Bidang Penyuluhan - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jabar

Bidang Penyuluhan - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jabar

Share

Official Page Bidang Penyuluhan - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat JABAR

Official Fan Page UPTD - Balai Pusat Penyuluhan Pertanian - DISTAN PROV.

21/06/2020

Selamat memperingati Hari Krida Pertanian,
21 Juni 2020.

Pertanian adalah tulang punggung perekonomian Bangsa. Untuk itu, petani tidak boleh berhenti berproduksi dan bekerja, demi terpenuhinya pangan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Majulah Pertanian Indonesia!




Photos from Bidang Penyuluhan - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jabar's post 30/12/2019

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil () mengunjungi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat dan disambut oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Ir. Hendi Jatnika, M.M dan Sekretaris Dinas TPH Drs. M. Ruslan U. ESFA., M.M Dalam kesempatan ini, beliau memilih Dinas TPH sebagai lokasi untuk Rapat Pimpinan Rutin bagi seluruh OPD lingkungan Jawa Barat. Ketika mengunjungi, beliau sempat menyapa rekan-rekan saat teleconference Jaringan Komunikasi Penyuluhan Desa. Pesannya adalah "Ayo berprestasi terus!" @ Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat

Photos 05/12/2019

Halo wargi Jawa Barat, ada acara gelar produk pertanian nih, pada datang yaa 😁. Banyak banget produk yang dijual, mulai dari sayur & buah segar, produk pangan, produk perkebunan, makanan olahan, dan produk lainnya.

Acaranya Hari Jum'at 06 Desember 2019 di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Jl. Surapati No. 71. Bandung

Jangan lupa pada datang yaa rame - rame sama keluarga, teman dan sahabatnya. 😁

Photos from Bidang Penyuluhan - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jabar's post 27/11/2019

Rekan penyuluh pernah dengar sistem budi daya sayuran secara vertikultur? Vertikultur adalah sistem budi daya pertanian secara vertikal atau bertingkat. Cara budi daya ini cocok bagi masyarakat perkotaan. Jenis tanaman yang dapat ditanam secara vertikultur sangat banyak, contohnya, sayuran seperti kangkung, bayam, pakcoy, selada, dan caisim.

Pembuatan Rak
Wadah tanaman dapat menggunakan bambu, p**a paralon, pot, kantong plastik, atau gerabah.

Unit vertikultur dari Bambu dan Paralon

Potong bambu atau paralon kurang lebih 120cm, dengan pembagian 100 cm untuk wadah tanaman dan 20 cm untuk dimasukkan ke tanah. Semua ruas bambu kecuali yang terakhr dibobol menggunakan linggis sebagai tempat media tanam. Ruas terakhir tidak dibobol, cukup dibuat lubang-lubang kecil untuk mengeluarkan kelebihan air penyiraman. Kalau menggunakan paralon, tutup dasar paralon menggunakan tutup paralon.

Buat lubang tanam di sepanjang bagian 100cm dengan menggunakan bor, pahat, atau pisau, Pada dua sisi yang saling berhadapan dibuat masing-masing tiga lubang tanam, pada dua sisi lainnya masing-masing dua lubang tanam sehingga ada 10 lubang tanam. Diameter lubang 1,5 cm dan jarak antar lubang 30cm.

Tanam bambu atau paralon dengan memasukkan 20 cm bagian bawah ke dalam tanah.

Unit Vertikultur Sistem Rak

- Buat rak dengan tinggi 1 m, lebar 1m, dan panjang sesuai kebutuhan.
- Atur tiga rangkaian rak secara berundak, dengan jarak antarundakan 30cm dan lebar masing-masing rak 25-30cm
- Potong talang air dengan ukuran sesuai rangka rak, lalu tutup ujung talang menggunakan penutup talang dan lekatkan
- Lubangi dasar talang dengan diameter 1cm dan jarak antarlubang 15-20cm
- Isi talang menggunakan media tanam lalu susun pada rak

Penyiapan Media Tanam
Media tanam berupa tanah yang banyak mengandung humus, pasir halus atau sekam bakar, pupuk kandang, pupuk hijau, dan kapur pertanian. Perbandingannya 50% tanah, 10% pasir halus/sekam bakar, dan 40% pupuk kandang/pupuk hijau/kompos. Untuk daerah perkotaan, sebaiknya menggunakan arang sekam bakar atau pakis yang dicampur pupuk organik padat.

Penyiapan Pupuk Organik
Pupuk Organik Padat

Bahan kompos atau pupuk kandang, bantuan fosfat, atau guano, arang sekam, zeolit, dan molasses. Cara membuatnya adalah sebagai berikut:
- Haluskan semua bahan menggunakan alat penepung hingga berukuran 60-100 mesh.
- Campurkan semua bahan dengan perbandingan berdasarkan berat kompos 70%, batuan fosfat 10%, arang sekam 10%, dan zeolit 10%
- Siapkan bahan perekat molases yang telah diencerkan dengan air 1:1
- Hidupkan mesin granulator dan masukkan bahan pupuk yang telah dicampur
- Keringkan pupuk menggunakan alat pengering atau dijemur
- Saring pupuk granul menggunakan penyaring dengan diameter lubang sesuai kebutuhan

Pupuk Organik Cair
Bahan: Pupuk kandang/kompos kascing 5 kg, molases 2 liter, RM 100 ml, air 40 liter.
Cara membuat:
- Masukkan air 40 liter ke dalam ember atau gentong plastik
- Tambahkan molases 2 liter, aduk rata
- Masukkan inokulum EM 100ml, aduk merata
- Masukkan pupuk kandang/kompos/kascing 5kg ke dalam kantong kain, ikat bagian mulut kantong, lalu masukkan ke dalam ember atau gentong plastik dengan posisi menggantung
- Tutup ember atau gentong plastik menggunakan klem atau lakban
- Gunakan pupuk setelah tiga minggu. Pupuk matang berbau seperti tape

Penggunaan Pupuk Organik
Pupuk Organik padat diberikan sekali pada awal tanam, deicampur dengan media tanam dengan perbandingan 1:2 atau 1:3. Pupuk organik cair diencerkan (1 liter pupuk ditambah 9 liter air) lalu disemprotkan atau disiramkan pada tanaman dan media setiap 2-3 hari sekali.

Penyiapan Pestisida Organik
Pestisida organik bisa dibeli di pasaran atau disiapkan sendiri. Berikut beberapa resep pestisida nabati.

Ekstrak Daun Nimba, Tembakau, Brotowaki
Bahan: Daun mindi atau nimba 10kg, tembakau 200g, brotowali 200g, buah mengkudu 2 buah, dan akar tuba (bila ada).
Cara membuat:
- Haluskan semua bahan dengan cara ditumbuk, diblender, atau dicacah
- Tempatkan bahan dalam wadah lalu tambahkan air 10 liter
- Tutup rapat wadah, lalu diamkan selama satu minggu
- Saring bahan menggunakan kain halus
- Sebelum digunakan, campur 1 liter larutan dengan 1:30 liter air.

Ekstrak Daun Sirsak
Bahan: 50 lembar daun sirsak, satu genggam (100g) rimpang jeringau, satu siung bawang putih, 20g sabun colek/deterjen. Cara membuat:
- Haluskan daun sirsak, jeringau, dan bwang putih
- Campur lalu rendam dalam air selama 2 hari lalu saring
- Untuk penggunaan, campur 1 liter larutan dengan 10-15 liter air

Ekstrak Sirsak dan Tembakau
Bahan: 50 lembar daun sirsak, 5 lembar daun tembakau, atau satu genggam tembakau, 20 liter air, dan 20g sabun colek/deterjen.
Cara membuat:
- Tumbuk halus daun sirsak dan taun tembakau
- Campur dengan air dan aduk rata
- Diamkan semalam lalu saring
- Encerkan (ditambah 50-60 liter air) dan larutan siap digunakan

Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman
Benih disemai dalam wadah. Setelah memiliki 4-5 helai daun, benih dipindah ke tempat penanaman. Sebelum penanaman, siram media tanam hingga air siraman menetes, lalu tanam bibit di media tanam. Lakukan pemeliharaan seperti penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit jika diperlukan. Pupuk organik padat diberikan pada awal tanam, sedangkan pupuk organik cair diaplikasikan setiap minggu atau sesuai kebutuhan.

Di atas adalah hal-hal yang perlu diketahui seputar vertikultur. Metode tanam ini cocok digunakan jika lahan yang tersedia terbatas atau ada sedikit lahan di halaman Anda. Selamat mencoba dan semoga membantu.

Sumber:Pamflet Budi Daya Sayuran Secara Vertikultur, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia

Photos from Bidang Penyuluhan - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jabar's post 26/11/2019

Rekan Penyuluh pastinya sudah hapal dengan Varietas Unggul Padi Gogo? Varietas-varietas ini adalah yang nantinya akan menjadi penyokong tanaman pangan di Indonesia. Berikut kajian jenis-jenis varietas Padi Gogo yang dikenalkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia

Luhur 2:
- Diluncurkan pada tahun 2018
- Umur tanaman kurang lebih 123 hari setelah persemaian
- Tekstur nasi sedang, tidak terlalu halus maupun kasar
- Potensi hasil 6.9 ton/ha dengan rata-rata hasil 4,6 ton/ha
- Agak rentan wereng batang cokelat (WBC) biotipe 1, 2, dan 3; tahan penyakit blas ras 073 dan 023; agak tahan ras 001, 013, 033, 173, dan 101
- Toleran kekeringan pada fase vegetatif, toleran keracunan aluminium
- Sesuai untuk lahan kering dataran menengah dan tinggi (700-1000 mdpl)

Luhur 1
- Diluncurkan pada tahun 2018
- Umur tanaman kurang lebih 124 hari setelah persemaian
- Tekstur nasi pulen
- Potensi hasil 6.4 ton/ha dengan rata-rata hasil 4,8 ton/ha
- Agak rentan wereng batang cokelat (WBC) biotipe 1, 2, dan 3; tahan penyakit blas ras 013 dan 101; agak tahan ras 041, 033, dan 023
- Toleran kekeringan pada fase vegetatif, agak toleran keracunan aluminium
- Sesuai untuk lahan kering dataran menengah dan tinggi (700-1000 mdpl)

Rindang 2 Agritan
- Diluncurkan pada tahun 2017
- Umur tanaman kurang lebih 113 hari setelah persemaian
- Tekstur nasi pulen
- Potensi hasil 7.39 ton/ha dengan rata-rata hasil 4.20 ton/ha
- Agak peka wereng batang cokelat (WBC) biotipe 1, 2, dan 3; tahan penyakit blas ras 001, 041 dan 033; agak tahan ras 073, dan 051
- Agak toleran naungan dan kekeringan, sangat toleran keracunan aluminium 40ppm
- Sesuai untuk lahan kering dataran rendah

Rindang 1 Agritan
- Diluncurkan pada tahun 2017
- Umur tanaman kurang lebih 113 hari setelah persemaian
- Tekstur nasi pulen
- Potensi hasil 6.97 ton/ha dengan rata-rata hasil 4.62 ton/ha
- Agak peka wereng batang cokelat (WBC) biotipe 1, 2, dan 3; tahan penyakit blas ras 001, 041 dan 033; agak tahan ras 173
- Toleran naungan dan kekeringan, sangat toleran keracunan aluminium 40ppm
- Sesuai untuk lahan kering dataran rendah


Unsoed Parimas
- Diluncurkan pada tahun 2017
- Umur tanaman kurang lebih 111 hari setelah sebar
- Tekstur nasi pulen
- Potensi hasil 9.40 ton/ha dengan rata-rata hasil 6.19 ton/ha
- Agak rentan wereng batang cokelat (WBC) biotipe 1, 2, dan 3; rentan penyakit blas ras 033, tahan ras 073; agak tahan ras 133, rentan ras 173
- Toleran keracunan aluminium 40ppm, toleran kekeringan
- Sesuai untuk lahan kering subur dan lahan kering masam dataran rendah sampai sedang < 700 mdpl

IPB 9G
- Diluncurkan pada tahun 2017
- Umur tanaman kurang lebih 113 hari setelah sebar
- Tekstur nasi pulen
- Potensi hasil 9.09 ton/ha dengan rata-rata hasil 6.09 ton/ha
- Agak rentan wereng batang cokelat (WBC) biotipe 1, agak tahan biotipe 2, dan 3; tahan penyakit blas ras 073; agak tahan ras 033, 001, dan 051; rentan ras 133, 173, 013, 041, dan 023
- Agak toleran keracunan aluminium 40 ppm, agak peka kekeringan
- Sesuai untuk lahan kering subur dan lahan kering masam dataran rendah sampai sedang

Inpago 12 Agritan
- Diluncurkan pada tahun 2017
- Umur tanaman kurang lebih 111 hari setelah sebar
- Tekstur nasi sedang
- Potensi hasil 10.2 ton/ha dengan rata-rata hasil 6.07 ton/ha
- Agak rentan wereng batang cokelat (WBC) biotipe 1 dan biotipe 2; tahan penyakit blas ras 033 dan 073; agak tahan ras 133, 001, 013, 023, 051 dan 101; rentan ras 173 dan 041
- Toleran keracunan aluminium, Toleran kekeringan
- Sesuai untuk lahan kering subur dan lahan kering masam dataran rendah sampai sedang

Inpago 11 Agritan
- Diluncurkan pada tahun 2015
- Umur tanaman kurang lebih 111 hari setelah sebar
- Tekstur nasi sedang
- Potensi hasil 6.0 ton/ha dengan rata-rata hasil 4.1 ton/ha
- Agak rentan wereng batang cokelat (WBC) biotipe 1, 2, dan 3; tahan penyakit blas ras 033; agak tahan ras 073 dan 133; tahan hawar daun bakteri (HDB) strain III, agak tahan strain VIII
- Toleran kekeringan pada fase vegetatif, peka keracunan aluminium 60ppm
- Sesuai untuk lahan kering subur dan lahan kering masam dataran rendah sampai sedang

Inpago Lipigo 4
- Diluncurkan pada tahun 2013
- Umur tanaman kurang lebih 113 hari setelah sebar
- Tekstur nasi pera
- Potensi hasil 7.1 ton/ha dengan rata-rata hasil 4.2 ton/ha
- Agak tahan blas ras 073
- Toleran kekeringan
- Sesuai untuk lahan kering subur dan lahan kering masam dataran rendah sampai sedang

Inpago 10
- Diluncurkan pada tahun 2013
- Umur tanaman kurang lebih 115 hari
- Potensi hasil 7.3 ton/ha dengan rata-rata hasil 4 ton/ha
- Tahan blas ras 033, agak tahan ras 133 dan 073
- Agak toleran kekeringan
- Agak toleran keracunan aluminium 60ppm

Inpago 9
- Diluncurkan pada tahun 2012
- Umur tanaman kurang lebih 109 hari
- Teksutr nasi sedang
- Potensi hasil 8.4 ton/ha dengan rata-rata hasil 5.2 ton/ha
- Agak tahan WBC biotipe 1; Agak tahan blas ras 133. Moderat ras 033 dan 173; agak tahan HDB patotipe III
- Agak toleran kekeringan, agak toleran keracunan aluminium 60 ppm
- Sesuai untuk lahan kering subur di Jawa dan lahan podsolik merah kuning (PMK) di Lampung

Setelah mengenal varietas-varietas tersebut, apakah rekan penyuluh telah mengajak rekan petaninya untuk memilih varietas yang tepat? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan pengalamannya. Semoga informasi berikut membantu.

Sumber: Pamflet Varietas Unggul Padi Gogo dai Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia

26/11/2019
26/11/2019

Semangat pagi , sudah kenal dengan mangga khas dari Indramayu kah?..

Photos 07/11/2019

Halo wargi Jawa Barat, ada acara gelar produk pertanian nih, pada datang yaa 😁. Banyak banget produk yang dijual, mulai dari sayur & buah segar, produk pangan, produk perkebunan, makanan olahan, dan produk lainnya.

Acaranya Hari Jum'at 08 November 2019 di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Jl. Surapati No. 71. Bandung

Jangan lupa pada datang yaa rame - rame sama keluarga, teman dan sahabatnya. 😁

Want your business to be the top-listed Government Service in Bandung?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Jalan Surapati No. 71
Bandung
40124

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:00