18/04/2024
sudah tau kan anemia atau ibu dengan anemis bisa menghasilkan bayi stunting?
Nah, pada inovasi korwil di Pemalang ini sasarannya ialah calon ibu dan ibu hamil dengan pemberian telur untuk menekan angka anemia.
13/01/2024
Pasangan Harmonis sudah pasti bikin banyak iri orang deh! Hehehe
Supaya hubungan tetep harmonis antara kamu dan dia, harus saling memahami. Kira-kira apa aja sih biar pasangan harmonis?
13/01/2024
Para ibu-ibu yang baru punya baby, sudah pasti masih takut atau bingung gimana cara mengasuhnya, karena baru pertama kali.
Tenang deh, ini ada tips tentang bagaimana pola asuh yang bisa lakukan saat bayi baru lahir hingga usi 1,5 tahun. Sehingga para ibu gak salah menerapkan pola asuh yang tepat. Apa saja itu? Yuk Simak!
13/01/2024
Khususnya remaja putri nih, mempersiapkan pernikahan sih boleh mewah tapi kalau gak minum Tablet Tambah Darah buat apa.
jangan diremehkan ya, kalau minum Tablet Tambah Darah itu gak penting. Padahal harus rutin minum itu semasa remaja, nah emang kenapa sih harus minum Tablet Tambah Darah? Baca postingan diatas ya!
13/01/2024
Mana suara nya yang tinggal di Pati?
Khususnya remaja putri udah ikutan Canting Si Ratri belum nih? program inovasi ini sangat cocok untuk remaja-remaja untuk medeteksi apakah anemia atau tidak, karena hal ini bisa mencegah stunting sejak dini.
Yuk warga Pati segera ikut serta di Canting Si Ratri!
07/01/2024
Wah wah si kecil diare/mencret? jangan panik duluu. Karena orangtua bisa segera sigap untuk mengatasinya. Namun apabila si kecil tidak sembuh-sembuh dan memiliki berbagai gejala yang cukup bahaya, segera bawa ke fasilitas kesehatan. Nah apa aja yang bisa dilakukan orangtua? Swipe ya!
24/06/2022
, Karyawan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah pagi tadi rehat sejenak dari padatnya kesibukan dengan berjalan sehat bersama. Sembari jalan sehat, kami juga mensosialisasikan Hari Keluarga Nasional Ke-29 yang jatuh pada tanggal 29 Juni 2022 dan penggunaan aplikasi loh.
Rutenya tidak jauh-jauh amat, sekitar 2 kilometer, melewati jalan pemuda ke arah pasar Johar kemudian berbelok ke jalan Gendingan dan menuju ke barat jalan Imam Bonjol arah stasiun Poncol dan kembali ke kantor melalui jalan Tanjung.
Ada tradisi potong tumpeng, tausiyah dan doa bersama sebagai tanda syukur kepada Tuhan, juga agar peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini diberi kelancaran serta memberi manfaat pada masyarakat.
Lihat juga wajah-wajah bahagia bagi kawan-kawan kami yang mendapatkan doorprize menarik yang disiapkan panitia.
Yuk komen dan tag teman yang paling asik di acara pagi tadi.
23/06/2022
, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kabupaten kota se Eks Karesidenan Kedu menyatukan visi untuk segera beraksi menurunkan stunting dalam pertemuan 'Gerak Stunting' hari ini (23/6/2022). Walikota Magelangdr. H. Muchamad Nur Aziz,Sp.PD,K-GH,FINASIM yang hadir untuk membuka kegiatan tersebut mengatakan jika pihaknya prihatin dengan kondisi stunting di Jateng saat ini.
Ia mendorong agar semua pihak ikut turun tangan dalam upaya penurunan stunting, mulai dari BKKBN, OPD KB, Tokoh Masyarakat sampai jajaran Birokrasi.
"Mengatasi stunting harus komperehensif, semuanya harus bergerak", kata Bupati.
Ia juga menyebut bahwa dulu BKKBN terkenalnya KB saja namun kini bidang kerjanya berdampak pada pengendalian penduduk dan penurunan stunting. Pemerintah daerah, menurutnya juga perlu menjadi contoh penerapan konsep dua anak cukup.
Lebih lanjut Bupati mengucapkan selamat datang dan apresiasi karena Kota Magelang dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah drg. Widwiono, M.Kes dalam sambutannya menyampaikan langkah yang segera bisa diambil dengan berpegang pada tiga data penting yakni data calon pengantin, ibu hamil dan anak bawah dua tahun. data-data tersebut telah tersedia; catin ada di Kemenag melalui KUA, ibu hamil di bidan dan data baduta tersedia di Posyandu.
Ketersediaan data tersebut menjadi pijakan untuk dilakukan intervensi. Catin diperiksa tiga bulan sebelum menikah sehingga teridentifikasi menjadi dua kelompok; yang bisa langsung menikah dan punya momongan serta yang boleh menikah namun harus menunda kehamilan sampai kondisi Hb, berat/tinggi badan dan Lila nya ideal.
"Judul kegiatan ini saya namai Gerak Stunting agar kita segera bergerak, bukan hanya sekedar bergerak tetapi bergerak dengan cepat", kata Kaper.
Dengan melihat data yang telah tersusun by name by addres, harapannya pemangku kebijakan dapat segera melakukan aksi untuk mengintervensi langsung pada sasaran di tingkat desa.
Hal ini ditegaskan oleh kaper agar penurunan dari 20,9 menjadi 14% dapat dicapai setahun lebih cepat. Ia optimis jika seluruh lintas sektor bekerja sama dengan baik.
22/06/2022
, Bupati Pati H. Haryanto, SH, MM, M.Si membuka pertemuan Gerak Stunting Se-Eks Karesidenan Pati di Hotel Safin kemarin (21/6/2022) didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah drg. Widwiono. Hadir dalam kegiatan tersebut Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kabupaten kota se eks Karesidenan Pati.
Kaper menyebut ada tiga data yang diperlukan untuk menurunkan stunting yakni calon pengantin, ibu hamil dan baduta yang kesemuanya harus by name by address.
Untuk data catin, BKKBN telah menandatangani MoU dengan Kemenag. Adapun ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun (baduta) datanya tersedia di puskesmas dan posyandu.
"Kurang lebih catin ada 271 ribu dan terdaftat di KUA. Mereka harus diberikan pembekalan catin, kita periksa Hb, Lila dan dicatatkan di Elsimil" kata Widwiono.
"Akan muncul dua kelompok, pertama yang menikah langsung boleh punya anak dan kedua punya anak ditunda sampai Hb nya ideal", lanjutnya
Dikatakan p**a jika screening tahap ibu hamil dilakukan oleh para bidan, lalu baduta dilakukan oleh posyandu.
"Jika semua bergerak dan intervensi maka dalam dua tahun stunting bisa habis. Untuk itu harus segera dimulai", kata Kaper meyakinkan.
Kaper juga berpendapat jika membahas 1000 HPK bukan berarti daur stunting akan selesai, namun akan ada lagi catin dan ibu hamil baru. Maka siapapun yang ditugaskan di area ini harus berfikir berkelanjutan.
Bupati sepakat dengan kaper bahwa data merupakan sumber untuk membuat kebijakan. Di samping sumber daya yang ada juga harus terintegrasi. Hasil integrasi ini bisa menurunkan stunting Pati dari 37 menjadi 20,6 (menurut SSGI).
"Sumber-sumber gizi di Pati tidaklah kurang,ada ikan yang melimpah dan bahan pangan lain yang mencukupi bahkan bisa membantu daerah sekitar. Namun stunting bisa muncul karena ketidaktahuan masyarakat", kata Bupati.
Bupati mengharuskan desa untuk mengalokasikan anggaran untuk penurunan stunting. Jika anggarannya terintegrasi, sasarannya tepat maka stunting bisa dengan mudah diturunkan.