29/06/2024
TALI SEPATU ADRIEL
Tengoklah foto-foto di atas. Ada sepatu dalam lukisan. Dipakai oleh sosok manusia yang siap berlari. Talinya lepas tak diikat. Sepatu dibiarkan melompong. Jika benar ia lari, apa benar bisa? Sementara di sebelah lukisan, tersaji dua pasang sepatu dengan tali terikat erat. Apa artinya ini?
Sepatu, kita tahu: bungkus kaki. Fungsinya sebagai pelindung dari ancaman. Tapi adakah yang tahu makna tali sepatu? Sejarah tentang tali sepatu yang terlepas dan yang tersimpul sedang dilukis dalam pameran tunggalnya kali ini di
Tali sepatu yang terlepas mengungkap tentang ketidak-sigapan kita akan situasi. Atau tali tak tersimpul itu adalah ketidak-sengajaan yang kita impikan selama ini? Atau mungkin juga tali sepatu yang tak diikat bermakna tentang mulai lepasnya rasa percaya kita pada sang pelindung? Pembiaran yang disengajakah ini?
Konsep tentang "keterlepasan" pada karya Adriel paralel dengan kealpaan kita pada mereka yang kerap dekat dan selalu ada dalam diri. Siapkah kita, jika ia benar-benar dan sungguh-sungguh lepas? +++
Slide #1: display lukisan bertajuk "5 A.M" (2024) solo exhibition "Mo Cuisle" oleh Adriel Arizon di Galeri Lorong.
Slide #2: Sepatu lukis manual Adriel Arizon feat. League Shoes.
Slide #3: potret Adriel Arizon, 2024.
(Foto-foto Dok. Mikke Susanto)
#2024
27/06/2024
Raja Tanpa Kata "Cukup"
PRIVATE LAND menjangkau imajinasi tentang situasi sosial politik di Indonesia yang penuh persoalan. Beberapa dekade terakhir amat terasa. Karena itu dilukis oleh Bayu Widodo. Dasar persoalannya berada pada tanah, air, udara dan hak alam tradisi yang melekat di dalamnya kerap diperebutkan. Membuat manusia memaksa dirinya seolah tak memiliki batas apapun.
Manusia menjadi "zombie" yang terus memburu, dengan rasa lapar yang tak pernah terpuaskan. Meniadakan batas antara kebutuhan, keinginan dan kepuasan, kecukupan, atau antara rasa memiliki dan menguasai. Kata "cukup" seolah tiada dalam kamus nuraninya. Memyerang adalah bertahan. Mencakar adalah melindungi diri. Membunuh adalah cara untuk menjadi nomor satu. Tanah adalah raja. MS.
Dari karya
Bayu Widodo .artstore
PRIVATE LAND
woodcut, 16x21 cm, 2022.
24/06/2024
Berita Rileks ya gees...
Manajemen Pameran untuk Guru
Bagi guru seni budaya, keterampilan mengelola pameran adalah keniscayaan. Guru tidak cukup hanya bermodal keterampilan memproduksi karya seni. Cara mendistribusikannya pun perlu dimiliki.
Untuk itu sejumlah 20 guru SMK dari 11 propinsi di Indonesia melakukan Diklat Upsklling dan Reskilling Kompetensi Bidang DKV. Diklat yang diadakan di BBPPMPV Seni Budaya Sabtu 22 Juni 2024 ini menyajikan materi tata kelola pameran dengan pemateri Dr. Mikke Susanto, M.A. dengan moderator Mbak Eko Suprapti (pengajar tetap BBPPMPV).
Selain teori, para guru juga mempraktikkan cara mengkurasi (riset, seleksi, narasi), juga mendisplai, hingga mengevaluasi pameran. Hasilnya digelar 4 pameran dalam kelas dengan tajuk-tajuk seperti: Pesona Indonesia, Transformasi Teknologi, Creative Scene Investigation (CSI), dan Wastra Nusantara dari Timur ke Barat. Ternyata bapak ibu guru pada senang nih.
Semoga berguna ya. Agar siswa lebih kreatif dalam kelas tentu....
15/06/2024
DIGITALISASI ARSIP KACA
Siapa mau bantu???? 😄✨️
30/04/2024
DISKUSI BUKU SENI RUPA
artbooks.fest
Membicarakan seni rupa modern Indonesia pasti tidak bisa dilepaskan dari satu babak sejarah di masa Revolusi dan sesudahnya di Indonesia. Masa dimana diskursus ideologi menjadi satu aspek penting yang banyak mempengaruhi dinamika sosial pada saat itu. Hajriansyah seorang penulis sekaligus peneliti, membaca ulang bagaimana praktik seni rupa di masa paling bergejolak di masa dekade awal kemerdekaan Indonesia itu.
Melalui karya-karya lukis Sanggar Bumi Tarung (SBT), lebih khusus lagi karya salah satu eksponennya: Misbach Tamrin, Hajriansyah membaca kembali corak seni rupa melalui karya-karya mereka. Mikke Susanto sebagai akademisi dan kurator tentu akan memperkaya diskusi ini, dengan melihat karya para tokoh-tokoh ini yang memunyai pengaruh penting di dunia seni rupa modern Indonesia.
Link pendaftaran ada pada bio Instagram kami atau ke link https://linktr.ee/jabfest2024
🗓️ 06 Mei 2024
⏰ 15.00 - 17.00 WIB
📍The Ratan
Jl. Ringroad Selatan No.93, Glugo, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul.
Catat Tanggal nya dan Pantau terus untuk informasi lebih lanjut!
Didukung oleh :
Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta | Jogja Istimewa | Dana Keistimewaan | Yayasan Seruang Indonesia | The Ratan | Java&Co | TNGRDEADLY | Sakatembi | Kampoeng Mataraman
Media Partner :
29/01/2024
EFEK MASTERPIECE
Monalisa karya sang legend Leonardo da Vinci diserang lagi. Begitulah efek lukisan sebagai "centre of excelent" ... masterpiece ... atau mahakarya. Yang perlu diingat bahwa ekselensi produk budaya menyimpan efek kombinasi. Satu titik menyebabkan karya seni yang membuka peluang naiknya citra dan bahkan pendapatan negara. Satu titik lainnya mengundangnya sebagai titik terlemah peradaban.
Monalisa meskipun dimiliki Prancis bukan lagi "milik" satu negara secara simbolik. Monalisa telah menjadi penampang dan ikon peradaban dunia. Untuk itu wajar bila Monalisa selalu jadi bulan-bulanan untuk beragam protes untuk maksud apapun. Jadi jangan selalu memaknai karya seni sebagai tafsir atas kebutuhan seni itu sendiri. Lukisan atau seni apapun, kini bisa digunakan untuk maksud dan keinginan apapun... bukan hanya untuk gadai dan pinjaman hutang tapi juga untuk hal-hal yang kekanak-kanakan.
29/01/2024
Puncak Resepsi Harlah 101 Tahun Nahdlatul Ulama
PBNU dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta menyelenggarakan:
Peresmian Galeri Nusantara & Pameran Seni Rupa
"MEMOAR 24/101"
Dibuka oleh:
Bapak Ir. H. Joko Widodo
(Presiden Republik Indonesia)
Tempat: Universitas Nahdlatul Ulama (UNU)
Jl. Ringroad Barat, Banyuraden, Gamping, Sleman, D.I. Yogyakarta
31 Januari 2024 (KHUSUS UNDANGAN)
Pelaksanaan: 1 – 13 Pebruari 2024 | Jam Kunjung: 09.00 - 19.00 WIB
Tim Kurator:
Dr. Mikke Susanto, M.A.
A. Anzieb, M.Hum.
Khoirul Anam, M.A.
Perupa:
K.H. A. Mustofa Bisri, Nasirun, Nyoman Nuarta, Sujiwo Tejo, Yosep Arizal, Nano Warsono, Dicky Takndare, Nabila Dewi Gayatri, Ivan Sagita, Husin Hourmain, Amin Taasha, Prihatmoko Moki, Benggala Project, K.H. Zawawi Imron, Lutse Lambert, Nugroho, Kemala Hayati, Budi Ubrux, Wira Datuk, Bayu Wardhana, Abdul Kirno, Jopram, Lambang Hernanda, Zuk.
Sejumlah 49 karya seni rupa dari 24 perupa mengupas berbagai khazanah terkait isu kebangsaan dan kemasyarakatan. Kesemuanya berisi dalam 3 klasifikasi wacana. Pertama, mengungkap kesadaran pluralitas atau kebhinekaan kondisi budaya. Kedua, menelaah religiusitas dan spiritualitas di era kontemporer. Ketiga mengungkap isu perubahan masyarakat global.
Ketiga isu yang diangkat para perupa ini berakar kuat pada kondisi yang tengah terjadi diantara kita (termasuk NU dan UNU sebagai basis pemikiran). Melalui pameran ini diharapkan penonton dapat melakukan refleksi diri, sekaligus menjadi :memoar tahun 2024" yang tengah ramai, termasuk mengungkap sejauh mana NU mampu mendampingi umat memenangi masa depan. +++
Didukung oleh:
• PWNU DIY
• LESBUMI PWNU DIY
• Prodi S-1 Tata Kelola Seni
• Institut Sejarah Seni Indonesia (ISSI)
• NAHNU TV .tv
Narahubung: Iin Rahayu (082243274476)
03/01/2024
S. TOETOER itu siapa ya?
Mungkin tak banyak yang mengenal namanya. Kedua orang yang ada dalam sketsa ini adalah pelukis penting di zamannya. Jika Anda mengenal pelukis Affandi, maka dia lebih dahulu hadir dalam peta seni rupa Indonesia.
Toetoer Soemosentono atau nama bekennya S. Toetoer merupakan figur yang penting dalam perkembangan periklanan dan seni lukis di Indonesia. Di dekade 30an hingga 1940an, Toetoer menjadi salah satu desainer grafis awal yang juga menjadi anggota Persatuan Ahli-ahli Gambar Indonesia (PERSAGI) (slide 3). Selama menjadi anggota Persagi, ia juga memiliki studio iklan “Rembrandt" di Jakarta.
Bahkan di masa pendudukan Jepang di Indonesia, Toetoer menjadi salah satu dari 4 desainer grafis Indonesia yang terlibat dalam dokumen Gunseikanbu (Departemen Pemerintahan Militer Jepang) selain Iton Lasmana, Soeromo, dan Raden Soemarno Wignjosasono pada 1943-1945. Setidaknya dari Toetoer, Affandi juga melihat sosok seniman yang mampu mengatasi problem sosial ekonomi sebagai seniman di zaman yang penuh tekanan. Affandi seperti punya inspirasi S. Toetoer sebagai seniman ideal. Termasuk dari Toetoer, Affandi mendapatkan penghasilan dan (terkadang) sisa cat dari studio Rembrandt untuk melukis.
Arsip S. Toetoer yang kita lihat ini merupakan karya yang dikerjakan sebelum proklamasi didengungkan, tepatnya dibuat pada 8 Februari 1945. Toetoer menggambar Basuki Resobowo, demikian p**a sebaliknya. Gambar ini menjadi bukti bahwa kerja tangan Toetoer tampak dinamis, mencitrakan kemampuannya sebagai desainer grafis kawakan. Mumpuni betul menangkap karakter diri Resobowo. Terasa wajah Resobowo ada di tangan Toetoer.
Jika Toetoer memang dianggap sebagai pentolan penting dalam dunia desain grafis, maka tak salah bila sketsa bermedia pensil ini sebagai bukti paling orisinal. Jadi beruntunglah jika kita pernah melihatnya. Sayangnya belum ada yang menulis tentang Toetoer.
"Arsipnya susah, Mas!", begitu lebih kurang orang bilang. Ya jelaslah, arsip memang mahal, B**g.
Arsip koleksi
18/12/2023
Menjejak Mojokerto
Satu titik dari puluhan situs terkait Sukarno di Indonesia, tengah dikerjakan. Seperti apa doi di sekolah "Ongko Loro" (Twelde Inlandsche School) dan ELS ( Europeesche Lagere School) akan jadi salah satu yang disajikan di galeri sejarah di Mojokerto ini. Isinya lebih kurang untuk mengambarkan masa kecil Sukarno ketika usia 6-15 tahun yang s**a menggambar, nonton wayang, kluyuran di alun² atau lapangan Barakan dan lain-lain.
Tanpa sengaja, setidaknya meski beda waktu yang jauh, 2 Indonesian hero: Gadjamada & Sukarno pernah hidup di kota ini. Dalam lingkup masa yang panjang, dari Kerajaan Mojopahit (1293) menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia (1945): 552 tahun. Mojokerto sepertinya cocok dijadikan markas "avengers" ala perjuangan Indonesia kali yaaa... 😂
**arno
03/12/2023
Sumonar Talks #1
“Perjumpaan Affandi dan Sudjojono di Ruang Imersif Sumonar 2023”
----------------
Diskusi santai tentang karya para maestro seni rupa Indonesia, akan tersaji dalam "Sumonar Talks". Seri pertama Sumonar Talks akan mengundang Maya Sudjojono (S. Sudjojono Center) dan Mikke Susanto (Kurator Museum Affandi). Keduanya akan mengulas lebih jauh tentang kolaborasi Affandi x Sudjojono dalam ruang imersif Sumonar 2023. Acara ini terbuka untuk umum & tidak dipungut biaya, melalui registrasi. merapat yuks... ✨
——————
🗓️ Senin, 04 Desember 2023
⏰ 14.00 — 16.00 WIB
📍 Ruang Galeri 3, Museum Affandi
Registrasi Peserta:
bit.ly/SUMONARTALK1
29/11/2023
Bersama Yusaku Imamura (profesor, Global Art Practice and vice presiden of International Affair) menghantar 2 buku sebagai bagian dari koleksi perpustakaan Tokyo University of The Art - 29 November 2023 ... pertemuan ini sebagai bagiam dari kerjasama fakultas
dan .tuota_
Doanya gaes...