Kebumen Beriman

Contact the organization

Kebumen Beriman 🚨disclaimer : bukan akun resmi pemerintah kabupaten kebumen, hanya rakyat kebumen yang ingin promosi wisata di kabupaten kebumen tercinta ❤️
(4)

jangan lupa follow agar bisa mengikuti konten tentang informasi wisata, berita dan lainnya tentang kabupaten kebumen.

08/10/2026

Di musim kemarau 2026 ini banyak sekali kebakaran hutan dan lahan di kabupaten kebumen. Video ini diambil tadi siang di sekitar kecamatan Karangsambung.

Semoga cepat padam dan pulih kembali,san semoga tidak ada korban jiwa ,🤲🏻

08/10/2026

Jalan glontor - gunung sari lebaran 2027 dalane insyaallah wis mulus ❤️❤️

07/10/2026

Ini bukan di kebumen tapi di Thailand..

Teknologi pertanian di Thailand memang kita akui lebih maju di bandingkan dengan Indonesia.

Semoga suatu saat bisa juga di aplikasikan di pertanian kita juga.

MENJADIKAN MURID SEBAGAI PROPERTI KONTENDi balik kepolosan wajah anak-anak yang tampil di layar ponsel kita, ada realita...
07/10/2026

MENJADIKAN MURID SEBAGAI PROPERTI KONTEN

Di balik kepolosan wajah anak-anak yang tampil di layar ponsel kita, ada realitas baru di dunia pendidikan yang patut dipertanyakan.

maraknya guru yang merekam aktivitas murid di kelas lalu mengunggahnya ke TikTok atau Reels.

Dari ekspresi kepolosan, momen ditegur, hingga kepatuhan mereka, semua dirangkai menjadi tontonan publik demi mengejar FYP.

Tanpa disadari, ruang kelas yang seharusnya menjadi benteng perlindungan tempat anak tumbuh secara aman kini perlahan bergeser menjadi panggung pertunjukan tanpa tiket masuk.

Merekam anak demi konten media sosial memiliki dampak yang melampaui sekadar kepuasan berinteraksi (engagement).

Anak-anak, terutama yang masih di bangku sekolah dasar, belum memiliki kesadaran penuh mengenai konsekuensi dari jejak digital.

Mereka ibarat selembar kertas putih yang dibubuhi stempel permane.
Sekali wajah, kepolosan, atau bahkan kekhilafan mereka beredar di internet, rekaman itu akan tersimpan selamanya di belantara maya.
Hal yang hari ini dianggap lucu oleh gurunya bisa saja menjadi bahan perundungan (bullying) bagi sang anak di masa depan.

Persoalan terbesarnya terletak pada etika, privasi, dan persetujuan.
Mengambil gambar atau video anak di lingkungan sekolah idealnya membutuhkan izin tertulis dari orang tua.
Sayangnya, demi kepraktisan dan kejar tayang algoritma, norma dasar ini sering diabaikan.

Ada kesenjangan relasi kuasa yang timpang di sini. Murid berada dalam posisi yang sulit menolak ketika guru mengarahkan kamera ponsel ke wajah mereka.
Ketika anak dijadikan objek untuk memproduksi konten, baik demi pop**aritas personal guru maupun keuntungan materi, di situlah batas antara dokumentasi kegiatan belajar dan eksploitasi anak menjadi sangat tipis.

———

Profesi guru adalah amanah untuk melindungi, membimbing, dan menjaga martabat anak didik. Ruang kelas adalah tempat yang sakral untuk belajar, melakukan kesalahan tanpa takut dihakimi publik, dan tumbuh menjadi pribadi yang utuh.

Sudah saatnya sekolah dan pihak berwenang menegakkan regulasi ketat mengenai perlindungan hak digital anak di lingkungan pendidikan. Jangan biarkan hak privasi dan masa depan anak-anak kita dikorbankan hanya demi kepuasan semu bernama views dan likes.

Murid adalah jiwa yang harus dituntun, bukan properti konten untuk dijual di media sosial.

07/10/2026

Jalan di desa pujitirto, kecamatan Karangsambung, kabupaten kebumen.

Pernahkah kalian lewat sini??


07/10/2026

Ini lah batu asal nama desa watukelir

Makin Lama Tinggal di Indonesia, Makin Sadar Kalau Gaji itu Gak Bisa Buat Kaya.Bagi banyak orang, memiliki pekerjaan den...
06/10/2026

Makin Lama Tinggal di Indonesia, Makin Sadar Kalau Gaji itu Gak Bisa Buat Kaya.

Bagi banyak orang, memiliki pekerjaan dengan gaji tetap masih dianggap sebagai salah satu tanda kehidupan yang aman. Setiap bulan ada pemasukan, kebutuhan bisa dibayar, dan selama masih bekerja, hidup terasa lebih terjamin.

Namun, semakin lama seseorang menjalani kehidupan sebagai pekerja di Indonesia, muncul kesadaran yang cukup pahit: gaji memang bisa membuat hidup berjalan, tetapi belum tentu membuat seseorang menjadi kaya.

Bukan berarti memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap tidak penting. Justru gaji menjadi sumber utama bagi jutaan keluarga untuk membayar kebutuhan sehari-hari. Persoalannya, kenaikan penghasilan sering kali tidak terasa sebanding dengan berbagai pengeluaran yang juga terus meningkat.

Ketika gaji naik, biaya makan, tempat tinggal, transportasi, pendidikan, cicilan, hingga kebutuhan keluarga juga ikut mengambil porsi lebih besar.

Gaji Naik, Pengeluaran Ikut Naik
Seseorang mungkin awalnya merasa bahwa gaji Rp5 juta sudah cukup untuk hidup sederhana. Beberapa tahun kemudian, ketika penghasilannya meningkat menjadi Rp8 juta atau Rp10 juta, belum tentu kondisi keuangannya berubah drastis.

Ada kebutuhan yang sebelumnya tidak ada, kemudian muncul. Ada p**a gaya hidup yang perlahan meningkat mengikuti kemampuan.

Akhirnya, meskipun nominal gaji semakin besar, jumlah uang yang bisa benar-benar disimpan belum tentu ikut bertambah secara signifikan.

Fenomena inilah yang membuat sebagian orang mulai mempertanyakan kembali anggapan bahwa bekerja keras dan mendapatkan gaji besar otomatis akan membuat seseorang kaya.

Kaya Bukan Sekadar Punya Gaji Besar
Kekayaan pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar seseorang mendapatkan uang setiap bulan, tetapi juga oleh bagaimana uang tersebut dikelola dan apakah seseorang memiliki aset atau sumber penghasilan lain.

Orang dengan gaji besar tetapi seluruh penghasilannya habis untuk kebutuhan dan cicilan bisa saja memiliki kondisi keuangan yang lebih rapuh dibandingkan seseorang dengan gaji lebih kecil namun mampu menyisihkan uang secara konsisten.

Karena itu, semakin banyak orang mulai melirik investasi, usaha sampingan, aset produktif, hingga sumber pendapatan tambahan sebagai cara untuk membangun kondisi finansial jangka panjang.

Bukan Berarti Harus Berhenti Jadi Karyawan
Kesadaran bahwa gaji sulit membuat seseorang kaya bukan berarti semua orang harus meninggalkan pekerjaan dan menjadi pengusaha.

Pekerjaan tetap tetap memiliki nilai penting karena memberikan pemasukan yang relatif rutin. Namun, bagi sebagian orang, gaji mungkin lebih tepat dipandang sebagai modal untuk membangun kekayaan, bukan satu-satunya tujuan akhir.

Dari gaji tersebut, seseorang bisa membangun dana darurat, mengurangi utang konsumtif, meningkatkan kemampuan, berinvestasi sesuai profil risiko, atau perlahan membangun sumber pendapatan tambahan.

Pada akhirnya, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya “berapa besar gajiku?”, tetapi juga “berapa banyak dari penghasilanku yang akhirnya menjadi aset?”

Sebab, memiliki penghasilan besar belum tentu berarti kaya. Yang membedakan adalah apa yang tersisa dan berkembang setelah semua kebutuhan dibayar.

06/10/2026

Suasana alun-alun kebumen di menjelang Maghrib ❤️❤️

Suasana selalu bikin kangen 🥺🥹❤️

Address

Kenoyojayan Ambal
Kebumen

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kebumen Beriman posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Kebumen Beriman:

Shortcuts

Share