05/06/2026
Bandar Lampung – Yayasan Siger Prakarsa Bunda menegaskan seluruh biaya pendidikan 102 siswa SMA Siger 1 dan SMA Siger 2 yang telah dipindahkan ke sejumlah SMA swasta di Kota Bandar Lampung tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Hal itu disampaikan di tengah proses pengalihan penanganan pendidikan para siswa yang kini difasilitasi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.
Ketua Yayasan Siger Prakarsa Bunda, Khaidarmansyah mengatakan, pemindahan siswa dilakukan sebagai langkah untuk memastikan seluruh peserta didik memperoleh Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sehingga hak mereka untuk mengikuti proses pendidikan dapat terpenuhi.
Menurut dia, proses pemindahan siswa ke sejumlah SMA swasta dilakukan oleh yayasan dengan fasilitasi dan kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.
Meski demikian, pembiayaan pendidikan para siswa tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung.
“Biaya sekolah anak-anak tersebut yang telah pindah ke SMA yang dituju, tetap menjadi tanggung jawab Pemkot Bandar Lampung. Upaya ini dilakukan agar para siswa mendapatkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik),” kata Khaidarmansyah, dalam keterangan tertulis Jumat (5/6).
Ia menjelaskan, Yayasan Siger Prakarsa Bunda tetap melanjutkan upaya pengurusan izin operasional sekolah. Langkah tersebut dilakukan agar sekolah yang dibentuk untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Khaidarmansyah mengungkapkan, dari sekitar 30 persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh izin operasional, yayasan saat ini hanya masih terkendala kepemilikan aset berupa tanah dan bangunan sekolah atas nama yayasan.
*Lanjut dikomentar
05/06/2026
Bandar Lampung – GIGA FC Lampung harus mengubur mimpi melaju ke babak Final Four Pro Futsal League 2 usai takluk tipis 0-1 dari Great Grace Futsal Surabaya.
Dalam laga yang berlangsung ketat, kedua tim tampil hati-hati sejak menit awal. GIGA FC berusaha mengambil inisiatif serangan untuk meraih kemenangan yang dibutuhkan, sementara Great Grace mengandalkan permainan disiplin dan serangan balik cepat.
Pertandingan berjalan sengit dengan sejumlah peluang yang tercipta dari kedua kubu. Namun Great Grace berhasil memanfaatkan satu peluang menjadi gol yang kemudian menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
Tertinggal satu gol, GIGA FC terus berupaya mencari gol penyeimbang hingga menit-menit akhir. Berbagai serangan dibangun untuk membongkar pertahanan lawan, namun hingga peluit panjang dibunyikan skor 1-0 untuk keunggulan Great Grace tetap bertahan.
Hasil ini membuat GIGA FC Lampung gagal mengamankan tiket ke babak Final Four Pro Futsal League 2 sekaligus mengakhiri perjuangan mereka di kompetisi musim ini. (Dho)
05/06/2026
Bandar Lampung – Di era media sosial, popularitas sebuah destinasi wisata tidak lagi hanya ditentukan oleh keindahan yang terlihat langsung di lapangan. Jumlah tayangan, tanda s**a, komentar, hingga tingkat keterlibatan pengguna kini turut membentuk persepsi publik tentang sebuah objek wisata.
Fenomena tersebut menjadi salah satu temuan utama dalam disertasi dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila), Toni Wijaya yang berhasil menyelesaikan studi Program Doktor Studi Pembangunan Unila.
Dalam sidang promosi doktor yang digelar pada Rabu (3/6), Toni mempertahankan disertasi berjudul “Dinamika Kontestasi Realitas: Analisis Konten Digital dalam Narasi Pariwisata Lampung di Instagram”.
Penelitian tersebut mengkaji bagaimana media sosial berperan dalam membentuk narasi dan realitas pariwisata Lampung di ruang digital.
Penelitian dilakukan terhadap 60 unggahan yang dipublikasikan oleh dua akun Instagram terbesar di Lampung, yakni (dikenal sebagai Lampung Geh!) yang memiliki sekitar 685 ribu pengikut dan dengan sekitar 268 ribu pengikut.
Melalui penelitian tersebut, Toni menemukan bahwa media sosial telah berkembang menjadi arena produksi realitas yang dipengaruhi oleh logika platform digital.
Menurut Toni, sebuah unggahan foto destinasi wisata yang memperoleh jutaan tayangan tidak lagi dipandang sebagai sekadar data statistik. Tingginya angka tayangan tersebut sering kali diterjemahkan publik sebagai bukti bahwa destinasi yang ditampilkan memang menarik dan layak dikunjungi.
“Media sosial bukan sekadar saluran promosi. Ini adalah arena dialektis produksi realitas yang dipengaruhi oleh logika platform. Apa yang viral adalah apa yang dianggap nyata oleh masyarakat digital,” ujar dia.
Dari hasil analisis konten, Toni menemukan bahwa kategori unggahan yang paling banyak ditampilkan oleh kedua akun tersebut adalah wisata alam, wisata bahari, dan kuliner. (Cha)
05/06/2026
Lampung Selatan – Pengadilan Negeri (PN) Kalianda belum menerima berkas kesepakatan damai Nur Wahid dari PTPN. Proses persidangan mbah Mujiran masih berlanjut.
Juru Bicara PN Kalianda, Angghara Pramudya mengatakan agenda sidang yang sebelumnya dijadwalkan untuk mekanisme keadilan restoratif (MKR) belum dapat dilaksanakan karena salah satu terdakwa belum memperoleh perdamaian dari pihak korban.
“Karena dari pihak PTPN belum bersedia untuk berdamai dengan salah satu terdakwa, dengan demikian terkait proses RJ-nya masih tetap diupayakan pada persidangan selanjutnya oleh majelis hakim yang memeriksa perkara,” kata Angghara.
Menurutnya, sidang perkara tersebut kini dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi a de charge atau saksi yang diajukan untuk meringankan terdakwa.
Angghara membenarkan bahwa belum tercapainya perdamaian antara PTPN dan Nur Wahid menjadi alasan mekanisme keadilan restoratif belum dapat dijalankan, mengingat kedua terdakwa berada dalam satu perkara yang sama.
Ia juga menegaskan bahwa selama salah satu terdakwa belum mencapai perdamaian dengan pihak korban, maka proses persidangan akan tetap berjalan meski Kakek Mujiran telah memperoleh kesepakatan damai.
“Betul seperti itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Angghara menjelaskan mekanisme keadilan restoratif di pengadilan memiliki prosedur berbeda dibandingkan yang diterapkan di tingkat kepolisian maupun kejaksaan.
“Sekalipun kedua terdakwa telah berhasil mencapai kesepakatan MKR, persidangan juga tetap berlanjut sampai putusan karena proses MKR di pengadilan prosedurnya seperti itu. Berbeda dengan kepolisian dan kejaksaan (yang langsung dihentikan),” jelasnya.
Sebelumnya, sidang dengan agenda mekanisme keadilan restoratif yang digelar di PN Kalianda pada Rabu (3/6/2026) gagal dilaksanakan.
Kuasa hukum Kakek Mujiran menyebut kegagalan tersebut terjadi karena Nur Wahid yang menjadi terdakwa dalam berkas perkara yang sama belum mendapatkan perdamaian dari pihak PTPN selaku korban.
Majelis hakim masih memberikan kesempatan kepada para pihak untuk mengupayakan perdamaian terhadap Nur Wahid agar mekanisme keadilan restoratif dapat dilaksanakan pada persidangan berikutnya. (Yul)
05/06/2026
Bandar Lampung – Pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh kisaran Rp18.020 per dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan berdampak hingga ke daerah, termasuk Lampung.
Kenaikan biaya produksi, tekanan inflasi, hingga potensi penurunan daya beli masyarakat menjadi sejumlah konsekuensi yang perlu diwaspadai di tengah melemahnya mata uang nasional.
Akademisi Universitas Lampung yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila, Prof. Dr. Nairobi mengatakan, penurunan nilai rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS merupakan akumulasi tekanan yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut dia, dari pasar keuangan internasional, gejolak global yang belum mereda bertemu dengan sejumlah kerentanan domestik sehingga membuat posisi rupiah semakin rentan terhadap guncangan baru.
“Pelemahan rupiah belakangan ini bersumber dari tekanan luar negeri dan dalam negeri yang saling memperkuat. Dari luar negeri, gejolak geopolitik global dan kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat mengguncang pasar keuangan internasional dan mendorong arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia,” ujar dia, saat dikonfirmasi Lampung Geh, Kamis (4/6).
Ia menjelaskan, dari sisi moneter internasional, menguatnya dolar AS membuat imbal hasil aset berdenominasi rupiah terlihat kurang menarik bagi investor global.
Pergeseran portofolio investasi ke aset yang dianggap lebih aman turut menekan mata uang negara berkembang dan mempercepat depresiasi rupiah.
Sementara dari dalam negeri, Indonesia masih menghadapi sejumlah kerentanan struktural, terutama ketergantungan terhadap impor energi dan kewajiban pembayaran utang luar negeri.
Kebutuhan dolar AS untuk membiayai impor, pembayaran utang, dan repatriasi dividen secara berkala dinilai menambah tekanan terhadap permintaan valuta asing.
*Lanjut dikomentar
04/06/2026
Bandar Lampung – GIGA FC Lampung harus mengakui keunggulan Maestro Solo usai kalah tipis dengan skor 3-4 pada lanjutan Pro Futsal League 2.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal dengan kedua tim saling menekan untuk menciptakan peluang. GIGA FC maupun Maestro Solo sama-sama tampil agresif sehingga laga berjalan dalam tempo tinggi.
Jual beli serangan terus terjadi sepanjang pertandingan. GIGA FC Lampung beberapa kali mampu memberikan perlawanan dan mencetak gol untuk menjaga asa meraih poin, namun Maestro Solo tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang didapat.
Memasuki menit-menit akhir, GIGA FC berupaya mengejar ketertinggalan dan terus menekan pertahanan lawan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 4-3 untuk keunggulan Maestro Solo tetap bertahan.
Hasil ini membuat GIGA FC Lampung harus menutup pertandingan dengan kekalahan tipis, meski mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang laga. (Dho)