26/05/2014
PROFILE
ALIANSI NASIONALIS – NAHDLIYYIN (ANN)
Mukadimah
Bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah final sebagai bentuk Negara Merdeka yang mampu mengikat segenap kemajemukan suku, ras, bahasa, budaya, agama, dan golongan. Ia merupakan hasil perjuangan kemerdekaan yang diproklamasikan oleh para pendiri bangsa pada tanggal 17 Agustus 1945. NKRI adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa sebagaimana dirumuskan para pendiri bangsa dalam pembukaan UUD 1945 ; “Atas Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa …dst”, Hal ini bermakna bahwa segala yang dimiliki dan dinikmati oleh bangsa Indonesia adalah rahmat dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
Dewasa ini, gerak langkah bangsa Indonesia dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara ditengah tantangan globalisasi semakin dirasakan menjauh dari cita-cita proklamasi serta nilai-nilai Pancasila dimana pada akhirnya mengancam eksistensi NKRI. Gelombang dahsyat kapitalisme global, di satu sisi diakui telah memberikan manfaat dan kemajuan, akan tetapi di sisi lain disadari atau tidak juga mengandung unsur-unsur penghancur dan perusak. Kondisi demikian tentunya sangat memprihatinkan, karena berpotensi mencerai-beraikan Negara-Kebangsaan (nation-state) Indonesia dalam kepingan-kepingan yang terserak dan terpecah-pecah.
NKRI dan Pancasila yang merupakan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa adalah amanat yang seyogyanya dijaga, dipelihara, dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya demi kemakmuran dan kesejahteraan segenap bangsa Indonesia secara adil dan merata, bukan diabaikan dan dicampakkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena secara historis Pancasila terbukti mampu menyelamatkan bangsa Indonesia dari ancaman Komunisme, Radikalisme, Fundamentalisme, dan Terorisme.
Kaum Nasionalis dan Nahdliyyin sebagai bagian tak terpisahkan dari bangsa yang lahir dari proses perjuangan dan perjalanan bangsa Indonesia, sangat prihatin atas kondisi bangsa yang carut-marut karena telah menjauh dari nilai-nilai Pancasila dalam menjalani kehidup berbangsa dan bernegara. Kaum Nasionalis dan Nahdliyyin harus menyatukan langkah memperbaiki kondisi itu menuju cita-cita luhur yang telah dirumuskan secara baik oleh para pendiri bangsa dengan berpegang teguh kepada nilai-nilai Pancasila. Kelahiran Aliansi Nasionalis – Nahdliyyin (selanjutnya disebut ANN) adalah diilhami oleh dasar pemikiran tersebut diatas dan merupakan bentuk nyata wadah aksi bersama warga besar nasionalis dan nahdhiyyin, dalam rangka mengawal dan melestarikan Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara. ANN merupakan wadah aspirasi politik dan koalisi ideologis cultural kaum nasionalis-nahdliyyin yang ada dalam kekuatan politik manapun, baik itu berbentuk partai politik maupun organisasi masyarakat.
VISI-MISI
ALIANSI NASIONALIS - NAHDLIYYIN
Kebersamaan Nasionalis dan Nahdliyyin juga didorong oleh kesamaan dalam meyakini : (1). Ketuhanan, bahwa bangsa Indonesia dalam menjalani kehidupan ini harus memiliki keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan; (2). Nasionalisme, bahwa bangsa Indonesia mengakui berbangsa satu bangsa Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia dan bertanah air satu tanah air Indonesia; (3). Demokrasi, bahwa bangsa Indonesia senantiasa menghargai perbedaan pendapat dalam suasana demokratis dalam semangat musyawarah untuk mufakat.
Dalam jangka pendek, ANN memandang penting dan serius akan adanya suksesi pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla dalam PILPRES 2014 sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI ke – 8, yang harus tetap berada pada koridor mengawal dan melestarikan Pancasila. Dalam jangka panjang, ANN akan setia mengawal dan melestarikan Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia yang kekal dan abadi.
ANN sebagai ormas nasional memiliki kepengurusan di tingkat pusat dan berkantor pusat di Jakarta disebut Presidium Nasional, selanjutnya ANN di tingkat propinsi/wilayah disebut Presidium Daerah, di tingkat Kabupaten/Kota disebut Presidium Cabang. Presidium Nasional ANN juga akan membentuk beberapa Satuan Tugas (SATGAS) sesuai kebutuhan.
SEKRETARIAT / KANTOR PUSAT ANN
Alamat sekretariat Presidium Aliansi Nsionalis - Nahdliyyin di Jalan Gudang Peluru Raya Blok D1 No. 2 JAKARTA SELATAN 12830 INDONESIA. Phone/Fax (62 21) 8370 6381. Email : [email protected]
PROGRAM-PROGRAM
Jangka Pendek
1. a. Deklarasi Presidium Nasional ANN
b. Deklarasi Presidium Daerah : DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulsel, Sumut, dan NTB.
2. Menjaga dan mengawal Public Opinion yang positif terhadap pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla sebagai Capres dan Cawapres dalam Pilpres 2014, sekaligus mengeliminir upaya-upaya pembentukan Opini public yang negative terhadap pasangan tersebut. Termasuk didalamnya penyelenggaraan seminar dan talkshow secara rutin di TV, Radio dan Jaringan Sosial Media.
Seminar dan Talkshow tersebut diselenggarakan dengan topik bahasan :
a. Ideologi Pancasila
b. Tantangan Ekonomi
c. Lingkungan Hidup
d. Pluralisme
e. Energi dan Pangan
f. Hukum dan Pemberantasan Korupsi
Program ini dilaksanakan secara intenif selama 3 bulan (Mei –Juli 2014)
Penanggungjawab : Ketua Presidium dibantu Sekjen.
3. Melaksanakan propaganda positif program pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla selama 5 tahun melalui berbagai pendekatan, diantaranya : Seminar-seminar, Talkshow dan event-event serupa bekerjasama dengan media massa.
Penanggungjawab : Dewan Penasehat dan Pakar yang Pro dengan visi-misi ANN.
4. Menyelenggarakan Istighosah di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
5. Pembuatan atribut-atribut untuk penguatan opini termasuk melalui jaringan sosial media.
Penanggungjawab : Sekjen dan Satgas
6. Konsolidasi suara pemilih berbasis Masjid di seluruh wilayah Indonesia dengan target perolehan suara untuk pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla +/- 10 Juta suara. Antara lain dengan rekruitmen imam dan ta’mir masjid serta masyarakat umum sebagai sel pendukung pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla.
TARGET PEMENANGAN JOKOWI – JUSUF KALLA
Aliansi Nasionalis – Nahdliyyin memiliki target untuk memenangkan pasangan Jokowi – JK dalam Pilpres 2014 adalah +/- 10 juta suara dengan asumsi sebagai berikut :
1. Asumsi Jumlah Pemilih 180 juta orang (DPT KPU 187-190 juta)*
2. Pemilih yang menggunakan hak pilihnya sebesar 75% x 180 juta = 135 juta orang
3. Target Nasional Pemenangan Jokowi – JK sebesar 60% x 135 juta = 81 juta suara
4. Asumsi suara hasil koalisi partai PDIP, PKB, Hanura dan Nasdem 35% x 135 juta = 43 juta suara
5. Kekurangan suara yang harus diperoleh adalah 38 juta
6. Target ANN akan berupaya meraih +/- 10 juta suara melalui masjid-masjid, gereja-gereja, vihara, pura, ormas-ormas, dan masyarakat umum.
PRESIDIUM NASIONAL
ALIANSI NASIONALIS – NAHDHIYYIN
KETUA DEWAN PENASEHAT :
1. Prof. DR. Letjen (TNI) H. AM. Hendro Priyono
2. KH. DR (HC) As’ad Sa’id Ali
3. DR. H. Marzuki Usman
4. KH. Drs. H. Muhyiddin Arubusman
5. Drs. Sunarto Suardiatmojo, MA,.MBA.
6. DR. Hadidjojo Nitimihardjo
7. KH. Drs. Amrullah Zakaria
8. H. Ali Mubarak, SE
KETUA PRESIDIUM :
1. Edwin Henawan Soekowati
2. KH. Maman Imanul Haq
3. Ir. Poltak Sitanggang
4. Sirra Prayuna, SH
5. Drs. Saiful Bahri Anshori, MP
6. Bob R. Randilawe, SIP, MSi
7. Amsar Dulmanan, SIP, Msi
8. Marihot Siahaan, SH, MH
9. Jeffrey Titahalawa
10. Mustika Ali Sani, SH
11. Hendi Kariawan, SE
SEKRETARIS JENDERAL :
KH. Drs. Muzakky Kholis, SH
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
1. Drs. Wahyuddin Ghozali
2. Erwin Usman
3. Drs. Muiz Ali Murtadho
4. Danny Tambahani
5. Ir. Arief Suhaemi
6. Abdul Malik
7. Andi Muhammad Rusli, SE
8. Alwin Togih
BENDAHARA UMUM :
Tigor Simanjuntak, Ak
WAKIL BENDAHARA :
1. Bogan Tanardi, SE
2. Afwan Maksum
3. Ir. Ekki Agustyoso
4. Rully Frulianto
5. H. Rusdi Ana
6. Ir. Sumarlin
SATGAS-SATGAS ANN :
I. Satgas Aksi Lapangan & Mobilisasi Massa
Kordinator : Billy
Anggota : Ridho
Radit
M. Huda/Ahong
II. Satgas IT / Media Sosial
Kordinator : Ir. Agus Salahuddin, MTI
Anggota : Ir. Murni Khuarizmi
Dll.
III. Satgas Kesekretariatan & Media Centre
Kordinator : Haerudin Anwar
Anggota : Nawawi Ahmad, SH
Mahmud Hamdani
IV. Satgas Hubungan Antar Lembaga
Kordinator : Benjamin Ketang, MA
Anggota : Jaeni Ismail, SE
Theo Soolany
Jakarta, 25 Mei 2014
PRESIDIUM NASIONAL
ALIANSI NASIONALIS NAHDLIYYIN
Edwin Henawan Soekowati Muzaki Kholis
Ketua Sekjen