Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Gedung Bayt Al-Qur'an dan Museum Istiqlal, Pintu 1 Taman Mini Indonesia Indah, Cipayung, Jakarta.

14/07/2024

*Undangan Bedah Buku*
*Tema: Samudra Dalam Perspektif Al-Qur'an dan Sains.*

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam literasi, Perpustakaan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kementerian Agama RI (LPMQ) dan Archivelago Indonesia Marine, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, mengundang anda bergabung dalam kegiatan Bedah Buku yang Insya Allah akan dilaksanakan pada:

Hari: Selasa, 16 Juli 2024
Waktu: 09.00 WIB - Selesai

*Bergabung melalui Zoom Meeting*
ID Rapat: 701 306 9242
Kode sandi: BEDAHBUKU

https://us02web.zoom.us/j/7013069242?pwd=Zial8ceANhZ0Cobaxws3k47btkReB5.1&omn=84480365665

Buku dapat diunduh pada laman berikut https://pustakalajnah.kemenag.go.id/detail/38

*Terbuka untuk umum GRATIS*
*Dapat E-sertifikat*

Narahubung Dwi Nahri 087880212154

Selamat bergabung

Photos from Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama's post 01/06/2024
Photos from Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an's post 02/04/2024

TADARUS MUSHAF (4): Qur'an litograf Singapura, 1870-an
Baru2 ini, seorang kenalan mengirimkan beberapa foto mushaf yang belum lama di tangannya. Saya senang sekali melihat foto itu, karena mushaf litograf (cetak batu) Singapura tersebut merupakan mushaf 'baru' yang belum pernah saya lihat. Itu menambah perbendaharaan pengetahuan kita tentang khazanah mushaf cetakan Singapura.
Kondisi mushaf tidak lengkap, halaman2 depan dan belakang telah rusak, dan catatan kolofon yang diharap2kan ada, tidak kita temukan. Maka yang bisa kita lakukan adalah perbandingan dengan mushaf lainnya dalam satu korpus, yang kita temukan sebelumnya. Berdasarkan perbandingan, khususnya paleografi, saya 'pastikan' mushaf ini ditulis oleh Abdul Qadir bin Mustafa Terengganu.
Mushaf hasil karya Abdul Qadir lainnya adalah koleksi Rijksmuseum voor Volkenkunde, Belanda, RMV 03-240. Alhamdulillah, mushaf ini memiliki kolofon lengkap, selesai ditulis oleh Abdul Qadir pada 20 Juni 1870. Mushaf ini berasal dari Aceh, diperoleh Belanda dari Espedisi Pidie, 1898.
Berdasarkan perbandingan itu, menjadi jelas bahwa Abdul Qadir 'paling kurang' telah menulis dua 'master' cetak litograf mushaf, karena mushaf koleksi Belanda itu berbeda dengan mushaf ini. Kapasitas cetak batu terbatas, sehingga seorang penulis mushaf tidak hanya satu kali menulis 'master' mushaf siap cetak.
(Foto2: Suryan Masrin - dipublikasikan dengan izin.)

Photos from Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an's post 01/04/2024

TADARUS MUSHAF (3): Qur'an Mini
"Teka-teki" tentang salah satu cetakan Qur'an mini (lihat:
https://quran-nusantara.blogspot.com/2014/02/peninggalan-cheng-ho.html sekarang menjadi terang benderang: rupanya 'mushaf imut' itu dicetak oleh David Bryce di Glasgow, Inggris, pada pertengahan 1890-an! Lebih jelasnya, saya kutip langsung satu paragraf buku "The Book by Design" terbitan British Library, 2024:
"Perkembangan teknologi percetakan sepanjang abad kesembilan belas memungkinkan percetakan menghasilkan buku yang lebih kecil. David Bryce (1845-1924) dari Glasgow adalah pencetak buku mini berkualitas tinggi yang produktif dan sukses, dengan minat khusus pada kitab suci. Setelah memulai dengan teks-teks Kristen, pada pertengahan tahun 1890-an Bryce mulai mencetak Al-Qur'an mini untuk pasar besar India. Ini dicetak di atas kertas India tertipis kemudian dijilid dengan warna merah maroko dengan hiasan emas. Kemasan diberi kaca pembesar yang dipasang di liontin logam yang memungkinkan kitab kecil ini dibaca dan dipakai sebagai jimat pelindung. Selama Perang Dunia Pertama, otoritas Inggris merespons kebutuhan keagamaan pasukan muslim dengan memproduksi, memperoleh dan mendistribusikan salinan Al-Qur'an mini karya Bryce ini kepada para tentara muslim (India) di rumah sakit dan di garis depan pertempuran, dengan bantuan individu, badan amal dan badan resmi pemerintah."
Foto: Qur'an mini cetakan David Bryce koleksi British Library, London, yang semula dimiliki oleh tentara India muslim yang bertempur untuk Inggris.
(Sumber foto: "The Book by Design", British Library, 2024)

Photos from Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an's post 14/03/2024

TADARUS MUSHAF (2): Halaman iluminasi 'dijual'?
Mushaf ini adalah anomali! Halaman awal mushaf yang memuat Surah al-Fatihah dan awal Surah al-Baqarah ini dihias indah, jelas mencerminkan iluminasi gaya Terengganu (Malaysia bagian utara sekarang). Namun, anehnya, halaman2 mushaf selanjutnya disalin dalam gaya Jawa - terlihat dari tanda juz-nya yang berupa setengah lingkaran di tepi kanan dan kiri halaman mushaf.
Ketika sempat melihat mushaf ini dengan mata sendiri di Museum of Islamic Art, Doha, 2022, anomali itu masih nyata. Kaligrafi Surah al-Fatihah dan awal Surah al-Baqarah tampak ditulis dalam gaya Terengganu, menyatu dengan iluminasi di sekitarnya - sangat kontras dengan gaya tulisan di halaman2 selanjutnya. Apakah mungkin bahwa lembaran iluminasi awal mushaf itu 'dijual' atau dimaharkan, atau dihadiahkan, kepada penyalin mushaf lain di Jawa? Mengingat bahwa Terengganu terkenal dengan keindahan hiasan mushafnya, hal itu dapat saja terjadi.
(Foto2: Annabel Teh Gallop).

Photos from Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an's post 14/03/2024

TADARUS MUSHAF (1): Cetakan Singapura
Pada dasawarsa 1860-an-1870-an, di Singapura ada beberapa percetakan yang memproduksi mushaf dengan teknik litografi (cetak batu). Salah satunya mushaf terlampir ini. Dari perbandingan paleografi, bisa disimpulkan bahwa mushaf ini adalah karya Muhammad Hanafi bin Sulaiman al-Sambawi - berasal-usul dari Sumbawa. Dalam daftar saya, dia menulis empat mushaf litograf yang berbeda. Artinya, dia menulis mushaf empat kali. Nah, apakah mushaf ini adalah mushaf yg lain, atau salah satu dari keempat mushaf tersebut, belum bisa dipastikan, karena belum ada dukungan foto yang cukup. Semoga pihak museum nanti bisa dihubungi.
Seandainya benar bahwa mushaf ini selesai ditulis pada bulan Safar 1286 (Mei-Juni 1869), maka Muhammad Hanafi bin Sulaiman as-Sambawi sangat produktif, karena ada mushaf cetakan lainnya yang dia selesaikan pada 8 November 1869. Artinya, bahwa dia menyelesaikan mushaf ini hanya sekitar lima bulan! Profesionalitas penyalin ini memang tampak dari karya tulisnya yang lincah, hurufnya yang tajam, dan tampak digores dengan cepat - tetapi gaya tulisannya tetap terjaga indah, rapi, dan terbaca dengan jelas.
(Foto: https://www.facebook.com/photo/?fbid=10224845920872224&set=pcb.10224845931952501).

06/01/2024

Asa Jeza

Jeza adalah seorang anak Tuli muslim. Saat ini dia tercatat sebagai pelajar tingkat dasar (Madrasah Ibtidaiyah) di Sekolah Luar Biasa Islam (SLBI) Qothrunnada, Bantul, Yogyakarta.

Selain mata pelajaran umum, di sekolah ini Jeza dan teman-temannya juga belajar baca tulis Al-Qur'an.

Jeza cukup senang, sejak tahun 2022 Kementerian Agama RI sudah membuatkan Qur'an Isyarat untuk penyandang Tuli. Meskipun baru Juz 30.

Jeza sangat berharap Kemenag meneruskan keberpihakannya kepada anak-anak Tuli dengan meneruskan kajian penyusunan Al-Qur'an Isyarat lengkap 30 Juz. Agar anak-anak Tuli mendapat layanan literasi keagamaan yang setara, seperti anak-anak dengar.

SELAMAT HARI AMAL BHAKTI KE-78 KEMENTERIAN AGAMA RI
"Indonesia Hebat bersama Umat"

Tim Produksi : LPMQ

25/11/2023

📚 *BAZNAS TALK*
*HARI GURU NASIONAL*

Selamat Hari Guru Nasional 2023🎉

Guru adalah pelita bagi seluruh generasi muda. Keterbatasan bahasa tidak membuat guru berhenti berjuang untuk memberikan ilmu bagi murid tercintanya. Dalam Memeriahkan Hari Guru Nasional, BAZNAS mengajak Sahabat BAZNAS untuk mengenal perjuangan Guru Al-Quran Isyarat dalam siaran Live Instagram dengan tema *Kenalan Lebih Dekat Dengan Guru Al-Quran Isyarat*

📆 Sabtu, 25 November 2023
⏰ 10.00 WIB
đź”´ Live di Instagram dan
(instagram.com/baznasindonesia)
(https://instagram.com/lpmq_kemenag_ri?igshid=OGQ5ZDc2ODk2ZA==)

🔊 Narasumber:
*Ustazah Ida Zulfiya Choiruddin*
_Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran Kementrian Agama RI_
_Penyusun Mushaf Al-Quran Isyarat Indonesia_
🎙️ Host:
Yuni Dara Ayu Permata

Catat tanggalnya dan jangan sampai lewatkan!

Sampai jumpađź‘‹

04/03/2023

*Kunjungan Persatuan Seni Khat Kebangsaan Malaysia & Jabatan Agama Islam Sarawak, Malaysia* ke *Bayt Al-Qur'an & Museum Istiqlal Jakarta*

Para ahli kaligrafi Malaysia yang tergabung dalam wadah Persatuan Kesenian Khat Kebangsaan Malaysia berkunjung ke Bayt Al-Qur'an & Museum Istiqlal (BQMI) Jakarta. Selama di Indonesia, Rombongan yang terdiri dari 23 orang ini mengunjungi pusat-pusat pengembangan kaligrafi dalam rangka untuk memperoleh wawasan dan pengalaman, salah satunya di BQMI. Rombongan ini juga diikuti oleh Ustadz Abdus salam Morshidi dari Jabatan Agama Islam Sarawak, Malaysia yang secara khusus untuk mengetahui lebih detail bagaimana peran pemerintah Indonesia dalam upaya pengembangan seni kaligrafi di Indonesia.

Dr. Abdurrahman bin Hamzah ketua persatuan kesenian Khat Kebangsaan Malaysia, sekaligus dosen senior di Universitas Teknologi Malaysia (UTM) mengatakan, "kunjungan kami dari tanggal 1 hingga 4 Maret, kita namai dengan Kembara Khottot Malaysia, bertujuan untuk menziarahi pusat-pusat perkembangan kaligrafi di Indonesia, bermula dari pesantren Lemka, Sukabumi yang dipimpin oleh Ustadz Didin Sirojudin dan berlanjut ke tempat lainnya hingga ke Bayt Al-Qur'an & Museum Istiqlal, untuk mempelajari dan mendapatkan pengalaman untuk kami manfaatkan di Malaysia".

Kegiatan diawali dengan keliling ke ruang pamer Bayt Al-Qur’an yang dipandu langsung oleh Syaifuddin selaku edukator. Selama di ruang pamer Bayt Al-Qur’an, rombongan mendapatkan penjelasan secara detail bagaimana perkembangan penyalinan Al-Qur’an dari masa awal hingga di Nusantara. Kunjungan dilanjutkan di ruang pamer Museum Istiqlal untuk melihat secara lansung berbagai koleksi seni dan budaya Islam di Indonesia. Di ruang koleksi seni rupa kontemporer, pengunjung secara detail melihat berbagai macam koleksi kaligrafi yang didisplay.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan diskusi “Perkembangan Kaligrafi di Indonesia” yang dipresentasikan oleh Saifuddin di Aula Museum Istiqlal. Dalam penjelasan perkembangan kaligrafi sejak awal masuknya Islam, hingga perkembangannya di era modern ini, Syaifuddin memaparkan secara khusus bagaimana peran Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an sebagai representasi pemerintah dalam upaya pengembangan kaligrafi di Indonesia. “Lembaga ini selain bertugas mengumpulkan, mendokumentasikan, dan memamerkannya di BQMI, juga turut serta memberikan motifasi kepada para seniman kaligrafi melalui even-even perlombaan maupun pameran, dan yang yang terakhir pada tahun 2021 hingga 2022 diselenggarakan Lomba Kaligrafi Batik Tingkat Nasional. Tidak kalah pentingnya adalah upaya LPMQ untuk merekrut para khottot terbaik untuk menulis mushaf 30 juz, serta pengembangan digitalisasi mushaf Al-Qur’an yang dimulai dari pembuatan font Al-Qur’an kemudian diaplikasikan dalam berbagai bentuk, seperti mushaf android, Al-Qur’an in word, dan lain-lain yang sangat bermanfaat untuk masyarakat”, lanjut dalam penjelasan Saifuddin.

Dalam sambutannya, Dr. Abdurrahman memberikan kesan “ternyata seni Khat di Indonesia telah berjalan sangat lama sekali, dan di tempat Bayt Al-Qur’an ini dokumentasi perkembangan kaligrafi itu itu bisa dilihat secara detail dari satu masa ke masa berikutnya dan bagaimana seni khat itu bisa mewarnai kebudayaan Islam di Indonesia. Pemerintah Indonesia sangat mendukung terhadap perkembangan kaligrafi salah satunya melalui Bayt Al-Qur'an ini, melalui MTQ, ataupun bentuk lainnya, itu semua memberikan inspirasi kepada kami untuk bergerak. Semoga suatu saat nanti kita bisa berkunjung lagi dan bisa ada semacam kerjasama dalam rangka pengembangan kaligrafi,” tutup Abdurrahman. (S)








Want your business to be the top-listed Government Service in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Culinary Team

Attire

Address


Gedung Bayt Al-Qur'an Dan Museum Istiqlal, Pintu 1 Taman Mini Indonesia Indah, Cipayung
Jakarta
13560