TANAM SEREMPAK, WUJUDKAN
PERKEBUNAN MAJU UNTUK INDONESIA
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal
Perkebunan terus mendorong percepatan pengembangan
komoditas perkebunan strategis melalui gerakan Tanam
Serempak di berbagai daerah.
Gerakan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat
ketahanan pangan dan energi, meningkatkan produktivitas
perkebunan, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan
kesejahteraan petani.
Mari bersama mendukung pembangunan perkebunan yang
berkelanjutan demi Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan
sejahtera.
Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Ambon
Kementerian Pertanian
Direktorat Jenderal Perkebunan
Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Per
01/06/2026
Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026 🇮🇩
Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa menjadi pedoman dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Mari kita aktualisasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap tindakan, untuk Indonesia yang lebih maju dan berkeadaban.
26/05/2026
Keluarga Besar BBPPTP Ambon mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M. ✨
Momentum Idul Adha bukan sekadar tentang berkurban, melainkan tentang menumbuhkan keikhlasan, kepedulian sosial, dan semangat untuk saling berbagi kebaikan terhadap sesama.
Mari jadikan hari yang suci ini sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan rasa syukur kita. Semoga semangat berkurban ini senantiasa menginspirasi kita semua untuk terus menebar manfaat, khususnya dalam mendukung kemajuan dunia perkebunan di wilayah Indonesia Timur.
Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat berkumpul bersama keluarga tercinta dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan. 🕌💚
26/05/2026
Menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: 1497 Tahun 2025, Nomor: 2 Tahun 2025, dan Nomor: 5 Tahun 2025, dengan ini kami sampaikan informasi mengenai operasional pelayanan di Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon dan seluruh unit kerjanya selama periode Libur Nasional dan Cuti Bersama di bulan Mei 2026
26/05/2026
Kabar baik untuk kita semua. Ekspor perdana pupuk urea Indonesia ke Australia menjadi tonggak baru penguatan industri pupuk nasional.
Sebanyak 47.250 ton pupuk urea senilai sekitar Rp600 miliar resmi dilepas sebagai tahap awal kerja sama ekspor hingga 500.000 ton dengan total nilai mencapai Rp7 triliun.
Keberhasilan ini menunjukkan daya saing pupuk nasional semakin kuat dan membuka peluang pasar baru di berbagai negara.
Repost:
25/05/2026
Langkah nyata mewujudkan program-program yang telah dicanangkan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus digerakkan.
Sinergi Gerak Aksi Perkebunan menghadirkan kolaborasi, pendampingan, dan penguatan dari hulu hingga hilir. Bersama pekebun, kita rawat komitmen untuk produktivitas, keberlanjutan, dan kesejahteraan.
25/05/2026
Kementan Percepat Penetapan CPCL Program Hilirisasi Perkebunan Tebu 2026
Surabaya — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mempercepat penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) Program Hilirisasi Perkebunan komoditas tebu Tahun 2026. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penetapan CPCL yang digelar di Surabaya, Jumat (22/5/2026).
Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pencapaian target pengembangan kawasan tebu nasional seluas 97.970 hektare yang tersebar di 11 provinsi. Pemerintah menargetkan seluruh pengembangan kawasan tebu tahun 2026 dapat tercapai 100 persen dan diselesaikan pada tahun yang sama.
Percepatan dilakukan melalui sinergi antara PT Sinergi Gula Nusantara, RNI, pabrik gula swasta, pemerintah daerah, hingga berbagai pihak terkait lainnya.
Selain itu, target CPCL non-SGN juga terus didorong melalui keterlibatan sejumlah pabrik gula dan perusahaan swasta. Verifikasi lahan terus dilakukan guna mempercepat penetapan CPCL sekaligus memenuhi target nasional.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, meminta seluruh pabrik gula bergerak cepat membantu percepatan pemenuhan CPCL agar target pengembangan kawasan tebu dapat segera tercapai.
“Kami meminta seluruh pabrik gula, baik SGN, RNI maupun swasta untuk bergerak cepat membantu pemenuhan CPCL. Target pengembangan tebu tahun 2026 harus tercapai sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian,” ujar Jamil.
Ia menambahkan, percepatan verifikasi data CPCL yang telah disampaikan kepada dinas perkebunan kabupaten/kota, provinsi, hingga BRMP perlu terus dioptimalkan agar proses penetapan dapat segera diselesaikan. Selain itu, kelengkapan dokumen terhadap SK yang telah terbit juga harus dipenuhi secara cepat dan tepat.
Dalam rapat tersebut juga dibahas optimalisasi potensi lahan untuk memenuhi sisa target CPCL, termasuk melalui identifikasi lahan milik TNI, Perhutani, Perhutanan Sosial, serta kawasan potensial lainnya.
Ali Jamil menegaskan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci dalam mendukung keberhasilan program hilirisasi perkebunan tebu nasional.
Pelaku Usaha Perkebunan Diminta Gerak Cepat Antisipasi Kebakaran Lahan Hadapi ‘Godzilla’ El-Nino
Sumatera Selatan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis berita potensi terjadinya Godzilla El-Nino yang dimulai dari bulan April dengan puncaknya di bulan Agustus tahun 2026 yang dapat menyebabkan kekeringan ekstrem dan potensi kebakaran lahan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman merespon berita BMKG di atas, menegaskan bahwa pencegahan kebakaran lahan harus menjadi prioritas seluruh pihak, terutama pelaku usaha perkebunan baik perusahaan/koorporasi maupun pekebun. Hal ini sejalan dengan mandat Undang-Undang No 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan khususnya Pasal 56.
Selanjutnya, Mentan Amran menyampaikan bahwa jangan setelah terjadi kebakaran baru melakukan pemadaman, pencegahan menjadi langkah utama yang harus dilakukan. Semua sistem, sarana, dan prasarana pengendalian kebakaran harus dipastikan siap sejak dini.
Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) dengan cepat menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian di atas dengan terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran lahan perkebunan seiring prediksi meningkatnya intensitas El-Nino pada tahun 2026. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui inspeksi menyeluruh terhadap sistem, sarana, dan prasarana pengendalian kebakaran lahan perkebunan di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu (9/5).
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Ali Jamil langsung memimpin inspeksi tersebut yang didampingi Direktur Pelindungan Perkebunan, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Banyuasin, dan Perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan pada salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
“Inspeksi ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Bapak Menteri Pertanian (Mentan) untuk memastikan kesiapan perusahaan perkebunan dalam menghadapi ancaman kebakaran khususnya lahan perkebunan dalam mengantisipasi potensi terjadinya Godzilla El-Nino,” kata Ali Jamil.
20/05/2026
Tebu bukan cuma jadi gula
Lewat hilirisasi, tebu bisa diolah jadi bioetanol, SAF, pakan ternak, pupuk, bahkan bahan industri bernilai tinggi.
Artinya? Nilai tambah naik, lapangan kerja terbuka, impor berkurang, dan kesejahteraan pekebun makin terjamin.
Hilirisasi tebu bukan pilihan, tapi langkah penting buat masa depan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Tebu Maju, Indonesia Makin Maju 🇮🇩
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the business
Telephone
Address
Jalan Pertanian Passo Ambon
Ambon
97232
Opening Hours
| Monday | 07:30 - 16:00 |
| Tuesday | 07:30 - 16:00 |
| Wednesday | 07:30 - 16:00 |
| Thursday | 07:30 - 16:00 |
| Friday | 07:30 - 16:30 |
