Ditjen PKH Kementan RI

Ditjen PKH Kementan RI

Share

Akun Facebook resmi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI

Media Informasi Kegiatan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian RI

05/06/2026

, Presiden Prabowo Subianto, menegaskan bahwa hilirisasi adalah kunci kebangkitan dan kemakmuran bangsa. Dengan penguatan industri dalam negeri, nilai tambah produk peternakan dan kesehatan hewan dapat terus meningkat, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Saatnya bangkit dan maju bersama melalui hilirisasi peternakan untuk Indonesia yang mandiri dan sejahtera




Photos from Ditjen PKH Kementan RI's post 04/06/2026

Hari Susu Nusantara 2026 Gaungkan Pentingnya Susu untuk Generasi Kuat Indonesia

Jakarta – Upaya membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing dimulai dari pemenuhan gizi sejak usia dini. Salah satu sumber gizi yang terus didorong pemerintah adalah susu sebagai bagian dari pola konsumsi pangan bergizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 yang digelar di SD Negeri 01 Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026). Mengusung tema “Dengan Susu, Generasi Kuat, Indonesia Hebat!”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi susu sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Peringatan Hari Susu Nusantara juga menjadi bagian dari upaya memperkuat Gerakan Minum Susu di Sekolah sehingga kebiasaan mengonsumsi susu dapat ditanamkan sejak dini sebagai salah satu dukungan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal.

Kegiatan tersebut melibatkan siswa, guru, orang tua murid, ahli gizi, serta berbagai kementerian dan lembaga yang memiliki perhatian terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Plt. Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Peternakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Karsan, mengatakan Hari Susu diperingati setiap tanggal 1 Juni dan telah menjadi momentum global yang dirayakan di berbagai negara.

Di Indonesia, peringatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Gizi Nasional, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Komunikasi dan Digital.

"Melalui momentum Hari Susu Nusantara ini kami berharap anak-anak Indonesia semakin rajin minum susu. Orang tua juga diharapkan terus memperhatikan pemenuhan gizi anak melalui beragam sumber pangan bergizi. Susu merupakan salah satu pilihan sumber protein dan kalsium yang dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," ujar Karsan.

Menurut Karsan, peningkatan konsumsi susu menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Karena itu, edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang perlu terus diperkuat sejak usia sekolah.

Dorongan peningkatan konsumsi susu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat industri persusuan nasional. Data Kementerian Pertanian menunjukkan produksi susu dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan nasional sehingga peningkatan produksi menjadi salah satu fokus pemerintah.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, sebelumnya menyampaikan bahwa peningkatan konsumsi susu masyarakat perlu berjalan seiring dengan penguatan produksi susu dalam negeri agar manfaat ekonomi juga dirasakan oleh peternak sapi perah rakyat.

"Saat ini produksi susu dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan nasional. Karena itu, peningkatan populasi dan produktivitas sapi perah menjadi fokus bersama agar ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap," jelasnya (2/6/2026).

Menurut Makmun, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi susu melalui berbagai program strategis, mulai dari perbaikan pakan, penguatan kesehatan hewan, peningkatan produktivitas ternak, hingga pengembangan populasi sapi perah di berbagai daerah.

Selain itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi peluang besar bagi pengembangan sektor persusuan nasional karena telah mengakomodasi penggunaan susu segar dalam negeri dan membuka pasar yang lebih luas bagi hasil produksi peternak.

Dukungan terhadap peningkatan konsumsi susu nasional juga disampaikan Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria. Menurutnya, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara di kawasan ASEAN.

"Data menunjukkan konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sekitar 17,76 liter per kapita per tahun. Angka ini masih berada di bawah beberapa negara ASEAN sehingga diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi susu," katanya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala SD Negeri 01 Pondok Labu, Chrisna Setiyorini, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Hari Susu Nusantara yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi siswa, guru, maupun orang tua.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenko Pangan yang telah memilih sekolah kami untuk kegiatan peringatan Hari Susu Nusantara 2026. Murid-murid kami sangat antusias mengikutinya. Semoga banyak wawasan yang dapat kami serap melalui kegiatan ini, mulai dari informasi dari Kemenko Pangan sebagai inisiator kegiatan hingga wawasan dari ahli gizi yang tentunya sangat bermanfaat bagi kami para guru, orang tua murid, dan juga murid-murid," imbuh Chrisna.

Pada kesempatan yang sama, Ahli Gizi Yudhi Adrianto memberikan edukasi mengenai pentingnya sarapan dan pemenuhan kebutuhan protein bagi anak usia sekolah. Menurutnya, kebiasaan sarapan dengan gizi seimbang berperan penting dalam mendukung konsentrasi dan kualitas belajar anak.

"Adik-adik wajib sarapan untuk mendukung pembelajaran yang berkualitas. Salah satu zat gizi yang penting adalah protein. Kebutuhan protein bagi anak wajib dipenuhi, baik yang berasal dari protein hewani maupun protein nabati. Susu sebagai salah satu sumber protein hewani juga bermanfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium anak, sementara yogurt mengandung probiotik yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan," ujar Yudhi.

Selain memberikan edukasi kepada siswa, kegiatan ini juga menjadi sarana peningkatan pemahaman bagi orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga. Mewakili para orang tua murid, Hani mengaku kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata dalam menambah wawasan mengenai kebutuhan gizi anak.

"Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena menambah pemahaman kami mengenai pentingnya gizi bagi tumbuh kembang anak," tuturnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, ahli gizi, orang tua, dan peternak sapi perah, peringatan Hari Susu Nusantara 2026 diharapkan semakin memperkuat kesadaran bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa dimulai dari pemenuhan gizi anak hari ini. Dengan anak-anak yang sehat, kuat, dan cerdas, serta didukung industri persusuan nasional yang semakin berkembang, Indonesia memiliki fondasi yang kokoh untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. (*)

04/06/2026

Kementan Kawal Stabilisasi Harga Telur, Serapan Mulai Menguat di Sentra Produksi

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengawal stabilisasi harga telur ayam ras melalui penguatan penyerapan, perbaikan distribusi, dan penataan produksi. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan membaiknya pergerakan harga telur di sejumlah sentra produksi setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menjelaskan bahwa Kementan terus mengawal stabilisasi harga telur agar peternak rakyat tetap memperoleh harga yang layak. Menurutnya, tekanan harga yang terjadi sebelumnya dipengaruhi kombinasi peningkatan pasokan, perlambatan serapan pasar, serta distribusi yang belum optimal di sejumlah daerah sentra produksi.

Karena itu, pemerintah mengambil berbagai langkah untuk memperkuat pasar dan memperlancar distribusi telur dari daerah surplus ke daerah yang masih membutuhkan pasokan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah menyampaikan surat kepada Badan Gizi Nasional (BGN) pada 8 Mei 2026 guna mendorong peningkatan pemanfaatan telur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam surat tersebut, Kementan mengusulkan peningkatan penggunaan telur dalam menu MBG, pengutamaan pembelian dari peternak lokal di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta pelaksanaan pembelian sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

Usulan tersebut kemudian ditindaklanjuti BGN melalui Surat Edaran Nomor SE/01/06/V/2026 yang mendorong peningkatan penggunaan telur dalam menu MBG, pembelian dari peternak lokal, serta pengadaan sesuai harga acuan pemerintah.

Selain memperkuat penyerapan pasar, Ditjen PKH juga menerbitkan Surat Himbauan kepada pelaku usaha ayam ras petelur pada 18 Mei 2026. Melalui surat tersebut, pelaku usaha didorong melakukan pengaturan produksi secara mandiri dan terukur sesuai kemampuan serapan pasar, tidak memperpanjang umur produksi ayam petelur secara berlebihan, melakukan afkir secara teratur, serta mengendalikan pengembangan populasi secara terencana. Ditjen PKH juga mendorong optimalisasi pemasaran, pemerataan pasokan dari daerah surplus ke daerah defisit, serta penguatan kelembagaan peternak melalui koperasi dan kemitraan usaha.

Perkembangan tersebut turut menjadi perhatian pemerintah dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang digelar di Kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (4/6/2026), dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga untuk membahas kondisi terkini berbagai komoditas pangan, termasuk telur ayam ras.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk memperkuat penyerapan telur di daerah sentra produksi yang mengalami tekanan harga.

"Kemarin ada beberapa daerah ya, terutama di Jawa Timur, di Blitar itu harga telur itu kan turun. Sehingga kita sudah berkoordinasi dengan BGN dan dengan Kepala BGN yang baru, bahwa SPPG ya di daerah tersebut diwajibkan untuk menyerap telur," ujar Mendag Budi saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Mendag Budi menambahkan bahwa pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan telur dalam berbagai program bantuan pangan ketika terjadi tekanan harga di tingkat produsen. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu penyerapan produksi sekaligus menjaga keseimbangan pasar.

Menurutnya, pemerintah akan terus mengoptimalkan manajemen penyerapan melalui SPPG sehingga produk pangan strategis seperti telur, ikan, dan daging ayam dapat terserap lebih baik ketika terjadi kelebihan pasokan di sentra produksi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi, menjelaskan bahwa pergerakan harga telur dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk peningkatan pasokan di sejumlah sentra produksi dan perlambatan serapan pada periode hari libur yang cukup panjang pada Mei lalu.

Menurut Suwandi, kondisi tersebut menyebabkan tekanan harga di sejumlah wilayah produsen. Namun seiring normalnya kembali aktivitas pasar, penguatan penyerapan, dan membaiknya distribusi, harga telur mulai menunjukkan perbaikan.

Ia menambahkan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan harga dan distribusi telur agar manfaat perbaikan pasar dapat dirasakan langsung oleh peternak. Kementan juga mencermati masih adanya disparitas harga antara sentra produksi dan wilayah konsumen sehingga pembenahan tata niaga menjadi salah satu fokus pemerintah.

Sinyal membaiknya kondisi pasar juga dikonfirmasi oleh Badan Pangan Nasional. Sekretaris Badan Pangan Nasional, Sarwo Edhy, menyampaikan bahwa koordinasi lintas kementerian bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Badan Gizi Nasional telah dilakukan untuk memperkuat penyerapan telur dari peternak sesuai Harga Acuan Pembelian sebesar Rp26.500 per kilogram.

Menurutnya, saat harga telur di sejumlah kabupaten di Jawa Timur turun hingga Rp21.000–Rp22.000 per kilogram, pemerintah segera melakukan koordinasi agar SPPG dapat meningkatkan penyerapan telur peternak. Ia menilai langkah tersebut mulai memberikan dampak terhadap kondisi pasar yang ditandai dengan pergerakan harga telur yang mulai naik di tingkat peternak.

Meski demikian, pemerintah menilai proses stabilisasi masih perlu terus dikawal karena harga di sejumlah wilayah belum sepenuhnya mencapai tingkat yang diharapkan peternak. Karena itu, penguatan distribusi, penyerapan, dan tata niaga akan terus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan.

Kementan menegaskan stabilisasi harga telur tidak hanya bertujuan menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat, tetapi juga memastikan pasokan protein hewani tetap tersedia bagi masyarakat. Melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha, koperasi, dan peternak, diharapkan manfaat perbaikan harga dapat semakin dirasakan peternak rakyat, sementara pasokan telur bagi masyarakat tetap terjaga dengan baik. (*)

Photos from Ditjen PKH Kementan RI's post 04/06/2026

. Ketersediaan fasilitas pemotongan hewan yang memenuhi standar kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan pangan asal hewan yang dikonsumsi masyarakat. Hal itu tak hanya mendukung penerapan higiene dan sanitasi, tetapi juga membantu memastikan daging yang beredar memenuhi prinsip aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Sejalan dengan upaya tersebut, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian Bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Riau membahas berbagai peluang penguatan infrastruktur peternakan dan peningkatan standar fasilitas pendukung di daerah. Kegiatan tersebut bertempat di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta pada Kamis (4/6/20226).

Penguatan sarana dan prasarana peternakan diharapkan dapat mendukung terwujudnya sistem pangan yang lebih aman, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengembangan usaha peternakan dan produk pangan asal hewan di daerah.

Photos from Ditjen PKH Kementan RI's post 04/06/2026

. Satu gelas susu setiap hari bukan hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga merupakan investasi untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Untuk menumbuhkan kebiasaan minum susu sejak dini, Gerakan Minum Susu kembali digelar serentak di sejumlah sekolah di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, Kamis (4/6). Salah satunya berlangsung di SDN Beji 6 melalui pembagian susu dan edukasi gizi kepada para siswa.

Melalui kegiatan yang interaktif dan menyenangkan, anak-anak diajak memahami manfaat susu sebagai sumber protein hewani berkualitas yang mendukung pertumbuhan, kesehatan tulang, serta perkembangan fisik dan kecerdasan mereka.

Kementerian Pertanian bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) terus mendorong peningkatan konsumsi susu nasional sekaligus memperkuat produksi susu segar dalam negeri. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat gizi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah, serta mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan unggul.

Peringatan Hari Susu Nusantara Tahun 2026 menjadi momentum untuk mengajak seluruh masyarakat membudayakan konsumsi susu sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

🥛 Minum Susu Setiap Hari, Investasi untuk Masa Depan Negeri.







Photos from Ditjen PKH Kementan RI's post 04/06/2026

, Dari masa ke masa, unggas telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Mulai dari sumber pangan bergizi hingga penopang ekonomi peternak, jejak panjang sang unggas menyimpan banyak fakta menarik yang patut kita ketahui.

Yuk, simak infografis “Fakta Menarik Jejak Panjang Sang Unggas” dan temukan berbagai informasi seru seputar dunia perunggasan!

03/06/2026

, Penasaran gimana telur bisa jadi solusi sehat, praktis, dan tetap ramah di kantong? Yuk simak keseruannya di drama series Lapor Ketua! 🎬

Selain enak dan mudah diolah, telur juga mengandung protein hewani berkualitas yang baik untuk membantu menjaga stamina, mendukung pertumbuhan, dan memenuhi kebutuhan gizi harian keluarga.

Photos from Ditjen PKH Kementan RI's post 03/06/2026

Kementan Perkuat Garda Terdepan Kesehatan Hewan, Kompetensi Petugas Puskeswan Ditingkatkan

Bogor – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat lini terdepan pelayanan kesehatan hewan untuk menjaga produktivitas ternak sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman penyakit hewan menular dan zoonosis. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kompetensi petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan hewan di daerah.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Tematik Pelayanan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) pada 2–4 Juni 2026 di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor.

Sebanyak 40 petugas Puskeswan dari Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari langkah pemerintah untuk memperkuat standar kompetensi pelayanan kesehatan hewan di seluruh Indonesia.

Penguatan kapasitas petugas lapangan dinilai semakin penting seiring meningkatnya tantangan pengendalian penyakit hewan menular strategis dan zoonosis yang memerlukan respons cepat, tepat, dan terstandar. Keberadaan petugas Puskeswan menjadi salah satu kunci dalam menjaga kesehatan ternak, meningkatkan produktivitas peternakan, serta mendukung keamanan pangan asal hewan.

Puskeswan merupakan fasilitas pelayanan kesehatan hewan milik pemerintah daerah yang berperan dalam pelayanan kesehatan hewan, pengendalian penyakit, pengawasan kesehatan reproduksi ternak, hingga pendampingan dan edukasi kepada peternak. Karena itu, kualitas layanan Puskeswan sangat bergantung pada kompetensi petugas yang berada di garis depan pelayanan.

Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa menegaskan bahwa Puskeswan memiliki posisi strategis dalam sistem kesehatan hewan nasional.

“Puskeswan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan hewan di daerah. Peran petugas Puskeswan tidak hanya menjaga kesehatan dan kesejahteraan hewan, tetapi juga mendukung produktivitas peternakan serta melindungi masyarakat dari ancaman penyakit hewan menular dan zoonosis. Karena itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci untuk memastikan layanan yang profesional, cepat, dan berkualitas,” ujar Hendra, Selasa (2/6/2026).

Menurut Hendra, pelatihan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kompetensi teknis maupun manajerial petugas sekaligus menyamakan pemahaman mengenai standar pelayanan kesehatan hewan yang berlaku secara nasional.

Berbagai materi disusun untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memberikan pelayanan kesehatan hewan yang efektif, adaptif, dan sesuai dengan perkembangan tantangan di lapangan, mulai dari pelayanan kesehatan hewan dasar hingga penanganan kasus penyakit yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, mengatakan penguatan kapasitas petugas Puskeswan merupakan investasi jangka panjang untuk membangun sistem kesehatan hewan yang semakin tangguh.

Menurutnya, petugas yang memiliki kompetensi yang baik akan mampu memberikan pelayanan yang lebih efektif kepada peternak sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hewan di daerah.

Selain meningkatkan kapasitas individu, pelatihan ini juga menjadi sarana membangun jejaring dan kolaborasi antarpetugas Puskeswan dari berbagai wilayah sehingga koordinasi dalam penanganan kesehatan hewan dapat berjalan lebih baik.

Melalui pelatihan tematik ini, Kementan menargetkan terbangunnya standar kompetensi yang semakin seragam bagi petugas Puskeswan di berbagai daerah. Dengan layanan yang lebih profesional dan responsif, pemerintah berharap kesehatan ternak dapat terjaga, produktivitas peternak meningkat, serta masyarakat memperoleh perlindungan yang lebih baik dari risiko penyakit hewan menular dan zoonosis. (*)

Photos from Ditjen PKH Kementan RI's post 03/06/2026

Hari Susu Nusantara 2026 Perkuat Komitmen Tingkatkan Konsumsi Susu Nasional

Jakarta — Pemerintah bersama pelaku industri, peternak, koperasi, dan berbagai pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi untuk meningkatkan konsumsi susu nasional sekaligus mendorong penguatan sektor persusuan dalam negeri. Komitmen tersebut ditegaskan dalam konferensi pers Hari Susu Nusantara 2026 yang digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Susu Sedunia dan Hari Susu Nusantara.

Peringatan Hari Susu Nusantara 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi susu sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Widiastuti, mengatakan bahwa Hari Susu Nusantara bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat Indonesia.

"Hari Susu Nusantara bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi wujud sinergi lintas sektor dari pemerintah, industri, peternak hingga masyarakat untuk memastikan pemenuhan gizi yang optimal bagi tumbuh kembang anak Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Hilirisasi Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, menyampaikan apresiasi kepada para peternak sapi perah yang selama ini berperan penting dalam memenuhi kebutuhan susu nasional. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan produksi susu dalam negeri melalui berbagai program strategis, mulai dari perbaikan pakan, penguatan kesehatan hewan, hingga peningkatan populasi sapi perah.

"Saat ini produksi susu dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan nasional. Karena itu, peningkatan populasi dan produktivitas sapi perah menjadi fokus bersama agar ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap," jelasnya.

Makmun menambahkan, pemerintah juga telah memberikan dukungan melalui penyediaan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) khusus sapi perah secara penuh guna menjaga kesehatan ternak dan memastikan produktivitas peternak tetap terjaga.

Selain itu, keberadaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi peluang besar bagi pengembangan sektor persusuan nasional. Program tersebut telah mengakomodasi penggunaan susu segar dalam negeri dan menjadi jaminan pasar bagi hasil produksi peternak.

Populasi sapi perah nasional saat ini mencapai sekitar 540 ribu ekor dengan lebih dari 90 persen berada di peternakan rakyat. Pemerintah juga terus mendorong pengembangan peternakan sapi perah di luar Pulau Jawa agar produksi susu nasional semakin merata.

Dukungan terhadap peningkatan konsumsi susu nasional juga disampaikan oleh Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria. Menurutnya, konsumsi susu masyarakat Indonesia masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara ASEAN lainnya.

"Data menunjukkan konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sekitar 17,76 liter per kapita per tahun. Angka ini masih berada di bawah beberapa negara ASEAN sehingga diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi susu," katanya.

Ia menambahkan, industri pengolahan susu nasional masih memiliki ruang untuk meningkatkan kapasitas produksi. Kementerian Perindustrian juga terus mendukung penguatan industri melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan, digitalisasi tempat pengumpulan susu, serta peningkatan kualitas susu segar nasional.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), Gunalan, menegaskan bahwa susu kini menjadi bagian penting dari strategi nasional pembangunan sumber daya manusia.

"Hari ini kita tidak lagi berbicara tentang susu sebagai sekadar minuman tambahan, tetapi sebagai bagian dari strategi besar bangsa dalam membangun generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Gunalan menjelaskan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan menyediakan susu sedikitnya dua kali dalam satu minggu bagi para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan permintaan susu sekaligus membuka peluang bagi koperasi, UMKM, dan peternak lokal untuk berkembang.

Dukungan serupa juga datang dari industri pengolahan susu. General Manager Research and Development PT Indolakto, Tjatur Lestijaman, menilai bahwa susu merupakan investasi gizi jangka panjang yang sangat penting dalam membentuk generasi masa depan yang sehat dan produktif.

"Kami mendukung penuh Hari Susu Nusantara 2026 sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi susu dan pemenuhan gizi yang seimbang bagi masa depan bangsa," ujarnya.

Melalui kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, industri, koperasi, peternak, dan masyarakat, Hari Susu Nusantara 2026 diharapkan mampu menjadi penggerak utama peningkatan konsumsi susu nasional sekaligus memperkuat kemandirian sektor persusuan dalam negeri guna mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing.

03/06/2026

, Hari Susu Nusantara 2026 menjadi momentum memperkuat kolaborasi demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui sinergi antara industri pengolahan susu, BUMN, pemerintah, asosiasi, serta berbagai pemangku kepentingan, edukasi gizi dan peningkatan konsumsi susu terus didorong untuk mendukung kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Yuk, ramaikan Puncak Perayaan Hari Susu Nusantara 2026 pada:�📍 GBK, Jakarta�🗓 Minggu, 14 Juni 2026
Mari bersama minum susu untuk Indonesia yang lebih sehat dan kuat!

Want your business to be the top-listed Government Service in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address

Jalan Harsono RM No. 3, Ragunan/Pasar Minggu
Jakarta
12550

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30