Abdul Basyir Abdullah

Abdul Basyir Abdullah

Share

Aktifis

13/02/2026

Seorang pengusaha Amerika memposting pernyataan tegas di akun Facebook-nya, meminta maaf kepada umat Muslim atas penghinaan yang mereka hadapi, dan menekankan bahwa Islam adalah agama perdamaian dan kasih sayang. Ia berkata:

"Saya meminta maaf kepada umat Muslim atas segala pelanggaran yang telah saya sebabkan kepada mereka. Kami telah menyebut kalian sebagai teroris, sementara kami sendiri yang melancarkan Perang Dunia Pertama dan Kedua, membunuh puluhan juta orang.

Sejarah kami penuh dengan perang, pendudukan, dan pertumpahan darah, dari Vietnam hingga Irak dan Afghanistan, Libya, Suriah, dan Yaman, negara-negara Arab yang dihancurkan atas nama demokrasi dan kebebasan, sementara yang sebenarnya adalah minyak, senjata, dan kendali."

Pada saat yang sama, kalian umat Islam adalah pihak yang memasok bahan bakar pabrik dan mobil mereka dengan minyak kalian, dan kami adalah pedagang senjata terbesar di dunia.

Kami memiliki senjata mematikan, bom nuklir, dan bom pintar yang dapat menghancurkan negara dalam hitungan detik, dan kami memonopoli senjata-senjata ini untuk diri kami sendiri, mencegah negara-negara Arab dan Muslim memperoleh senjata untuk melindungi diri mereka sendiri atau menyeimbangkan kekuatan mereka.

Kami memproduksi senjata di pabrik-pabrik kami, yang didanai oleh uang kalian, umat Muslim, dan kemudian menggunakannya melawan kalian, membiayai konflik Mereka mendanai konflik dan memicu perselisihan, mengamati dari jauh, dan ketika negara-negara hancur dan anak-anak mati, kami berkata: Ini adalah terorisme.

Kami membakar Al-Quran dengan dalih kebebasan berpendapat dan berekspresi, dan Anda dengan sopan mengutuk sikap ini. Kami belum pernah melihat agama Anda menyerukan pembunuhan orang-orang yang tidak bersalah atau penyebaran kekacauan. Islam tidak memulai perang kecuali untuk membela diri, dan tidak mengajarkan pengikutnya untuk membunuh wanita, anak-anak, atau orang tua, juga tidak untuk menghancurkan negara orang lain demi kepentingan mereka sendiri.

Umat ​​Islam selalu cinta damai, hidup di tengah dunia, berdagang, bekerja, dan membangun, bukan menghancurkan. Terlepas dari semua kampanye dan distorsi, agama Anda tetap menjadi agama yang paling cepat berkembang di dunia karena merupakan agama keadilan dan rahmat, agama yang melarang ketidakadilan, memerintahkan perdamaian, dan melindungi kehidupan manusia.

Kami menyebutmu bodoh, dan pada saat yang sama, laki-laki menikahi laki-laki, dan perempuan menikahi perempuan, dan sebelum menikah, mereka harus melakukan analisis silsilah, artinya analisis untuk membuktikan bahwa mereka bukan saudara kandung, karena dia mungkin menikahi saudara perempuannya tanpa mengetahuinya, karena masyarakat telah menyebabkan jutaan anak tidak mengetahui siapa ayah atau ibu mereka.

Saya meminta maaf kepada umat Muslim karena mereka telah menggambarkan Anda dengan segala cara yang menjijikkan dan secara tidak adil mengaitkan terorisme dengan agama Anda, padahal terorisme yang sebenarnya diproduksi di pabrik mereka, didanai dengan uang Anda, dan digunakan untuk melawan Anda melalui keputusan politik dan keserakahan mereka. Dan yang Anda tanggapi hanyalah kecaman, kebaikan, dan moral yang diajarkan kepada Anda oleh agama Anda.

Saya tidak akan pernah melihat mereka berbicara tentang orang-orang yang menyembah sapi atau orang-orang yang menyembah tikus, atau tentang miliaran ateis di Eropa, tetapi seluruh fokus mereka hanya pada umat Muslim, yang menyembah Tuhan dan percaya kepada semua nabi, menolak ketidakadilan, dan berjuang untuk perdamaian terlepas dari segala hal yang dilakukan kepada mereka.

Saya sendiri adalah seorang pengusaha, dan dulunya saya seorang Kristen. Saya meninggalkan agama ini, seperti jutaan orang lain yang telah meninggalkannya secara permanen karena kebohongan yang terus-menerus, pertumpahan darah yang kejam, dan tuduhan palsu yang dilayangkan terhadap orang lain. Salah satu alasan saya meninggalkan agama ini adalah selama kampanye presiden kedua, ketika presiden saat ini, Trump, mengatakan bahwa Obama menciptakan ISIS, dan mereka menyebarkan gagasan bahwa Muslim adalah teroris, padahal terorisme yang sebenarnya adalah dan masih merupakan ciptaan mereka.

Pernyataan ini telah memicu reaksi luas di media sosial dan dianggap sebagai kesaksian penting tentang kebenaran Islam dan umat Muslim.

Photos from Abdul Basyir Abdullah's post 07/02/2026

"Bila Itu Kurungan, Rompak Saja Pintu Tahanan Karena Tak Patut Manusia Merdeka Dipenjarakan"
Oleh : Buya Gusrizal

Tugas pemerintahan suatu negara adalah menjalin hubungan dengan negara lain dengan misi yang jelas dan prinsip yang kokoh. Ukuran semuanya adalah nilai yang telah disepakati dalam kehidupan berbangsa.
Ketika suatu kebijakan telah diambil maka seluruh komponen bangsa ini berhak untuk menilai sejauh mana pemerintah mereka membawa nilai-nilai kebangsaan dalam menempatian posisi Indonesia dalam berbagai persoalan dunia.

Palestina merupakan luka umat Islam yang sampai hari ini belum kunjung sembuh bahkan berulangkali mengucurkan darah yang memercik ke seluruh wajah umat di dunia ini. Indonesia sebagai negara yang dihuni oleh mayoritas kaum muslimin, tentu merasakan perihnya sayatan luka yang hamlir setiap hari ditorehkan oleh zionis Israel penjajah Palestina.

Karena itu setiap langkah yang diambil oleh anak bangsa untuk perjuangan Palestina merdeka, harus disyukuri dan disokong dengan segenap kemampuan yang ada. Itulah posisi ulama dan lembaga keulamaan termasuk Majelis Ulama Indonesia. Bahkan bukan hanya sebagai pendukuang bahkan dalam berbagai kesempatan, ulama harus berada di depan.

Terkait dengan sikap pemerintah Indonesia yang memilih posisi menjadi bagian BoP besuttan Trump, pimpinan MUI termasuk berusaha menjalankan tugas kelembagaan dengan memberikan taushiyah yang berisikan peringatan agar menjadi kewaspadaan.
Latar belakang tokoh-tokoh yang tergabung dalam BoP itu, memang penuh dengan coret moret tinta hitam terkait dengan Palestina. "Maingekkan Sabalun Kanai, Malantai Sabalun Lapuak" sudah ditunaikan.
Buah dari nasehat demi nasehat itu akhirnya berujung dengan dialog keterbukaan antara pemimpin dengan tokoh-tokoh umat Islam.
Apakah setelah pertemuan itu terjadi sikap berpaling tadah ? Jawabannya tentu "tidak" !
Tugas keulamaan tetap disandang yaitu bernasehat kepada pemimpin.
Sikap MUI pada prinsipnya bukanlah dalam posisi mendukung atau tidak mendukung tapi mengingatkan bahaya yang akan menimpa.
Kebijakan yang telah diambil oleh Pemerintah berhadapan dengan dua kemungkinan yaitu mashlahah dan madharrah. Keduanya sulit untuk diukur dengan persentase karena sangat bergantung dengan kekuatan posisi tawar dan kepiawaian diplomasi.

Dalam hal ini, tugas ulama adalah menjaga agar jangan sampai pergeseran posisi diplomatik itu melemparkan kita keluar lingkar perjuangan sehingga membelokkan dari tujuan hakiki yaitu "Kemerdekaan Negara Palestina yang Berdaukat".
Dalam pituah Minangkabau, langkah Pemerintah ini bisa dilihat dengan alur "baraliah duduak di lapiak nan sahalai, bakisa tagak di tanah nan sabingkah".
Kearifan diplomatik itu terasa relevan untuk dijadikan bingkai analisis masalah ini.

Namun dalam tinjauan ta'shil yang merujukkan kebijakan ini kepada "kemashlahatan" tentu peringatan-peringatan Allah swt tentang pengkhianatan dan ketidakridhaan pihak penjajah, tidak bisa diabaikan.

Firman Allah swt berikut ini merupakan di antara landasan sikap yang tak boleh dilupakan:
{إِن يَثْقَفُوكُمْ يَكُونُوا لَكُمْ أَعْدَاءً وَيَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ وَأَلْسِنَتَهُم بِالسُّوءِ وَوَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ} [الممتحنة : 2]
"Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti(mu); dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir." (QS. al-Mumtahanah 60:2)

.. ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَائِنَةٍ مِّنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِّنْهُمْ ۖ ...
"...dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat),.." (QS. al-Maidah 5 : 13).

Begitu p**a posisi dan sikap yang diambil oleh Rasulullah saw terhadap mereka sebagaimana muncul dalam kitab-kitab "Sirah Nabawiyyah".

Maka dengan pertimbangan mendasar kepada landasan syar'i dan penglihatan serta pendengaran yang mendalam terhadap kondisi real, maka para ulama dalam Lembaga Keulamaan menjaga sikap dalam posisi tetap bernasehat sebagaimana taushiyah yang telah direleas berikut ini.

23/01/2026

Mana penegak hukum, ini bisa jadi petunjuk awal..

22/01/2026

JawaPos.com - Anggota Kehormatan 001 Gerakan Rakyat, Anies Baswedan, melontarkan kritik tajam terkait kondisi ekonomi dan lingkungan di Indonesia. Dalam pembukaan Rakernas I Gerakan Rakyat di Hotel Aryaduta Menteng, Sabtu (17/1), ia menyoroti fenomena "kerusakan ganda" yang tengah melanda tanah air.

Menurut Anies, Indonesia berada dalam posisi yang memprihatinkan. Yakni, rakyat belum sejahtera, namun alam sudah terlanjur rusak.

Anies menekankan bahwa banyak negara maju merusak lingkungan demi kemakmuran rakyatnya. Namun, kondisi di Indonesia justru sebaliknya.

Ketidakadilan ekonomi dan ekologi berjalan beriringan tanpa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

"Di banyak tempat, perekonomian memajukan seluruh rakyat, lalu perekonomian dikembangkan terus sampai merusak lingkungan. Ketika lingkungan rusak, rakyat sudah mendapatkan kesejahteraan. Nah di Indonesia ini, perekonomiannya belum mensejahterakan rakyat, tetapi lingkungannya juga sudah rusak," ujar Anies, Sabtu (17/1) malam.

Ia menyerukan agar ke depannya, agenda pembangunan harus berfokus pada konsep ekonomi ekologi yang berkeadilan.

Gugat Deforestasi Legal: "Aturannya yang Harus Dikoreksi"

Salah satu poin paling krusial yang dibahas adalah masalah penggundulan hutan. Anies mengungkap data mengejutkan bahwa mayoritas kerusakan hutan di Indonesia justru terjadi secara "resmi" di bawah payung hukum.

"Menurut data, lebih dari 90%, bahkan 97% adalah legal. Jadi memang benar ada pembalakan liar, tapi mayoritas terbesar adalah legal. Artinya, ada regulasi, ada aturan main yang harus dikoreksi," ungkapnya.

Baginya, masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan penegakan hukum semata, melainkan melalui perombakan total pada regulasi yang ada.

Selengkapnya di https://www.jawapos.com/nasional/017081141/anies-kritik-deforestasi-97-persen-kerusakan-hutan-indonesia-ternyata-legal

01/10/2025

Kenapa stasiun TV Nasional tidak ada lagi yg mau memutar Film Pengkhianatan G.30 S/PeKai

Hidup NKRI, Allahu Akbar !!!

Apakah bangsa ini akan melupakan sejarah.??

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2025

pengikut

25/07/2025

Memalukan sekali Islam vs Islam .. Karna di adu domba

PWI vs Walisongo
PWI ( Perjuangan Walisongo Indonesia ) itu mengatasnamakan Walisongo radhiyallahu 'anhum. Padahal justru mereka bersebrangan dan mencoreng nama baik Walisongo, diantaranya :

1. Walisongo memasukkan orang ke dalam Islam, PWI malah memusuhi sesama orang Islam.

2. Walisongo merangkul berbagai golongan, PWI malah memukul yang bukan golongannya.

3. Walisongo Menghormati berbagai suku, PWI malah memusuhi orang atas nama suku.

4. Walisongo berdakwah, PWI malah menghalangi Dakwah.

5. Walisongo menembar kedamaian, PWI malah menciptakan kerusuhan di tengah perdamaian.

6. Walisongo Amar Makruf Nahi Munkar, PWI malah Nahi Ma'ruf Amar Munkar.

Kami tidak Ridho PWI bawa-bawa nama Walisongo karena tindakan PWI justru menodai kesucian nama besar Walisongo Rodhiallahu 'anhum. Kami juga tidak ridho PWI bawa-bawa nama baik Indonesia karena segala tindak tanduk dan pernyataan PWI terbukti merusak Kebinhekaan di Indonesia !

04/12/2024

"Banyak yang BerIlmu Tapi tidak berpPerikemanusiaan..

12/11/2024

Cakep ini.!!?

Semoga Allah berikan beliau kekuatan dan kesehatan.. aaamiin.

Want your business to be the top-listed Government Service in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address

Jakarta

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00