Kita

Kita

Share

Kedamaian dan keadilan merupakan tujuan utama dalam berpolitik.

Politik yang baik itu ketika mampu menciptakan stabilitas dan kesejahteraan dan keamanan bagi rakyat
https://youtube.com/@arah_publik?si=OLEAZD6lLAKs9pUy

Photos from Kita's post 26/05/2025

Kisah Orang Indonesia Berkarir di Angkatan Darat Amerika
Menurut Pew Research Center, militer AS kini beranggotakan sekitar 1,3 juta personil aktif dan sekitar 800 ribu pas**an cadangan dari berbagai angkatan. Dari jumlah itu, diperkirakan sekitar 45 ribu imigran, termasuk keturunan Indonesia, walaupun tidak ada informasi spesifik tentang jumlah mereka.
Dari Miss Indonesia ke Sersan AD Amerika ke Pengusaha Jasa Keperawatan

Kristania Virginia Besouw – akrab dipanggil Kristy – dianugerahi gelar Miss Indonesia pada tahun 2006, dan pada tahun yang sama ia mengikuti kontes Miss World di Polandia. Namun, perjalanannya tidak berakhir di dunia hiburan atau modeling. Sebaliknya, ia memilih jalur yang berbeda: meninggalkan Indonesia dan membangun hidup baru di Amerika Serikat, bahkan sempat menjadi tentara dengan pangkat Sersan.

Setelah masa tugasnya sebagai Miss Indonesia selesai pada tahun 2007, Kristy memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat. Ia datang dengan visa turis dan akhirnya beralih ke visa pelajar untuk belajar ilmu keperawatan di California. Namun, biaya kuliah yang tinggi membuatnya harus pindah ke Kansas, di mana ia melanjutkan studinya dengan biaya yang lebih terjangkau.
Nggak sampai satu tahun saya ganti jadi student visa (visa pelajar) terus sekolah nursing (keperawatan). Jadi, start nursing dari California terus karena pakai international student is so expensive (mahasiswa internasional biayanya mahal), jadi saya pindah ke Kansas. Empat-lima tahun di Kansas,” paparnya.

Kristy mengatakan banyak teman dan kenalannya menganggap kepindahannya sebagai keputusan yang mengejutkan karena adanya anggapan umum bahwa dengan gelar Miss Indonesia, ada kemungkinan ia bisa memiliki karier gemilang di dunia entertainment, seperti menjadi presenter berita atau bintang sinetron. Namun, ia merasa dunia tersebut bukan untuknya. “Saya s**a tantangan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia ingin terus belajar dan mencoba hal-hal baru, yang akhirnya membawanya ke Amerika.

Perjalanannya di negeri orang tidaklah mudah. Dari kehidupan yang serba nyaman di Indonesia, Kristy harus memulai banyak hal baru di AS, termasuk harus belajar memasak dan mencuci pakaian. Namun, pengalaman tersebut membentuknya menjadi pribadi yang lebih mandiri dan tangguh.

“Waktu baru datang dari Indonesia, everything was new (semuanya baru), saya gak bisa masak, Di sana kan ada yang nolong semua, ada yang bersihin. Jadi, harus belajar semuanya, dari bahasa, semuanya belajar dari nol,” ujarnya.

Semua itu, papar Kristy, membuahkan hasil positif, menjadikannya pribadi yang lebih mandiri. “Tapi itu sangat bagus, bagi saya, saya belajar, sekarang saya tahu segalanya, bisa masak masakan Manado, Indonesia. Saya bisa melakukan semua. Saya bisa bersih-bersih, saya bisa bebas, saya bisa bekerja, semua, yang di Indonesia mungkin gak akan terjadi. Kalau di Indonesia punya anak ada dua babysitter, ada bibi yang bersihin rumah juga, ada tukang kebun…Jadi awalnya banyak kesulitan, mungkin sedih, nangis mungkin, tapi kemudian lama-lama ternyata memang hidup ya seperti itu. Saya menjadi kayak pribadi yang lain, ya karena mandiri,” jelasnya.

Salah satu keputusan paling mengejutkan teman-temannya dalam hidupnya, kata Kristy, adalah bergabung dengan militer Amerika Serikat. Ia mengikuti program MAFNI (Military Accessions Vital to the National Interest atau “Aksesi Militer yang Vital bagi Kepentingan Nasional”), yang memungkinkan pemegang green card atau visa pelajar tertentu untuk bergabung dengan militer. “Saya masuk angkatan darat sebagai E-3 (Prajurit Kelas Satu/Private First Class/PFC – red), berkat pengetahuan saya dari LVN School (sekolah kejuruan keperawatan berlisensi). Paling rendah kan dari E1, E2,” kenangnya.
Kristy mengakui bahwa pelatihan militer bukanlah hal yang mudah. Dalam usia 28 tahun, ia harus bersaing dengan rekrutan lain yang rata-rata berusia 18 tahun. Salah satu tantangan terbesar adalah ruck march, yakni latihan militer yang melibatkan berjalan pada jarak tertentu sambil membawa ransel yang berat. Ia mengisahkan bagaimana dia harus berjalan sejauh 12 mil (sekitar 19 km) dengan perlengkapan penuh. “Jadi kita itu ruck march bangun jam 3-4 pagi, pakai full gear dari helmet, backpack, 50 pon, pakai senjata. Terus kita ruck march 12 mil, tapi yang pimpin ruck march kita itu kesasar, muter-muter gitu,” katanya.

Meski demikian, Kristy berhasil memenuhi semua persyaratan bagi prajurit angkatan darat AS. Ia juga mampu menunjukkan keahliannya yang tak terduga: menembak. “Saya mendapat predikat expert shooter,” katanya. Setelah pelatihan selesai, ia ditempatkan di Fort Hood, pangkalan militer terbesar di Amerika Serikat, dan bertugas selama empat tahun sebagai personel medis. Berawal dengan pangkat E-3 (PFC) dan kemudian naik ke E-4 (Specialist/SPC atau Kopral), Kristy kemudian memutuskan keluar dari Angkatan Darat AS dengan pangkat E-5 (Sersan).

Setelah keluar dari dinas aktif, Kristy kembali ke dunia keperawatan. Kini, ia menjalani babak baru dalam hidupnya sebagai pengusaha. Bersama suaminya, ia membuka bisnis assisted living, tempat tinggal bagi lansia yang membutuhkan perawatan khusus. “Baby boomers semakin bertambah, dan kebutuhan akan assisted living juga meningkat. Ini pasar yang bagus, dan saya punya latar belakang di bidang kesehatan,” jelasnya. Ia bahkan memanfaatkan ilmu bisnis yang pernah ia pelajari di Universitas Sam Ratulangi Manado sebelum meninggalkan Indonesia.

Meskipun ia telah berpindah kewarganegaraan dan menetap di Amerika, Kristy mengaku tetap cinta Indonesia dan merindukan banyak hal dari Nusantara, termasuk makanannya. “Ikan roa enak sekali tuh menurut saya. Waktu itu, dua-tiga bulan lalu saya ngidam cakalang, jadi minta dikirim dari Indonesia, dari Manado,” pungkasnya.

26/05/2025

Pernyataan Sikap Tokoh dan Ulama Banten Tolak P*K 2

20/05/2025

Tentara nasional indonesia (TNI ) dan organisasi papua merdeka (OPM) melakukan saling serang di
Pegunungan bintang provinsi papua penungan selatan
semoga konflik di papua cepat usai

semua orang Sorotan

Photos from Kita's post 20/05/2025

Waktu Presiden Prabowo masih menhan ia menghadiri acara perayaan HUT ke-72 Komando Pas**an Khusus (Kopassus) dengan tema “Mengabdi dengan Kehormatan, Pelindung Sejati Kedaulatan”, di Markas Besar Kopassus,

Photos from Kita's post 08/05/2025

Presiden Prabowo Subianto memimpin kegiatan tanam padi serentak bersama 14 provinsi secara nasional di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatra Selatan, pada Rabu, 23 April 2025. Kegiatan tanam padi serentak ini menjadi bagian dari percepatan tanam sebagai upaya strategis dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan.

Sesaat setelah tiba, Presiden Prabowo langsung meninjau area peningkatan lahan yang sebelumnya berupa rawa dan tidak produktif. Namun, saat ini area tersebut telah dimanfaatkan menjadi area sawah seluas 105 hektare dengan sistem tanam memanfaatkan teknik modern.

“Alhamdulillah hari ini saya diundang oleh Menteri Pertanian dan Gubernur Sumatra Selatan untuk melihat peningkatan lahan dari yg tadinya rawa dan tidak produktif, dan katanya disini adalah tempatnya buaya. Sekarang sedang dibangun 105 ribu hektare sawah dan teknik-teknik yang paling modern di dunia,” ucap Presiden.

Di area tersebut, Presiden Prabowo secara langsung menjajal penebaran benih padi dengan menggunakan teknologi pertanian yakni drone DJI Agras T40. Menurut Presiden, penebaran benih dengan menggunakan teknologi tersebut dapat menjangkau 25 hektare lahan dalam waktu sehari.

“Tadi saya sendiri mencoba, kaget juga saya untuk pertama kali mengendalikan drone itu yang menyebarkan, menebarkan benih. Ini ternyata bisa 1 hari 25 hektare. Yang tadinya 1 hektare kalo pake tenaga manusia 25 hari, sekarang 25 hekatre 1 hari,” lanjutnya.

Presiden pun menyampaikan optimisme tinggi terhadap pencapaian ketahanan pangan nasional dan peran Indonesia di kancah global. Kepala Negara meyakini bahwa Indonesia tidak hanya menuju swasembada pangan, tetapi akan menjadi lumbung pangan dunia.

“Nanti Indonesia akan memimpin revolusi hijau kedua di dunia, yang tadinya banyak yang tidak percaya, tidak yakin, sekarang di depan mata kita, kita sedang melihat ini benar-benar sangat mungkin dan akan terwujud cita-cita kita. Indonesia tidak hanya swasembada pangan, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia,” katanya.

Presiden juga menekankan pentingnya peran petani sebagai ujung tombak ketahanan nasional. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, kelompok tani, dan seluruh stakeholder pertanian atas kontribusi mereka dalam mewujudkan visi besar ini.

“Semuanya bahu membahu dari semua daerah kita angkat kemampuan kita, kita angkat penerimaan yang didapat oleh para petani kita. Para petani kita adalah kelompok produsen, kelompok yang menghasilkan pangan untuk seluruh bangsa Indonesia. Kalau pangan kita aman, negara aman,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus bekerja keras demi pemerataan kekayaan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Ia menekankan bahwa bukti nyata keberhasilan sudah bisa dilihat langsung di lapangan.

“Ada yang mengatakan ekonomi Indonesia bagus hanya di atas kertas, tidak, di depan mata ekonomi kita di depan mata, ekonomi kita kuat dan akan lebih kuat lagi, kita berjuang,” tutup Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam penebaran benih padi tersebut yakni Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, dan Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar.

11/11/2024

Momen Kunjungan Kerja Menteri Pertahanan Republik indonesia SJAFRIE SJAMSOEDDIN DI MABES TENTARA NASIONAL INDONESIA
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🔥🔥🔥
semua orang Sorotan

Want your business to be the top-listed Government Service?

Website