06/10/2026
Balikpapan (6/10) — Kepala Balai Besar Karantina Kalimantan Timur, drh. Amir Hasanuddin, M.M., menggelar rapat konsolidasi internal bersama jajaran Balai Besar Karantina Kalimantan Timur sebagai langkah awal dalam memperkuat koordinasi serta memetakan risiko karantina di wilayah Kalimantan Timur.
Rapat konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya Kepala Balai Besar yang baru untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi satuan pelayanan, pelaksanaan tugas dan fungsi, serta berbagai potensi risiko yang perlu menjadi perhatian dalam penyelenggaraan perkarantinaan di Kalimantan Timur.
Dalam rapat tersebut, masing-masing Ketua Tim menyampaikan paparan mengenai pelaksanaan kegiatan, capaian, kondisi terkini, serta berbagai isu strategis dan tantangan yang dihadapi sesuai bidang tugasnya. Paparan juga disampaikan oleh para Penanggung Jawab Satuan Pelayanan (PJ Satpel) terkait kondisi dan karakteristik satuan pelayanan masing-masing, termasuk potensi lalu lintas komoditas serta risiko yang perlu diantisipasi.
Amir menekankan bahwa pemetaan kondisi wilayah menjadi penting agar setiap langkah yang diambil dapat disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat risiko di lapangan.
“Setiap satuan pelayanan memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Kita perlu mengetahui kondisi di lapangan secara menyeluruh, memetakan risikonya, kemudian menentukan langkah yang tepat. Dengan koordinasi yang kuat, pengawasan dan pelayanan karantina dapat kita laksanakan secara lebih efektif,” ujar Amir.
Informasi yang dihimpun melalui rapat konsolidasi tersebut menjadi bahan penting dalam memetakan kondisi dan risiko wilayah secara lebih komprehensif. Hasil pemetaan selanjutnya dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas pengawasan, memperkuat koordinasi antar tim dan satuan pelayanan, serta menyusun langkah tindak lanjut sesuai kebutuhan di masing-masing satuan pelayanan.
Amir juga mendorong seluruh jajaran untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang solid dalam menjalankan tugas karantina, terutama dalam merespons dinamika lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, dan produknya di Kalimantan Timur.