06/05/2023
PT le teungeut ngen jaga
Macam macam
06/05/2023
03/08/2021
Martabat Wujud Insan
Asy-Syaikh Al-Arifbillah Al-Murrabina Abuya Amran Waly Al-Khalidi an-Naqsyabandi Qaddasallahu Sirrahu menjelaskakan
Martabat wujud Insan mencakup tujuh Martabat, yaitu:
1. Ahadiyah
Insan pada waktu itu Adam Mahadh disebut juga alam ghaib Haqiqat.
2. Wahdah
Insan pada waktu itu kelakuan titik (ta'yin awwal)
3. Wahidiyah
Insan pada waktu itu kenyataan-kenyataan yang ada dalam ilmu Allah (ta'yin Kedua). Atau disebut ay'an as-Tsabitah.
4. Alam Arwah
Insan telah Zahir pada sifat
5. Alam Mitsal
Insan telah berbentuk tapi masih dalam keadaan Nur (cahaya).
6. Alam Ajsam
Insan telah berbentuk selain ia bercahaya ia juga sudah berwujud.
7. Alam Insan
Pada waktu itu adalah kumpulan2 dari pada ruh, mitsal dan ajsam.
Keterangan:
Ahadiyah, Wahdah dan Wahidiyah disebut juga Martabat Uluhiyah, alamnya alam Uluhiyah.
Alam arwah, mitsal, ajsam dan Insan disebut juga dengan martabat Khaliqiyah, alamnya alam Khaliqiyah (a'yan Kharija).
Ahadiyah meruapakan Martabat Dzat
Wahdah merupakan Martabat Sifat
Wahidiyah merupakan Martabat asma.
Kalau kita berada dalam alam Khaliqiyah maka kita masih berada dalam syari'at, kalau kita berada diantara alam Khaliqiyah dan Uluhiyah maka kita di katakan Thariqat, kalau kita berada pada Uluhiyah saja tanpa melihat Khaliqiyah dikatakan Haqiqat. Kalau kita berada pada Ahadiyah dikatakan Ma'arifat dan kita tidak terhijab dengan kedua alam ini setelah fana dan Baqa Billah. Maka Orang itu dapat membawa orang lain kepada Allah atau berdakwah dengan baik.
Kalau dia hanya mengetahui dirinya sebatas alam arwah saja, maka dia dikatakan insan naqis atau manusia yg kurang imannya. Kalau megetauhi dirinya dari Adam Mahadh (alam Ghaib Haqiqat) dari dua alam Khaliqiyah dan Uluhiyah maka dia dikatakan insan Kamil/manusia yg sempurna imannya.
Ajaran Martabat wujud ini merupakan cabang ilmu keshufian dalam mencapai Haqiqat dan Ma'arifat setelah melakukan hukum Syara', beraqidah sesuai aqidah Ahlussunah wal jama'ah. Kalau kita tidak memahami ajaran Thariqoh seperti yg tersebut diatas maka ilmu keshufian dan ajaran Islam akan hilang dan tinggal nama saja. Sebagai mana yg disebutkan dalam kitab Imam Al-Ghazali seperti Minhajul Abidin dan lainnya tidak mengutarakan ajaran Thariqoh dan keshufian. Kalau ini terjadi di Aceh, maka kita Umat Islam Aceh tidak faham pada ajaran Haqiqat yg dapat menghilangkan syirik khafi atau ananiyah ( keakuan diri) mereka penyebab ajran Islam ini menjadi kerdil dan hampa.
Apakah kita semua senang Islam yg ada pada diri kita ini kosong dan hampa? Kalau kita tidak memahami bahwa Allah itu senantiasa ada (Wujud Mahadh) dan kita ini senantiasa tidak ada sama sekali (Adam Mahadh) agar dengan Allah apa-apa yg kita lakukan, apa-apa yg diperintahkan baik ibadah maupun Mu'amalah. Banyak orang mengucapkan "auzubillah minasyaitanirajim" tetapi setan semakin dekat dan banyak orang yang mengucapkan "Bismillahirrahmanirrahim" tapi Allah semakin jauh darinya. Hal ini disebabkan tidak faham ilmu keshufian. Sesungguhnya yg membenci ajaran keshufian dan ilmu Haqiqat agar jangan ada lagi atau hilang dalam dada umat Islam adalah Yahudi dan semisalnya untuk memisahkan antara negara dan agama, dunia dan akhirat adalah sekuler yg kenyataan nya dimana2 didunia internasional. Makanya Islam tidak punya kekuatan apa-apa, baik pemerintah maupun masyarakat tidak terlihat lagi cahaya Islam dan ajaran nya berkembang dengan baik sebagai mana yg kita saksikan pada masyarakat kita dewasa ini.
Demikianlah sekelumit penyampaian ajaran tauhid tasawuf semoga dapat anda koreksi.
(Buku Risalah Tauhid Tasawuf dan Tauhid Sufi Abuyah Amran Waly Al-Khalidi, Jilid 1, Pesantren Darul Ihsan-Pawoh, Kabupaten Aceh Selatan, hal 142-144)
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Website
Address
Sofia
