Membaca surat-surat Kartini dalam kurun waktu 1899-1904 seperti membuka jendela menuju masa lalu yang penuh gejolak. Di balik sunyinya pingitan, ternyata ada pikiran yang melampaui samudera hingga ke Eropa.
Buku jilid pertama dari trilogi karya Wardiman Djojonegoro ini bukan sekadar kumpulan kertas tua. Ia adalah saksi bisu bagaimana seorang perempuan muda berjuang melawan keterbatasan akses pendidikan dan adat demi sebuah cita-cita: kemajuan intelektual bangsanya.
Kita diajak menyelami semangat emansipasi, keinginan agar setiap perempuan memiliki hak untuk belajar dan berkembang.
Tertarik untuk membacanya? Silakan datang dan temukan bukunya di perpustakaan kami.
Panglima Itam Library of Nasdem
Panglima Itam Library of NasDem adalah perpustakaan milik Partai Nasdem yang diperuntukan untuk Umum
Kamu tahu nggak sih kalau laut Indonesia yang luas ini nggak bakal jadi milik kita seutuhnya tanpa sosok Ir. H. Djuanda? Lewat Deklarasi Djuanda, beliau sukses bikin dunia akuin Indonesia sebagai Negara Kepulauan. Keren kan!
Nggak cuma jago diplomasi, beliau ini teknokrat sejati. Pemikirannya tuh visioner, rasional, dan jauh banget ke depan. Pokoknya lowkey tapi dampaknya highkey banget buat kita sekarang.
Buku ini wajib kamu baca sih biar makin paham kenapa kita harus bangga sebagai anak bangsa.
Buku "Rekam Jejak Kebangsaan". Mengenal lebih dekat sosok Mochtar Kusuma-atmadja. Dari ruang akademik hingga meja diplomasi dunia, ia berjuang memastikan Indonesia diakui sebagai Negara Kepulauan.
Sudahkah kamu membaca kisahnya hari ini?
Pesan adem tapi "ngena" dari Ibu Halida Nuriah Hatta, putri B**g Hatta, buat kita anak muda Indonesia.
Beliau mengingatkan kalau literasi dan diskusi itu kunci. Sebelum kita gampang marah atau "berontak", coba gali lagi kekayaan bangsa kita sendiri, dari demokrasi asli di Minang sampai sistem Subak di Bali.
Merdeka bukan cuma soal bebas, tapi soal kesetaraan dan kerja bareng lewat koperasi. Karena pada dasarnya, kita ini sanggup disiplin, jujur, dan hebat kalau bergerak bersama.
Yuk, simak langsung penuturan Ibu Halida Hatta tentang martabat manusia Indonesia.
"Pancasila itu Jalan Lurus." – B**g Hatta.
Pesan mendalam ini disampaikan kembali oleh putri bungsu sang Proklamator, Ibu Halida Nuriah Hatta. Beliau mengingatkan kita tentang esensi Pancasila yang diucapkan B**g Hatta pada Januari 1966 yang juga dibahas dalam buku Demokrasi Kita.
Pancasila bukan sekadar "Jalan Tengah", tapi "Jalan Lurus" yang tidak ke sana-ke mari, melainkan bertanggung jawab langsung kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Saatnya restorasi mindset.
Sebuah ironi sejarah yang menggetarkan. Sutan Sjahrir meninggalkan Jakarta dalam status tahanan politik, namun kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi sebagai Pahlawan Nasional.
Kisah kepulangan Sutan Sjahrir adalah bukti nyata bahwa integritas melampaui segala perbedaan politik.
Simak kisahnya dari Bu Upik Sjahrir (Putri Sutan Sjahrir) tersebut.
Dunia jarang berpihak pada yang polos.
Sering kali yang menang bukan yang paling baik, tapi yang paling paham cara kerja kekuasaan.
Buku The 48 Laws of Power karya Robert Greene membongkar pola kekuasaan dari raja, jenderal, sampai negarawan: bagaimana kekuasaan diperoleh, dipertahankan, dan direbut kembali melalui strategi, persepsi, dan permainan emosi.
Buku ini tidak mengajarkanmu menjadi “orang suci”.
Buku ini mengajarkanmu melihat dunia apa adanya: penuh manuver psikologis, citra diri, dan kecerdikan sosial.
Berdasarkan kisah nyata Frédéric Pierucci, eksekutif Alstom yang ditangkap FBI di New York dan menyadari: ini bukan sekadar penegakan hukum, ini strategi hegemonik Amerika di balik layar globalisasi.
Buku The American Trap membuka mata bahwa aturan main global bisa ditulis, ditafsirkan, dan ditegakkan oleh satu negara yang paling berkuasa.
Masih yakin globalisasi itu selalu adil?
Kalau kamu penasaran gimana “perang ekonomi” bekerja, buku ini wajib masuk reading list kamu.
Nilai-nilai kepahlawanan itu nggak berhenti di masa lalu. Dari kisah keluarga Yamin, kita diingatkan lagi tentang arti rela berkorban, cinta tanah air, dan berjuang tanpa pamrih untuk kepentingan bersama.
Dari rumah sederhana yang penuh buku, sampai upaya menjaga warisan pemikiran—semangat itu masih terasa sampai hari ini. Jadi pahlawan bukan cuma soal nama di sejarah, tapi tentang bagaimana kita meneruskan nilai-nilai itu di kehidupan sekarang.
Apa yang paling kamu ingat dari kisah perjuangan Muhammad Yamin? Tulis di kolom komentar ya!
Bercerita tentang sejarah kepada anak-anak mungkin jadi bagian yang paling menantang. Terutama saat harus menjelaskan sisi kontroversi dan kerasnya pemikiran para pendahulu kita.
Kalau pakai bahasa sekarang, mungkin semacam love-hate relationship. Di balik perdebatan antara tokoh seperti Yamin dan yang lainnya, ada fondasi intelektual yang luar biasa kuat—hasil dari pendidikan yang sangat terbatas di masa kolonial.
Meski pemikirannya keras, perbedaan itulah yang justru membuat Indonesia merdeka dan tetap tegak berdiri sampai hari ini.
Sejarah pahlawan kita bukan cuma soal teks kaku di buku sekolah. Ada cerita tentang perdebatan keras antara Mohammad Yamin dan Sutan Sjahrir yang saking bedanya bikin B**g Karno geleng-geleng kepala, sampai "dipisahkan" oleh Kali di Menteng.
Tapi di balik perbedaan ideologi, ada kedekatan yang melampaui zaman. Hingga hari ini, hubungan antar keluarga tetap terjaga—bahkan masih ada cerita lucu tentang "nyolong" buah jambu di pohon tetangga saat kecil.
Cuplikan video ini dijelaskan dalam diskusi buku "Memaknai Pemikiran Muhammad Yamin melalui Buku 6000 Tahun Sang Merah Putih" yang diceritakan langsung oleh Cucu Muhammad Yamin (Roy Rahajasa Yamin) pada Jumat, 27 Februari 2026 di Auditorium Perpustakaan Panglima Itam NasDem.
Di balik gurun dan gunung Iran, lahir cahaya peradaban Islam yang abadi.
Para filsuf & cendekiawan Persia menjahit tradisi kuno dengan ruh Islam — membentuk filsafat, ilmu, dan budaya yang kita nikmati hingga kini.
Buku "Islam, Iran, & Peradaban" mengungkap warisan intelektual terbesar umat Islam.
Kamu bisa membacanya di Perpustakaan Panglima Itam NaDem.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the business
Telephone
Website
Address
Jalan RP. Soeroso No. 42/46 Gondangdia, Menteng, Khusus I, Jakarta, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Central Jakarta
10350
Opening Hours
| Monday | 08:30 - 17:30 |
| Tuesday | 08:30 - 17:30 |
| Wednesday | 08:30 - 17:30 |
| Thursday | 08:30 - 17:30 |
| Friday | 08:30 - 17:30 |
