01/10/2026
Pemilih, KPU Kota Bandung menggelar Bedah Buku “Menata Ulang Sistem Rekapitulasi Elektronik Hasil Penghitungan Suara untuk Pemilu Indonesia ke Depan” secara hybrid di Aula KPU Kota Bandung, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan ini dihadiri Ketua dan Anggota KPU Kota Bandung, Sekretaris KPU Kota Bandung, Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional, serta Staf Pelaksana di lingkungan KPU Kota Bandung. Kegiatan juga diikuti secara daring oleh jajaran penyelenggara pemilu KPU Kabupaten/Kota se-Indonesia serta masyarakat melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube KPU Kota Bandung.
Ketua KPU Kota Bandung, Khoirul Anam G. W. menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku menjadi ruang untuk menambah pengetahuan dan wawasan penyelenggara pemilu, khususnya dalam memahami perkembangan teknologi digital dan penerapannya dalam penyelenggaraan pemilu di masa mendatang. Kajian yang melibatkan berbagai lembaga juga diharapkan dapat menjadi referensi dalam menghadirkan proses penyelenggaraan pemilu yang semakin baik dan optimal.
Anggota KPU Provinsi Jawa Barat, Adie Saputro, mengapresiasi KPU Kota Bandung atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa pembahasan mengenai rekapitulasi elektronik penting untuk melihat bagaimana teknologi dapat membantu mempercepat proses pengunggahan dan memberikan akses informasi hasil pemilu kepada publik, sekaligus mendukung transparansi dan akuntabilitas. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan sebagai ruang pembelajaran, penguatan kapasitas, serta pertukaran pengetahuan bagi penyelenggara pemilu.
Dalam diskusi juga dibahas berbagai tantangan penerapan sistem rekapitulasi elektronik, di antaranya ketersediaan jaringan internet, kesiapan sumber daya manusia, serta perangkat yang digunakan oleh petugas di lapangan. Sistem informasi rekapitulasi juga merupakan alat bantu dalam proses pemilu, sementara penetapan hasil tetap dilakukan melalui rekapitulasi secara berjenjang.
Memasuki sesi diskusi, penulis buku Heroik M. Pratama, S.I.P., M.I.P. memaparkan gagasan utama dalam bukunya. Paparan tersebut kemudian ditanggapi oleh Mega Nugraha, S.H. dan Fajar Kurniawan Safrudin, S.H. selaku panelis.