15/05/2026
Haram Makan (Pesta) Babi Menurut Alkitab?
Dalam Perjanjian Lama, babi dianggap sebagai binatang haram bagi Israel. Secara teologis, hukum tentang babi menegaskan bahwa umat Tuhan dipanggil hidup berbeda dari budaya sekitarnya. Kekudusan diwujudkan melalui ketaatan, termasuk dalam hal-hal yang lumrah seperti makanan.
Namun dalam Perjanjian Baru, fokus kekudusan mengalami pendalaman makna. Yesus menegaskan bahwa sumber kenajisan sejati bukan berasal dari makanan.
Di Papua, pembentukan komunitas, dan juga resiliensi kultural-ekologis masyarakatnya telah terjalin dengan babi, yg tampak melalui "Pesta Babi". Bagaimana kita menanggapi hal ini?
14/05/2026
Berani menjadi berbeda karena mengikuti jalan Tuhan adalah keniscayaan proses hidup beriman seorang percaya.
(kutipan ini merupakan bagian dari renungan harian Yesaya 8: 11-22, yang dapat Anda akses melalui website maupun kanal Youtube Lembaga Alkitab Indonesia)
renunganyesaya refleksiiman renungan lembagaalkitabindonesia
14/05/2026
Sahabat Alkitab, ada yang penasaran dengan bunyi-bunyian yang dihasilkan dari berbagai tandul hewan? Nah, LAI puya lho alat musik ini!
Mau melihatnya langsung?
Ayo ikuti program Kinjungan Paket Wisata Alkitab. Kalau jauh bisa ikut Tur Virtual Museum Alkitab! Gratis lho! Dalam waktu dekat ini ada Tur Virtual Museum Alkitab. Ikut ya!
Jadi, segera daftarkan diri kamu, keluarga, dan sahabat.
Jadi, mau lihat alaf musik zaman prasejarah di Museum alkitab? Datar yaah?
14/05/2026
Sahabat Alkitab, merenungi hari Kenaikan Yesus bukanlah sekadar legitimasi bahwa Dia layak disembah. Momen ini mengajak kita berefleksi bahwa pengharapan akan selalu ada, bagi mereka yang percaya dengan sungguh kepadaNya.
Mari terus perteguh keimanan kita, karena kita memahami dan percaya Dia telah dimuliakan dengan Bapa, memegang kendali penuh atas seluruh alur semesta sebagai raja, yang RohNya melingkupi kita semua.
Selengkapnya dari konten ini dapat disaksikan di kanal youtube Lembaga Alkitab Indonesia, segmen Bincang Alkitab bersama Pak dan .
Salam
14/05/2026
Pengajaran Yesus tentang hidup yang kekal bukan sekadar janji, melainkan bukti bahwa Ia adalah Sang Pemilik Hidup itu sendiri. Rumah Bapa pun bukan hanya tentang tempat yang indah, melainkan simbol pengharapan bagi mereka yang hidup dalam kebenaran dan hukum Kerajaan-Nya.
Maka, dalam merenungkan kenaikan-Nya ke surga, kiranya kita tidak hanya dikuatkan, tetapi juga menyadari sepenuhnya bahwa ada pengharapan nyata di dalam kuasa kasih-Nya.
Apakah Sahabat Alkitab sudah membaca dan merenungkan firmanNya hari ini?
Salam
14/05/2026
Selamat memperingati hari KenainanNya ke Surga!
Kiranya pengharapan senantiasa hadir dalam setiap karya kasih umat-Nya.
Salam
14/05/2026
Selamat memperingati Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga Sahabat Alkitab!
Namun kenaikan-Nya bukan akhir, melainkan awal baru: Yesus yang hidup menegaskan bahwa karya keselamatan Allah terus berjalan, dan kita diundang untuk ambil bagian di dalamnya.
Iman bukan perjalanan yang selalu dipenuhi jawaban, melainkan proses berjalan di tengah kepastian dan ketidakpastian. Para murid pun mengalaminya dari harapan, kehilangan, kebangkitan, hingga perpisahan saat Yesus naik ke surga.
Namun Kenaikan-Nya bukan akhir, melainkan awal baru: Yesus yang hidup menegaskan bahwa karya keselamatan Allah terus berjalan, dan kita diundang untuk ambil bagian di dalamnya.
Di tengah dunia yang penuh pertanyaan, iman kita dipanggil untuk tetap bertumbuh, bukan hanya mencari jawaban, tetapi menjadi saksi kasih dan kebaikan-Nya dalam keseharian.
Selengkapnya: https://www.alkitab.or.id/artikel/2123-iman-yang-hidup-iman-yang-bersaksi
14/05/2026
Menyandarkan diri sepenuhnya pada Allah adalah proses yang harus dilalui dan terus diperjuangkan selama kita hidup.
(kutipan ini merupakan bagian dari renungan harian Yesaya 8: 1-10, yang dapat Anda akses melalui website maupun kanal Youtube Lembaga Alkitab Indonesia)
renunganyesaya berserahdiri refleksiiman hidupdalamiman renungan lembagaalkitabindonesia
13/05/2026
Setelah pekerjaan-Nya di dunia selesai, Tuhan Yesus kembali kepada Bapa di surga dan ikut memerintah bersama-Nya (duduk di sebelah kanan Allah).
Maka, dalam hal ini ada kesatuan yang tak terpisahkan antara Tuhan Yesus (Anak) dengan Allah (Bapa).
Dikutip dari:
"Teks Alkitab Berbeda; Mengapa?"
Sahabat Alkitab, menyongsong peringatan akan KenaikanNya ke Surga ribuan tahun yang lalu, kiranya kita semakin dalam lagi mengenalNya, dan menghayati karya kasihNya bagi hidup kita.
Salam
13/05/2026
https://youtu.be/RpnRd7uBB20
Setelah Ia wafat dan bangkit, Yesus “naik” ke Surga dengan mulia untuk bertakhta sebagai Raja. Itulah gambaran kita yang standar bahkan tunggal, kalau berbicara tentang Hari Raya Kenaikan Tuhan. Injil Yohanes punya gambaran yang berbeda: Yesus hanya pergi ke rumah Bapa, lalu Ia akan kembali untuk mengambil para murid-Nya. Ini bahasa yang biasa saja, bagaikan pergi mudik atau liburan saja. Tidak ada bahasa kemuliaan dan luar biasa. Apa makna gambaran Kenaikan Tuhan yang berbeda ini untuk kita?
Saksikan pembahasannya dalam Bincang Alkitab, Kamis, 14 Mei 2026, mulai jam 14.00 WIB di kanal YouTube Lembaga Alkitab Indonesia : https://youtu.be/RpnRd7uBB20
Salam Alkitab untuk Semua
13/05/2026
Rendahkanlah hatimu di hadapan Allah, karena disanalah datang-Nya pertolongan Tuhan.
(kutipan ini merupakan bagian dari renungan harian Yesaya 7: 10-25, yang dapat Anda akses melalui website maupun kanal Youtube Lembaga Alkitab Indonesia)
renunganyesaya rendahhati kuatkarenatuhan refleksiiman hidupdalamiman renungan lembagaalkitabindonesia