08/04/2026
TIDAK HANYA RUMAH MEREKA YANG HANCUR, TAPI JUGA MATA PENCAHARIAN MEREKA‼️
Aceh belum benar-benar pulih. Anggota DPR menyoroti ribuan warga yang masih tinggal di tenda, kehilangan ladang, kebun, dan sumber penghasilan. Kondisi ini bukan cuma soal bertahan, tapi bagaimana menjalani hidup di tengah ketidakpastian.
Yang jadi sorotan, belum adanya blueprint pemulihan yang jelas. Padahal masyarakat butuh kepastian arah, bukan sekadar menunggu bantuan. Anggaran seperti MBG pun dinilai bisa jadi solusi cepat jika dialihkan sementara untuk membantu pemulihan daerah terdampak.
06/04/2026
PASUKAN TNI DI LEBANON TUGASNYA UNTUK MEMELIHARA PERDAMAIAN BUKAN BERTEMPUR, ITU SEBABNYA TNI DISANA TIDAK DIPERSENJATAI DENGAN KUAT
SBY Desak PBB Hentikan Misi UNIFIL dan Relokasi Prajurit TNI dari Zona Perang Lebanon
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara tegas mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menghentikan penugasan atau merelokasi pas**an penjaga perdamaian UNIFIL dari wilayah konflik Lebanon.
Pernyataan ini merupakan respons atas gugurnya prajurit TNI dan jatuhnya korban luka akibat eskalasi pertempuran di wilayah tersebut dalam sepekan terakhir.
Melalui pernyataan resminya, SBY menekankan bahwa misi UNIFIL, termasuk Kontingen Garuda XXIII/S, adalah tugas menjaga perdamaian atau peacekeeping berdasarkan Chapter 6 Piagam PBB.
Ia menggarisbawahi bahwa personel peacekeeper tidak dibekali persenjataan berat maupun mandat untuk melakukan tugas pertempuran atau peacemaking sebagaimana diatur dalam Chapter 7.
SBY menyoroti perubahan situasi di lapangan di mana pas**an kini terjebak di tengah medan tempur aktif (war zone) antara Israel dan Hizbullah, padahal seharusnya mereka hanya bertugas di zona aman (blue line).
Mengingat laporan bahwa pas**an Israel telah merangsek masuk hingga 7 kilometer dari garis batas, keselamatan para penjaga perdamaian kini berada dalam risiko tinggi. SBY juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar sidang dan mengeluarkan resolusi tegas terkait perlindungan personel.
Selain itu, ia mendukung penuh langkah pemerintah Indonesia dalam menuntut investigasi transparan dan jujur dari PBB atas insiden yang menimpa prajurit Indonesia.
Menurutnya, PBB memegang tanggung jawab penuh untuk menjelaskan penyebab jatuhnya korban jiwa di tengah misi kemanusiaan tersebut agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara logis dan adil.
06/04/2026
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, turun langsung menemui masyarakat korban banjir yang menggelar aksi di pendopo. Aksi tersebut dilakukan warga sebagai bentuk keluhan atas bantuan banjir yang dinilai belum kunjung cair.
Di hadapan para pendemo, Bupati Aceh Timur memilih berdialog secara terbuka. Ia memberikan penjelasan secara rinci terkait proses penyaluran bantuan serta kendala yang dihadapi di lapangan. Sikap tersebut mendapat perhatian dari masyarakat yang hadir.
Dalam pernyataannya, Iskandar Usman Alfarlaky menegaskan komitmennya untuk terus bersama masyarakat sejak awal bencana terjadi.
“Saya tidak akan meninggalkan masyarakat. Dari pertama bencana, saya langsung turun ke desa terdampak untuk menyaksikan nasib masyarakat saya. Dan tidak akan saya tinggalkan masyarakat saya dalam keadaan sengsara,” tegasnya di hadapan warga.
06/04/2026
Sebanyak 50 kilogram sabu gagal masuk ke wilayah Sumatra Utara (Sumut) setelah Satres Narkoba Polrestabes Medan mengungkap jaringan internasional dengan menangkap dua tersangka asal Aceh Utara.
Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusup Nugraha, mengatakan pengungkapan ini bermula dari pengembangan kasus narkoba sebelumnya yang lebih dulu ditangani pihaknya.
Dari hasil pengembangan, petugas menerima informasi terkait adanya rencana penyelundupan sabu dalam jumlah besar melalui jalur perairan Aceh yang diduga akan diedarkan ke wilayah Sumut.
“Ini bukan operasi yang berdiri sendiri, tetapi hasil pengembangan dari kasus sebelumnya,” ucap Rafli, Minggu (5/4/2026).
Berbekal informasi tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan intensif dengan memetakan jalur pergerakan para pelaku. Hasil penelusuran mengarah ke wilayah perairan Aceh Utara.
Saat tim bergerak ke lokasi, petugas mendapati dua pria dengan gerak-gerik mencurigakan tengah membawa dua karung besar. Tanpa memberi celah, keduanya langsung disergap.
Dua prianyang diamankan masing-masing berinisial DK, 23 tahun, dan IS, 29 tahun, yang keduanya merupakan warga Aceh Utara.
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan dua karung berisi sabu dengan total berat 50 kilogram, yang diduga kuat akan diselundupkan ke Sumut.
“Ini jaringan internasional. Barang bukti yang diamankan sebanyak 50 kilogram sabu,” tutur Rafli.
Menurutnya, jumlah tersebut sangat besar dan berpotensi merusak ribuan generasi muda apabila berhasil lolos ke pasar narkoba di Sumut. Kini kedua pria tersebut beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Satres Narkoba Polrestabes Medan untuk proses hukum lebih lanjut.
Pihaknya juga masih memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam sindikat internasional tersebut.
“Kasus ini masih terus kami kembangkan. Peran pihak lain masih didalami,” ujarnya.!
30/03/2026
beberapa pemimpin indonesia masih dalam siasatan kasus yang terlibat s*x bebas di salah satu pulau.
saat itu juga terjadinya perdagangan anak di bawah umur.