Rupbasan Kelas I Yogyakarta

Rupbasan Kelas I Yogyakarta

Share

Akun resmi dari Rumah Penyimpanan Benda Sitaan (Rupbasan) Kelas I Yogyakarta

Photos from Rupbasan Kelas I Yogyakarta's post 29/07/2025

KASUBAGBIN KEJARI YOGYAKARTA KUNJUNGI RUPBASAN KELAS I YOGYAKARTA

Yogyakarta, 28 Juli 2025 — Kepala Sub Bagian Pembinaan (Kasubagbin) Kejaksaan Negeri Yogyakarta, Madyanti Retno Wulandari, S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Yogyakarta pada Senin (28/7).

Kunjungan ini disambut langsung oleh Kepala Sub Seksi Administrasi dan Pemeliharaan, Marsidi. Agenda kunjungan meliputi kegiatan pembinaan pegawai serta pengecekan ruang kerja dan kebutuhan sarana prasarana Rupbasan, menyusul peralihan kewenangan ke Kejaksaan.

Dalam kesempatan tersebut, Madyanti berdialog dengan para pegawai, memberikan arahan, serta menyerap informasi terkait kondisi aktual di lingkungan Rupbasan. Ia juga meninjau beberapa ruang kerja dan fasilitas penyimpanan untuk memastikan kesiapan operasional lembaga pasca transisi kelembagaan.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari proses adaptasi dan penguatan sistem kerja setelah peralihan kewenangan. Kami ingin memastikan Rupbasan Kelas I Yogyakarta dapat terus menjalankan tugasnya secara optimal,” ujar Madyanti.

Marsidi menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap adanya peningkatan dukungan terhadap pelaksanaan tugas di Rupbasan. “Kami merasa senang dan terbantu dengan perhatian yang diberikan oleh jajaran Kejaksaan. Semoga dengan adanya pembinaan dan dukungan ini, kinerja serta pelayanan Rupbasan semakin baik,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mendukung penguatan kelembagaan dan peningkatan tata kelola, agar Rupbasan Kelas I Yogyakarta dapat menjalankan fungsinya secara profesional, transparan, dan akuntabel di bawah kewenangan Kejaksaan.

Photos from Rupbasan Kelas I Yogyakarta's post 10/07/2025

Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Yogyakarta menerima kunjungan kehormatan dari Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan (Sesjambin) Kejaksaan Agung Republik Indonesia pada Rabu, 9 Juli 2025. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pembinaan dan pemantauan sarana prasarana dalam rangka peralihan kewenangan pengelolaan Rupbasan ke bawah naungan Kejaksaan Agung.

Kedatangan Sesjambin dan rombongan disambut langsung oleh Kepala Rupbasan Kelas I Yogyakarta, Sugeng Bagyo, beserta jajaran. Dalam sambutannya, Sugeng Bagyo menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menjelaskan kondisi terkini pengelolaan benda sitaan dan barang rampasan negara yang berada di bawah tanggung jawab Rupbasan Yogyakarta.

Rombongan Sesjambin meninjau langsung area gudang penyimpanan serta fasilitas pendukung lainnya, guna melihat kesiapan Rupbasan dalam menyongsong perubahan sistem pengelolaan di masa mendatang. Dalam dialog singkat dengan jajaran Rupbasan, Sesjambin menyampaikan pentingnya sinergi antarinstansi untuk memastikan proses peralihan berlangsung lancar dan akuntabel.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal koordinasi yang lebih erat antara Kejaksaan Agung dan unit-unit pelaksana teknis di daerah dalam rangka optimalisasi fungsi penyimpanan benda sitaan negara.


Photos from Rupbasan Kelas I Yogyakarta's post 27/06/2025

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, menegaskan alternatif pidana bertujuan memasyarakatkan kembali terpidana sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat melalui kerja sosial. “Kerja sosial ini bukan sekadar kerja sukarela semata, tetapi bentuk penebus kesalahan mereka kepada masyarakat akibat tindak pidana yang dilakukan,” terangnya.

27/06/2025

Rupbasan Kelas I Yogyakarta mengucapkan Selamat Tahun Islam.

1 Muharram 1447 H / 2025 M.

"Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan berkah, rahmat, serta karunia di setiap langkah kita.”

Photos from Rupbasan Kelas I Yogyakarta's post 25/06/2025

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan
Siaran Pers

REDISTRIBUSI WARGA BINAAN, UPAYA KONTINYU LINDUNGI SISTEM PEMASYARAKATAN

Medan,InfoPAS,- Kementrian Imigrasi dan pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemassyarakatan telah melakukan serangkaian redistribusi atau pemindahan warga binaan ke beberapa wilayah dengan berbagai tujuan.”Hampir 1000 warga binaan dari beberapa wilayah Indoensia telah kami pindahkan ke Lapas – lapas Super Maximum dan Maximum Security di Nusakambangan. Alasan utamanya jelas seperti yang seringkali saya sampaikan, yaitu memberantas sampai ke akarnya peredaran narkoba di Lapas dan Rutan. Zero narkoba adalah harga mati,” jelas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto , Rabu (25/6)

Ia menerangkan bahwa langkah ini akan terus gencar dilaksanakan. Menurutnya tindakan tersebut bukan tanpa alasan dan dasar yang jelas. Penentuan Warga Binaan High Risk yang dipindahkan ke Nusakambangan tersebut sudah melalui penyidikan, penyelidikan dan assesment sesuai ketentuan yang berlaku. Terupdate telah dipindahkan lagi 98 warga binaan high risk dari wilayah Jakarta dan Jawa barat (15/6)

“Pemindahan ini bukan hanya tentang memindahkan fisik seorang warga binaan yang telah dinilai high risk ke lapas yang baru. Tetapi ini tentang upaya menyelamatkan warga binaan lain dari paparan narkoba dan tindakan negatif lainnya. Di sisi lain tindakan tersebut juga sekaligus untuk menyelamatkan warga binaan high risk tersebut dari perilaku melanggar yang berkelanjutan, yang membahayakan orang lain dan merusak dirinya sendiri. Ini adalah tentang bagaimana kita menyelamatkan Sistem Pemasyarakatan yang bertujuan mulia ini.”

Selain alasan tersebut, ia menyebutkan bahwa pembinaan menjadi salah sebab urgensinya dilakukan pemindahan, di Lapas yang lebih tepat diharpakn perubahan sikap mereka yang lebih baik dan tidak mengulangi kembali kesalahannya. Karena tujuan dari Pemasyarakatan adalah tentang pembinaan untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat.

Menteri Agus menyebutkan alasan yang tidak kalah penting dari juga tujuan redistribusi warga binan, yaitu sebagai bagian upaya penurunan overcrowding di beberapa Lapas atau Rutan. Over Kapasitas rata-rata secara nasional saat ini adalah sekitar 100 persen, namun di banyak lapas, terjadi over kapasitanya hingga ratusan persen. Contohnya Lapas Bagansiapi-siapi yang over kapasitas hingga 1000 persen.
Usaha yang telah dilakukan dalam menurunkan tingkat overcrowding, selain redistribusi, pemberian hak bersayarat seperti remisi , PB, CB dan CMB serta pembangunan lapas baru, Menteri Agus juga mengungkapkan semangatnya untuk mendukung implementasi pidana non pemenjaraan yang diatur di dalam UU No.1 Tahun 2023 tentang KUHP, seperti pidana kerja sosial dan pidanan pengawasan.

“Kami kementrian IMIPAS melalui peran Balai Pemasyarakatan (Bapas) siap mendukung diterapkannya pidana alternatif, seperti yang sudah terbilang sukses pada kasus Anak, di mana rekomendasi ketetapan Diversi dan putusan non penjara dari Pembimping Kemasyarakatan Bapas, mampu berkontribusi dalam penurun hunian Anak di Pemasyarakatan sekitar 250 %,” pungkas Menteri Agus
Menurut data dari SDP Ditjenpas, hunian Anak di Lapas dan Rutan turun tajam setelah implementasi Undang -Undang No.11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, dari yang sebelumnya di angka 7 ribuan, turun hingga saat ini di angka 2000 an Anak.

Selain itu juga Menteri Agus mendorong optimalisasi putusan rehabilitasi bagi pecandu dan penyalahguna narkoba, daripada putusan penjara yang berdampak over loadnya lapas dan rutan. Termasuk menurutnya penerapan Restorative Justice (RJ) pada setiap tahap penegakan hukum, khususnya pada kasus-kasus ringan yang tidak berpotensi merusak rasa keadilan masyarakat.

07/06/2025

Segenap Keluarga Besar Rupbasan Kelas I Yogyakarta Mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H

Photos from Rupbasan Kelas I Yogyakarta's post 04/06/2025

TIBA DI NABIRE, DIRJENPAS LANGSUNG SAMBANGI PETUGAS LAPAS YANG TERLUKA

Nabire, INFOPAS,- Direktur Jendral Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, langsung sambangi 3 (tiga) petugas Lapas Nabire yang terluka saat terjadinya peristiwa pemukulan oleh warga binaan. “2 baru saja selesai dioperasi dan 1 orang lagi sedang rawat jalan. Mohon doanya ya ,” ucap Mashudi setelah berkomunikasi dengan petugas yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Nabire, Selasa(3/6)

“Tadi saya baru mengunjungi satu anggota kami yang rawat jalan, petugas pengamanan
, alhamdulillah kondisinya makin membaik. Dua petugas yang lain, sedang pemulihan pasca dioperasi. Kami pastikan supporting kami untuk anggota kami yang terluka, yang telah berusaha menangani gangguan kamtib yang terjadi kemarin.”

Dua petugas lapas yang sedang dioperasi adalah komandan jaga dan kepala seksi keamanan dan ketertiban, yang tergolong terluka parah karena bacokan senjata tajam saat mencoba menghalau dan mengendalikan warga binaan.” Setelah operasi dan bisa dibesuk, saya akan kembali mengunjungi,” kata Mashudi

Pada kunjungan tersebut juga dirjenpas Mashudi menyerahkan bantuan dana untuk 3 (tiga) petugas yang terluka sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap upaya yang telah dilakukan petugas Lapas Nabire.”Ini adalah pemberian dari Pak menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Agus Andrianto), sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap upaya yang telah dilakukan petugas Lapas Nabire.”

Menteri Agus sempat melakukan komunikasi via whatsapp call dengan petugas yang terluka.
Dirjenpas Mashudi melanjutkan peninjauan ke Lapas Nabire bersama Kapolda dan Wakapolda Papua Tengah, Direktur Kepatuhan Internal dan Direktur Perawatan Kesehatan Ditjenpas.

“Menjadi petugas Pemasyarakatan adalah tugas yang mulia, sehingga laksanakanlah tugas mulia ini dengan penuh kesungguhan dan sesuai aturan. Terus lakuukan koordinasi , komunikasi dan kerjasa dengan semua stakeholder seperti Polda, Polres, Kodam, Kodim, Brimob dan mitra terkait lainnnya,” demikian yang disampaikan Mashudi saat pengarahan kepada seluruh jajaran petugas Lapas Nabire.

Photos from Rupbasan Kelas I Yogyakarta's post 04/06/2025

Siaran Pers

TIBA DI NABIRE, DIRJENPAS LANGSUNG SAMBANGI PETUGAS LAPAS YANG TERLUKA

Nabire, INFOPAS,- Direktur Jendral Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, langsung sambangi 3 (tiga) petugas Lapas Nabire yang terluka saat terjadinya peristiwa pemukulan oleh warga binaan. “2 baru saja selesai dioperasi dan 1 orang lagi sedang rawat jalan. Mohon doanya ya ,” ucap Mashudi setelah berkomunikasi dengan petugas yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Nabire, Selasa(3/6)

“Tadi saya baru mengunjungi satu anggota kami yang rawat jalan, petugas pengamanan
, alhamdulillah kondisinya makin membaik. Dua petugas yang lain, sedang pemulihan pasca dioperasi. Kami pastikan supporting kami untuk anggota kami yang terluka, yang telah berusaha menangani gangguan kamtib yang terjadi kemarin.”

Dua petugas lapas yang sedang dioperasi adalah komandan jaga dan kepala seksi keamanan dan ketertiban, yang tergolong terluka parah karena bacokan senjata tajam saat mencoba menghalau dan mengendalikan warga binaan.” Setelah operasi dan bisa dibesuk, saya akan kembali mengunjungi,” kata Mashudi

Pada kunjungan tersebut juga dirjenpas Mashudi menyerahkan bantuan dana untuk 3 (tiga) petugas yang terluka sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap upaya yang telah dilakukan petugas Lapas Nabire.”Ini adalah pemberian dari Pak menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Agus Andrianto), sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap upaya yang telah dilakukan petugas Lapas Nabire.”

Menteri Agus sempat melakukan komunikasi via whatsapp call dengan petugas yang terluka.
Dirjenpas Mashudi melanjutkan peninjauan ke Lapas Nabire bersama Kapolda dan Wakapolda Papua Tengah, Direktur Kepatuhan Internal dan Direktur Perawatan Kesehatan Ditjenpas.

“Menjadi petugas Pemasyarakatan adalah tugas yang mulia, sehingga laksanakanlah tugas mulia ini dengan penuh kesungguhan dan sesuai aturan. Terus lakuukan koordinasi , komunikasi dan kerjasa dengan semua stakeholder seperti Polda, Polres, Kodam, Kodim, Brimob dan mitra terkait lainnnya,” demikian yang disampaikan Mashudi saat pengarahan kepada seluruh jajaran petugas Lapas Nabire.
Disisi lain ia pun menyeroti kebutuhan pelatihan – pelatihan bagi petugas Pemasyarakatan.

Dirjenpas melakukan koordinasi lanjutan dengan semua stakeholder, termasuk mengunjungi Korem Nabire. Saat ini Lapas Nabire dalam kondusi kondusif

Upaya pencarian terhadap narapidana yang melarikan diri masih terus dilakukan kerjasama lapas Nabire dengan Polres Nabire
Jumlah warga binaan lapas Nabire saat ini adalah 218 orang dari kapasitas 150 orang, jumlah petugas pengamanan per regu 5 orang .

01/06/2025

Keluarga Besar Rupbasan Kelas I Yogyakarta mengucapkan

SELAMAT MEMPERINGATI HARI LAHIR PANCASILA

1 JUNI 2025

"Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya"






Photos from Rupbasan Kelas I Yogyakarta's post 29/05/2025

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Ditjenpas DIY) menggelar Apel Ikrar Zero Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba), Selasa (27/5/2025).

Apel ini digelar sebagai komitmen jajaran Kanwil Ditjenpas DIY dalam memerangi berbagai hal yang dilarang di dalam Lapas/LPKA/Rutan maupun UPT lainnya. Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Yulius Sahruzah menjadi pembina dalam apel ini.

Seluruh peserta yang terdiri Kepala UPT, Pejabat Struktural, dan JFT menyatakan ikrar yang dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas DIY Lili. Adapun ikrar yang digaungkan oleh seluruh jajaran Kanwil Ditjenpas DIY sebagai berikut:

1. Menolak dengan tegas segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta kepemilikan atau penggunaan telepon genggam secara ilegal di dalam Lapas dan Rutan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang bersih, tertib, dan aman.
2. Berkomitmen menjalankan pengawasaan dan penegakan aturan secara konsisten, transparan, dan akuntabel, serta berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum dan lembaga pengawasan eksternal dalam mencegah dan menanggulangi praktik-praktik ilegal di dalam Lapas dan Rutan.
3. Mendorong integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas seluruh petugas Pemasyarakatan sebagai garda terdepan dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang bersih dan narkoba dan alat komunikasi ilegal, demi mendukung keberhasilan program pembinaan dan pemasyarakatan yang PASTI bermanfaat untuk masyarakat.

20/05/2025

Selamat Hari Kebangkitan Nasional

Mari kita terus nyalakan semangat persatuan, perjuangan, dan cinta tanah air.
“Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat!"

Photos from Rupbasan Kelas I Yogyakarta's post 08/05/2025

Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Yogyakarta menerima kunjungan dari Kepala Kejaksaan Negeri Yogyakarta, Suroto, S.H., M.H., pada Rabu, 7 Mei 2025. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka koordinasi dan peninjauan terkait rencana peralihan kewenangan pengelolaan Rupbasan ke bawah naungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Kejari Yogyakarta didampingi oleh para Kepala Seksi di lingkungan Kejaksaan Negeri Yogyakarta. Rombongan disambut oleh Kepala Rupbasan Kelas I Yogyakarta beserta jajaran.

Agenda kunjungan meliputi diskusi terkait teknis pelaksanaan alih kewenangan serta peninjauan langsung ke gudang-gudang penyimpanan benda sitaan dan barang rampasan negara. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah awal dalam memastikan kesiapan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia dalam proses peralihan tersebut.

Kepala Rupbasan, Sugeng Bagyo menyampaikan bahwa koordinasi lintas lembaga sangat penting untuk menjaga kelancaran dan integritas proses peralihan, serta memastikan bahwa pengelolaan benda sitaan dan rampasan negara tetap berjalan secara akuntabel dan transparan.

Kunjungan ini menandai komitmen bersama antara Kejaksaan dan Rupbasan dalam mendukung kebijakan nasional mengenai pengelolaan aset negara hasil tindak pidana secara lebih terintegrasi.

Want your business to be the top-listed Government Service in Yogyakarta City?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address

Jalan Tamansiswa No. 08 Gunungketur Pakualaman Yogyakarta
Yogyakarta City
55151

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30