidup dari kasih-Nya, bukan dari pujian manusia. --EBL/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
MANUSIA MEMUJI YANG TAMPAK BESAR,
TETAPI TUHAN MELIHAT YANG BENAR.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

Address

Banjarnegara

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Adonai Ministry posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Adonai Ministry:

Shortcuts

Share