Partai Nasional Aceh - Samudera

Partai Nasional Aceh - Samudera

Share

Kapten Teungku Agam Kebebasan berarti bebas dari tekanan dan penindasan yang datang dari luar"

Informasi seputar aktivitas dan kebijakan Partai Nasional Aceh
"Setiap orang bebas untuk mengembangkan dirinya, mengatur kehidupannnya sendiri dan mempengaruhi masyarakatnya.

07/04/2017
Photos 04/08/2015

Partai Nasional Aceh - PNA

15/04/2015

31/08/2014

Dukung Irwandi Yusuf Gubernur Aceh 2017

Photos 20/04/2014

Pemilu 2014
PNA Tolak Hasil Pemilu

BANDA ACEH - Pimpinan Pusat Partai Nasional Aceh (PNA), Sabtu (19/4) dilaporkan menggelar rapat mendadak menyikapi berbagai perkembangan pasca-Pemilu 9 April 2014. Setelah menganalisa laporan dari berbagai daerah dan pemberitaan di media massa, pimpinan PNA menyatakan menolak Pemilu 2014 dengan segala hasilnya, karena dinilai sarat pelanggaran dan kecurangan yang melibatkan para penyelenggara pemilu.

Ketua Umum PNA, Irwansyah (Tgk Muksalmina) kepada Serambi, Sabtu (19/4) mengatakan, rapat di Kantor DPP PNA Jalan Tgk Chik Di Tiro, Banda Aceh, dihadiri para pengurus harian. Selain dirinya, turut hadir Sekjen Muharram Idris, Bendahara Umum Lukman Age, serta para ketua, seperti M Nur Djuli, Munawar Liza Zainal, Amni Ahmad Marzuki, Asiah Uzia, Miswar Fuadi. Serta dari tim Bapilu, antara lain Yazir, Mawardi, dan Rini.

“Setelah mencermati perkembangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, kita memutuskan menolak Pemilu 2014 dengan segala hasilnya, serta menolak berpartisipasi dalam tahapan pemilu selanjutnya. Kita juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk melakukan perlawanan secara menyeluruh,” kata Irwansyah.

Mantan Jubir GAM Aceh Besar ini mengatakan, sebagai salah satu partai politik lokal yang didirikan mantan kombatan, mantan juru runding GAM, aktivis, para intelektual, ulama, saudagar, dan tokoh perempuan, PNA telah mencoba berpartisipasi dalam proses politik dan demokrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia secara santun, beradab, dan tetap mengedepankan hukum dan aturan.

“Namun kenyataanya, sikap sabar dan menahan diri ini telah menyebabkan PNA terus dizalimi, dicurangi, dan dianiayai pada setiap tahapan pemilu. Sejak dari pembentukannya hingga ke tahapan rekap suara yang sedang berlangsung saat ini,” kata dia.

Di antara bentuk kecurangan dan kekerasan yang menimpa PNA, menurut Irwansyah seperti terjadinya kekerasan, penindasan baik jiwa maupun harta benda secara masif terhadap kader, caleg, serta pengurus PNA, sejak pembentukan partai, tahapan kampanye, hari pemilihan, hingga penghitungan suara.

Selain itu, terjadi intimidasi terhadap saksi-saksi PNA di basis-basis partai berkuasa, sehingga tidak bisa bekerja maksimal dan lebih seratus orang harus mengundurkan diri. “Intimidasi dan kekerasan yang dilakukan secara sistematis oleh partai berkuasa yang mengarahkan pemilih untuk memilih partai tersebut,” ujarnya.

PNA juga menuding penyelenggara pemilu, mulai dari KIP Aceh dan kabupaten/kota, PPK, PPS, dan KPPS dibentuk oleh partai berkuasa dan sebagian justru terang-terangan sebagai anggota dan pendukung partai tersebut.

Sementara Bawaslu/Panwas tidak bisa leluasa bergerak, karena keberadaannya hingga saat ini masih dipermasalahkan oleh Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota serta DPRA/DPRK. Bahkan, di beberapa daerah fasilitas operasional badan pengawas pemilu ini ditarik atau tidak diberikan.

Masih menurut Irwansyah, hari pemilihan 9 April 2014 juga diwarnai kecurangan yang masif. Di mana KPPS mengarahkan pemilih, saksi tidak bisa bekerja maksimal, serta atribut partai di lokasi pemilihan dan pelanggaran lainnya yang diikuti penghitungan dan rekap yang sangat tertutup dan rawan kecurangan.

“Keberpihakan pemerintah baik tingkat provinsi sampai kecamatan sangat kentara dan terang-terangan, termasuk memanfaatkan fasilitas publik, mengancam PNS, dan memanfaatkan program pemerintah untuk kepentingan partai tertentu. Kami juga melihat adanya unsur politik uang (money politic) yang sangat kental, sejak masa kampanye hingga hari pemilihan,” demikian Irwansyah.(nal)

Minggu, 20 April 2014 09:33 WIB
http://aceh.tribunnews.com/2014/04/20/pna-tolak-hasil-pemilu

16/04/2014

ANEUK NASIONAL ACEH - PASEE adalah sebuah komunitas/organisasi yang akan kami lahirkan di wilayah Pasee.. Bagi rakan-rakan yang ingin bergabung kami membuka pintu untuk rakan semua..

Ttd: Ketua PNA Kecamatan Samudera

Photos 14/04/2014

Setuju..!! atau Tidak Setuju..!!

PNA Samudera

09/04/2014

Gampong Blang Peuria dan Gampong Mancang Kec. Samudera Masih Dalam Perhitungan Suara..

Want your business to be the top-listed Government Service in Lhoksukon?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Website

Address

Lhoksukon