YPAMJ

Call Website

YPAMJ Pelestari Budaya Jawa, Pelatihan Meditasi, Motivasi, Spiritual dan Alternative Health

21/09/2026

. PIWULANG RASA
KAWRUH JENDRA HAYUNINGRAT

Piwulang Pembuka

Salam Rahayu.

Pernahkah panjenengan merasa hidup seperti berjalan di tempat?

Sudah berusaha, sudah berdoa, sudah berpikir mencari jalan keluar, tetapi persoalan seolah tidak pernah selesai. Yang satu belum rampung, datang lagi yang lain. Pikiran semakin ramai, hati semakin berat, dan tubuh pun ikut merasakan lelah.

Kadang kita mengira, hidup menjadi kusut karena persoalannya terlalu banyak.

Namun cobalah berhenti sejenak.

Mungkin bukan persoalannya yang terlalu banyak.

Mungkin batin kita yang terlalu ramai.

Kita terlalu lama mendengarkan suara-suara dari luar, sampai lupa mendengarkan suara yang ada di dalam diri.

BERHENTI SEJENAK

Dalam kehidupan sehari-hari, kita lebih sering mencari jawaban ke luar.

Ketika "bingung", kita bertanya.

Ketika "takut", kita mencari pegangan.

Ketika "menghadapi masalah", kita mencari berbagai cara untuk segera menyelesaikannya.

Semua itu tidak salah.

Tetapi ada satu tempat yang sering kita lupakan:

diri kita sendiri.

Ada saatnya kita tidak perlu segera menjawab.

Tidak perlu segera bertindak.

Tidak perlu segera menyelesaikan semuanya.

Cukup berhenti.

Duduk dengan tenang.

Tarik napas perlahan.

Kemudian rasakan apa yang sedang terjadi di dalam diri.

Sebab ada kalanya jalan keluar bukan tidak ada.

Kita-nya saja yang belum cukup hening untuk melihatnya.

DAYA BATIN DAN RASA

Dalam piwulang ini kita menggunakan istilah daya batin untuk menggambarkan kekuatan hidup yang kita rasakan dalam menjalani keseharian: kemampuan untuk berpikir, merasakan, bergerak, bertahan, beristirahat, dan bangkit kembali.

Daya batin bukan sesuatu yang perlu kita kejar dari luar.

Ia perlu dikenali, dirawat, dan ditata.

Ketika pikiran terus bekerja tanpa jeda, ketika perasaan dipendam terlalu lama, ketika tubuh kurang beristirahat, sering kali kita merasa daya hidup menjadi surut.

Sebaliknya, ketika kita mampu memberikan ruang untuk bernapas, beristirahat, merasakan, dan menenangkan pikiran, tubuh dan batin sering kali terasa lebih ringan.

Karena itu, merawat diri bukan hanya soal makanan dan istirahat.

Ada bagian lain yang tidak kalah penting:

bagaimana kita memperlakukan pikiran dan perasaan kita sendiri.

NAPAS: PINTU KEMBALI KEPADA DIRI

Ada satu hal yang selalu menemani kita sejak lahir hingga saat ini:

"napas."

Ketika takut, "napas" berubah.

Ketika marah, "napas" berubah.

Ketika gelisah, "napas" menjadi pendek dan tergesa-gesah.

Ketika "hati mulai tenteram", napas pun perlahan menjadi lebih teratur.

Karena itu, napas dapat menjadi jalan sederhana untuk kembali kepada kesadaran.

Tidak perlu melakukan sesuatu yang rumit.

Duduklah sebentar.

Tarik napas perlahan melalui hidung.

Rasakan perut bergerak.

Kemudian hembuskan dengan lembut.

Tidak perlu mengejar pengalaman apa pun.

Tidak perlu berharap melihat sesuatu.

Cukup merasakan.

Masuk...

Keluar...

Masuk...

Keluar...

Di situlah kita mulai belajar mengenali rasa.

RASA BUKAN SEKADAR PERASAAN

Orang Jawa mempunyai satu kata yang sangat dalam:

"RASA."

Rasa bukan hanya senang atau sedih.

Rasa adalah kemampuan untuk mengetahui apa yang sedang terjadi dalam diri tanpa harus langsung terbawa olehnya.

Ketika "marah," kita tahu bahwa kita sedang marah.

Ketika "takut", kita tahu bahwa kita sedang takut.

Ketika "sedih" , kita tahu bahwa kita sedang sedih.

Tetapi kita tidak harus menjadi bagian dari kemarahan itu.

Tidak harus menjadi bagian dari ketakutan itu.

Tidak harus tenggelam dalam kesedihan itu.

Kita belajar melihatnya.

Merasakannya.

Memahaminya.

Kemudian membiarkannya berlalu dengan kesadaran.

Inilah awal perjalanan rasa.

KEHENINGAN YANG MENGURAI KEKUSUTAN

Keheningan bukan berarti tidak mempunyai pikiran.

Keheningan juga bukan berarti melarikan diri dari masalah.

Hening adalah ketika kita tidak terus-menerus mengikuti setiap pikiran yang muncul.

Pikiran datang, kita sadari.

Perasaan muncul, kita rasakan.

Napas bergerak, kita ikuti.

Tanpa harus melawan.

Tanpa harus mengejar.

Tanpa harus memberikan penilaian kepada semuanya.

Sedikit demi sedikit, kegaduhan batin mulai berkurang.

Dan ketika kegaduhan berkurang, sesuatu yang sebelumnya tertutup oleh keramaian mulai dapat kita lihat.

Diri kita sendiri.

SEBUAH AWAL, BUKAN SEBUAH AKHIR

Piwulang ini bukan mengajak panjenengan untuk meninggalkan kehidupan.

Justru sebaliknya.

Kita belajar kembali ke dalam diri agar dapat menjalani kehidupan di luar dengan lebih jernih.

Kita tetap bekerja.

Tetap berkarya.

Tetap menghadapi persoalan.

Tetap berhubungan (sosialisasi) dengan keluarga dan sesama.

Tetapi kita belajar agar tidak setiap persoalan masuk dan menguasai seluruh batin kita.

Sebab hidup tidak mungkin selalu tenang.

Yang dapat kita latih adalah kemampuan untuk kembali kepada ketenangan.

Kembali kepada napas.

Kembali kepada rasa.

Kembali kepada kesadaran.

Dan perlahan belajar mengenali diri sendiri.

PERJALANAN PIWULANG RASA YPAMJ

Apa yang kita bicarakan hari ini baru sebuah pembuka.

Masih ada perjalanan yang akan kita tempuh bersama.

Kita akan belajar mengenali eling, agar tidak mudah lupa kepada diri.

Belajar waspada, agar tidak begitu saja hanyut oleh pikiran dan perasaan.

Belajar rumangsa, agar mampu mendengarkan apa yang sedang terjadi di dalam diri.

Belajar sadar, agar mampu melihat tanpa selalu terbawa.

Belajar hening, agar batin mempunyai ruang untuk melihat dengan jernih.

Dan akhirnya belajar sembah rasa, yaitu mengembalikan seluruh perjalanan batin kepada Gusti Kang Murbeng Dumadi.

Semua itu tidak cukup hanya dibaca.

Ia perlu dirasakan dan dilakoni.

UNDANGAN UNTUK BELAJAR BERSAMA

Karena itu, bagi panjenengan yang ingin mengenal lebih jauh tentang meditasi, olah napas, pengenalan rasa, keheningan, dan latihan kesadaran diri, Sanggar Yayasan Puri Asih Mustika Jawa (YPAMJ) membuka ruang untuk belajar bersama melalui kelas pelatihan meditasi secara gratis.

Tidak perlu merasa sudah pandai.

Tidak perlu mempunyai pengalaman khusus.

Tidak perlu datang sebagai orang yang sudah mengerti.

Datanglah sebagaimana adanya.

Kita belajar bersama.

Kita duduk bersama.

Kita diam bersama.

Dan perlahan belajar mendengarkan apa yang selama ini mungkin tertutup oleh riuhnya kehidupan.

Sebab perjalanan ke dalam diri tidak selalu membutuhkan langkah yang jauh.

Kadang ia hanya membutuhkan satu keberanian sederhana:

berhenti sejenak...
diam...
menarik napas...
dan mulai merasakan.

Semoga dari rasa lahir kesadaran.

Dari kesadaran lahir kejernihan.

Dari kejernihan lahir ketenteraman.

Dan dari ketenteraman, semoga laku kita semakin membawa rahayu bagi diri, sesama, dan alam kehidupan.

Salam Rahayu.
Rahayu ing batin, tentrem ing rasa, lan becik ing laku...🙏🙏🙏

YPAMJ pada saat perform di perayaan Ulang Tahun RRI ke 81 dirayakan dengan RRI JEMBER FEST 2026
14/09/2026

YPAMJ pada saat perform di perayaan Ulang Tahun RRI ke 81 dirayakan dengan RRI JEMBER FEST 2026

14/09/2026

. NGAJI KITAB TELES

ENEM PIWULANG BAB LAKU URIP

Minangka Pangudharaning Kawruh Jendra Hayuningrat

Salam Rahayu 🙏🙏

Sedulur YPAMJ ingkang kula tresnani,

Kadhangkala kita rumangsa wis nglakoni manéka cara, wis ndedonga, wis tapa brata, wis ngudi kawruh, nanging urip isih kaya mandheg ing papan panggonan. Ana kalané kita banjur takon:

“Apa sih sejatiné sing bisa ndadèkaké lakuning uripku iki koq ora bisa maju-maju?”

Kawruh Jendra Hayuningrat ora mulang kita supaya nyalahaké jagad, apa manéh nyalahaké wong liya, utawa tengar-tenger mung ngentèni mukjijat saka njaba diri.

Kosok baliné, kita diajak mulat sarira lan ngudi kasampurnaning laku.

Saka pangertén iku, ana enem piwulangé Eyang Guru Batin kita, kang bisa dadi pepadang:

1. PIWULANG TIMBALIK

“Apa kang kok tandur, iku kang bakal kok kundhuh.”

Urip iku kaya lemah. (Mungkin iki sing di arani menungsa kacipta saka lemah)

Apa kang ditandur ing njero ati, iku sing bakal tuwuh ing laku.

Yèn saben dina kita nandur nesu, rasa curiga (sujanan), drengki, lan sengit, aja gumun menawa batin dadi kebak pepeteng.

Nanging yèn kita nandur pangapura, welas asih, kejujuran, lan pangerten, alon-alon batin kita uga bakal ngasilaké katentreman.

Mula timbal balik ora kudu dipahami minangk “semesta bakal langsung mbales.”*

Nanging luwih dhisik mangertènana:

👉 Saben pikiran mbentuk sikap.
👉 Saben sikap mbentuk tumindak.
👉 Saben tumindak mbentuk pakulinan.
Lan pakulinan iku sing mbentuk dalaning urip.

Mula, ngati-ati marang apa sing saben dina kita tandur.

2. PIWULANG KAWIKANAN DIRI

“Wong sing ora wanuh marang awake dhewe, gampang digawa dening jagad.”

Ana wong sing uripé tansah manut swarané wong liya.

Dipujo-puji, bungah.
Dijèléki, nesu.
Ditampa, rumangsa aji.
Ditolak, rumangsa ora ana regané.

Kawruh Jendra Hayuningrat ngajak kita bali marang njero.

Sapa aku iki?
Apa sing sejatiné dakgoleki?
Apa kang dadi kekuwatanku?
Apa kang dadi kelemahanku?
Lan apa aku wis bisa mimpin awakku (diriku) dhewe?

Sebab wong sing durung bisa nguwasani pikirané dhéwé, kerep kepengin nguwasani wong liya.

Padahal kadigdayan sejati dudu nalika kita bisa ngalahaké wong liya.

Kadigdayan sejati yaiku nalika kita bisa ngalahaké pamrih, wedi, nesu, lan keserakahan ing njero diri.

3. PIWULANG UTANG LELAKON

“Ora ana tumindak kang tanpa tilas.”

Saben tumindak ninggalaké tilas.

Tembung (kata-kata) bisa ninggalaké tatu.
Kabecikan bisa ninggalaké pepadang.
Pengkhianatan bisa ngrusak kapercayan.
Kejujuran bisa mbangun kamulyan.

Mula aja nganggep menawa sawijining tumindak dadi ora ana akibaté mung amarga ora ana wong sing weruh.

Ana akibat kang katon ing njaba.

Ana uga akibat kang tuwuh alon-alon ing njero diri.

Wong sing kerep goroh, pungkasane kudu urip kanthi wedi marang kabuktené gorohé.

Wong sing kerep ngapusi, pungkasane angel percaya marang wong liya.

Wong sing seneng nglarani, bisa waé sawijining dina urip ing donya sing ora maneh maringi rasa aman marang awaké dhéwé.

Iki dudu paukuman saka “semesta” kang kudu dipahami kanthi gaib.

Iki bisa dadi wewaler saka hukum sebab lan akibat ing lakuning manungsa.

Mula luwih becik milih bener senajan angel, tinimbang menang kanthi cara kang ndadèkaké batin ora tentrem.

4. PIWULANG WATESING DIRI

“Ora kabeh kang ana ing njero ati kudu diumbar marang jagad.”

Ana perkara kang kena dicritakaké.

Ana perkara kang luwih becik disimpen waé.

Ana kawruh kang kena diwulangaké.

Ana uga kawruh kang kudu ditampa kanthi laku lan pangalaman.

Ora saben wong kudu ngerti kabeh bab awakmu.

Ora saben wong kudu ngerti perjuanganmu.

Ora saben wong kudu ngerti pandongamu.

Lan ora kabeh perkara kang sakral kudu digawa menyang papan kang rame.

Meneng ora ateges wedi.
Meneng kadhangkala minangka tandha wis ngerti regane sawijining perkara.

Ing jagad kang saben wong kepengin katon lan diakoni, kemampuan kanggo njaga wates diri iku sawijining kabecikan.

Nanging wates diri aja nganti malih dadi tembok kesombongan.

Wates iku kanggo njaga katentreman, dudu kanggo ngremehaké sesami.

5. PIWULANG WAKTU

“Ora kabeh kang durung kelakon iku ateges ora bakal kelakon.”

Ana wiji kang tuwuh sajrone sawetara dina.

Ana wit kang mbutuhake pirang-pirang taun.

Mangkono uga urip.

Kadhangkala lawang ditutup ora amarga kita ora pantes mlebu, nanging amarga wektu kita durung tekan.

Nanging ing kéné kita kudu ngati-ati.

Aja saben kegagalan diarani:

“Semesta durung maringi wektu.”

Bisa uga pancèn wektu durung pas.

Nanging bisa uga awak kita sing durung siap.

Mula nalika lawang durung mbukak, aja mung ngentèni.

Sinaua.
Benerna awakmu dhéwé.
Tambahana kawruhé.
Matengna wataké.
Resikana pamrihé.

Supaya nalika lawang kuwi pungkasané mbukak, kita ora mung wis nemokaké kesempatan, nanging uga wis dadi pribadi kang pantes nampani kesempatan kasebut.

6. PIWULANG GAYUTING BATIN

“Apa kang kerep dipangan pikiran, bakal nguwataké wujud ing laku.”

Pikiran iku dudu barang cilik.

Apa kang kerep kita pikiraké bakal mengaruhi apa kang kita deleng.

Wong kang tansah wedi marang bebaya bakal luwih gampang weruh ancaman.

Wong kang kebak curiga bakal luwih gampang maca tumindak wong liya minangka pengkhianatan.

Kosok baliné, wong kang duwé pangarep-arep bakal luwih gampang nemokaké kemungkinan.

Mula jaganen pikiranmu.

Nanging aja nganti salah pangerten:

Ora ateges kabeh kedadeyan ala iku amarga pikiran kita kurang positif.

Urip tetep nduwèni perkara kang ora bisa kita kontrol.

Ana penyakit, kacilakan, kelangan, pati, pengkhianatan, lan musibah kang ora bisa dijelasake mung kanthi “frekuensi pikiran”.

Sing bisa kita olah yaiku:

kepiyé batin kita nanggapi kedadéyan kasebut.

Ing kono dumunung sawijining kabébasan kang wigati.

PUNJERÉ PIWULANG

Yèn enem piwulang iki diringkes, sejatiné kabeh bali marang siji perkara:

MULAT SARIRA.

Aja kesusu takon:

“Apa sing salah karo jagad iki?”

Nanging takonana dhisik:

“Apa sing kudu dakdeleng saka njero awaku (diriku) dhewe?”

Sebab kawruh kang sejati ora mung ndadèkaké wong bisa ngerti perkara kang ora katon.

Kawruh kang sejati kudu bisa ndadèkaké:

👉 Pikiran luwih wening,
👉 Ati luwih adem,
👉 Tembung wicara luwih ngati-ati,
👉 Tumindak luwih becik,
lan
👉 Sesrawungan luwih migunani tumrap sesami..

Iki kang bisa kita sebut minangka laku Jendra Hayuningrat:

☝ Ngudi kaweninganing cipta,
☝ Ngudi katentreman sajroning rasa,
lan
☝ Ngudi kabecikan sajroning tumindak.

Ora perlu kesusu nguber “frekuensi” sing dhuwur.

Ora perlu ngaku wis tekan tingkat kasukman kang paling dhuwur.

Amarga ukuraning laku dudu sepira dhuwuré pengakuan kita babagan spiritualitas.

Ukuraning laku yaiku sepira becike kita nalika ora ana wong kang ndeleng.

Lan mbokmenawa ing kono rahasia paling sederhana saka kawruh iki:

Yèn kepengin donya luwih becik, wiwitana saka cara kita ngolah awake dhewe.

Salam Rahayu.
Rahajeng nglampahi laku.
Mugi tansah pinaringan pepadang, kaweningan cipta, saha katentreman ing sajroning manah.
Rahayu Sagung Dumadi

— Piwulang Kawruh Jendra Hayuningrat
Yayasan Puri Asih Mustika Jawa (YPAMJ)

Masih tentang Pengetan Suro 1960 (4 Juli 2026) di Yosowilangon Lumajang.
08/07/2026

Masih tentang Pengetan Suro 1960 (4 Juli 2026) di Yosowilangon Lumajang.





Kenang-kenangan Pengetan Suro 1960 di Padepokan Tirta Amurwabhumi Yosowilangon Lumajang
08/07/2026

Kenang-kenangan Pengetan Suro 1960 di Padepokan Tirta Amurwabhumi Yosowilangon Lumajang





*MONOLOG HARI JADI KE-10**YAYASAN PURI ASIH MUSTIKA JAWA (YPAMJ)*Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Salam rahay...
08/07/2026

*MONOLOG HARI JADI KE-10*
*YAYASAN PURI ASIH MUSTIKA JAWA (YPAMJ)*

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam rahayu. Rahajeng. Shalom. Om Swastyastu. Namo Buddhaya. Salam kebajikan. Berkah Delam Gusti 🙏

Hari ini, 8 Juli 2026, adalah hari yang istimewa. Hari ketika Yayasan Puri Asih Mustika Jawa genap menapaki usia satu dasawarsa. Sepuluh tahun bukanlah sekadar hitungan waktu, melainkan jejak perjuangan, pengabdian, air mata, doa, persaudaraan, serta keyakinan bahwa budaya leluhur adalah cahaya yang patut dijaga dan diwariskan.

Atas nama pribadi, sebagai pinisepuh sekaligus pendiri Yayasan Puri Asih Mustika Jawa, saya menghaturkan sembah nuwun yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga besar YPAMJ.

Terima kasih kepada seluruh siswa Jendra, para simpatisan, para sahabat, dan seluruh pihak yang selama ini berjalan bersama, menjaga nyala semangat agar tidak pernah padam.

Rasa hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada para penggagas lahirnya yayasan ini, Romo Kristanto Puji Sutrisno, Benedictus Boli Ujan beserta Ibu Elizabeth Padmi Andani, serta pendamping hidup saya tercinta, Endah Pirenaningdyah, yang dengan kesabaran, ketulusan, dan doa telah menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang ini.

Penghargaan yang sama saya persembahkan kepada para pengurus yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya.

Kepada kepengurusan perdana, Saudara Bagus Wijaya selaku Ketua, Saudara Eko Teguh Santana selaku Sekretaris, dan Saudara Iwan Sugiarista selaku Bendahara.

Serta kepada kepengurusan periode kedua, Saudara Dodiek Dwi Cahyono, S.E. selaku Ketua, Saudara Fathoni Wahyudi, S.Kom. selaku Sekretaris, dan Saudara Eko Devi Rudianto, S.AP. selaku Bendahara.

Panjenengan semua telah menorehkan jejak pengabdian yang akan selalu menjadi bagian dari sejarah YPAMJ.

Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh mitra seperjuangan yang selama ini membangun sinergi kebudayaan bersama kami, yaitu Dewan Kesenian Jember (DKJ), SRAWUNG SASTRA, BALE RW, HASTARINI, RRI, NARA GARDEN, TIRTA AMURWABHUMI, PERSADA, ILMU SEJATI, MATRA, UMAH WETAN, REK, VILLA CAFE KOPI REMBANGAN, VILLA KUNING REMBANGAN, HOTEL REMBANGAN, UNEJ, POLTEK JEMBER, UINHAS, UNIPAR dan SIJ.

Tak lupa juga saya sampaikan trinakasih kepada Raden Deddy Endarto Wilwatikta , pak Basis Wanto , DR Eko Suwargono, DR Ikwan Setiawan yang terus memotivasi kami dengan segala bentuk supotnya. Mas Wisnu, Cak Sid, Mas Anto Kopi Senget, Gus Oong, Gus Baikun, Gus Saif, RAPI dan ORARI Jember.

Semoga tali persaudaraan ini terus bertumbuh menjadi kekuatan yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.

Sepuluh tahun adalah awal dari perjalanan yang lebih panjang. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Masih banyak ilmu yang harus digali. Masih banyak generasi muda yang perlu diajak mencintai akar budayanya sendiri.

Harapan saya sederhana, namun besar maknanya.

Semoga Yayasan Puri Asih Mustika Jawa tetap menjadi rumah bagi siapa pun yang ingin belajar dengan rendah hati.

Menjadi ruang bertemunya ilmu, budaya, spiritualitas, dan kemanusiaan.

Menjadi pelita yang menerangi tanpa membakar.

Menjadi pohon yang menaungi tanpa memilih siapa yang berteduh.

Dan menjadi jembatan yang menghubungkan warisan leluhur dengan masa depan Indonesia.

Mari kita rawat yayasan ini bukan karena nama, bukan karena jabatan, melainkan karena panggilan pengabdian.

Sebab organisasi dapat berdiri karena anggaran dasar, tetapi hanya akan bertahan karena kejujuran, persaudaraan, dan ketulusan hati para anggotanya.

Akhirnya, marilah kita menengadahkan hati.

Ya Gusti Ingkang Maha Asih...

Anugerahilah Yayasan Puri Asih Mustika Jawa dengan kebijaksanaan dalam setiap langkahnya.

Satukan hati seluruh keluarga besarnya dalam semangat gotong royong dan welas asih.

Jauhkan kami dari perpecahan, kesombongan, dan kepentingan pribadi yang dapat merusak cita-cita luhur yang telah dirintis bersama.

Limpahkan kesehatan, keselamatan, umur panjang, rezeki yang berkah, dan kekuatan lahir batin kepada seluruh pengurus, para guru, siswa Jendra, simpatisan, serta seluruh sahabat perjuangan kami.

Semoga setiap langkah pengabdian menjadi laku yang berbuah kemanfaatan bagi sesama.

Mugi YPAMJ tansah pinaringan rahayu, kawilujengan, katentreman, kamulyan, saha tansah pinayungan dening Gusti Kang Murbeng Dumadi.

Sugeng Ambal Warsa kaping sedasa, Yayasan Puri Asih Mustika Jawa.

Mari kita terus berjalan bersama.

Merawat budaya.

Menjaga martabat.

Menghidupkan nilai-nilai luhur Nusantara.

Rahayu... Rahayu... Rahayu...🙏🙏

Mider Jagad YPAMJ acara Mubeng Benteng ala kraton Jogjakarta. Senin malam, 15 Juni 2026 jam 22.00 sampai selesai
25/05/2026

Mider Jagad YPAMJ acara Mubeng Benteng ala kraton Jogjakarta. Senin malam, 15 Juni 2026 jam 22.00 sampai selesai

Tonton, ikuti, dan temukan lebih banyak konten yang sedang trending.

Mumpung momentum ulang tahun mas Yayan. Nitip foto-foto lama perjalanan mas Yayan bersama YPAMJ  di sini.
08/04/2026

Mumpung momentum ulang tahun mas Yayan. Nitip foto-foto lama perjalanan mas Yayan bersama YPAMJ di sini.

UCAPAN ULANG TAHUN UNTUK MAS YAYANSugeng Tanggap Warsa, Mas Yayan @⁨Yayan YPAMJ⁩ Di hari yang penuh berkah ini, segenap ...
08/04/2026

UCAPAN ULANG TAHUN UNTUK MAS YAYAN

Sugeng Tanggap Warsa, Mas Yayan @⁨Yayan YPAMJ⁩

Di hari yang penuh berkah ini, segenap keluarga besar YPAMJ ingin menghaturkan selamat ulang tahun yang paling hangat.

Meskipun saat ini kesibukan membuat langkah Mas Yayan tidak sesering dulu di dalam aktivitas harian yayasan, namun bagi kami, *kontribusi, pemikiran, dan perhatian* yang pernah serta tetap Mas Yayan berikan adalah pondasi yang tak ternilai harganya.

Pengabdian Mas Yayan telah menjadi bagian dari nafas perjalanan organisasi ini.

Kami mendoakan agar di usia yang baru ini, Mas Yayan senantiasa:

PINARINGAN BERKAH KAWILUJENGAN (Diberi berkah keselamatan dan kesehatan).

DITEBIHAKEN SAKING SAMBEKALA (Dijauhkan dari segala rintangan).

LANCAR SEDAYA URUSANIPUN serta terus menjadi inspirasi bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Terima kasih telah terus membersamai kami dalam doa dan perhatian.

Semoga silaturahmi ini tetap terjaga selamanya.
Salam Rahayu, Rahayu, Rahayu mas Yayan sak brayat agung 🙏🙏

Sugeng Ambal Warsa, Bunda Rohani 🎂(Abdi Dalem Pawon Prabea - YPAMJ)APRESIASI UNTUK SANG PENJAGA DAPUR BUDAYASelamat ulan...
07/04/2026

Sugeng Ambal Warsa, Bunda Rohani 🎂
(Abdi Dalem Pawon Prabea - YPAMJ)

APRESIASI UNTUK SANG PENJAGA DAPUR BUDAYA
Selamat ulang tahun kami haturkan kepada Bunda Rohani, sosok ibu dan pendidik dalam Kawruh Jendra Hayuningrat YPAMJ yang dengan penuh ketulusan mengemban amanah sebagai *Emban Pawon Prabea*.

Tugas panjenengan bukan sekadar menyiapkan konsumsi, melainkan memastikan "NADI" kehidupan di setiap pagelaran budaya Jawa tetap berdenyut.

Melalui tangan dingin Bunda, setiap hidangan yang tersaji menjadi pelengkap sempurnanya pelestarian budaya yang di laksanakan oleh YPAMJ.

Dedikasi Bunda di dapur adalah bentuk cinta yang nyata bagi kelancaran setiap hajat kita bersama.

DOA DAN HARAPAN TERBAIK
Di hari yang bahagia ini, kami segenap keluarga besar YPAMJ mendoakan:

KESEHATAN & KEBERKAHAN:
Semoga Bunda senantiasa dikaruniai kesehatan yang prima, kekuatan, dan umur yang panjang agar terus bisa membimbing kami semua.

KEBAHAGIAAN KELUARGA:
Semoga Bunda selalu menjadi cahaya bagi suami, anak-anak, menantu, hingga cucu-cucu tercinta. Teriring doa agar keluarga Bunda selalu rukun, ayem tentrem, dan penuh kasih sayang.

KELANCARAN BERKARYA:
Semoga semangat Bunda dalam melayani di YPAMJ menjadi amal jariyah yang tak terputus dan inspirasi bagi generasi muda tentang arti sebuah pengabdian.

Terima kasih atas senyum tulus dan kerja keras panjenengan yang tak kenal lelah, Bunda.

Tetaplah menjadi sosok yang mengayomi dengan kasih sayang seorang ibu.

🙏 *Rahayu, Rahayu, Rahayu.* 🙏

Address

Kantor :Jalan Panjahitan XII Blok A No. 02 RT. 001 RW. 026 Kel. Kebonsari Kec. Sumbersari Kab Jember Prop. Jatim 68122
Jember
68127

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when YPAMJ posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share