Pecinta burung kicau

Pecinta burung kicau

Share

saling berbagi pengalaman,tukar pikiran, tanya tentang burung kicau

30/12/2018

Butuh admin tambahan..biar bisa tambahan rame fp nya.yg berminat komentar ya...berbagi pencerahan tentang burung kicau...

08/03/2018

Admin lg sibuk klo ada yg mau kasih pengetahuan dan berbagi pengalaman silahkan

04/11/2017

Ada yg tau gk kenapa pemberian jangkrik dan kroto pada burung kacer harus di atur menurut porsi burung itu sendiri

09/05/2016

Ketika beli burung (burja) dengan kondisi dirumah tidak ada/belum ada kandang (definisi “belum ada kandang” adalah kandang yang baik bukan kandang sementara), membeli burung tanpa ada persiapan yang baik, yang terjadi selama ini adalah burung terlepas.

Kejadian ini dikarenakan menyepelekan masalah rumah burung yang baik (apalagi bagi pemula), kandang memang terlihat rapat dan aman tapi ternyata kandang sementara yang ada jauh dari aman. Ini kejadian yang seharusnya tidak terjadi apalagi sampai terulang tapi balik lagi, mungkin “belum rejeki”, hehEehehEe.

Solusi bila memang terpaksa menggunakan kandang sementara adalah dengan menggunakan pengamanan ganda (be creative) yaitu dengan memanfaatkan penggunaan kerodong kandang. Sambil menunggu kandang pilihan yang bagus dan baik.

Sebaiknya memang membeli kandang itu jangan yang murah, disesuaikan dengan ukuran burung dan kondisi burung bahan atau burung mapan, burung bahan lebih berisiko ketika di taruh di kandang sementara, kenapa karena burung masih giras menabrak jeruji-jeruji kandang (resiko lebih besar). Burung mapan tetap berisiko tinggi tapi dalam skala panjang, menunggu kesempatan atau kecerobohan si pemilik.

Bila burung sudah berada dalam kandang, selanjutnya penempatan kandang juga harus diperhitungkan. Umumnya burung kicauan menyukai tempat-tempat yang tenang, tidak berisik. Ia juga menyukai tempat yang hawanya sejuk tapi kering (tidak lembab), cukup berangin (tapi tidak terkena angin langsung yang kencang atau tempat yang ruangannya ber-AC). Penempatan kandang yang ideal adalah di suatu tempat yang mudah diawasi, tempatnya terang karena cukup cahanya dan bebas dari ancaman binatang pemangsa misalnya kucing, anjing, tikus dan lain-lain.

Daerah di sekitar rumah, sangat baik untuk tempat menaruh burung kicauan. Kebanyakan burung-burung kesayangan ini dipajang atau digantung di emper-emper rumah atau di beranda yang agak terbuka. Tempat meletakan kandang serupa ini, biasanya terhindar dari sengatan matahari pada siang hari serta terhindar dari air hujan sewaktu musim penghujan.

Jarak peletakan kandang antara satu dengan lainnya, sebaiknya juga dipehatikan. Jangan sampai terlalu berdekatan. Jarak sepanjang 2 meter sudah cukup bagus, karena diantara mereka sudah tidak akan saling melihat. Dengan demikian masing-masing burung akan merasa hidup bebas berdaulat dan tenang. Tapi antara satu dengan lainnya masih bisa saling mendengar kicauan suaranya. Jarak yang cukup jauh ini sangat penting untuk memiliki kekuatan mental yang berlainan atau tidak semuanya kuat. Bila jarak penempatan kandang kurang dari 2 meter, dikuatirkan suara kicauan burung lain yang lebih kuat akan merusak burung yang mentalnya masih lemah. Terutama burung yang telah jadi atau baru saja jadi.

Walau burung menyukai tempat yang suasananya sejuk dan tenang, tapi sebaiknya kandang perlu diusahakan di daerah yang sering dilewati manusia (tidak ramai tapai tidak terlalu sepi), agar burung tidak takut pada manusia dan terbiasa dengan lingkungan sekitarnya. Burung yang tidak pernah melihat dan didekati manusia akan ketakutan dan si burung terbang kian kemari dan mudah menjadi liar kembali bila suatu saat didekati orang. Hal ini bisa menyusahkan, bila burung akan dipindahkan di tempat lain atau disertakan dalam lomba/kontes burung berkicau. Karena untuk keperluan ini jelas diperlukan burung yang bermental kuat, tidak takut pada orang ramai dan mau berkicau dalam berbagai suasana.

Ukuran diameter kandang dan tangkringan
untuk beberapa jenis burung berkicau

No Jenis Burung Diameter Kandang Tangkringan
1 Cucak Rawa 45 – 65 cm 20 – 23 mm
2 Hwa Mei 45 – 65 cm 15 – 18 mm
3 Murai Batu 40 – 60 cm 15 – 18 mm
4 Kacer 40 – 60 cm 18 – 20 mm
5 Jalak 45 – 60 cm 20 – 23 mm

(^_^)

08/02/2015

TIPS MENGHILANGKAN KUTU PADA BULU BURUNG

Rendaman air daun Sirih dan air bekas mencuci beras di yakini dapat menghilangkan dan mencegah kutu yang terdapat pada burung berkicau.

Banyak sekali problem atau masalah yang terdapat pada burung peliharaan kita di rumah yaitu salah satunya kutu yang terdapat pada burung-burung kesayangan kita, diantara burung yang terserang kutu jahat adalah mempunyai tanda-tanda salah satu diantaranyasebagai berikut :

Burung sering mencabuti bulunya sendiri.
Burung bisa jadi terlihat lesu.
Warna bulu burung terlihat kusam dan patah
Burung dapat malas ngoceh.
Bulu-bulu halus atau bulu kecil burung sering rontok.

Ada cara aman dan murah biaya dalam mencegah dan menghilangkan kutu pada burung, cara ini saya rasa sudah banyak yang mengetahuinya dan mencobanya, jadi kali ini saya hanya ingin memberitahukan kembali kepada rekan-rekan kicau mania pehobi burung yang belum mengetahui cara tradisional untuk menghilangkan kutu pada burung.

Tapi, sebelum anda melakukan pengobatan, pastikan burung dalam kondisi sehat secara umum dan jangan melakukan pengobatan anti-kutu ketika burung sakit sedang terlihat sakit, karena pada saat itu daya tahan burung sedang lemah, dalam kondisi ini, kalau burung diterpa obat anti kutu dia akan mudah ngedrop karena obat tersebut minimal mengandung insektisida jenis tertentu yang bisa “memabukkan” burung.

Cara Mengatasi Kutu Burung Dengan Air Rendaman Daun Sirih
Rebus 7-10 helai daun sirih dengan air sebanyak 1 liter ( 4 gelas ukuran normal ). Setelah direbus sampai air berwarna hijau gelap (1 liter) diangkat dan didinginkan Air itu bisa disemprotkan ke burung secara merata dan usahakan benar-benar bisa masuk sampai ke bulub terdalam. Paling aman, burung dipegang dan dimandikan secara langsung di tangan sehingga air sirih merata membasahi bulu tanpa banyak mengenai mata burung ( kalaupun kena mata juga tidak apa-apa asal tidak keterpa terus-menerus). Setelah dimandikan air sirih, jangan dibilas dulu sampai dan tunggu sekitar 1-2 jam agar kutu dan telornya benar-benar mati, atau bisa juga digunakan untuk campuran air mandi burung didalam pemandian atau karamba jika burung anda tidak mau dipegang.Cara Mengatasi Kutu Burung Dengan Air Bekas Mencuci Beras http://tipspetani.blogspot.com/

Untuk air bekas cucian beras, gunakan sama dengan cara untuk air rebusan daun sirih, sebenarnya, air cucian beras tidak bersifat racun tetapi bisa menembus lapisan lilin pada bulu burung. Artinya, dia hanya bersifat “merontokkan” /melepaskan “pegangan” telor dan kutu pada bulu burung, dengan demikian, penggunaan air cucian beras harus dibarengi dengan upaya melepaskan kutu secara manual dari bulu (dengan cara ditekan dan seret bulu burung), penggunaan air cucian beras bisa juga dikombinasikan dengan penggunaan air sirih sehingga pembasmian kutu benar-benar efektif. http://tipspetani.blogspot.com/
Memang Kutu pada burung kicauan merupakan salah satu masalah yang cukup serius, jika terus kita biarkan, burung akan terlihat lesu berantakan dan performanya akan turun drastis, dan sebagai kicau mania, tentu hal ini tidak boleh terjadi dan sebagai pencegahannya kita harus pandai menjaga kebersihannya, baik kebersihan sangkar dari rayap/kutu dan kotoran burung.

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah kebersihan kandang, kebersihan tangkringan, serta rutinitas mandi dan bahkan jangan sampai saling tukar kerodong meski kerodong tersebut dari burung lain milik kita sendiri.

Photos from Pecinta burung kicau's post 31/01/2015

Memelihara burung berkicau disebut hobi, karena ada seni perawatan dan kepuasan batin tak ternilai. Perawatan bukan sekadar bagaimana memenuhi kebutuhan pakan bernutrisi, atau rutinitas mandi dan jemur saja, tetapi juga konsistensi dalam membersihkan sangkar, tenggeran, tempat pakan, tempat minum, karamba mandi, hingga botol sprayer.

Berikut initips membersihkan sangkar burung dan segala aksesorisnya, yang juga menjadi salah satu prasyarat agar burung selalu sehat dan rajin bunyi.Sangkar dan peralatan yang bersih dan higienis membuat burung nyaman dan rajin berbunyi.Meski burung sudah memperoleh pakan dengan nutrisi serasi-seimbang, namun jika masalah kebersihan disepelekan, maka perawatan pun menjadi sia-sia. Kok bisa?Ya, sangkar dan aksesoris yang kotor jelas mudah mengundang kuman-kuman penyakit, entah berasal dari jenis virus, bakter, jamur, hingga parasit seperti kutu, tungau, semut, cacing, dan sebagainya.Bahkan, sangkar yang kotor pun sangat disukai tikus: predator yang kerap mengancam keselamatan burung kicauan di rumah. Sudah banyak burung jawara yang menjadi korban keganasan tikus, termasuk cucak hijau Dahsyat.

Sangkar, tempat pakan, dan wadah air minum yang kotor hanya membuat suasana sangkar tidak ubahnya seperti “kos-kosan kuman penyakit”. Jangan heran jika burung yang awalnya sehat, mendadak menjadi malas bunyi dengan kondisi bulu-bulu tubuh yang sering mengembang.

Banyak penggemar burung kicauan yang melupakan hal ini, dengan membiarkan tempat makan dan air minum berlumut atau berjamur. Tenggeran dipenuhi bekas kotoran yang mengering, sangkar berbau, atau botol semprotan / sprayer yang digunakan untuk mandi burung terlihat kotor dan penuh jamur.Membiarkan burung dalam kondisi seperti ini tentu berisiko terhadap kesehatan burung. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga higienitas sangkar aksesorisnya, dengan melakukan beberapa tindakan sebagai berikut :Membersihkan sangkar dari sisa-sisa kotoran dan pakan

Membersihkan tempat pakan dan wadah minum dari lumut atau jamurMembersihkan botol sprayer sebelum digunakanMembersihkan karamba / bak mandi yang kotor dan berkaratBanyak cara yang bisa digunakan untuk menjalankan aktivitas-aktivitas di atas.

Berikut ini beberapa cara yang efektif dalam membersihan dan mencegah munculnya lumut / jamur dalam sangkar serta peralatan yang digunakan.Membersihkan sangkar dari sisa-sisa kotoran dan pakanKalau kondisinya sudah mengering, sisa-sisa kotoran dan pakan yang menempel pada jeruji sangkar sulit dibersihkan. Karena itu, ketika sedang memandikan burung dalam karamba, manfaatkan waktu untuk membersihkan sangkar dan tenggeran atau tangkringannya.Untuk hasil yang efektif, bersihkan dasar sangkar dengan air bersih, kemudian sikat jeruji atau sekat alas sangkarnya menggunakan sikat gigi bekas. Jangan lupa gunakan sabun agar kuman-kuman terbabat habis. Selain membersihkan sangkar, bagian tenggeran juga harus yang dibersihkan.Setelah itu, sangkar dianginkan sebentar.

Ingat, dalam kondisi basah, sangkar jangan langsung dijemur, karena sangat berpotensi mengubah struktur kayu atau bahan pembuatan sangkar. Jika sudah cukup kering, bolehlah dijemur tetapi sebentar saja.Seminggu sekali, dengan cara yang sama, sangkar dibersihkan dengan menggunakan desinfektan khusus untuk burung (misalnyaFreshAves),

untuk membasmi semua kuman penyakit (kecuali virus) yang bandel dan tersembunyi di sela-sela sangkar.Untuk memudahkan saat membersihkan kotoran pada sangkar burung, Anda bisa memanfaatkan lembaran kertas koran atau karpet sebagai alas sangkarnya. Dengan begitu, Anda tinggal mengambil koran dan menggantinya dengan lembaran koran lainnya, atau membersihkan karpet dari kotoran dan memasangkannya kembali setelah bersih.

Membersihkan tempat pakan dan minumTempat pakan dan wadah air minum pada burung mudah sekali terinfeksi jamur dan bakteri. Apalagi jika air minum atau voer yang digunakan tidak dilakukan penggantian secara rutin, sehingga dibiarkan selama beberapa hari.Voer yang tersimpan selama beberapa hari dalam wadah pakan mudah rusak, karena sering terkena cahaya matahari, terkena suhu lembab, dan kecipratan kotoran atau air (semprotan atau hujan).Tempat pakan dan minum burung sering terkontaminasi kotoran dan jamur.Akibatnya, bakteri mudah terbentuk dan jamur mulai menumpuk pada bagian dasar dari wadah pakan. Kalau pakan itu sampai dikonsumsi burung, besar kemungkinan burung akan mengalami gangguan pencernaan.Hal yang sama terjadi juga pada air minum yang dibiarkan lebih dari sehari. Kotoran dan jamur mudah menempel, yang berakibat burung mudah mengalami diare.

Untuk membersihkan tempat pakan atau wadah minum yang terbuat dari plastik atau keramik, kita bisa memanfaatkan spons / busa yang biasa digunakan untuk mencuci piring.Setelah wadah pakan atau wadah minum dibersihkan dengan air panas / hangat, gunakan spons untuk membersihkan jamur atau kotoran yang menempel.

Membersihkan botol sprayerBotol sprayer / semprotan sering terlihat menghitam atau berjamur di dalamnya. Bagaimana cara membersihkannya. Jika dibersihkan dengan cara biasa, tentu akan sulit dilakukan karena mulut botol terlalu kecil.Jangan bingung, berikut ini tips Om Kurniawandari forum kicaumania mengenai cara membersihkan jamur yang ada di dalam botol sprayer. Dalam tipsnya, dia memanfaatkan asam sitrat (citric acid) yang bisa dibeli di toko bahan makanan atau toko kimia:Masukkan sedikit air ke dalam botol sprayer.Campurkan asam sitrat ke dalamnya, diamkan selama 10 menit.Setelah itu, bilas botol sprayer dengan air bersih hingga benar-benar bersih.Lakukan hal yang sama jika masih ada sisa-sisa jamur yang menempel.

Membersihkan karamba / bak mandi yang kotor dan berkaratHal yang sama dilakukan Om Antlisty terhadap bak / karamba mandi yang sudah kotor, bahkan penuh karat dan penuh jamur. Dia juga memanfaatkan asam sitrat untuk membersihkannya.Membersihkan karamba mandi burung yang kotor dan berkarat,

Berikut ini caranya:Taburkan asam sitrat secara merata ke dalam bak / karamba mandi.Tambahkan air ke dalam karamba mandin, hingga ketinggiannya mencapai setengah dari kapasitas bak.Gunakan spons / busa untuk mencuci dan membersihkan karamba yang kotor, berlumut, berjamur, bahkan berkarat.Setelah itu, bilas dengan air bersih atau sabun.Itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan dalam membersihkan sangkar dan segala aksesorisnya, agar burung merasa nyaman dan relatif terpelihara kesehatannya. Hanya burung yang sehat dan fit saja yang mampu berkicau dengan rajin.

Semoga bermanfaat.

Photos from Pecinta burung kicau's post 26/12/2014

parkit Vs murai...

parkit isian..
- kenari
- lovebird
- kapas tembak
- ciblek

murainya bingung...

Mobile uploads 25/12/2014

waktu subuh... waktu buat pengembunan...
biar cepet gacor...

Mobile uploads 19/12/2014

siapa mau ikut....
silahkan siapkan gacoan kalian .

Mobile uploads 19/12/2014

ini jagoan ku .. mna jagoan mu.. ??

hhe .

Mobile uploads 17/12/2014

coba tebak jenis kenari apa...???

Mobile uploads 04/12/2014

madu.

tau hasiat madu buat burung kicau..??

kalau saya. . sering memberi madu buat si pleci dan kolibri.. apalagi saat musim hujan seperti ini... madu dpat menghangatkan tubuh si burung... dari dinginnya udara. . .
saat burung bugar. maka dia akan lebih sering berkicau.. atau lebih gacor...

gx hanya burung pemakan nektar saja.. yg di beri madu ... boleh jg brung" pemkan biji"an..
ex. kenari
bisa di berikan madu seminggu se X.. cukup di oleskan ke buah apel..
ex: kacer , cendet , burung pmkan serangga..
bisa dengan cara mencelupkan jangkrik ke dlm madu. . secukupnya saja ...

adminya jg mau minum madu jg biar seger.. hhahaha. .
by. johan

Want your business to be the top-listed Government Service in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address

Jakarta
INDONESIA