BPS Provinsi Jawa Barat

Call Directions Website Contact the organization

BPS Provinsi Jawa Barat Selamat datang di akun Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat

Badan Pusat Statistik merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang memiliki tugas untuk melakukan kegiatan perstatistikan di Indonesia melalui sensus dan survei.

21/10/2026

Sampurasun, Sahabat Statistik.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, didampingi Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menghadiri sesi Working Group CAFEO ke-44 di PT. Pindad (Persero), Bandung (21/10).

Bersama delegasi ASEAN, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mengenal teknologi industri strategis Indonesia sekaligus menjajaki peluang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antarnegara.

Kolaborasi ini diharapkan mendorong pengembangan teknologi dan industri, membuka peluang ekonomi serta lapangan kerja, dan mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sampurasun, Sahabat Statistik.Masih dalam rangkaian forum internasional Conference of the ASEAN Federation of Engineerin...
21/10/2026

Sampurasun, Sahabat Statistik.

Masih dalam rangkaian forum internasional Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menghadiri sesi Working Group yang diikuti oleh para delegasi negara anggota ASEAN pada Rabu (21/10). Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPS RI didampingi oleh Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati. Bertempat di PT. Pindad (Persero), kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para delegasi untuk mengenal lebih dekat industri strategis nasional yang bergerak di bidang produk pertahanan dan komersial.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie; Direktur Utama PT. Pindad (Persero), Sigit P. Santosa; serta para delegasi dari negara-negara anggota ASEAN.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT. Pindad (Persero) menyampaikan keterbukaan perusahaan terhadap peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya dalam pengembangan teknologi rekayasa dan industri. Menurutnya, forum internasional seperti CAFEO menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan profesional, bertukar pengetahuan, serta menjajaki peluang kerja sama lintas negara.

“We see these occasions as an excellent opportunity to strengthen professionals relationships, exchange knowledge and explore new avenues to collaborate in engineering technologies and industrial developments. Now obviously we open for delegates from our ASEAN countries, we're open for collaborations,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke fasilitas produksi dan area uji coba produk PT Pindad (Persero). Melalui kunjungan ini, para delegasi berkesempatan melihat secara langsung proses produksi serta pengembangan teknologi industri yang menjadi bagian dari kemampuan manufaktur Indonesia.

Partisipasi dalam forum CAFEO ke-44 diharapkan dapat memperkuat jejaring dan pertukaran pengetahuan antarnegara ASEAN, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan teknologi, industri, dan inovasi di kawasan.


Sampurasun, Sahabat Statistik.BPS Provinsi Jawa Barat memperkuat koordinasi dan pendampingan teknis bersama Tim Neraca W...
21/10/2026

Sampurasun, Sahabat Statistik.

BPS Provinsi Jawa Barat memperkuat koordinasi dan pendampingan teknis bersama Tim Neraca Wilayah dan Analisis Statistik (Nerwilis) BPS kabupaten/kota se-Jawa Barat dalam penyusunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) rebasing. Kegiatan konsultasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman teknis serta mendukung kualitas data statistik ekonomi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Rabu (21/10).

PDRB merupakan salah satu indikator penting untuk menggambarkan kondisi perekonomian suatu wilayah. Melalui PDRB menurut lapangan usaha, dapat diketahui sektor-sektor yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah. Sementara itu, PDRB menurut pengeluaran memberikan gambaran mengenai penggunaan barang dan jasa, seperti untuk konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, investasi, serta kegiatan perdagangan.

Penyusunan PDRB melalui proses rebasing atau pembaruan tahun dasar dilakukan untuk menyesuaikan pengukuran ekonomi dengan perkembangan kondisi perekonomian. Dengan demikian, data yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih relevan mengenai struktur dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya penghitungan PDRB rebasing yang lebih baik, dengan dukungan kelengkapan data dan pemahaman metodologi yang memadai. Data tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi sektor ekonomi potensial, mengevaluasi perkembangan perekonomian, serta menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan menentukan prioritas pembangunan.

Bagi masyarakat, ketersediaan data PDRB yang berkualitas memberikan manfaat melalui perencanaan pembangunan yang lebih terarah. Informasi mengenai sektor ekonomi yang berkembang dapat membantu pemerintah melihat peluang pengembangan usaha, investasi, dan penciptaan lapangan kerja. Sementara itu, gambaran mengenai pertumbuhan ekonomi dan pola pengeluaran dapat menjadi bahan evaluasi dalam merancang program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.

Sampurasun, Sahabat Statistik.Selepas menghadiri forum internasional The 44th Conference of the ASEAN Federation of Engi...
20/10/2026

Sampurasun, Sahabat Statistik.

Selepas menghadiri forum internasional The 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 44) di Kota Bandung, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, melanjutkan agenda kerja ke Kantor BPS Provinsi Jawa Barat pada Selasa (20/10).

Bertempat di Ruang Komunal Lantai 4 Kantor BPS Provinsi Jawa Barat, Kepala BPS RI menggelar pertemuan bersama Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, Kepala BPS Kabupaten/Kota se-Bandung Raya, pejabat fungsional Ahli Madya, serta para Ketua Tim BPS Provinsi Jawa Barat. Pertemuan ini membahas hasil evaluasi pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Provinsi Jawa Barat, termasuk perkembangan capaian dan kualitas data yang dihasilkan.

Dalam pertemuan tersebut, Margaretha Ari Anggorowati menyampaikan perkembangan terkini pelaksanaan pendataan SE2026 di Jawa Barat. Masing-masing Kepala BPS Kabupaten/Kota se-Bandung Raya turut memaparkan progres pendataan di wilayahnya, berbagai kendala yang dihadapi, serta upaya yang telah dilakukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan.

Kepala BPS RI mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran BPS Kabupaten/Kota dalam mendukung pelaksanaan SE2026. Meski progres pendataan di Jawa Barat menunjukkan capaian yang cukup baik, kualitas data tetap menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, upaya pengawalan dan evaluasi perlu terus dilakukan agar data yang dihimpun akurat, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selepas pertemuan tersebut, Kepala BPS RI melanjutkan agenda dengan menggelar pertemuan bersama Forum Masyarakat Statistik (FMS) di Gedung SDGs Center Universitas Padjadjaran. Didampingi oleh Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, pertemuan ini dihadiri oleh Ketua FMS Rusman Heriawan; Ketua Kelompok Kerja Statistik Ekonomi FMS, Prof. Arief Anshory Yusuf; Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data BPS RI, Prof. Setia Pramana; Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS RI, Budi Setiawan; serta Kepala Subdirektorat Sains Data Direktorat Metodologi Statistik dan Sains Data BPS RI, Rindang Bangun Prasetyo.

Pertemuan bersama FMS menjadi ruang diskusi dan pertukaran pandangan antara BPS dan para pemangku kepentingan, khususnya kalangan akademisi, terkait Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sejumlah masukan disampaikan untuk mendukung penguatan kualitas data, termasuk aspek pemanfaatan dan penyempurnaan DTSEN sebagai salah satu instrumen penting dalam mendukung kebijakan pembangunan dan program perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran.

Melalui rangkaian pertemuan ini, BPS terus memperkuat komitmen untuk menjaga kualitas data statistik, baik dalam pelaksanaan SE2026 maupun dalam pengembangan dan pemanfaatan DTSEN. Sinergi antara BPS, pemerintah, dan kalangan akademisi diharapkan dapat menghasilkan data yang semakin berkualitas dan menjadi landasan yang kuat bagi perumusan kebijakan berbasis bukti.



Sampurasun, Sahabat Statistik.Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mendampingi Kepala BPS RI, Ama...
20/10/2026

Sampurasun, Sahabat Statistik.

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mendampingi Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, pada kegiatan Pembukaan The 44th Conference of ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 44) yang diselenggarakan di Grand Ballroom Pullman Bandung International Convention Center (BICC), Kota Bandung, pada Selasa (20/10).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi; Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie; serta delegasi dari 11 negara anggota ASEAN. Mengusung tema “Future of ASEAN: Shared Prosperity and Humanity Through Inclusive and Sustainable Industrialisation”, CAFEO 44 menjadi forum bagi para insinyur di kawasan ASEAN untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong kemakmuran bersama, pembangunan berkelanjutan, dan kemajuan teknologi yang inklusif.

Kegiatan diawali dengan paparan yang disampaikan oleh Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie. Beliau berharap agar pertemuan ini memiliki dampak bagi pembangunan, khususnya di negara-negara anggota ASEAN. “Let CAFEO 44 be more than just a conference. Let it be a turning point where ideas become connections, connections become partnership, and engineering delivers a real impact for ASEAN,” tegas beliau.

Sementara itu dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menyampaikan pandangannya terkait peran strategis para insinyur dalam pengembangan dan kemajuan pembangunan di Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menerima penghargaan “Distinguished Honorary Fellow” dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan peran yang telah diberikan selama ini.

Partisipasi BPS dalam forum internasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, dengan statistik berkualitas sebagai salah satu fondasi penting dalam perumusan kebijakan berbasis data.


Sampurasun, Sahabat Statistik. BPS Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Rapat Evaluasi Data Hasil Survei Angkatan Kerja ...
20/10/2026

Sampurasun, Sahabat Statistik.

BPS Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Rapat Evaluasi Data Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2026 dan Persiapan Penyusunan Publikasi Proyeksi Penduduk Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang berlangsung di Ruang Vicon Lantai 3 BPS Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (20/10).

Dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri oleh Kepala BPS Kabupaten/Kota serta Tim Statistik Sosial tingkat provinsi, kabupaten, dan kota di Jawa Barat. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 13–15 Oktober 2026 di BPS Pusat. Pembahasan difokuskan pada evaluasi indikator sementara Sakernas Agustus 2026 tingkat kabupaten/kota, persiapan pelaksanaan Sakernas November 2026, serta pencermatan data proyeksi penduduk dan parameter demografi hasil SUPAS 2025.

Selain evaluasi data, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan penyusunan Publikasi Proyeksi Penduduk Hasil SUPAS 2025 yang dijadwalkan rilis pada 31 Desember 2026, mencakup tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota. Pencermatan data dilakukan untuk mendukung kualitas informasi statistik ketenagakerjaan dan kependudukan yang akan dipublikasikan.

Melalui kegiatan ini, BPS Provinsi Jawa Barat bersama BPS kabupaten/kota memperkuat koordinasi dalam evaluasi data dan persiapan publikasi guna mendukung penyediaan statistik yang berkualitas sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan.

Sampurasun, Sahabat Statistik.Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat menghadiri rapat pembahasan Data Tunggal S...
19/10/2026

Sampurasun, Sahabat Statistik.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat menghadiri rapat pembahasan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diselenggarakan di Kantor DPD RI Provinsi Jawa Barat pada Senin (19/10). BPS Provinsi Jawa Barat diwakili oleh Statistisi Ahli Madya, Isti Larasati Widiastuty dan Mohammad Jalaluddin.

Pertemuan ini dipimpin oleh Kepala Kantor DPD RI Provinsi Jawa Barat dan diikuti oleh sejumlah instansi terkait, antara lain Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, BPJS Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta perwakilan perguruan tinggi Unisba. Pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi untuk membahas pemanfaatan, akurasi, dan pemutakhiran DTSEN, khususnya dalam mendukung penyaluran bantuan sosial, jaminan kesehatan, dan bantuan pendidikan.

Dalam pembahasannya, BPS Provinsi Jawa Barat menjelaskan bahwa DTSEN merupakan basis data tunggal individu dan/atau keluarga yang memuat kondisi sosial ekonomi penduduk Indonesia serta telah dipadankan dengan data kependudukan. Data ini dibangun dari sejumlah sumber utama, yaitu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), dan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), yang diperkuat dengan data administratif dari berbagai instansi.

BPS juga menekankan pentingnya pemutakhiran data secara berkala melalui integrasi, pemadanan, verifikasi, dan validasi data, serta partisipasi masyarakat. Apabila terdapat ketidaksesuaian antara data dan kondisi sosial ekonomi yang sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan usul atau sanggahan melalui kanal yang tersedia, antara lain SIKS-NG melalui desa atau kelurahan, aplikasi Cek Bansos, dan kanal Cek DTSEN BPS.

Selain membahas mekanisme pemutakhiran, pertemuan ini menyoroti dampak perubahan desil terhadap akses masyarakat pada berbagai program bantuan. Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan BPJS Kesehatan menyampaikan sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program, termasuk kebutuhan verifikasi kondisi faktual penerima manfaat, penanganan pengaduan, serta pentingnya masa transisi bagi masyarakat yang mengalami perubahan status kepesertaan bantuan.

Diskusi juga menggarisbawahi perlunya koordinasi lintas instansi untuk meningkatkan ketepatan sasaran program perlindungan sosial. BPS berperan menyediakan data rujukan sosial ekonomi yang akurat dan mutakhir, sedangkan kebijakan mengenai kelanjutan, penghentian, atau pengalihan bantuan tetap menjadi kewenangan kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah penyelenggara program.

Melalui pertemuan ini, diharapkan koordinasi antara BPS, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya semakin kuat dalam mendukung perbaikan kualitas DTSEN. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan data sosial ekonomi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebijakan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi faktual masyarakat.


Sampurasun, Sahabat Statistik.Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, menggelar Diskus...
19/10/2026

Sampurasun, Sahabat Statistik.

Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) bertajuk Evaluasi Sensus Ekonomi 2026 dan Penguat Kelembagaan BPS dalam Penyelenggaraan Sistem Statistik Nasional di Horison Hotel, Kota Tasikmalaya, pada Minggu (18/10). Kegiatan ini diikuti oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mahasiswa, serta masyarakat umum sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan statistik nasional.

Kegiatan diawali dengan welcome speech oleh Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa statistik merupakan gambaran kondisi dan dinamika kehidupan masyarakat yang menjadi dasar dalam memahami persoalan pembangunan. Data statistik yang akurat diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan, menentukan prioritas, serta merumuskan kebijakan dan program pembangunan yang tepat sasaran.

Selain itu, Kepala BPS Provinsi Jawa Barat juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara BPS, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menghasilkan data berkualitas. Menurut beliau, keberhasilan penyelenggaraan statistik tidak hanya bergantung pada BPS sebagai penyelenggara, tetapi juga pada kesediaan responden untuk memberikan informasi yang benar dan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Selanjutnya, Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, menyampaikan keynote speech mengenai evaluasi pelaksanaan SE2026 dan penguatan kelembagaan BPS. Beliau menyoroti pentingnya evaluasi yang mencakup cakupan pendataan, akurasi dan kelengkapan data, pendataan UMKM, perkembangan ekonomi digital, kualitas petugas, pemanfaatan teknologi informasi, efisiensi anggaran, serta partisipasi masyarakat.

Beliau juga menekankan perlunya penguatan kelembagaan BPS agar penyelenggaraan statistik nasional semakin profesional, independen, terintegrasi, dan dapat dipercaya. Penguatan tersebut perlu didukung oleh regulasi yang memadai, koordinasi dan integrasi data antarinstansi, transformasi digital, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta jaminan kualitas dan keamanan data. Sinergi BPS dan DPR RI turut menjadi perhatian, khususnya dalam mendorong pembaruan regulasi statistik guna memperkuat landasan hukum penyelenggaraan statistik nasional.

Memasuki sesi paparan materi, Statistisi Ahli Madya BPS Kota Tasikmalaya, Panca Oktianti, menyampaikan evaluasi pelaksanaan SE2026 serta materi mengenai peran BPS dalam penyelenggaraan statistik resmi (official statistics). Berdasarkan pemantauan dashboard BPS RI yang disampaikan dalam paparan, pendataan SE2026 di Kota Tasikmalaya telah selesai dilaksanakan. Capaian ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, berbagai pemangku kepentingan, pelaku usaha, masyarakat, dan petugas lapangan.

Meski demikian, Panca menjelaskan bahwa tantangan pendataan tetap perlu menjadi perhatian, terutama dalam menjangkau sentra UMKM dan menyesuaikan strategi pendataan dengan karakteristik wilayah serta ketersediaan responden. Pendekatan operasional seperti kunjungan pada malam hari atau akhir pekan dapat diterapkan sesuai kebutuhan di lapangan untuk meningkatkan jangkauan pendataan dan kelengkapan informasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan serta bertukar pandangan mengenai penyelenggaraan statistik nasional. Salah satu isu yang dibahas adalah perkembangan Rancangan Undang-Undang Statistik. Dalam diskusi tersebut, pembaruan regulasi dipandang penting untuk memperkuat kelembagaan BPS dan mendukung penyelenggaraan statistik nasional yang berkualitas, terpadu, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.

Melalui kegiatan ini, BPS Provinsi Jawa Barat berharap evaluasi SE2026 dapat menjadi bahan perbaikan bagi penyelenggaraan sensus dan kegiatan statistik selanjutnya. Kolaborasi lintas sektor, peningkatan literasi statistik, serta partisipasi aktif masyarakat diharapkan terus diperkuat agar data yang dihasilkan semakin berkualitas dan mampu mendukung perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembangunan yang lebih tepat sasaran.



Sampurasun, Sahabat Statistik.Mengawali kegiatan minggu keempat di bulan oktober, BPS Provinsi Jawa Barat dan BPS Provin...
19/10/2026

Sampurasun, Sahabat Statistik.

Mengawali kegiatan minggu keempat di bulan oktober, BPS Provinsi Jawa Barat dan BPS Provinsi Kepulauan Riau secara bersamaan membuka Pelatihan Instruktur Daerah (Inda) Survei Pola Konsumsi Rumah Tangga (SPKRT) 2027 pada Senin (19/10). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini dibuka oleh Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau.

Pembukaan pelatihan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan instruktur daerah yang kompeten untuk mendukung pelaksanaan SPKRT 2027. Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan mampu memahami konsep, metodologi, dan tata cara pelaksanaan survei secara menyeluruh, serta meneruskan pengetahuan kepada petugas di wilayah masing-masing.

Dalam sambutannya, Margaretha menekankan bahwa pola konsumsi masyarakat terus mengalami perubahan seiring dinamika sosial dan ekonomi. Perubahan pendapatan, urbanisasi, perkembangan teknologi dan transaksi digital, serta perubahan gaya hidup turut memengaruhi pola konsumsi rumah tangga. Kondisi ini menuntut tersedianya statistik yang semakin relevan, berkualitas, dan mampu menggambarkan kondisi masyarakat secara lebih baik.

“Pola konsumsi masyarakat terus berubah seiring dinamika sosial dan ekonomi. Karena itu, SPKRT 2027 menjadi langkah penting untuk menghasilkan data yang lebih relevan dan berkualitas, sebagai dasar pembaruan paket komoditas dan diagram timbang dalam penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK),” ujarnya.

Melalui pelatihan Inda SPKRT 2027, BPS Provinsi Jawa Barat dan BPS Provinsi Kepulauan Riau berupaya memperkuat kesiapan instruktur dan menjaga kualitas pelaksanaan survei. Upaya ini diharapkan dapat mendukung tersedianya data yang akurat, relevan, dan tepercaya sebagai landasan pengambilan kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pelatihan Inda SPKRT 2027 berlangsung melalui tahapan Massive Open Online Course (MOOC) pada 19–21 Oktober 2026 dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada 22–23 Oktober 2026. Pelatihan ini diikuti oleh 125 instruktur daerah di Jawa Barat yang dibimbing lima Instruktur Nasional, serta 25 instruktur daerah di Kepulauan Riau dengan satu Instruktur Nasional. Melalui pelatihan ini, diharapkan para instruktur siap mendukung pelaksanaan SPKRT 2027 dan menghasilkan data berkualitas.

Address

Jalan PHH. Mustofa No. 43
Bandung Satu
40124

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30

Telephone

+62227272595

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BPS Provinsi Jawa Barat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to BPS Provinsi Jawa Barat:

Share