14/05/2026
Selamat memperingati Kenaikan Isa Al-Masih.
Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku mengucapkan selamat memperingati Kenaikan Isa Al-Masih kepada seluruh umat Kristiani. Semoga sukacita, damai, dan berkat Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah kita dalam mempererat persaudaraan serta menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa.
14/05/2026
⏳DIPERPANJANG!
Karena antusiasme yang tinggi, masa pendaftaran program Dana Indonesiaraya diperpanjang sampai 31 Mei 2026.
Buat pelaku budaya yang belum daftar, ini kesempatan terakhir untuk ikut berpartisipasi dalam pemajuan kebudayaan. Daftar sekarang sebelum penutupan resmi.
Unggah ulang .indonesiaraya
14/05/2026
Monitoring Keterawatan C***r Budaya dan Juru Pelihara di Benteng Duurstede
Saparua, 12 Mei 2026 – Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku melaksanakan monitoring keterawatan c***r budaya dan juru pelihara di Benteng Duurstede.
Sebagai upaya mengimplementasikan tugas dan fungsi Balai Pelestarian Kebudayaan sesuai Peraturan Menteri Kebudayaan Nomor 2 Tahun 2026 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pelestarian Kebudayaan dan Kantor Pelestarian Kebudayaan, BP Kebudayaan Maluku melaksanakan monitoring keterawatan c***r budaya di Benteng Duurstede, Saparua. Monitoring ini dilaksanakan oleh Saudari Brisit Ester Borolla, S.E., M.M. selaku Penelaah Teknis Kebijakan, Muhammad Damir Lating selaku Polisi Khusus, serta Abdul Muthalib Sukur selaku PPPK.
Kegiatan monitoring dilakukan untuk meninjau secara langsung kondisi C***r Budaya Benteng Duurstede sebagai salah satu C***r Budaya Nasional yang menjadi aset Kementerian Kebudayaan agar tetap berada dalam kondisi baik dan terawat melalui perlindungan juru pelihara yang ditempatkan di lokasi c***r budaya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memastikan kesiapan dan keseriusan BP Kebudayaan Maluku dalam menjaga c***r budaya, khususnya Benteng Duurstede, menjelang pelaksanaan Upacara HUT Pattimura ke-209 Tahun 2026 di Pulau Saparua pada 15 Mei 2026.
Situs Benteng Duurstede merupakan bukti peninggalan sejarah perjuangan Kapitan Pattimura dan para pejuang dalam melawan kolonialisme Belanda di Saparua. Berdasarkan hasil monitoring, kondisi Benteng Duurstede saat ini berada dalam keadaan sangat baik dan terawat, serta menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Saparua yang mengalami peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Proses monitoring ini juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada juru pelihara terkait upaya pengamanan c***r budaya dari berbagai tindakan vandalisme yang marak terjadi melalui arahan yang diberikan oleh Polisi Khusus.
14/05/2026
BP Kebudayaan Maluku Hadiri Festival Tnabar Tanimbar
Saumlaki, 11 Mei 2026 – Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku turut menghadiri kegiatan Festival Tnabar Tanimbar di Gedung Natar Kaumpu, Kota Saumlaki. Kegiatan ini melibatkan para siswa Sekolah Dasar se-Kecamatan Tanimbar Selatan. Festival ini menjadi wadah untuk menampilkan kreativitas seni sekaligus menumbuhkan semangat pelestarian budaya sejak usia dini. Melalui berbagai penampilan seni dan budaya, para peserta diajak untuk mengenal, mencintai, dan menjaga warisan budaya leluhur sebagai bagian dari identitas masyarakat Tanimbar.
Kegiatan Festival Tnabar dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Ibu dr. Juliana Ratuanak, MKM. Turut hadir dalam kegiatan Festival Tnabar Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar Bapak Brampi Moriolkosu, SH beserta seluruh pimpinan OPD Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan mewakili Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku, Pamong Budaya Ahli Muda Ibu Eklevina Eirumkuy, S.S., M.Si.
Kegiatan Festival Tnabar Tanimbar didukung penuh oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Maluku Tahun 2026. Dukungan ini menjadi bentuk komitmen nyata dalam melestarikan kebudayaan lokal di Maluku serta memperkenalkan warisan budaya daerah kepada generasi muda sebagai penerus nilai-nilai budaya bangsa.
Festival Tnabar ini dilaksanakan sebagai upaya pelestarian Tari Tnabar Ilaa yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2025. Tnabar Ilaa merupakan tarian kebesaran masyarakat Tanimbar yang memadukan gerak, nyanyian, dan musik tifa dalam tampilan seni yang indah dan harmonis. Tarian ini menggambarkan eksistensi budaya masyarakat Tanimbar, hubungan manusia dengan Sang Pencipta dan leluhur, serta relasi harmonis manusia dengan alam dan sesama.
Melalui Festival Tnabar Tanimbar, diharapkan generasi muda semakin bangga dan aktif menjaga warisan budaya leluhur. Pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama untuk terus merawat dan memperkenalkan budaya Tanimbar sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia.
13/05/2026
Sinergi BP Kebudayaan Maluku dan Yayasan Warisan Budaya Banda (YWBB)
Ambon, 13 Mei 2026 – Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku melaksanakan pertemuan dengan Yayasan Warisan Budaya Banda (YWBB) sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pelestarian C***r Budaya dan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) di Banda Naira. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi dan kolaborasi dalam mendukung pengembangan kebudayaan yang berkelanjutan serta berdampak bagi masyarakat.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku, Bapak Dody Wiranto, bertemu dengan Ketua Pembina Yayasan Warisan Budaya Banda, Ibu Mitha Alwi, guna membahas berbagai langkah strategis pelestarian budaya di Banda. Dalam kesempatan tersebut, BP Kebudayaan Maluku juga memberikan rekomendasi kepada YWBB sebagai calon penerima Dana Abadi Kebudayaan (DAKb) dalam skema Kegiatan Strategis Tahun 2026. YWBB dinilai memiliki rekam jejak yang kuat sejak tahun 1983 dan konsisten dalam pengelolaan Museum Rumah Budaya Banda sebagai ruang pelestarian sejarah dan budaya lokal.
Dalam pertemuan ini, Ibu Mitha Alwi turut memaparkan inisiatif “RATU FULI”, sebuah program pemberdayaan perempuan dan pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis pada nilai-nilai budaya lokal Banda. Program ini diharapkan mampu memperkuat peran masyarakat, khususnya perempuan, dalam menjaga tradisi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi berbasis budaya.
Melalui sinergi ini diharapkan lahir langkah-langkah strategis dalam pelestarian budaya yang tidak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi penguatan identitas budaya dan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat Banda.
13/05/2026
BP Kebudayaan Maluku Hadiri Festival Budaya Senandung Jukulele
Ambon, 2026 – Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku turut menghadiri kegiatan Festival Budaya Senandung Jukulele sebagai ruang ekspresi seni dan pelestarian budaya lokal yang melibatkan generasi muda Maluku. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan musik tradisional sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya daerah.
Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku dalam hal ini diwakili oleh Pamong Budaya, Bapak Mezak Wakim, S.Pd., selaku PIC Dana Indonesiaraya dan Bapak Zamrud Palijama, S.Sos. M.Si.
Kegiatan ini terlaksana melalui fasilitasi Dana Abadi Kebudayaan (Indonesiana) yang kini bertransformasi menjadi Dana Indonesiaraya. Dukungan ini menjadi bentuk komitmen dalam mendukung kreativitas masyarakat serta penguatan kebudayaan di daerah.
Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku terus berkomitmen untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon dalam mendukung kreativitas masyarakat serta pelestarian kebudayaan daerah.
Melalui Festival Budaya Senandung Jukulele ini diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit seniman muda yang bangga terhadap identitas lokalnya, menjadi ruang dialog antar-generasi dalam pewarisan nilai budaya, serta mendorong terciptanya ruang kebudayaan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perkembangan ekonomi kreatif.
13/05/2026
BP Kebudayaan Hadiri Penandatanganan PKS Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku dan Perguruan Tinggi se-Provinsi Maluku
Ambon, 12 Mei 2026 – Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku menghadiri kegiatan Penandatanganan PKS (Perjanjian Kerja Sama) bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku dan perguruan tinggi se-Provinsi Maluku. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku dan dihadiri oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku, Bapak Dody Wiranto, S.S., M.Hum.
Penandatanganan PKS ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kerja sama antarinstansi sekaligus memperkuat kolaborasi BP Kebudayaan Maluku pasca penandatanganan PKS pada Festival Benteng Duurstede di Saparua, Maluku Tengah. Proses penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Maluku, Bapak Abdullah Vanath, S.Sos., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku, Bapak Dr. Saiful Sahri, A.Md.IP., S.Sos., M.H., serta pimpinan OPD Provinsi Maluku.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku dalam sambutannya menyampaikan bahwa penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah komitmen kolektif untuk menjaga, melindungi, dan memaksimalkan potensi pemikiran serta kreativitas anak bangsa agar mendapatkan perlindungan hukum. Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku dalam sambutannya menegaskan bahwa kekayaan intelektual bukan lagi sekadar isu hukum, melainkan instrumen ekonomi yang sangat kuat dan harus mampu menjembatani masa depan budaya Maluku.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini juga menjadi tindak lanjut dari pemberian sertifikat HKI (Hak Kekayaan Intelektual) oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku kepada 32 (tiga puluh dua) Warisan Budaya Takbenda asal Maluku yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Melalui Perjanjian Kerja Sama ini, diharapkan tercipta langkah strategis dalam memberikan perlindungan hukum terhadap kekayaan intelektual serta memperkuat sinergitas antara pemerintah daerah dan BP Kebudayaan dalam mendukung upaya pemajuan kebudayaan di Provinsi Maluku.
12/05/2026
Refleksi Tragedi Genosida Banda 1621: “Merawat Ingatan, Merajut Masa Depan”
Banda Neira, 8–9 Mei 2026 – Kegiatan Refleksi Tragedi Genosida Banda 1621 diselenggarakan sebagai ruang bersama untuk mengenang tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi di Banda sekaligus merawat ingatan kolektif masyarakat Banda terhadap sejarah leluhur.
Kegiatan refleksi ini menghadirkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, akademisi, budayawan, mahasiswa, hingga masyarakat Banda. Momentum ini menjadi pengingat bahwa peristiwa tahun 1621 bukan hanya bagian dari sejarah Banda, tetapi juga bagian penting dari sejarah kemanusiaan di Nusantara.
Melalui refleksi ini disampaikan pentingnya menjaga warisan sejarah dan budaya Banda agar tetap hidup di tengah generasi masa kini. Semangat orang Banda diyakini tetap tumbuh dalam adat, bahasa, budaya, cerita para tetua, serta perjuangan generasi muda dalam menjaga identitas dan martabat masyarakat Banda.
Kegiatan refleksi ini turut menjadi bagian dari upaya panjang yang telah dirintis oleh Almarhum Des Alwi dalam menjaga ingatan sejarah Banda. Semangat tersebut hingga kini terus dipertahankan melalui yayasan dan yang didirikan olehnya sebagai ruang pelestarian sejarah, budaya, dan pendidikan bagi masyarakat Banda.
Kegiatan ini juga mendorong pentingnya pendidikan sejarah, pelibatan generasi muda, serta penguatan ruang-ruang budaya dan kreatif sebagai upaya merawat ingatan dan merajut masa depan Banda. Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran akan nilai kemanusiaan, persatuan, serta pentingnya menjaga warisan sejarah terus tumbuh dan hidup di tengah masyarakat.
12/05/2026
BP KEBUDAYAAN MALUKU HADIRI PESONA TARIAN BOKI REY
Seram Bagian Timur, 7 Mei 2026 - Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku yang diwakili oleh Pamong Budaya, Ibu Santy Nurlette, S.Sos., menghadiri kegiatan Pesona Tarian Boki Rey di Negeri Kwoas.
Tarian Boki Rey memancarkan kelembutan, keanggunan, dan jati diri perempuan Negeri Kwoas. Kehadirannya menghidupkan kembali denyut budaya yang tumbuh dan diwariskan secara turun-temurun di tengah masyarakat. Gerakan tangan yang lembut dipadukan dengan goyangan tubuh yang perlahan mengikuti irama tifa dan seruling, serta lantunan syair berbahasa daerah (Nagan) yang mengisahkan asal-usul marga dan kehidupan masyarakat Negeri Kwoas.
Setiap gerak dan syair bukan sekadar pertunjukan, melainkan ruang ingatan kolektif tentang identitas dan perjalanan hidup masyarakat adat Kwoas. Tarian ini biasanya dipentaskan dalam perayaan adat maupun penyambutan tamu kehormatan sebagai simbol penghormatan, sukacita, dan kebersamaan masyarakat Negeri Kwoas.
Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh kebahagiaan. Antusiasme masyarakat terlihat begitu kuat dalam mengikuti seluruh rangkaian acara sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya warisan leluhur.
Kegiatan dibuka oleh Kepala BP Kebudayaan Maluku yang diwakili oleh Santy Nurlette, S.Sos. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Negeri Kwoas atas dukungan dan kerja sama dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ruang pewarisan nilai budaya, media pendidikan karakter, serta sarana memperkuat jalinan sosial dan rasa kebersamaan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Camat Siritaun Wida Timur memberikan apresiasi atas semangat masyarakat dalam menjaga tradisi budaya. Penjabat Negeri Kwoas turut menyampaikan penghargaan kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku atas dukungan dalam upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan di daerah.
Budaya tidak hanya diwariskan melalui cerita, tetapi juga dihidupkan melalui gerak, syair, dan kebersamaan masyarakatnya.
11/05/2026
Apel Pagi Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku
Pada hari Senin, 11 Mei 2026, BP Kebudayaan Maluku melaksanakan kegiatan apel pagi rutin yang berlangsung di halaman kantor.
Apel pagi ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku, Bapak Dody Wiranto, S.S., M.Hum., serta diikuti oleh seluruh pegawai BP Kebudayaan Maluku.
Kegiatan apel diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian arahan oleh pemimpin apel.
Dalam arahannya, Bapak Dody menyampaikan filosofi tentang telur dan kentang yang direbus dalam air panas. Telur yang semula cair berubah menjadi keras, sementara kentang yang awalnya keras justru menjadi lembut. Filosofi ini menggambarkan bahwa setiap individu memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi tekanan, tantangan, dan proses dalam pekerjaan maupun kehidupan. Sebagai ASN, pegawai diharapkan mampu bersikap bijak, tenang, serta tetap menjaga sikap dan integritas dalam menghadapi berbagai situasi dan tantangan pekerjaan.
Beliau juga menegaskan pentingnya menjaga disiplin kerja sebagai bentuk tanggung jawab terhadap tugas dan fungsi masing-masing. Kedisiplinan, integritas, serta kerja sama yang baik menjadi hal penting dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang profesional, tertib, dan produktif di BP Kebudayaan Maluku.
Apel pagi kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan harapan agar seluruh aktivitas dan program kerja di BP Kebudayaan Maluku senantiasa berjalan dengan lancar.
11/05/2026
Refleksi Tragedi Genosida Banda 1621: “Merawat Ingatan, Merajut Masa Depan”
Banda Neira, 8-9 Mei 2026 – Kegiatan Refleksi Tragedi Genosida Banda 1621 diselenggarakan sebagai ruang bersama untuk mengenang tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi di Banda sekaligus merawat ingatan kolektif masyarakat Banda terhadap sejarah leluhur.
Kegiatan refleksi ini menghadirkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, akademisi, budayawan, mahasiswa, hingga masyarakat Banda. Momentum ini menjadi pengingat bahwa peristiwa tahun 1621 bukan hanya bagian dari sejarah Banda, tetapi juga bagian penting dari sejarah kemanusiaan di Nusantara.
Melalui refleksi ini disampaikan pentingnya menjaga warisan sejarah dan budaya Banda agar tetap hidup di tengah generasi masa kini. Semangat orang Banda diyakini tetap tumbuh dalam adat, bahasa, budaya, cerita para tetua, serta perjuangan generasi muda dalam menjaga identitas dan martabat masyarakat Banda.
Kegiatan ini juga mendorong pentingnya pendidikan sejarah, pelibatan generasi muda, serta penguatan ruang-ruang budaya dan kreatif sebagai upaya merawat ingatan dan merajut masa depan Banda.
Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran akan nilai kemanusiaan, persatuan, dan pentingnya menjaga warisan sejarah terus tumbuh di tengah masyarakat.
PemajuanKebudayaan