BBWS Mesuji Sekampung

BBWS Mesuji Sekampung

Share

Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Provinsi Lampung

14/05/2026

Hari Kenaikan Isa Almasih mengingatkan kita pada peristiwa ketika Yesus Kristus naik ke surga setelah kebangkitan-Nya. Momen ini menjadi simbol kemenangan, pengharapan, dan janji akan penyertaan Tuhan bagi umat-Nya.

Melalui peringatan ini, mari memperkuat iman, menebarkan kasih, serta menjaga kedamaian dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Selamat memperingati Kenaikan Isa Almasih bagi yang merayakan. Semoga damai dan berkat selalu menyertai kita semua.






Photos from BBWS Mesuji Sekampung's post 13/05/2026

Rapat Pokja TKPSDA Bahas Isu Strategis Wilayah Sungai

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung menggelar Rapat Kelompok Kerja (Pokja) Isu Strategis TKPSDA Wilayah Sungai (WS) Mesuji Tulang Bawang dan WS Seputih Sekampung

Dalam sambutannya, Elroy berharap rapat tersebut dapat menghasilkan wawasan, saran, serta masukan yang bermanfaat bagi penguatan peran TKPSDA dan pengelolaan sumber daya air yang lebih optimal di WS Mesuji Tulang Bawang dan WS Seputih Sekampung.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pengelolaan wilayah sungai di Lampung, khususnya instansi yang tergabung dalam kelompok kerja pembahasan isu strategis.

Menurutnya, pengelolaan sumber daya air saat ini menghadapi berbagai tantangan, baik dari aspek teknis maupun nonteknis, sehingga diperlukan kolaborasi yang erat serta langkah-langkah praktis dengan arah kebijakan yang komprehensif.

Sementara itu, perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Endang Wahyuni, mengatakan pengelolaan sumber daya air di Wilayah Sungai saat ini menghadapi ancaman serius terhadap keberlanjutan daya dukung lingkungan.

Tiga isu krusial yang menjadi perhatian utama yakni lahan kritis, risiko kekeringan, dan konservasi mangrove.
Menurutnya, rapat Pokja kali ini bertujuan memfinalkan agenda strategi pengelolaan sumber daya air melalui beberapa tahapan utama, dimulai dari penajaman isu strategis yang telah dipilih, yaitu kekeringan, lahan kritis, dan konservasi mangrove, serta mengidentifikasi potensi isu tambahan yang relevan.

Dalam pelaksanaannya, Pokja diamanatkan menjalankan empat tugas utama.
1. identifikasi dan pemetaan permasalahan pengelolaan sumber daya air secara akurat di lapangan.
2. penyusunan dokumen kajian isu strategis sebagai dasar pengambilan keputusan.
3. perumusan rekomendasi konkret bagi TKPSDA Wilayah Sungai terhadap isu yang dibahas agar berdampak luas bagi pengelolaan sumber daya air.
4. pendalaman materi yang akan dibahas pada sidang komisi dan sidang pleno mendatang.






13/05/2026

“Semua air milik Allah…” - Aldi Taher

Benar. Air merupakan anugerah yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Namun, pemanfaatan sumber daya air tetap perlu dilakukan sesuai ketentuan dan perizinan yang berlaku.

Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan, keberlanjutan sumber daya air, serta melindungi kepentingan masyarakat secara luas.

📌 Dalam pengelolaan sumber daya air, dikenal dua bentuk perizinan:

🔹 Izin Pengusahaan Sumber Daya Air
Diberikan untuk kegiatan usaha yang memanfaatkan sumber daya air, antara lain:
• pembangkit listrik tenaga air (PLTA)
• industri dan usaha komersial
• hotel dan perkebunan
• air minum dalam kemasan (AMDK)
• pariwisata, olahraga air, transportasi, perikanan budidaya, pertambangan, dan konstruksi bendungan

🔹 Izin Penggunaan Sumber Daya Air
Digunakan untuk kegiatan non-usaha dan kepentingan publik, seperti:
• kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat
• irigasi pertanian rakyat
• pembangunan jembatan, dermaga, jaringan p**a dan kabel
• pemanfaatan bantaran dan sempadan sungai maupun danau

Pengelolaan sumber daya air yang tertib dan berkelanjutan merupakan tanggung jawab bersama, agar manfaat air dapat dirasakan hari ini maupun oleh generasi mendatang.






Photos from BBWS Mesuji Sekampung's post 12/05/2026

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung menggelar Sosialisasi Pemantauan Pos Hidrologi di Wilayah Sungai Seputih Sekampung dan Mesuji Tulang Bawang. Kegiatan ini berlangsung di Aula Batutegi Kantor BBWS Mesuji Sekampung pada Kamis, 7 Mei 2026, pukul 10.00 WIB.

Sosialisasi tersebut diikuti puluhan petugas hidrologi yang bertugas melakukan pemantauan kondisi sungai, curah hujan, serta debit air di berbagai titik wilayah kerja BBWS Mesuji Sekampung.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pengelolaan data sumber daya air secara akurat dan berkelanjutan. Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan ini Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (KPISDA) BBWS Mesuji Sekampung, Iskandar Rahim.

Dalam pemaparannya, Kabid KPISDA menyampaikan berbagai hal teknis terkait pemantauan pos hidrologi, mulai dari ketepatan pencatatan data lapangan, pemeliharaan alat, hingga pentingnya konsistensi pelaporan data hidrologi.

Ia juga memaparkan saat ini anggaran di bidang hidrologi sedang mengalami efisiensi, di mana sejumlah kegiatan hidrologi secara nasional terdampak kebijakan efisiensi pemerintah.

Karena itu, seluruh petugas hidrologi diminta memahami kondisi tersebut dan tetap mengoptimalkan kinerja. Kegiatan sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara pemateri dan peserta.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para petugas hidrologi dapat semakin memahami standar operasional pemantauan di lapangan, serta mampu menyajikan data yang cepat, tepat, dan akurat guna mendukung pengelolaan sungai dan infrastruktur sumber daya air yang lebih optimal.






Photos from BBWS Mesuji Sekampung's post 12/05/2026

BBWS Mesuji Sekampung melaksanakan penandatanganan kontrak paket pekerjaan Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Way Rarem pada Jumat, 8 Mei 2026, di Ruang Rapat Margatiga Kantor BBWS Mesuji Sekampung.

Pekerjaan ini merupakan bagian dari kegiatan Irigasi dan Rawa (IRA) I Satuan Kerja NVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Mesuji Sekampung Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari APBN.

Rehabilitasi DI Way Rarem yang berlokasi di Kabupaten Lampung Utara ini memiliki lingkup pekerjaan meliputi tahap persiapan, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kerja (SMKK), pekerjaan saluran, serta pekerjaan pintu air.

Melalui pekerjaan ini ditargetkan peningkatan jaringan irigasi sepanjang 40 kilometer dengan manfaat layanan irigasi mencapai 3.800 hektare lahan pertanian.

Pelaksanaan pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 235 hari kalender, mulai 7 Mei hingga 26 Desember 2026.

Kontrak pekerjaan ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen, Fudi Firmantoro, dengan penyedia jasa PT Jaya Etika Teknik.

Rehabilitasi DI Way Rarem diharapkan dapat meningkatkan keandalan layanan irigasi, mendukung produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di Lampung Utara.






Photos from BBWS Mesuji Sekampung's post 11/05/2026

Direktur Bina Operasional dan Pemeliharaan (OP) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum, A. Adi Umar Dani, meninjau sejumlah sungai rawan banjir di Kota Bandar Lampung, Minggu (10/5/2026).

Peninjauan tersebut didampingi Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, beserta jajaran dengan meninjau beberapa titik yang menjadi fokus penanganan banjir.

Lokasi pertama yang dikunjungi yakni kegiatan normalisasi Sungai Way Lunik di Jalan KH Mochammad Salim, Telukbetung Selatan.

Di lokasi ini, Tim OP BBWS Mesuji Sekampung menurunkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi yang telah banyak menumpuk di badan sungai.

Rombongan kemudian bergerak menuju sungai di samping RSUD Abdul Moeloek, Tanjungkarang Pusat yang dipadati kawasan permukiman warga.

Selanjutnya, rombongan meninjau sungai di dekat Perumahan Arinda Permai, Kecamatan Tanjung Senang. Di lokasi ini telah dibangun tanggul sungai baru di dua titik, salah satunya berada di pertemuan dua aliran sungai yang selama ini kerap meluap saat hujan deras.

Peninjauan di lokasi tersebut juga dihadiri jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung, di antaranya Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Wilson Faisol, beserta jajaran terkait.

Melalui peninjauan ini, Direktorat Jenderal SDA Kementerian PU terus memperkuat upaya mitigasi banjir.

Sebelumnya, Ditjen SDA juga telah mengalokasikan anggaran Rp5 miliar untuk penyusunan master plan dan DED penanganan banjir di Bandar Lampung sebagai langkah strategis dalam penanganan banjir secara terpadu.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem pengendalian banjir sekaligus meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dengan lebih efektif dan berkelanjutan.






11/05/2026

Direktur Bina Operasional dan Pemeliharaan Ditjen SDA Kementerian PU, A. Adi Umar Dani, meninjau langsung proses perbaikan irigasi gantung di Daerah Irigasi Rawajitu, Mesuji–Tulang Bawang, Sabtu (9/5/2026).

Peninjauan ini turut dihadiri Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari.

Ditjen SDA Kementerian PU memastikan percepatan penanganan di sejumlah titik kerusakan agar jaringan irigasi kembali berfungsi optimal untuk mendukung kebutuhan air para petani.

Selain perbaikan irigasi gantung, normalisasi saluran sepanjang 10,2 kilometer juga tengah dilakukan di tiga desa di Kabupaten Mesuji dan Tulang Bawang guna menjaga pasokan air tetap tersedia untuk area persawahan.

Pemerintah menargetkan beberapa sektor perbaikan dapat rampung dalam dua minggu ke depan, termasuk evaluasi dan optimalisasi p***a air agar lebih efisien bagi petani.







Photos from BBWS Mesuji Sekampung's post 10/05/2026

Direktur Bina OP Ditjen SDA Tinjau Perbaikan Irigasi Gantung

Direktur Bina Operasional dan Pemeliharaan (OP) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum, A. Adi Umar Dani, meninjau langsung kondisi irigasi gantung di Daerah Irigasi Rawajitu, Mesuji–Tulang Bawang, Sabtu (9/5/2026).

Kehadiran Direktur Bina OP tersebut menjadi langkah nyata Kementerian PU dalam menyikapi kerusakan yang terjadi pada jaringan irigasi gantung agar segera dilakukan penanganan.

Kunjungan itu turut didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, beserta jajaran.

Direktur Bina OP melihat langsung proses perbaikan di sejumlah titik lokasi, termasuk kondisi p***a air dan saluran pembuang primer (SPP) yang saat ini sedang dinormalisasi.

Adi Umar Dani mengatakan, irigasi gantung ini dibangun pada tahun 2020 hingga 2023. Dari hasil peninjauan, beberapa titik kerusakan sudah rampung diperbaiki oleh tim BBWS.

Untuk mempercepat proses pekerjaan, Adi Umar Dani menginstruksikan penambahan tenaga kerja agar perbaikan di sejumlah titik dapat segera diselesaikan.

Dengan begitu, diharapkan dalam 2 minggu ke depan beberapa sektor sudah rampung diperbaiki dan kembali berfungsi.

Ia juga menegaskan komitmen Kementerian PU untuk memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani di Lampung, khususnya di Kabupaten Mesuji dan Tulang Bawang.

Tak hanya fokus pada jaringan irigasi gantung, pihaknya juga akan melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap p***a-p***a air yang kinerjanya belum optimal.

Akan dilakukan analisis terkait kebutuhan yang perlu dioptimalkan agar biaya operasional p***a bisa lebih efisien bagi para petani.

Untuk memastikan pasokan air tetap tersedia bagi area persawahan, saat ini juga tengah dilakukan normalisasi saluran sepanjang 10,2 kilometer.

Normalisasi tersebut mencakup tiga desa, yakni Desa Wono Agung dan Desa Bumi Ratu di Kabupaten Tulang Bawang, serta Desa Bandar Anom di Kabupaten Mesuji.







Photos from BBWS Mesuji Sekampung's post 09/05/2026

Tim Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA II BBWS Mesuji Sekampung tengah melaksanakan normalisasi saluran primer pada Daerah Irigasi Rawa (DIR) Rawajitu di Kabupaten Tulang Bawang dan Mesuji (SPP IPIL).

Normalisasi irigasi dilakukan menggunakan dua unit alat berat jenis excavator long arm.

Pekerjaan berlangsung di tiga desa, yakni Desa Wono Agung dan Desa Bumi Ratu di Kecamatan Rawajitu Selatan Kabupaten Tulang Bawang, dan Desa Bandar Anom di Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji.

Adapun luas area layanan irigasi meliputi:

Luas baku: 17.168 hektare
Luas potensial: 14.756 hektare
Luas fungsional: 14.756 hektare
Dalam rencana kegiatan OP SPP IPIL, target pemeliharaan berkala saluran primer mencapai panjang 10 kilometer.

Berdasarkan data tim OP di lapangan, progres pekerjaan saat ini telah mencapai 5,4 kilometer dari total pekerjaan sepanjang 10,2 kilometer.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sebanyak 14.756 hektare lahan dapat menerima manfaat suplai air untuk musim tanam (MT) II tahun ini.

Selain normalisasi saluran primer, tim OP juga mengerahkan tenaga kerja untuk memperbaiki saluran irigasi tersier ferosemen serta p***a genset. Saat ini, sekitar 25 pekerja terlibat dalam kegiatan tersebut.

Para pekerja bertugas memperbaiki trase saluran, p***a air, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya pada jaringan irigasi tersier.

Kegiatan ini merupakan upaya OP dalam menjaga fungsi jaringan irigasi, meskipun konstruksi tersebut belum diserahterimakan oleh pihak pelaksana pembangunan dari tim PJPA.

BBWS Mesuji Sekampung⁠ memastikan kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga optimalisasi distribusi air ke lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas petani di wilayah Rawajitu dan sekitarnya.







Want your business to be the top-listed Government Service in Bandar?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Jalan Garuntang No. 57
Bandar

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:30
Tuesday 08:00 - 16:30
Wednesday 08:00 - 16:30
Thursday 08:00 - 16:30
Friday 08:00 - 17:00