Syekh dr. Prof. Asep Rohendi Syabani Hidayatullah

Syekh dr. Prof. Asep Rohendi Syabani Hidayatullah

Share

• ASN/PNS Gol.

Dosen & Maintenance.
• Penyelenggara Pendidikan (Guru, Dosen, Guru Besar, dan lain-lain.).
• TNI/POLRI.
• Pemerintah RI.
• Sultan NBG.
• Pengusaha Nasional-Internasional.
• Owner-Pimpinan Pusat (Tetap) Agama Islam Se-Alam Semesta.

Photos from Syekh dr. Prof. Asep Rohendi Syabani Hidayatullah's post 01/05/2026

Selamat Hari Buruh Internasional!

01/05/2026

Nabi Muhammad saw merupakan teladan yang tidak pernah lapuk oleh zaman. Setiap napas kehidupannya menyimpan segudang teladan yang tak pernah kering. Salah satu pelajaran yang beliau sampaikan kepada umatnya adalah etos kerja yang luar biasa. Menjadi seorang rasul, pemimpin umat, dan terlahir dari nasab Quraisy mulia, tidak menghalangi putra Abdullah ini untuk mencari penghidupan secara mandiri.

Realitas ini seolah menampar sebagian orang yang terkadang masih s**a berpangku tangan atau bahkan mencari nafkah dengan jalan yang salah. Dalam sabdanya, Rasulullah sendiri menyampaikan bahwa profesi yang paling baik adalah yang dikerjakan dengan jeri payah sendiri.

Pertama, berdagang. Hal ini juga sempat dirasakan oleh Nabi Muhammad saw. Pada usia 25 tahun beliau pergi ke Syam untuk berdagang dengan ditemani Maisarah, pembantu Siti Khadijah. Beliau membawa komoditas Khadijah dengan sistem bagi hasil. Bermodal keterampilan niaga dan kejujuran, semua dagangannya habis terjual dan berhasil memperoleh keuntungan yang memuaskan.

Profesi lain yang pernah Nabi geluti adalah menggembala kambing. Hal ini dilakukannya tepat ketika berada di bawah asuhan sang paman, Abu Thalib. Menyadari kondisi ekonomi pamannya sedang kurang membaik, Muhammad kecil berinisiatif untuk menggembala kambing milik orang-orang Arab dengan imbalan beberapa dinar. Meski awalnya Abu Thalib keberatan, akhirnya ia mengizinkannya juga.

Dari kisah profesi Nabi Muhammad di atas dapat dipetik hikmah. Mencari rezeki dari jeri payah sendiri yang halal merupakan ajaran penting dalam Islam. Saat pengangguran masih menjadi problem besar negeri ini, meneladani sosok rasul sangat penting. Hidup sebagai nabi, pemimpin umat, dan lahir dari nasab mulia, tidak membuat beliau gengsi meski harus menjadi seorang penggembala kambing.

Photos from Syekh dr. Prof. Asep Rohendi Syabani Hidayatullah's post 01/05/2026

Kita bahas juga Agama Kristen Internasional.

01/05/2026

Banyak orang mengira menjadi seorang wali seperti Sunan Gunung Jati adalah kehidupan yang penuh kemuliaan dan kenyamanan. Padahal, kenyataannya jauh dari itu. Sepanjang hidupnya, beliau mendedikasikan hampir seluruh waktunya untuk dakwah dan perjuangan menegakkan Islam. Hidupnya bukan tentang kemewahan, melainkan tentang pengorbanan, keikhlasan, dan keteguhan hati dalam menghadapi berbagai ujian.

Dengan usia yang sangat panjang, sekitar 120 tahun, Sunan Gunung Jati harus menyaksikan satu per satu orang-orang terdekatnya wafat lebih dahulu. Istri dan anak-anaknya banyak yang meninggal sebelum dirinya. Ujian ini tentu bukan hal ringan, karena kehilangan orang-orang tercinta berulang kali adalah kesedihan yang mendalam. Namun, beliau tetap tegar dan terus menjalankan tugasnya sebagai seorang wali dengan penuh kesabaran dan keimanan.

Di akhir hayatnya, Sunan Gunung Jati menunjukkan keteladanan luar biasa dalam kesederhanaan. Beliau wafat di sebuah ruangan sederhana yang juga menjadi tempat tafakurnya, hanya beralaskan tikar anyaman daun dan berbantal batu. Tidak ada kemewahan yang menyertainya, meskipun beliau adalah seorang raja. Dari sini kita belajar bahwa kemuliaan sejati bukan terletak pada harta dan kekuasaan, melainkan pada keikhlasan, pengabdian, dan kedekatan kepada Allah.

01/05/2026

Ternyata dahulu itu ada 2 periode Wahabi ya! Yang satu periode Wahabi kelompok Wahabi sesat Bapak Abdul Wahhab bin Rustum, dan yang satu lagi periode Wahabi kelompok Wahabi Islam Sunnah Bapak Muhammad bin Abdul Wahhab atau periode ini disebut periode Muhammadi kelompok Muhammadi Bapak Muhammad bin Abdul Wahhab.

01/05/2026

Tambahan pembahasan tentang Islam mengenai keislaman di seluruh jagad raya Se-Alam Semesta ini.

Masih oleh Bapak Syaikh J.B. Srsn. Prof. Dr. K.H Asep Rohendi Syabani Hidayatullah, Lc., MA, Ph.D.
Link: https://www.facebook.com/share/18dgm5Bh5T/

Perbedaan antara Sunni, Syiah, dan Wahabi berakar pada dinamika sejarah serta metodologi teologis yang membentuk karakteristik masing-masing dalam tubuh umat Islam. Sunni menitikberatkan pada konsensus komunitas dan tradisi para sahabat Nabi sebagai landasan kepemimpinan, sementara Syiah memegang teguh konsep Imamah yang meyakini hak kepemimpinan spiritual dan politik berada pada garis keturunan suci Ahlul Bayt. Di sisi lain, Wahabi hadir sebagai gerakan purifikasi di dalam lingkup Sunni yang berfokus pada pemurnian akidah dan pembersihan praktik keagamaan dari unsur yang dianggap bid'ah demi kembali pada ajaran murni generasi salaf. Ketiganya merepresentasikan kekayaan spektrum pemikiran Islam dalam upaya memahami otoritas agama, sejarah kepemimpinan, dan implementasi syariat di tengah perubahan zaman.

28/04/2026

Kesuksesan hidup bukan tentang memenuhi ekspektasi orang lain, melainkan tentang menjalani proses yang berarti bagi diri sendiri.

Sukses sejati adalah ketika kita bisa memberikan yang terbaik untuk diri sendiri dan orang-orang terdekat yang selalu ada dalam setiap langkah kita. Mereka yang mendukung tanpa syarat adalah alasan terbesar untuk terus melangkah.

Jadi, jalani perjalananmu dengan tujuan yang tulus, bukan sekadar pembuktian. ✨

dan selamat beraktivitas, sobat industri.

Want your business to be the top-listed Government Service in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

http://www.islam.com/, http://www.ijazahprofdrkhaseprsh1989.blogspot.com

Address


Istana Negara Republik Indonesia
Jakarta