27/11/2019
Rekan penyuluh pernah dengar sistem budi daya sayuran secara vertikultur? Vertikultur adalah sistem budi daya pertanian secara vertikal atau bertingkat. Cara budi daya ini cocok bagi masyarakat perkotaan. Jenis tanaman yang dapat ditanam secara vertikultur sangat banyak, contohnya, sayuran seperti kangkung, bayam, pakcoy, selada, dan caisim.
Pembuatan Rak
Wadah tanaman dapat menggunakan bambu, p**a paralon, pot, kantong plastik, atau gerabah.
Unit vertikultur dari Bambu dan Paralon
Potong bambu atau paralon kurang lebih 120cm, dengan pembagian 100 cm untuk wadah tanaman dan 20 cm untuk dimasukkan ke tanah. Semua ruas bambu kecuali yang terakhr dibobol menggunakan linggis sebagai tempat media tanam. Ruas terakhir tidak dibobol, cukup dibuat lubang-lubang kecil untuk mengeluarkan kelebihan air penyiraman. Kalau menggunakan paralon, tutup dasar paralon menggunakan tutup paralon.
Buat lubang tanam di sepanjang bagian 100cm dengan menggunakan bor, pahat, atau pisau, Pada dua sisi yang saling berhadapan dibuat masing-masing tiga lubang tanam, pada dua sisi lainnya masing-masing dua lubang tanam sehingga ada 10 lubang tanam. Diameter lubang 1,5 cm dan jarak antar lubang 30cm.
Tanam bambu atau paralon dengan memasukkan 20 cm bagian bawah ke dalam tanah.
Unit Vertikultur Sistem Rak
- Buat rak dengan tinggi 1 m, lebar 1m, dan panjang sesuai kebutuhan.
- Atur tiga rangkaian rak secara berundak, dengan jarak antarundakan 30cm dan lebar masing-masing rak 25-30cm
- Potong talang air dengan ukuran sesuai rangka rak, lalu tutup ujung talang menggunakan penutup talang dan lekatkan
- Lubangi dasar talang dengan diameter 1cm dan jarak antarlubang 15-20cm
- Isi talang menggunakan media tanam lalu susun pada rak
Penyiapan Media Tanam
Media tanam berupa tanah yang banyak mengandung humus, pasir halus atau sekam bakar, pupuk kandang, pupuk hijau, dan kapur pertanian. Perbandingannya 50% tanah, 10% pasir halus/sekam bakar, dan 40% pupuk kandang/pupuk hijau/kompos. Untuk daerah perkotaan, sebaiknya menggunakan arang sekam bakar atau pakis yang dicampur pupuk organik padat.
Penyiapan Pupuk Organik
Pupuk Organik Padat
Bahan kompos atau pupuk kandang, bantuan fosfat, atau guano, arang sekam, zeolit, dan molasses. Cara membuatnya adalah sebagai berikut:
- Haluskan semua bahan menggunakan alat penepung hingga berukuran 60-100 mesh.
- Campurkan semua bahan dengan perbandingan berdasarkan berat kompos 70%, batuan fosfat 10%, arang sekam 10%, dan zeolit 10%
- Siapkan bahan perekat molases yang telah diencerkan dengan air 1:1
- Hidupkan mesin granulator dan masukkan bahan pupuk yang telah dicampur
- Keringkan pupuk menggunakan alat pengering atau dijemur
- Saring pupuk granul menggunakan penyaring dengan diameter lubang sesuai kebutuhan
Pupuk Organik Cair
Bahan: Pupuk kandang/kompos kascing 5 kg, molases 2 liter, RM 100 ml, air 40 liter.
Cara membuat:
- Masukkan air 40 liter ke dalam ember atau gentong plastik
- Tambahkan molases 2 liter, aduk rata
- Masukkan inokulum EM 100ml, aduk merata
- Masukkan pupuk kandang/kompos/kascing 5kg ke dalam kantong kain, ikat bagian mulut kantong, lalu masukkan ke dalam ember atau gentong plastik dengan posisi menggantung
- Tutup ember atau gentong plastik menggunakan klem atau lakban
- Gunakan pupuk setelah tiga minggu. Pupuk matang berbau seperti tape
Penggunaan Pupuk Organik
Pupuk Organik padat diberikan sekali pada awal tanam, deicampur dengan media tanam dengan perbandingan 1:2 atau 1:3. Pupuk organik cair diencerkan (1 liter pupuk ditambah 9 liter air) lalu disemprotkan atau disiramkan pada tanaman dan media setiap 2-3 hari sekali.
Penyiapan Pestisida Organik
Pestisida organik bisa dibeli di pasaran atau disiapkan sendiri. Berikut beberapa resep pestisida nabati.
Ekstrak Daun Nimba, Tembakau, Brotowaki
Bahan: Daun mindi atau nimba 10kg, tembakau 200g, brotowali 200g, buah mengkudu 2 buah, dan akar tuba (bila ada).
Cara membuat:
- Haluskan semua bahan dengan cara ditumbuk, diblender, atau dicacah
- Tempatkan bahan dalam wadah lalu tambahkan air 10 liter
- Tutup rapat wadah, lalu diamkan selama satu minggu
- Saring bahan menggunakan kain halus
- Sebelum digunakan, campur 1 liter larutan dengan 1:30 liter air.
Ekstrak Daun Sirsak
Bahan: 50 lembar daun sirsak, satu genggam (100g) rimpang jeringau, satu siung bawang putih, 20g sabun colek/deterjen. Cara membuat:
- Haluskan daun sirsak, jeringau, dan bwang putih
- Campur lalu rendam dalam air selama 2 hari lalu saring
- Untuk penggunaan, campur 1 liter larutan dengan 10-15 liter air
Ekstrak Sirsak dan Tembakau
Bahan: 50 lembar daun sirsak, 5 lembar daun tembakau, atau satu genggam tembakau, 20 liter air, dan 20g sabun colek/deterjen.
Cara membuat:
- Tumbuk halus daun sirsak dan taun tembakau
- Campur dengan air dan aduk rata
- Diamkan semalam lalu saring
- Encerkan (ditambah 50-60 liter air) dan larutan siap digunakan
Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman
Benih disemai dalam wadah. Setelah memiliki 4-5 helai daun, benih dipindah ke tempat penanaman. Sebelum penanaman, siram media tanam hingga air siraman menetes, lalu tanam bibit di media tanam. Lakukan pemeliharaan seperti penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit jika diperlukan. Pupuk organik padat diberikan pada awal tanam, sedangkan pupuk organik cair diaplikasikan setiap minggu atau sesuai kebutuhan.
Di atas adalah hal-hal yang perlu diketahui seputar vertikultur. Metode tanam ini cocok digunakan jika lahan yang tersedia terbatas atau ada sedikit lahan di halaman Anda. Selamat mencoba dan semoga membantu.
Sumber:Pamflet Budi Daya Sayuran Secara Vertikultur, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia