Trading Topik news

Trading Topik news

Share

Berbagi informasih baru terkait kejadian /peristiwa yang terjadi di segitar lingkungan kita.

Photos from Trading Topik news's post 13/02/2022

Bukan tanpa alasan kami menolak penambangan batu andesit di Wadas. Berbagai macam hal mengancam kehidupan kami jika penambangan tetap di lakukan.

Cukup kiranya kejadian di berbagai daerah nusantara menjadi pembelajaran. Ketika penambangan hadir, di saat itu juga bencana hadir, tangis terdengar di sana sini, dan pada akhirnya penduduk aslinya terasingkan dan terusir dari tanah airnya sendiri.

Kami kabarkan, hingga saat ini suara nyaring perjuangan kami tetap bergema, kami akan terus konsisten menolak penambangan batu andesit di Wadas. Kami tidak akan membiarkan alam kami di rusak dan tak mau mempertaruhkan masa depan anak cucu kami.

POST SUMBER:AKUNfbWADASMELAWAN




Photos from Trading Topik news's post 01/02/2022

Hetikan Pembungkaman dan Kriminalisasi Mahasiswa Papua! Bebaskan Nyamuk Segera

Pada Minggu (1/2) pagi, Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP-KK) Lombok melaksanakan aksi peringatan 1 tahun berdirinya AMP di Lombok. Hanya gerakan ini dilancarkan tidak saja untuk memperingati hari kelahiran, tapi juga ajang dituntutnya kebebasan akademik bagi seluruh mahasiswa Papua di Universitas Mataram dan kampus-kampus seluruh Indonesia. Ini tepampang jelas melalui tajuk yang diangkatnya: 'Hak Mendasar Mahasiswa West Papua adalah Membicarakan tentang Tanah Air West Papua'.

Bersama tajuk inilah aksi dibuka sejak pukul 08.00 Wita di Halaman Rektorat Unram. Adalah Nyamuk yang membukanya sendirian tanpa menunggu kehadiran kawan-kawan lain. Dalam peringatan ini bendera AMP bersama Bintang Kejora (BK) dikibarkan. Pengibaran BK menjadi bentuk penghargaan untuk Bangsa West Papua yang sedang memperjuangkan kemerdekaan.

Hanya melihat itu semua aparatus represif dan ideologis negara kontan melakukan pembatasan. Pukul 08.10 Wita birokrasi kampus mulai bereaksi ketakutan. 10 orang satpam dikirimkan secara cekatan. Kehadiran mereka diikuti oleh intel-intel polisi dan tentara yang bergentayangan di sekitar halaman.

Kepada Nyamuk, alat-alat negara itu membatasi begitu rupa: mulai dari menanyakan izin, mengintimidasi, hingga berusaha membubarkan paksa. Pukul 08.26 Wita, tiga orang intel berjalan mendekati titik pengibaran bendera. Kehadirannya membuat gaduh suasana. Nyamuk ditekan-tekan untuk menghentikan aksinya segera. Semburan provokasi hingga upaya penyudutan dipanggungkan aparat begitu rupa.

Tetap 09.00 Wita akhirnya AMP KK Lombok berhasil dipukul mundur. Nyamuk lantas bertolak menuju tempat aman dari aparat. Berkeliling dia bukan hanya dalam kampus, dari fakultas-ke-fakultas dirinya merasa terus dipantau dan dikejar-kejar. Hanya pukul 14.05 Wita, dirinya mulai mencari tempat istrahat di Fakultas Hukum. Tetapi suasana di sekeliling menandakan ancaman. Intel-intel polisi dan tentara bersama aparat-aparat berseragam berkerumun dan berkeliaran.

Di sisi lain dirinya p**a mendapatkan telepon dari Rektor Unram, Pak Eko, dan Yan Mangandar. Pertanyaan-pertanyaan tentang pengibaran bendera lantas bersembur. Bahkan ada yang menuding kalau panji yang dikibarkan Nyamuk sebagai Bendera OPM, Bendera Separatis, Bendera Teroris. Menghadapi telepon-telepon itulah dirinya tambah merasakan ketidaknyamanan. Maka pukul 15.50 Wita ia bertolak menuju kamar peristrahatan di Asrama Mahasiswa Unram.

Hanya berselang beberapa saat kemudian. Dirinya dikagetkan oleh keramaian di luar kolmpleks perasramaan. Intel-intel polisi dan tentara, aparat bersenjata lengkap dan pihak birokrasi kampus beramaian. Mereka menyeret Nyamuk keluar untuk ditempatkan di Polda NTB. Alasan dibawanya Nyamuk ke sarang kepolisian begitu sekenanya: dianggap mengganggu stabilitas negara dengan mengibarkan bendera terlarang, hingga tindakannya dituding memenuhi Pasal Makar.

Dengan dugaan telah melakukan kejahatan maka aksi peringatan HUT AMP KK Lombok dan perjuangan merebut kebebasan akademik dilumpuhkan. Sejak 16.00-23.00 Wita Nyamuk diringkus di sarang kepolisian. Sekarang dia masih meringkuk dalam proses pemeriksaan. Sedangkan kondisinya saat ini diketahui begitu lemah karena belum beristrahat dan mendapat tekanan.

Di sisi lain dirinya tidak diberikan ijin menelepon siapapun. Sebab dari awal penangkapan barang-barangnya telah dilucuti melalui penggeledahan. Noken, buku, dan handphone sudah diambil aparat kepolisian. Sementara menghadapi penyidik dirinya terus-menerus disudutkan untuk menjawab dan mengaku melakukan kejahatan.

Sekarang! Tahu pembatasan dan percobaan kriminalisasi itu semua sedang menimpah Nyamuk, maka kami berusaha menggalang solidaritas bagi korban kekuasaan. Atas nama kemanusiaan, kesetaraan dan kebebasan; kami menghimbau--kepada seluruh elemen pro-demokrasi; pada semua kaum tertindas, terhisap dan miskin--untuk menuntut pembebasan Nyamuk dengan segera.

Sekali lagi! Kami ingin semua kalian mendukung pembebasan Nyamuk. Dirinya bukan penjahat tapi korban kekuasaan fasistik. Itulah mengapa perjuangan kebebasan akademik bagi mahasiswa Papua tidak ditanggap baik, melainkan pengerahan aparatus represif. Makanya tuntutan-tuntutan keadilan bagi Bangsa West Papua kemudian ditenggelamkan dengan tuduhan melakikan kriminalitas. Dengan perlakuan itu maka korban tidak saja menghadapi pembungkaman ruang demokrasi, tapi juga diskriminasi rasial dan upaya kriminalisasi.

Sadar kalau kekuasaan sedang berbuat jahat, maka kami berharap tumbuh dan menjalarnya solidaritas untuk Nyamuk. Kami tidak saja ingin kawan-kawan sekalian mendukung pembebasan korban dari tahanan, tapi juga memperjuangkan tuntutan demikian:

1. Bebaskan Nyamuk dengan segera dan secara terhormat, serta hentikan proses kriminalisasi yang sedang berlangsung.

2. Hentikan rasisme dan kriminalisasi terhadap mahasiswa, rakyat dan bangsa West Papua.

3. Berikan jaminan kebebasan akademik bagi mahasiswa Papua di Unram dan seluruh kampus di Indonesia.

4. Mengecam dan mengutuk keras pembiaran militerisasi TNI-Polri di lingkungan kampus oleh birokrasi Unram.

Medan Solidaritas, 01 Februari 2022

Atas nama kaum tertindas, terhisap dan miskin; panjang umur perlawanan!




30/01/2022

Hari ini/tgl : Rabu-26-01-2022 WIB : 07 00
Seorang guru rasis terhadap anak Papua di Jawa timur
kembali rasis terhadap pelajar AFirmasi ADEM Papua

Kami pelajar mahasiswa afirmasi Papua sangat kesal dengan guru atas nama
EKO BUDI PURWANTORO, S.Pd
Masi mending di Papua Anak papua Dengan Jawa belajar dalam satu ruangan tanpa di beda-bedakan.kalo Jawa kususnya sekolah yang saya berada skrng ini SMAN1 Pakusari Jawa timur,Walau Maju tapi

Gurunya masi s**a Rasis Pantas nggak ya'seorang siswa anak Afrimasih(ADEM) Jawa timur yang bernama,Agustinus Alfredo wamebu berasal dari Jayapura. yang nggak tau tugas yang di berikan dan tanyakan Info tugasnya pas jam sekolah teruss ngak kerjakan tugas Tersebut di suru duduk di lantai.
Setelah disuruh duduk di lantai dan guru tersebut yang bernama EKO BUDI PURWANTORO, S.Pd ini pun melontarkan kata-kata yang tidak bermanusiawi dan rasis terhadap Agustinus Alfredo wamebu

Hitam, Badaki,bau, tidak tahu mandi dan anak-anak Papua susah untuk menyesuaikan dengan sekolah-sekolah di Jawa mending sekolah jadi Papua sana,ucap EKO BUDI PURWANTORO, S.Pd
Seorang guru SMAN 1 Pakusari Jawa timur
hari/tgl : Rabu-26-01-2022 WIB : 07 00 tempat SMAN1 Pakusari

Maka itu kami gabungan pelajar afirmasi adem Papua yang sekolah di SMA negeri 1 pakusari jumper Jawa timur dan gabungan pelajar dan mahasiswa AFirmasi sangat kecewa dengan kata EKO BUDI PURWANTORO, S.Pd, karena kami datang dari Papua untuk mencari ilmu tapi terus-menerus baik itu guru maupun siswa yang berasal dari
Jawa. s**a rasis terhadap kami anak-anak pelajar dan mahasiswa Papua lebih khususnya anak afirmasi adem Papua. Kami sangat kesal dengan guru-guru dan pendamping pendamping ADEM yang dipercayakan oleh pemerintah Papua, dan kami juga kesal terhadap pemerintah Papua karena pemerintah Papua tidak sediakan pendidikan yang layak untuk kami anak Papua, misalnya kalau di Papua pendidikan yang layak dan fasilitas pendidikannya stabil otomatis kami tidak mungkin ke tanah orang untuk mencari ilmu, maka itu pemerintah Papua segera bangun sekolah untuk fasilitas anak asli Papua dan jalur afirmasi segera di fasilitas dalam negeri kalau mau di luar negeri semua arahkan ke luar negeri saja, dan juga pemerintah Papua harus tahu adik adem dijadikan sebagai untuk bisnis oleh pendamping -pendamping adik adem afirmasi di luar Papua. Dan juga kami kesal terhadap koordinator penanganan jalur afirmasi Papua di tingkat provinsi karena tidak pernah,kunjungi kami di luar Papua. Begitu setelah seleksi begitu buang saja dan dibiarkan harusnya itu pemerintah kontrol, kami biaya ya makan minum UM sekolah semua sudah di dibayar oleh pemerintah tapi kadang guru-guru tipu kami dan uang kami dipotong ambil alih oleh guru dengan banyak alasan, dan kelakuan pendamping-pendamping afirmasi selalu potong uang kami bahkan uang saku pun diambil alih oleh guru dan kata guru-guru bawah pemerintah Papua belum pernah kirim dan kata itu dikeluarkan selalu dan selalu oleh guru-guru pendamping dan setelah 1 bulan lewat otomatis jadi milik pendamping pendamping adem Papua, maka itu kami sangat kesal dengan pemerintah Papua setelah dikirim tidak pernah dikontrol.

Maka itu pernyataa sikap kami yang tergabung dalam ikatan pelajar mahasiswa afirmasi Papua adem /adik meminta

I. Kalau tidak mau mendidik kita bakn di di kebun dengan munafik yang penuh dengan rasial maka itu p**angkan kami saja ke tanah air kami papua

2. Segera bertanggung jawab atas ucapan dan kata-kata rasial yang dilontarkan oleh guru-guru SMAN1 Pakusari, dan beri kami kata jaminan hidup

3. Kami meminta kepada pemerintah Papua agar setiap bulan kontrol seluruh pelajar mahasiswa yang tergabung dalam afirmasi ADEM/ADIK dan bertanya keluhan hidup kita di studi kami masing-masing.

4.kami meminta pemerintah Papua membangun sekolah yang banyak-banyak dan fasilitas yang sama persis dengan dengan daerah-daerah lain,agar jalur afirmasi itu disekolahkan di dalam tanah air kami sendiri karena kami sudah bosan hadapi dengan rasis dan diskriminasi oleh orang Jawa timur

5. Apabila ya sudah hidup dengan kami orang Papua hitam kulit keriting rambut maka kami meminta kepada presiden ir.Jokowi Dodo p**angkan kami dari tanah Jawa dan pisahkan kami dari negara ini jam penuh dengan rasis dan diskriminasi

Rabu-26-01-2022 WIB : 06:18
Di Pakusari Jember Jawa timur.

Share ya!

29/01/2022

"Salam Pembebasan Nasional Papua Barat"

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Ambon, telah melaksanakan Pendidikan Politik (Dikpol),
Selama dua hari PadaTanggal 28-29 Januari 2022

Secara resmi, menerima anggota baru oleh pengurus Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Ambon dan Pengurus Pusat oleh Jheno Dogomo.

Dan ucapan selamat kepada kawan-kawan yang baru bergabung untuk memikul tanggungjawab perjuangan, lebih khususnya kerja-kerja penyadaran, pengkaderan dan melakukan aksi perlawanan yang tak terpisahkan dari perjuangan pembebasan Nasional Rakyat Bangsa Papua Barat.

𝙎𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙍𝙚𝙫𝙤𝙡𝙪𝙨𝙞,
"𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙆𝙚𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙎𝙚𝙟𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙎𝙖𝙣𝙜 𝘽𝙞𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙆𝙚𝙟𝙤𝙧𝙖'

𝙎𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙋𝙚𝙢𝙗𝙚𝙗𝙖𝙨𝙖𝙣,
"𝙋𝙚𝙧𝙨𝙖𝙩𝙪𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙗𝙖𝙩𝙖𝙨, 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜"

𝙰𝚖𝚋𝚘𝚗, 29 Januari 2022

Photos from Aliansi Mahasiswa Papua-AMP's post 27/01/2022
23/01/2022

KAPOLDA PAPUA SEGERA BEBASKAN PEJUANG PAPUA MERDEKA TANPA SYARAT!

23/01/2022

PEMEKARAN DAERAH OTONOMI BARU (DOB) DI TANAH PAPUA UNTUK SIAPA ?

" JOKOWI KAU DENGAR ITU,TITO KARNAVIAN KAU DENGAR ITU.?!OAP JUGA HARUS DENGAR

Surve Publik,dan Netizen Sangat penting dalam menyikapi problem sosial budaya dan problem hak asasi manusia,dan itu hak absolut dan di jamin legitimasinya hukumnya dalam UUD 1945 isi Pasal 28 A dan lainya.

Pemerintahan adalah urusan publik,bukan urusan privat!

Untuk itu kawan-kawan netizen bisa pilih opsi di bawah ini dan berikan agrumentasi alasan!

1.Tolak DOB

2.Terimah DOB

Oleh karena itu saya ingin menyampaikan alasan pendapat saya di media massa ini bahwa Saya memilih (1)Tolak DOB, menolak degan tegas rencana pemekaran daerah otonomi baru di atas tanah papua dengan alasan sebagai berikut:

A.Rakyat papua Hari ini di perhadapkan dengan problem yang sentimen terstruktur,sistematis masif,dan persfektif kolonialisasi yaitu: pelangaran HAM,marjinalisasi pop**asi jiwa,perampasan tanah adat secara sistem,kiriminalisasi,Stigmasi,pembungkaman ruang demokrasi yang sangat refresif,dan agresif.

Di bawah ini adalah :Refrensi Realita

1.Rapat Dengar pendapat RDP yang inggin di lakukan oleh Mayelis Rakyat Papua (MRP) di batasi oleh aparat keamana Negara,pada hal RDP adalah regulasi UU otsus tahun 2001 yang SAH dalam konsitusi Negara untu mengalang suara mupakat rakyat terhadap implementasi dari pada regulasi UU otsus selama 20 tahun.sebagai bukti bawah UU otsus gagal atau berhasil selama 20 tahun berjalan untuk itu perlu sekali rakyat memberikan pendapat sebagai aspirasi dan itu realitas dampak dari pada UU otsus.tetapi tahapan ini di batasi oleh Aparatur Negara Sendiri.

2.Syarat pemekaran dalam peraturan pemerintah sendiri saya keliru karena tidak ada jumlah penduduk di papua yang menenuhi syarat karena penduduk asli hanya sedikit di bandingkan data kependudukan dari penctatan sipil,apa lagi penambahan data sensus penduduk yang semakin bertambah jumlahnya adalah data yang penuh manip**atif untuk kepentingan elit birokrat dan legislatif untuk jadikan sebagai Alat legitimasi untuk merebut kursi kekuasan,dan itu adalah syarat dalam pemilihan yang di laksanakan oleh KPU dan Bawaslu.

3.Keuangan Negara,saya mau sampaikan kepada pimpinan Negar pemerintah pusat jakarta tidak mengapa jika ingin tambah utang Negara di bank Dunia,karena bibit koruptor akan lahir di dalam DOB,dan yang sekarang akan berjalan mulus dan langgeng untuk selalu korupsi,dan Saya mau sampaikan bahwa ada penyelewengan anggaran oleh elit lokal,dan semua paket program pembangunan yang ada dalam RPJM dan jenis program lainya tidak sasaran pada kebutuhan Rayat papua,jadi (laporan pertangung jawaban LPJ)pengunan keuangan Negara yang selalu di kirim ke mentri keuang itu penuh manifulatif,karena keuangan negara hanya berputar di lingkarn elit dan pemangkunya .jadi keuangan negara habis di situ dan tidak pernah masyrakat sipil rasakan itu realitas sekarang demikian.

4.Sementara itu Rakyat papua di perhadapkan dengan,operasi militer,pembungkaman ruang Demokrasi,ekpolitasi sumber daya alam,perampasan tanah adat,pembuhan,pemenjaran,pemerkosan,stigmasi,penindasan melaui kekuasan,labelisasi,dan paket-paket penjajahan lainya.dan sebagian rakyat papua karakternya terhegemoni dengan paket penjahan itu,dan turut menjajah saudaranya sesama papua terutama pejabat papua,dan elit papua .

Kesimp**an:

Orang papua akan habis bersama Negara indonesia,kita akan jadi penduduk marjinal atau kaum terpingir di Negri sendiri seperti Suku Aborigin Di Australia,dan Suku Indian di Amerika serikat,menuju bumi hangus atau punah dari atas muka bumi ini.

"Rayat papua tidak akan ada massa depan jika hidup bersama Negara Indonesia.

By:Apomven N Uopmabin

Photos from Trading Topik news's post 20/01/2022
Want your business to be the top-listed Government Service in Dubai?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


West PAPUA
Dubai