Tempo Doeloe Indonesia

Tempo Doeloe Indonesia

Share

Dikumpulkan dari berbagai sumber untuk mempercepat penyebaran informasi secara efisien dan menambah percepatan kemajuan Indonesia tercinta

22/02/2022

Kunjungan Presiden Soekarno di Masjid Nabawi tahun 1955 bersama Para Pemimpin Dunia.

Tayangan dokumentasi tentang kegiatan renovasi dan perluasan bangunan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Mega proyek tersebut dimulai pada tahun 1951, dipelopori oleh Raja Abdulaziz Al Saud, yang selanjutnya dilanjutkan pada masa pemerintahan Raja Saud bin Abdulaziz Al Saud, dan berhasil dirampungkan pada tahun 1955.

Di tahun 1955, para pemimpin dan utusan dari negara-negara dunia Islam berkunjung ke Masjid Nabawi, dalam rangka menyaksikan proses renovasi serta berbagai agenda lainnya. Tak terkecuali Presiden Sukarno dari Indonesia. Kedatangannya pada tanggal 24 Juli 1955 di Arab Saudi disambut langsung oleh Raja Saud beserta para pejabat dan anggota keluarga kerajaan. Selain menyaksikan renovasi masjid dan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW, kunjungan B**g Karno ke Tanah Suci saat itu termasuk p**a dalam rangka menunaikan ibadah haji.

Lokasi: Madinah, Arab Saudi
Tahun: 1955

06/10/2021

Deskripsi
Penyerbuan Kedutaan Besar China di Jakarta tahun 1966 - Peristiwa Pasca G30S [INDO SUB]

Hari Jumat, tanggal 15 April 1966, ribuan massa yang terdiri dari para mahasiswa dan masyarakat umum, mengepung dan selanjutnya menyerang gedung kedutaan besar Republik Rakyat Cina di Jakarta (RRC). Demonstrasi tersebut merupakan bagian dari serangkaian insiden yang terjadi semasa ketegangan situasi politik pasca terjadinya G30S (Gestok) pada tahun 1965.

Massa ketika itu menganggap pemerintah Cina alias Tiongkok mendukung kudeta gagal yang dilakukan oleh beberapa oknum militer Indonesia dan petinggi Partai Komunis Indonesia (PKI). Mengutip buku Jejak Langkah Pak Harto: 01 Oktober 1965 - 27 Maret 1968, "Penyerbuan kedutaan besar Cina saat itu disebabĀ­kan oleh habisnya kesabaran rakyat karena melihat sikap pemerintah Cina yang terus menerus memperlihatkan permusuhan dan memecah-belah persatuan bangsa Indonesia."

Dalam peristiwa penyerangan itu, salah seorang demonstran memanjat tiang bendera dan menurunkan bendera Republik Rakyat Cina. Bahkan, beberapa pegawai kedutaan besar mengalami luka-luka karena mengalami kontak fisik dengan massa yang mengamuk. Usai insiden tersebut, para staf kedutaan kemudian ditarik p**ang ke Cina. Indonesia kemudian menghentikan aktivitas hubungan diplomatik dengan Cina pada tahun 1967, dan hubungan resmi antara kedua negara baru dinormalisasi pada tahun 1990.

Lokasi: Jakarta, Indonesia dan Beijing, Cina
Tahun: 1966

N F - R U

18/01/2021

Perayaan Pernikahan Ratu Juliana di Hindia Belanda - Indonesia Tempo Dulu

Perayaan dalam rangka pernikahan Putri Juliana (kelak naik tahta menjadi ratu menggantikan ibunya, Ratu Wilhelmina) dan Pangeran Bernhard di berbagai kota di Hindia Belanda; Medan, Batavia (Jakarta), Bandung, Surakarta, Surabaya, Malang, dan Makassar. Berbagai perayaan besar dihelat; selebrasi di halaman Istana Gubernur Jenderal (sekarang Istana Merdeka) dan Koningsplein, parade kuda kepang, perlombaan kuda galah di Alun-Alun Bandung, pawai budaya berbagai suku, parade militer oleh KNIL, parade prajurit Keraton Surakarta, dan sebagainya.

Lokasi: Medan, Batavia (Jakarta), Bandung, Surakarta, Surabaya, Malang, dan Makassar, Hindia Belanda (Indonesia)
Produksi: Profilti Den Haag - ANIF Nieuws
Tanggal: 7 Januari 1937

18/01/2021

Sultan Aji Muhammad Parikesit menerima kunjungan Laksamana Madya Sueto Hirose (komandan Pangkalan Angkatan Laut Khusus ke-22 Jepang) dan rombongan di Tenggarong, Kutai Kartanegara, 19 April 1942. (Sumber: Buku "The Encyclopedia of Indonesia in the Pacific War" - 2009)

18/01/2021

Upacara Pemakaman di Makam Imogiri - Solo & Jogja Tempo Dulu

Rangkaian prosesi upacara pemakaman patih Kasunanan Surakarta, KRA. Sasradiningrat IV, di Astana Pajimatan Imagiri, Bantul. KRA. Sasradiningrat IV (R.M. Saliman) yang wafat pada 28 Juni 1925 tersebut dikenal sebagai pendiri Museum Radya Pustaka Surakarta. Beliau merupakan menantu Sunan Pakubuwana IX; istri beliau, GRAy. Sasradiningrat (GRAj. Samsinah), adalah salah seorang putri Sunan Pakubuwana IX. Jadi KRA. Sasradiningrat IV merupakan saudara ipar Sunan Pakubuwana X.

Peti jenazah KRA. Sasradiningrat IV dibawa menuju Stasiun Sala-Balapan menggunakan kereta jenazah yang nantinya juga digunakan untuk membawa peti jenazah Sunan Pakubuwana X (wafat pada 22 Februari 1939); dan ketika menuju Stasiun Tugu, peti jenazah beliau dibawa menggunakan gerbong jenazah yang juga milik Sunan Pakubuwana X. Kereta dan gerbong jenazah tersebut sekarang sudah tidak dipergunakan lagi; masing-masing terakhir kali digunakan pada saat pemakaman Sunan Pakubuwana XI tahun 1945, dan ketika Sunan Pakubuwana XII wafat pada tahun 2004 kereta jenazah yang digunakan merupakan kereta jenazah yang baru, Kereta Kangjeng Kyai Retna Pralaya.

Setelah tiba di Astana Pajimatan Imagiri, jenazah KRA. Sasradiningrat IV disholatkan terlebih dulu di Masjid Imagiri, sebelum akhirnya dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Keraton Surakarta.

Lokasi: Surakarta dan Bantul, Hindia Belanda (Indonesia)
Tahun: 1925
Direktor: Tassilo Adam
Musik: Gendhing Ayak-Ayak Mijil Layu-Layu Sl. Manyura

17/01/2021

Wayang Kulit Klasik di Keraton Surakarta tahun 1925 - Indonesia Tempo Dulu

Pertunjukan wayang kulit purwa klasik gaya Surakarta di Bangsal Maligi, Keraton Surakarta Hadiningrat, oleh seorang abdidalem dalang bersama para abdidalem nayaga. Pada masa itu pergelaran wayang kulit hanya diiringi gamelan laras slendro, tanpa gamelan laras pelog, tanpa gong gedhe, tanpa waranggana (sinden), dan menggunakan blencong berbahan bakar minyak kelapa.

Video juga menampilkan berbagai aktivitas budaya; penari pria yang berlatih tari, iring-iringan prajurit keraton, serta suasana keramaian sebuah acara di Keraton Surakarta Hadiningrat dan Keraton Yogyakarta Hadiningrat.

Lokasi: Surakarta dan Yogyakarta, Hindia Belanda (Indonesia)
Tahun: Circa 1921-1925
Direktor: Tassilo Adam
Musik: Gendhing Gendhiyeng Pl. 6

17/01/2021

Lengkap Pelantikan Presiden Soekarno di Keraton Yogyakarta tahun 1949

[TURN ON CC/SUBTITLE] Dokumentasi upcara pelantikan Presiden Sukarno sebagai presiden Republik Indonesia Serikat di Bangsal Siti Hinggil, Kompleks Siti Hinggil Lor, Keraton Yogyakarta Hadiningrat, tahun 1949; atas perkenan Sultan Hamengkubuwono IX, sebelum presiden dan keluarga pindah ke Istana Merdeka Jakarta sebagai realisasi Konferensi Meja Bundar.

Lokasi: Yogyakarta, Indonesia Tim Produksi: J.B. van der Kolk, Leo Elia dan Guus van den Berg Tanggal: 17 Desember 1949

17/01/2021

Foto sekitar tahun 1950-an, yang menampilkan visual Presiden Sukarno dan Kol. Suharto saat berziarah di makam R.Ng. Ronggowarsito (1802-1873) yang terletak di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. Ronggowarsito merupakan seorang jurnalis dan pujangga besar Kasunanan Surakarta yang memiliki begitu banyak karya-karya termahsyur, salah satunya adalah Serat Kolotidho (Kalatidha).

(Sumber: Istimewa)

17/01/2021

Raja Rama V (Chulalongkorn) bergandengan tangan dengan Susuhunan Pakubuwono X, saat kunjungannya ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada tahun 1896. Raja Thailand tersebut tercatat pernah tiga kali mengunjungi Pulau Jawa yakni pada tahun 1871, 1896 dan 1901, serta membina hubungan baik dengan raja-raja Cirebon, Yogyakarta dan Surakarta.

(Sumber: Istimewa)

17/01/2021
Want your business to be the top-listed Government Service in Bogor?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address

Bogor
16921