Tambahan pengetahuan

Tambahan pengetahuan

Share

buku yg mengisahkan tentang sejarah international yg mungkin belum anda ketahui

Photos 18/10/2013

Postingan ke-144: Perang Irak Vs Kuwait

Butuh Perhatianmu #

Perang Teluk Persia I atau Gulf War disebabkan atas Invasi Irak atas Kuwait 2 Agustus 1990 dengan strategi gerak cepat yang langsung menguasai Kuwait. Emir Kuwait Syeikh Jaber Al Ahmed Al Sabah segera meninggalkan negaranya dan Kuwait dijadikan provinsi ke-19 Irak dengan nama Saddamiyat Al-Mitla` pada tanggal 28 Agustus 1990, sekalipun Kuwait membalasnya dengan serangan udara kecil terhadap posisi posisi Irak pada tanggal 3 Agustus 1991 dari pangkalan yang dirahasiakan (kemungkinan berada di Arab Saudi.

Latar belakang
Invasi Irak ke Kuwait disebabkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah Perang Delapan Tahun dengan Iran dalam Perang Iran-Irak. Irak sangat membutuhkan petro dolar sebagai pemas**an ekonominya sementara rendahnya harga petro dolar akibat kelebihan produksi minyak oleh Kuwait serta Uni Emirat Arab yang dianggap Saddam Hussein sebagai perang ekonomi serta perselisihan atas Ladang Minyak Rumeyla sekalipun pada pasca-perang melawan Iran, Kuwait membantu Irak dengan mengirimkan suplai minyak secara gratis. Irak juga terjerat utang luar negeri dengan beberapa negara, termasuk Kuwait dan Arab Saudi. Irak berusaha meyakinkan kedua negara tersebut untuk menghapuskan utangnya, namun ditolak. Selain itu, Irak mengangkat masalah perselisihan perbatasan akibat warisan Inggris dalam pembagian kekuasaan setelah jatuhnya pemerintahan Usmaniyah Turki.

Tengah malam tanggal 2 Agustus 1990 Irak secara resmi menginvasi Kuwait, dengan membombardir ibu kota Kuwait City dari udara. Meskipun Angkatan Bersenjata Kuwait, baik kekuatan darat maupun udara berusaha mempertahankan negara, mereka dengan cepat kewalahan. Namun, mereka berhasil memperlambat gerak Irak untuk memaksa keluarga kerajaan Kuwait untuk meloloskan diri ke Arab Saudi, beserta sebagian besar tentara yang masih tersisa. Akibat invasi ini, Kuwait meminta bantuan Amerika Serikat tanggal 7 Agustus 1990. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menjatuhkan embargo ekonomi pada 6 Agustus 1990.

Amerika Serikat mengirimkan bantuan pas**annya ke Arab Saudi yang disusul negara-negara lain baik negara-negara Arab dan AfrikaUtara kecuali Syria, Libya dan Yordania serta Palestina. Kemudian datang p**a bantuan militer Eropa khususnya Eropa Barat (Inggris, Perancis dan Jerman Barat, ditambah negara-negara Eropa Utara dan Eropa Timur), serta 2 negara Asia - Bangladesh dan Korea Selatan. Sementara, dari Afrika, Niger turut bergabung dalam koalisi. Pas**an Amerika Serikat dan Eropa di bawah komando gabungan yang dipimpin Jenderal Norman Schwarzkopf serta Jenderal Collin Powell. Pas**an negara-negara Arab dipimpin oleh Letjen. Khalid bin Sultan.

Misi diplomatik antara James Baker dengan menteri luar negeri Irak Tareq Aziz gagal (9 Januari 1991). Irak menolak permintaan PBB agar Irak menarik pas**annya dari Kuwait 15 Januari 1991. Akhirnya Presiden Amerika Serikat George H. Bush diizinkan menyatakan perang oleh Kongres Amerika Serikat tanggal 12 Januari 1991. Operasi Badai Gurun dimulai tanggal 17 Januari 1991 pukul 03:00 waktu Baghdad yang diawali serangan serangan udara masif atas Baghdad dan beberapa wilayah Irak lainnya.

Target utama koalisi adalah untuk menghancurkan kekuatan Angkatan Udara Irak dan pertahanan udara, yang diluncurkan dari Arab Saudi dan kekuatan kapal induk koalisi di Laut Merah dan Teluk Persia. Target berikutnya adalah pusat komando dan komunikasi. Saddam Hussein merupakan titik sentral komando Irak, dan inisiatif di level bawah tidak diperbolehkan. Koalisi berharap jika pusat komando rusak, semangat dan koordinasi tempur Irak akan langsung kacau dan lenyap. Target ketiga dan yang paling utama adalah instalasi rudal jelajah, terutama rudal Scud. Operasi pencarian rudal ini juga didukung oleh pas**an komando Amerika dan Inggris yang mengadakan operasi rahasia di daratan untuk mencari, dan bila perlu, menghancurkan instalasi rudal tersebut. serta operasi di daratan yang mengakibatkan perang darat yang dimulai tanggal 30 Januari 1991.

Irak melakukan serangan balasan dengan memprovokasi Israel dengan menghujani Israel terutama Tel Aviv dan Haifa, Arab Saudi di Dhahran dengan serangan rudal Scud B buatan Sovyet rakitan Irak, yang bernama Al Hussein. Untuk menangkal ancaman Scud, koalisi memasang rudal penangkis, Patriot, serta memaksimalkan sorti udara untuk memburu rudal-rudal tersebut sebelum diluncurkan. Irak juga melakukan perang lingkungan dengan membakar sumur sumur minyak di Kuwait dan menumpahkan minyak ke Teluk Persia. Sempat terjadi tawar-menawar perdamaian antara Uni Sovyet dengan Irak yang dilakukan atas diplomasi Yevgeny Primakov dan Presiden Uni Sovyet Mikhail Gorbachev namun ditolak Presiden Bush pada tanggal 19 Februari 1991. Sementara Sovyet akhirnya tidak melakukan tindakan apa pun di Dewan Keamanan PBB semisal mengambil hak veto, meskipun Uni Sovyet pada saat itu dikenal sebagai sekutu Irak, terutama dalam hal suplai persenjataan. Israel diminta Amerika Serikat untuk tidak mengambil serangan balasan atas Irak untuk menghindari berbaliknya kekuatan militer Negara Negara Arab yang dikhawatirkan akan mengubah jalannya peperangan.
Pada tanggal 27 Februari 1991 pas**an Koalisi berhasil membebaskan Kuwait dan Presiden Bush menyatakan perang selesai.

Sumber: Wikipedia Indonesia

18/10/2013

Postingan ke-139: Sejarah 5 Letusan Gunung Terdahsyat di Dunia Dimulai dari Abad ke-1 hingga sekarang

Kasih Telah Membaca #

1. Gunung Vesuvius (Italia)
Gunung berapi aktif ini terletak di teluk Maples di Italia Selatan. Sejauh yang diketahui Vesuvius telah meletus 30 kali.

Letusan yang paling terkenal terjadi pada tahun 78 Masehi. Letusan Lava dan abu selama berhari-hari, mengubur Pompeii dan Stabie dengan abu. Pompeii hilang selama 1600 tahun. Seorang penulis, Plinius Muda (Pliny the Younger) menggambarkan letusan tiba-tiba itu diikuti selubung debu tebal yang menjatuhkan orang-orang yang berusaha lari. Korban jiwa sebenarnya dari letusan ini tidak diketahui, namun menurut Arkeolog, ada sekitar 1.000 orang.

2. Krakatau (Indonesia)
Pada tahun 1883, krakatau meletus. Kekuatannya sangat mengerikan, 13.000 kali kekuatan bom atom. Suara ledakan dan gemuruh bebatuan yang dimuntahkan bisa didengar dari jarak ribuan mil - bahkan sampai p**au-p**au kecil di laut Afrika Timur.

Ribuan orang di Pulau Sumatera tewas seketika saat debu panas menerjang rumah mereka. Prahara tak sampai di situ. Letusan Krakatau memicu Mega-Tsunami. Diperkirakan lebih dari 36.000 jiwa tewas saat itu. Dan banyak korban yang tidak bisa dikuburkan.

Pasca meletus, tubuh Krakatau merosot ke dalam laut, namun setelah itu p**au baru disadari muncul di lokasi yang sama pada tahun 1927 dan sesekali mengeluarkan semburan lava. Itulah yang disebut sebagai Gunung Anak Krakatau. Saat ini, gunung anak krakatau sudah beranjak dewasa, dan hampir tiap tahun mengeluarkan semburan lava dan terus membentuk dirinya hingga membesar dari tahun ke tahun.

3. St. Helens (Amerika Serikat)
Gunung ini paling terkenal akan letusannya yang terjadi pada 18 Mei 1980. Letusan tersebut merupakan salah satu letusan gunung berapi terparah baik dari segi kekuatan letusan maupun kerugian ekonomi sepanjang sejarah AS. Sekitar 57 orang tewas, dan puncak gunung berkurang dari 2.950 M menjadi 2.550 M. Lokasi letusan kini menjadi kawasan Monumen Nasional Gunung Berapi St. Helens.

4. Tambora (Indonesia)
Data Volcanic Explosivity Index (VEI), Indeks Letusan gunung yang mirip skala Richter untuk mengukur kekuatan gempa - ada pada skala 1-8. Letusan gunung tambora pada tahun 1815 ada pada skala 7. Itu artinya sangat merusak. Ledakan Tambora membuat kawasan Sumbawa dan sekitarnya berada dalam kegelapan. Puluhan ribu orang tewas akibat dampak letusan, tsunami menyusul kemudian, kelaparan dan penyakit. Kekuatan letusan tambora adalah salah satu yang terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah. Panas yang menyembur melubangi atmosfer dan mengubah iklim dunia. Tak ada musim panas pada tahun 1816 di eropa dan Amerika Utara atau biasa disebut 'The Year without Summer'. Tambora turun ke dalam tanah beberapa ribu kaki, meninggalkan kawah besar di puncaknya.

5. Mauna Loa (Amerika Serikat)
Adalah salah satu gunung berapi terbesar di dunia dalam hal - dan salah satu dari lima gunung berapi yang membentuk p**au hawaii di AS dan negara Hawaii di samudera pasifik. Ia adalah perisai gunung berapi yang aktif, dengan volume sekitar 18.000 mil kubik. Mauna Loa adalah salah satu yang paling aktif di dunia. Sejak tahun 1843, Mauna Loa telah meletus 33 kali, terakhir pada tahun 1984.

Itulah sejarah 5 letusan gunung berapi terdahsyat di dunia dari abad ke-1 hingga sekarang.

Sumber: Vivanews.com

18/10/2013

-Sejenak Out Of Topic-

Postingan ke-138: Adat dan kebiasaan orang Korea Selatan

Kasih Telah Membaca #

Berapa banyak sekarang para muda-mudi Indonesia yang menggemari negeri Korea ??? Bahkan, sekarang saja menjamur kursus-kursus bahasa Korea. Ya Demam Korea, itulah yang sedang terjadi di Indonesia dan dunia akhir-akhir ini. Namun, apakah anda tahu apa saja adat dan kebiasaan orang Korea ?
ini dia adat dan kebiasaan orang-orang Korea:
1. Orang Korsel (korea Selatan) sering menyuguhkan minuman beralkohol sebagai penghargaan pada teman atau tamunya. Minuman beralkohol merupakan hal yang biasa di korsel, baik untuk laki-laki dan perempuan. Jika kita berkunjung ke korea, sebaiknya bagi yang Muslim bilang saja bahwa jika Muslim tidak meminum minuman beralkohol, mintalah minuman ringan lainnya. Pasti dikasih kok.

2. Orang Korsel bertempramen tinggi dan kasar terutama dengan orang yang menjadi bawahannya, mereka sering bicara keras seperti marah, diselingi makian dan kadang tangan meemgang / mendorong kepala dimana hal itu dianggap hal biasa.

3. Makanan yang disantap orang Korea selatan umumnya banyak mengandung Babi. Bagi orang Muslim, jika berkunjung ke sana sebaiknya makan Kimchi saja, karena Kimchi berisikan sayuran tanpa daging. Tapi jangan khawatir, di korsel juga ada komunitas muslim walau sangat sedikit sekali.

4. Makan di dalam kamar merupakan hal yang tabu, karena dipercayai membuat rezeki tidak akan masuk.

5. Sebagian masyarakat Korsel mempunyai pandangan bahwa bila kita minum bersama sampai mabuk maka tidak ada rahasia lagi diantara mereka dan mereka akan saling percaya dan bersahabat untuk menghilangkan stress dan penat.

6. Sebanyak 75% orang2 korsel melakukan Budaya operasi plastik.

7. Warga Korsel dinobatkan sebagai warga dengan tingkat Stress tertinggi di Dunia. Sebanyak 81% orang korea yang mengalami stress akan melakukan bunuh diri, karena kehidupan Korsel yang keras.

8. Kebiasaan pegang telinga setelah memegang panci panas. Hal ini dipercaya oorang korsel karena telinga merupakan organ tubuh yang paling stabil suhunya.

9. Orang-orang korsel sering mengumpulkan makanan didalam mulutnya hingga penuh, terlihat ingin seperti tersedak.

10. Orang Korsel jarang sekali mandi jika terjadi musim dingin (Iihh Jorki).

11. S**a sekali memecahkan telor dikepala.

12. Kebiasaan makan yang panas-panas (akibat hal ini banyak orang korsel yang belum berumur diatas 40 tahun sudah memakai gigi palsu karena gigi aslinya hancur)

13. Kebiasaan cowok korsel lebih perasa, romantis, penyabar dan rapuh hatinya, dari pada cewek korsel.

itulah sederet adat dan kebiasaan orang-orang korea selatan.

Sumber: adat-Korea.com

18/10/2013

Postingan ke-137: Sekilas tentang Perang Dunia II

Kasih Telah Membaca #

Perang dunia II, atau perang dunia kedua (biasa disingkat PD II) adalah konflik militer global yang terjadi pada 1 september 1939 sampai 2 september 1945 yang melibatkan sebagian besar negara di dunia, termasuk semua kekuatan-kekuatan besar yang dibagi menjadi dua aliansi militer yang berlawanan: Sekutu dan Poros. Perang ini merupakan perang terbesar sepanjang sejarah dengan lebih dari 100 juta personel. Dalam keadaan ''perang total'' pihak yang terlibat mengerahkan seluruh bidang ekonomi, industri, dan kemampuan ilmiah untuk melayani usaha perang, menghapus perbedaan antara sipil dan sumber-sumber militer. Lebih dari 70 juta orang , mayoritas warga sipil, Tewas. Hal ini menjadikan perang dunia II sebagai konflik paling mematikan dalam sejarah manusia.

Umumnya dapat dikatakan bahwa peperangan dimulai saat Jerman menginvasi Polandia pada tanggal 1 sep 1939, dan berakhir pada tanggal 14 Agustus 1945 pada saat Jepang menyerah kepada tentara Amerika Serikat. Secara resmi PD II berakhir ketika Jepang menandatangani dokumen ''Japanese Instrument of Surrende'' di atas kapal USS Missouri pada tanggal 2 september 1945, 6 tahun setelah perang dimulai.

Sumber: Wikipedia.org

Photos 18/10/2013

Postingan ke-136: Sejarah Walt Disney

Kasih Telah Membaca #

Walt Disney adalah sebuah karya di bidang hiburan abad ke-20. Pop**aritasnya dilengkapi dengan imajinasi, optimisme, serta kreativitas.

Walt Disney telah menyentuh hati, pikiran, dan emosi jutaan orang. melalui karya2nya, ia turut mendatangkan kegembiraan dan kesenangan pada semua orang di seluruh dunia. Ia membawa kita dekat kepada masa depan, dengan menceritakan masa lalu.

Bernama lengkap Walter Elias Disney, dan dilahirkan pada 5 Desember 1901 di Chicago, Illinois.

Sejak kecil, Walt sangat tertarik pada menggambar dan seni. Saat berumur 7 tahun Walt sering menjual sketsa dan gambar2nya ke tetangga terdekat.

Walt s**a menggambar binatang dan alam daripada mengerjakan tugas2 yang diberikan dari sekolah. Pernah juga ia membuat miniatur kereta api lengkap dengan rel dan jalurnya.

Walt bersekolah di Mckinley High School, di Chicago. Selain menggambar ia juga belajar fotografi. tiap malam hari, Walt bersekolah di Academy of Fine Arts untuk menyempurnakan tekhnik menggambarnya.

Kemudian keluarga Walt berpindah ke Kansas, disana ia juga belajar akting. Walt adalah penggemar berat Charlie Chaplin.

Pada tahun 1925, Walt menikahi Lilian Bounds. Tiga tahun setelah menikah Walt menciptakan tokoh animasi Mickey Mouse yang sekarang menjadi maskot dari dunia hiburan Walt Disney. Terobosan2 Walt untuk menyempurnakan dunia animasi terus dilakukan. Banyak film2 kartun yang sudah dihasilkan oleh Walt, dan masyarakat Amerika tersentuh oleh karya2 Walt.

Pemikiran Walt brilian dan perhatiannya yang besar pada dunia pendidikan, membuatnya dia mendapatkan anugerah penghargaan True-Life Adventure Series. Lewat film2 yang dihasilkan oleh Walt. Selain melalui film, Disney juga mempesona kita dengan mimpi dan idenya untuk membangun suatu taman hiburan.

Pada tahun 1955 Dibangun Disneyland Park yang menelan biaya sebesar 17 juta dollar. Disney juga menjadi pionir di bidang pertelevisian tahun 1954 dengan presentasi " full-collor programming ". Hal ini membuat The Mickey Mouse Club menjadi favorit dan populer.

Sebagai Pioner dan juga inovator, Walt Disney telah mendapatkan lebih dari 950 penghargaan di dunia, termasuk 48 penghargaan dari Academy Awards dan 7 penghargaan dari Emmys Award. Secara Pribadi Waldt Disney telah mendapatkan gelar honoris kausa dari Universitas Harvard, Universitas Yale, Universitas Southern California, dan UCLA. Mendapatkan medali penghargaan dari : France's Legion of Honor and Officer d'Academie decorations; Thailand's Order of the Crown; Brazil's Order of the Southern Cross; Mexico's Order of the Aztec Eagle; and the Showman of the World Award from the National Association of Theatre Owners.

Sumber: Wikipedia Indonesia

18/10/2013

Postingan ke-134: Musim Dingin Dahsyat Menerpa Eropa

Kasih Telah Membaca #

Pada tanggal 5 Januari 1709 malam, filsuf dan pejabat gereja asal Inggris mencatat, suhu di Upminster (sekarang kawasan pinggiran timur laut London, Inggris) mencapai minus 12 derajat Celcius. Suhu itu merupakan terendah terjadi di Eropa dalam kurun waktu 500 tahun sebelumnya.

Musim dingin dahsyat menerpa eropa sejak akhir 1708 hingga awal 1709, dikenal sebagai The Great Frost di Inggris atau Le Grand Hiver di Perancis. Hal itu terjadi ketika bintik matahari dalam periode aktivitas yang sedang rendah-rendahnya, atau dikenal sebagai Maunder Minimum. Dalam buku Philosophical Transactions, Derham menulis,''Saya yakin musim dingin ini lebih dahsyat ketimbang yang pernah terjadi yang diingat manusia.''

Fenomena alam tersebut diperkirakan menyebabkan kematian ribuan warga eropa. Perancis termasuk yang mengalami akibat terparah, terkait p**a dengan kelaparan yang terjadi akibat peperangan, diperkirakan sekitar 600 ribu orang tewas hingga akhir 1710. Musim dingin tersebut masih menjadi pertanyaan bagi ahli cuaca masa kini karena mereka belum mengetahui penyebab sesungguhnya.

Sumber: Surat Kabar Harian Kompas

Photos 20/07/2013

Postingan ke-133: Kisah Pilu Ratu Maharani Myeongseong (Korea)

Baca, Banyak Pengetahuan #
Sapu tangan Sebelum Membaca #

Maharani Myeongseong (lahir 19 Oktober 1851 – meninggal 8 Oktober 1895 pada umur 43 tahun, juga dikenal dengan nama Ratu Min) adalah seorang ratu sekaligus istri pertama dari Kaisar Gojong, raja ke-26 dari Dinasti Joseon. Pada tahun 1902, ia mendapatkan gelar penuh Hyoja Wonseong Jeonghwa Hapcheon Honggong Seongdeok Myeongseong Taehwanghu (孝慈元聖正化合天洪功誠德明成太皇后) yang disingkat menjadi Myeongseong Hwanghu (明成皇后).

Pemerintahan kolonial Jepang menganggap Myeongseong sebagai kerikil dalam usaha ekspansi kolonialismenya. Berbagai usaha untuk mengenyahkannya dari arena politik sengaja dilakukan oleh ayah dari Raja Gojong, Heungseon Daewongun (tokoh yang dikenal sangat dekat dengan Jepang). Namun, hal ini malah membuatnya semakin keras dalam menentang Jepang.

Setelah kemenangan Jepang dalam Perang Sino-Jepang, Ratu Min semakin mempererat hubungan Joseon dan Rusia untuk mengantisipasi pengaruh Jepang yang semakin meluas atas Korea karena Heungseon Daewongun yang memihak Jepang. Gubernur Jepang untuk Korea saat itu adalah pensiunan letnan jenderal bernama Miura Goro. Miura Goro diduga berada di belakang faksi yang didirikan Daewongun untuk mendukung Jepang.
Maharani Myeongseong mengalami akhir hidup yang mengenaskan pada pagi hari tanggal 8 Oktober 1895 karena dibunuh oleh mata-mata yang menyusup ke Istana Gyeongbok.

Pembunuhan Maharani Myeongseong menimbulkan protes dunia internasional. Untuk meredakan kritikan, pemerintah Jepang memanggil Miura dan menuntutnya di Pengadilan Distrik Hiroshima, sementara para personel militer yang terlibat didakwa di pengadilan militer. Namun keputusan hakim menyatakan mereka tidak bersalah karena tidak ditemukan adanya bukti yang cukup kuat.
Setelah peristiwa Aneksasi Jepang oleh Korea pada tahun 1910, Miura diberi penghargaan dan jabatan di Dewan Pribadi (Sumitsuin), badan penasihat Kaisar Jepang.

Di Korea Selatan, perhatian masyarakat semakin meningkat terhadap profil kehidupannya yang berakhir tragis. Kisah hidupnya diangkat dalam berbagai pertunjukkan drama tv dan teater musikal serta novel-novel. Ia dianggap sebagai salah seorang pahlawan wanita yang berperan penting dalam politik dan diplomasi untuk mempertahankan harga diri negara daripada campur tangan pihak asing.

Latar belakang
Maharani Myeongseong lahir dari keluarga bangsawan Min Yeoheung pada tanggal 19 Oktober 1851 di Kabupaten Yeoju, Gyeonggi.
Wangsa Min Yeoheung adalah kaum yangban yang menempatkan banyak tokoh penting dalam bidang pemerintahan, bahkan tiga orang ratu Joseon berasal dari wangsa Min Yeoheung, yakni Ratu Wongyeong, istri pertama Raja Taejong, Ratu Inhyeon dari istri Raja Sukjong. Ibu dan istri Daewongun (ayah Gojong) pun berasal dari wangsa Min Yeoheung, dan mereka mendukung Myeongseong menjadi ratu. Sebelum menikah, Myeongseong dikenal sebagai anak perempun Min Chi-rok. Beberapa catatan fiksi menyebutkan nama aslinya adalah Min Ja-yeong (閔紫英). Pada usia 8 tahun, ia telah kehilangan kedua orang tuanya dan sedikit yang dapat diketahui tentang ibu dan masa kecilnya, serta penyebab dari kematian kedua orang tuanya.

Gojong menikah saat mencapai usia 15 tahun dan ia sangat selektif dalam mencari pasangan. Gojong mencari seorang ratu yang tidak memiliki relasi dekat yang dapat menjalankan politik serta dapat membela kepentingan istana dan rakyat. Satu per satu wanita ditolak sampai istri Daewongun, ibunda Gojong (Yeoheung Budaebuin) mengajukan calon pengantin yang cocok dari garis keluarga mereka, wangsa Min Yeoheung. Deskripsi yang diberikannya adalah seorang gadis yatim piatu dengan wajah yang cantik, tubuh yang sehat, serta taraf pendidikan yang sedang. Pertemuan pertama calon pengantin dengan Daewongun dapat dengan mudah dilaksanakan karena ia tinggal di Anguk-dong yang dekat dengan istana.

Pertemuan tersebut berhasil, dan pada tanggal 20 Maret 1866, anak gadis dari wangsa Min tersebut resmi menikah dengan Gojong. Foto pernikahan mereka diambil di Aula Injeong di Istana Changdeok. Dalam upacara penobatannya, ia diangkat menjadi Ratu Joseon dan bergelar Yang Mulia Ratu Min (閔大妃). Setelah menjadi ratu, di istana ia disapa Jungjeon Mama (harfiah; Yang Mulia Istana Tengah) Ratu Min dikenal memiliki sifat ambisius dan terus terang, sangat berbeda dengan ratu-ratu yang lain sebelumnya. Ia tidak pernah berpartisipasi dalam pesta pora istana yang ia anggap sebagai pemborosan, dan juga jarang sekali meminta dibuatkan pakaian yang mewah. Ia pun tidak pernah menghadiri pesta minum teh sore hari dengan para putri dan anggota istana lain, malahan ia lebih s**a berurusan dengan masalah politik. Sebagai ratu, ia diharapkan untuk dapat berperilaku sebagaimana mestinya kaum kelas atas, namun ia menolak perilaku seperti ini. Ia lebih s**a berkutat mempelajari buku-buku politik yang biasanya dibaca kaum pria seperti Riwayat Musim Semi dan Musim Gugur (春秋), Komentar Zuo (춘추좌씨전) serta berbagai buku filsafat, sejarah, ilmu pengetahuan, politik dan agama.

Dominasi istana
Menjelang dewasa, Min secara diam-diam membuat faksi rahasia penentang Heungseon Daewongun. Pada usia 20, ia mulai keluar masuk kediamannya di Istana Changgyeong dan berkiprah aktif dalam politik. Sifatnya yang agresif dalam masalah politik mulai tidak dis**ai para pejabat tinggi karena dianggap s**a mencampuri urusan mereka begitu p**a dengan Heungseon Daewongun.

Konflik Min dengan ayah mertuanya mencuat ke permukaan saat anak laki-laki yang dilahirkannya meninggal karena lahir prematur. Heungseon Daewongun mengeluarkan pernyataan bahwa Min tidak dapat melahirkan bayi yang sehat dan menganjurkan Gojong untuk punya anak dari selir Yeongbodang Yi. Pernyataan ini sangat menyinggung perasaanya. Pada tahun 1880, selir tersebut melahirkan bayi laki-laki sehat yang diberi nama Pangeran Wanhwagun yang kemudian digelari Heungseon Daewongun menjadi Putra Mahkota.

Min merespon dengan faksinya bersama para pendukungnya yang terdiri dari para pejabat tinggi, sarjana serta anggota keluarganya untuk menjungkirbalikkan kursi kekuasaan Heungseon Daewongun. Bersama seorang anggota keluarganya, Min Seung-ho dan sarjana Choe Ik-hyeon, ia menulis surat resmi yang meminta agar Heungseon Daewongun segera diturunkan dari kekuasaanya kepada Dewan Administrasi Istana. Min menyebutkan alasan bahwa Gojong yang telah berusia 22 tahun harus memerintah dengan kekuatannya sendiri. Surat itu pun diterima dan Heungseon Daewongun dipaksa untuk pensiun ke kediaman pribadinya di Yangju pada tahun 1872. Ratu Min lalu mengasingkan selir Yeongbodang Yi dan anaknya ke desa di luar kota dan mencopot semua gelar istananya. Tak lama kemudian anak selir tersebut meninggal dan beberapa mulai mengkritik Min karena perbuatannya.

Dengan keluarnya Heungseon Daewongun, selir dan anaknya dari istana, sekarang Min memegang kendali penuh atas istana serta menempatkan anggota wangsanya dalam berbagai posisi penting di istana. Peran politik Ratu Min dianggap lebih aktif dibandingkan suaminya sendiri.

Revolusi sosial
Pada tahun 1877, sebuah misi yang dikepalai Kim Gwang-jip dikirim ke Jepang oleh Raja Gojong dan Ratu Min untuk mempelajari kemajuan dan penemuan yang telah dicapai Jepang. Kim dan kelompoknya sangat terkejut melihat kemajuan pesat kota-kota di Jepang. Lima puluh tahun sebelumnya, Seoul dan Busan di Korea adalah pusat perdagangan Asia Timur, namun sekarang Tokyo dan Osaka telah mengalami westernisasi dan kemajuan yang begitu pesat dan meninggalkan kota-kota di Joseon. Saat berada di Jepang, Kim Gwang-jip bertemu dengan duta besar Cina untuk Jepang, Ho Ju-chang dan penasehatnya Huang Tsun-hsien. Mereka mendiskusikan keadaan internasional serta peran Cina dan Korea dalam peta politik dunia. Huang Tsun-hsien menghadiahkan Kim sebuah buku yang ia tulis berjudul Strategi Korea.

Menurutnya Cina sudah bukan lagi kekuatan dominan di Asia Timur, dan Korea pun tidak lagi di atas Jepang dalam bidang militer. Lalu Rusia baru saja memulai ekspansi ke Asia. Huang menganjurkan agar Korea mengadopsi kebijakan yang pro-Cina, namun tetap menjalin hubungan yang dekat dengan Jepang. Cina juga menganjurkan agar Korea melakukan upaya untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat sebagai tameng atas kekuatan Rusia, mengadopsi teknologi barat dan mengirimkan para pelajarnya ke Cina dan Jepang untuk belajar. Huang mengatakan bahwa Korea pasti akan lebih dapat mencapai moderenisasi karena wilayahnya lebih kecil, sementara Cina menghadapi kendala karena wilayahnya sangat luas.
Saat Kim Gwang-jip kembali ke Seoul, Ratu Min sangat tertarik dengan buku Huang dan memerintahkan agar salinannya dibagikan kepada semua menteri. Min berharap agar kaum intelektual Korea menerima niatnya untuk mengundang tokoh-tokoh dari barat ke Korea. Ratu Min berencana pertama mengundang Jepang untuk memulai proyek moderenisasi namun rencana-rencana tertentu dikerjakan oleh orang barat. Tenaga barat dilihat sangat berguna untuk memajukan perdagangan dan investasi serta untuk mengimbangi dominasi Jepang.

Idenya untuk membuka pintu moderenisasi kurang dapat diterima oleh kaum yangban. Choe Ik-hyeon, salah seorang yang berjasa dalam menurunkan Heungseon Daewongun juga memilih untuk sependapat dengan kaum penolak dibukanya Korea kepada dunia luar. Choe menyatakan keberatannya bahwa Jepang sama saja dengan orang barat yang barbar yang mencoba menyebarkan paham yang dianggapp tidak benar seperti agama Kristen.

Dalam pandangan kaum yangban dan intelektual, rencana tersebut akan membuat kekacauan sosial. Tak lama ide tersebut ditolak kaum terpelajar di seluruh negeri. Alasannya adalah ide-ide yang tertuang dalam buku Huang tentang moderenisasi hanyalah teori abstrak dan tidak dapat direalisasikan. Mereka menuntut agar jumlah utusan asing dan kapal dagang harus dibatasi serta buku-buku asing dihancurkan.
Walau mengalami penolakan, pada tahun 1881, rombongan besar kembali dikirim untuk meninjau kembali ide moderenisasi ke Jepang selama 70 hari mengunjungi kantor-kantor pemerintahan, pabrik, organisasi kepolisian dan militer dan perdagangan. Informasi yang mereka petik adalah inovasi undang-undang oleh pemerintah yang mencontoh kebijakan barat.

Atas laporan ini, Min mulai merombak kabinet pemerintahannya. Dua belas lembaga baru didirikan untuk mengurus hubungan luar negeri seperti dengan Cina, negara barat dan Jepang. Lembaga lainnya didirikan untuk memajukan hubungan dagang, bidang militer yang memperbaharui teknik dan persenjataan, serta mengimpor teknologi dari barat. Pada tahun yang sama, Ratu Min mengirimkan para angkatan militer berbakat ke Cina. Pihak Jepang cepat merespon dengan menghadiahkan secara s**arela senapan dan melatih mereka untuk mempergunakannya. Hal itu disetujui Ratu Min, namun ia tetap memperingatkan bahwa mereka akan tetap dikirim ke Cina untuk belajar lebih jauh tentang teknologi militer.

Moderenisasi angkatan bersenjata juga menimbulkan penolakan. Perlakuan khusus terhadap unit yang dilatih menimbulkan kecemburuan unit militer lain. Pada bulan September 1881, sebuah rencana Heungseon Daewongun untuk menjatuhkan faksi Min dan menggantikan posisi Gojong dengan adiknya yang bernama Yi Jae-seon terbongkar.

Insiden tahun 1882
Pada tahun 1882, karena merasa dianaktirikan, unit militer lama mengamuk dan merusak kediaman Min Gyeom-ho, seorang relasi ratu yang bertanggung jawab sebagai pimpinan pelatihan anggota prajurit baru. Mereka pergi menuju ke rumah Daewongun dan meminta dukungan padanya.

Daewongun memerintahkan mereka untuk menyerang pusat kota Seoul, distrik duta besar asing, dan fasilitas-fasilitas publik lain. Mereka juga menyerang seperti pos polisi untuk membebaskan rekan mereka yang ditahan lalu merusak kediaman para saudara ratu. Beberapa pelatih unit militer Jepang terbunuh dan senjata mereka dirampas. Duta besar Jepang pun hampir terbunuh namun berhasil menyelamatkan diri ke Incheon. Kelompok pemberontak ini akhirnya merangsek masuk ke Istana Gyeongbok dengan sasaran raja dan ratu. Keduanya berhasil diungsikan ke rumah relasi Ratu Min di Cheongju dengan cara menyamar.

Saat Heungseon Daewongun tiba di istana, ia langsung mengambil alih kendali pemerintahan dan memerintahkan para pendukung Ratu Min untuk dihabisi satu per satu. Segala kebijakan yang sebelumnya dibuat oleh Ratu Min dihapus dan ide negara yang tertutup segera dikembalikan serta mengusir para utusan Cina dan Jepang dari Korea.

Mendengar keributan yang terjadi di Korea dari utusan Min, Li Hung-chang mengirimkan bantuan 4.500 orang tentara untuk mengatasi kericuhan dan sekaligus menyelamatkan kepentingan mereka di Korea. Pas**an segera menangkap Daewongun dan dibawa ke Cina untuk diadili karena perbuatannya. Min dan Gojong kembali ke istana dan memulihkan peraturan dan kebijakan yang lama.

Pemerintah Jepang memaksa Raja Gojong tanpa sepengetahuan Ratu Min untuk menandatangani perjanjian pada tanggal 10 Agustus 1882 untuk membayar sebanyak 550.000 yen atas kerugian yang mereka derita akibat kerusuhan. Mereka juga menginginkan agar duta besar mereka dijaga ketat. Saat Min mengetahui tentang perjanjian tersebut, ia mengajukan permintaan kepada pemerintah Cina untuk kebijakan perdagangan yang baru dengan memberikan hak khusus untuk melewati pelabuhan-pelabuhan yang tidak dilalui Jepang. Min juga meminta agar komandan militer Cina dapat melatih unit militer Joseon yang baru.

Utusan ke Amerika Serikat
Pada bulan Juli 1883, Ratu Min mengirimkan utusan khusus untuk mengunjungi Amerika Serikat yang dipimpin Min Young-ik. Utusan mendarat di San Fransisco dan mengunjungi berbagai situs bersejarah, mempelajari sejarah Amerika serta menghadiri undangan khusus walikota San Fransisco dan pejabat-pejabat tinggi Amerika Serikat. Mereka juga diundang makan malam oleh Presiden Chester A. Arthur dan mendiskusikan tentang ancaman Jepang dan investasi Amerika di Korea. Min Young-ik kembali ke Korea pada akhir September 1883 dan memberikan laporan kepada Ratu yang intinya untuk segera melakukan moderenisasi seperti yang telah dilakukan negara-negara barat untuk mengejar ketertinggalan dari Jepang.

Konflik faksi progresif dan konservatif
Kelompok progresif yang didirikan pada akhir tahun 1870-an oleh kaum yangban mendukung penuh proses moderenisasi Korea, namun menginginkan pemutusan hubugan diplomatik dengan Cina. Tidak mengetahui sentimen anti-Cina mereka, ratu sering mengadakan diskusi dan pertemuan untuk membicarakan tentang ide-ide dan rencana politiknya yang progresif. Mereka mengusulkan agar negara merombak tatanan pendidikan dan sosial dengan memberikan kesempatan sejajar antara hak kaum pria dan wanita dimana isu ini tidak berlaku di negara yang sudah maju seperti Jepang. Min sangat kagum awalnya akan ide kaum progresif, namun saat mengetahui mereka anti-Cina, ratu mulai berbalik. Memutuskan hubungan dengan Cina bukanlah rencananya dalam memulai moderenisasi.

Ia menganalisis konsekuensi yang akan dihadapi Joseon jika memutuskan hubungan dengan Cina. Selain itu ia juga adalah pendukung kuat faksi Sadae yang pro-Cina dan juga pro-moderenisasi. Konflik faksi progresif dan Sadae mulai memanas pada tahun 1884. Saat utusan Amerika Serikat yang bernama George C. Foulk mendengar konflik yang terjadi antara dua faksi tersebut, ia langsung menghadap ke istana. Amerika Serikat berniat mendamaikan kedua faksi tersebut agar dapat membantu rencana dan kebijakan ratu untuk memajukan dan memoderenisasi Joseon. Ratu Min sebenarnya mendukung penuh pendapat dan pandangan kedua belah pihak itu kecuali memutuskan hubungan dengan Dinasti Qing.

Kaum progresif yang mulai khawatir dengan berkembangnya pengaruh Cina dan faksi Sadae, mencari dukungan utusan tentara Jepang dan pada tanggal 4 Desember 1884 menyerbu faksi Sadae. Mereka membunuh para petinggi faksi Sadae dan merebut kursi di pemerintahan yang mereka tinggalkan. Merasa kecewa akan tindakan keras yang dilakukan kaum progresif, Ratu Min menolak untuk mendukung aksi mereka dan menyatakan setiap dokumen yang ditandatangani atas nama dirinya tidak sah. Baru 2 hari dalam menduduki jabatan di istana, petinggi militer Cina, Yuan Shih-kai dan pas**annya meringkus dan mengeksekusi para pemimpin faksi progresif. Jepang kembali memanfaatkan kondisi ini sebagai kesempatan untuk menguras uang dari pemerintahan Joseon dengan memaksa Raja Gojong untuk kembali membayar kerugian atas kerusakan yang diakibatkan kerusuhan terhadap fasilitas Jepang. Perjanjian Hanseong kembali ditandatangani tanpa sepengetahuan Ratu Min dengan membayar sejumlah besar uang kepada Jepang.

Pada tanggal 18 April 1885, Perjanjian Li-Ito ditandatangani oleh pihak Jepang dan Cina di Tianjin. Dalam perjanjian disebutkan bahwa kedua belah pihak sepakat menarik tentaranya dari Korea dan baru dapat dikirimkan jika properti mereka berada dalam bahaya. Mereka juga menarik para instruktor militer masing-masing dan membiarkan orang Amerika yang mengerjakan tugas itu. Pas**an Jepang ditarik dari Korea dengan menyisakan sedikit untuk menjaga duta besar mereka. Ratu Min memanggil utusan Cina dan meyakinkan mereka untuk tetap membiarkan 2000 orang tentara mereka tinggal di Korea untuk menjaga perbatasan dan menjadi pelatih namun disamarkan menjadi tentara Joseon untuk mengawasi gerak-gerik Jepang yang dianggap mencurigakan.

Inovator
Ratu Min dianggap sebagai inovator yang brilian dalam memajukan pendidikan dan media massa di Korea. Setelah sebagian besar tentara Jepang keluar dari Korea dan pas**an Cina mengamankan wilayah perbatasan, rencana untuk moderenisasi mulai dilaksanakan. Tahap pertama adalah dengan memperbaiki kualitas pendidikan dengan membangun akademi yang menggunakan bahasa Inggris dan kurikulum sekolah barat.

Pada bulan Mei 1885, sebuah sekolah berbahasa Inggris pertama di Korea dibuka atas prakarsa ratu. Sekolah yang bernama Yugyeong Gungwon tersebut mendidik anak-anak para bangsawan dengan pengajar seorang misionaris Amerika bernama Dr. Homer B. Hulbert dan 2 orang pengajar lain. Sekolah ini mempunyai 2 departemen, departemen 1 mengajarkan tentang pendidikan liberal dan yang ke-2 mengajarkan tentang pendidikan militer.

Pada saat yang sama p**a, ratu memprakarsai pendirian akademi pendidikan untuk perempuan yang pertama kali di Korea, yang sekarang dikenal dengan nama Universitas Ewha. Institusi ini disambut baik oleh masyarakat karena seluruh perempuan Korea dari kaum rakyat bawah maupun bangsawan berhak mengikuti pendidikan di akademi ini. Pada tahun 1887, dengan bantuan perawat berkebangsaan Amerika bernama Annie Ellers mendirikan sebuah sekolah perempuan lain yang bernama Akademi Yeondong. Ratu Min tidak hanya memperkenalkan bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan berbahasa para murid sekolah, namun juga mengajarkan bahasa-bahasa lain seperti bahasa Perancis, Jerman dan Spanyol.
Para misionaris Kristen berperan penting dalam penyampaian pendidikan moderen pertama di Korea. Tidak seperti Daewongun yang keras terhadap orang Kristen, Ratu Min menjalin hubungan persahabatan dengan para misionaris dan ia sangat menghargai pengetahuan dan keterampilan yang mereka ajarkan. Ratu Min dikenal sebagai tokoh yang mendukung toleransi terhadap umat Kristiani dengan mendirikan sekolah Kristen pertama di Korea yang bernama Akademi Baeje pada bulan Juni 1885. Sekolah Kristen lain didirikan pada tahun yang sama atas bantuan Dr. Horace G. Underwood dari Gereja Presbiterian Utara dari Amerika Serikat bernama Akademi Kyeongshin. Sekolah lain didirikan di luar ibukota seperti sekolah lanjutan Kwangseon di Pyongyang dan Sungdok di Yongbyon.

Penerbitan surat kabar
Surat kabar pertama yang terbit di Korea adalah Hanseong Sunbo yang diprakarsai oleh raja dan ratu. Surat kabar ini dicetak dalam karakter hanja dan terbit 3 kali sebulan. Naskahnya dikerjakan oleh para pejabat pemerintahan di kantor Pangmun-guk, sebuah agen Menteri Luar Negeri. Isinya memberitakan tentang berita-berita, esai serta artikel tentang kejadian-kejadian penting di Korea. Pada bulan Januri 1886, surat kabar lain juga diterbitkan dengan dukungan raja dan ratu bernama Hanseong Jubo (Mingguan Hanseong). Hanseong Jubo dicetak dalam tulisan hangeul dengan kombinasi hanja. Penerbitan surat kabar di Korea memainkan peran penting sebagai media komunikasi masyarakat sampai akhirnya ditutup pada tahun 1888 atas tekanan Cina. Pemerintah Cina merasa khawatir akan meningkatnya kritikan yang ditujukan terhadap mereka. Raja dan ratu Joseon menjamin kemerdekaan terhadap pers, ide yang diadposi dari barat, gagasan yang tidak berkembang di Jepang dan Cina. Surat kabar lain terbit dalam cetakan penuh hangeul pada tahun 1894 berjudul Hanseong Sinbo. Koran ini ditulis sebagian dalam bahasa Jepang.

Kehidupan pribadi
Perpustakaan Dewan Nasional Korea mempunyai sedikit catatan yang menjelaskan tentang kepribadian ratu. Kesan yang sama dapat terbaca dari catatan Lilian Underwood, seorang misionaris berkebangsaan Amerika yang datang ke Korea pada tahun 1888 yang ditunjuk sebagai dokter pribadi ratu. Catatan-catatan tersebut umumnya menuliskan bahwa ratu memiliki wajah yang lembut namun garis wajahnya tegas, suaranya lembut dan hangat dan bila sedang berbicara tentang masalah negara, suaranya akan dipertegas. Penampilannya di hadapan publik selalu formal dan beretika. Underwood menggambarkan ratu sebagai berikut:
“ Saya harap saya dapat memberikan gambaran jelas mengenai ratu kepada publik pada saat penampilan terbaiknya, namun hal ini pasti tidak mungkin karena bahkan harus meminta izin kepadanya untuk mengambil foto, dan ekspresi kehangatannya saat berbicara, karakter dan kecerdasan yang ia perlihatkan hanyalah sebagian yang dapat terbaca jika wajahnya sedang dalam keaadan tenang. Ia mengikat rambutnya sama seperti semua wanita Korea, sebagian di tengah, diikat kencang dan rapi serta dikonde agak rendah di belakang kepala. Ornamen kecil…yang dipakai di atas kepalanya dikencangkan dengan pengikat berwarna hitam. Yang Mulia tampaknya tidak begitu perduli terhadap ornamen-ornamen, karena ia cuma memakai sedikit saja. Tidak ada wanita Korea yang memakai anting, begitu p**a dengan sang ratu, tidak p**a saya melihatnya memakai kalung, bros, atau gelang. Ia pasti punya banyak cincin, tapi saya tidak melihatnya mengenakan lebih dari satu atau dua produk Eropa…
Berdasarkan tradisi Korea, ia membawa sejumlah orname filigree emas dengan pita panjang berwarna perak yang dikencangkan di sampingnya. Begitu sederhana dan anggun seleranya dalam berbusana, sulit untuk menganggapnya sebagai pemimpin dari negara yang dianggap setengah beradab…tampak sedikit pucat dan kurus, dengan wajah yang tegas dan mata kecil yang bercahaya, pada pandangan pertama bagi saya ia tidak tampak terlihat cantik, namun tidak ada satu pun orang yang tidak bisa membaca ambisi, kecerdasan dan kekuatan karakter dari wajahnya… ”

Pada awal pernikahannya, Gojong dan Min kurang menemukan kecocokan. Antara satu dan yang lain merasa segan. Ratu Min lebih s**a berdiam diri di kamarnya untuk belajar dan membaca buku-buku sejarah, filsafat dan politik, sementara Gojong menghabiskan waktunya siang dan malam dengan minum dan berpesta. Min yang yang lebih peka terhadap masalah negara suatu kali pernah mengatakan kepada teman dekatnya bahwa suaminya menjijikkan baginya.

Menurut para pejabat pemerintahan, saat Min naik tahta menjadi ratu, ia dikenal sangat cermat dalam memilih orang yang dapat diajak untuk bekerja sama. Pertama-tama ia merasa peraturan di istana begitu ketat namun akhirnya dapat beradaptasi untuk melaksanakan tanggung jawab sebagai pemimpin. Upayanya untuk memiliki anak yang diharapkan akan menjadi penerus kerajaan tidak dapat terlaksana karena putra pertamanya meninggal karena kondisi kesehatannya yang kurang baik. Namun upaya kedua membuahkan hasil dengan lahirnya putra ke-2 dengan selamat yang dinamakan Sunjong. Sunjong sendiri bukanlah anak yang sehat, karena sering terkena sakit dan berminggu-minggu terbaring di tempat tidur. Pada akhirnya hubungannya dengan sang suami berangsur-angsur membaik dan keduanya dapat bekerja sama memimpin kerajaan.

Pada masa-masa akhir, Min dan Gojong mulai merasa dekat dengan satu sama lain. Gojong ditekan oleh para penasehatnya untuk menjalankan pemerintahan dan kebijakan negara. Menurut kebanyakan orang, sebenarnya Gojong tidak akan dipilih jadi raja dikarenakan dirinya tidak memiliki kualitas yang diperlukan sebab ia tidak pernah secara formal mengikuti pendidikan tapi karena kesalahan wangsa Jo yang menganggap mereka bisa mengendalikannya melalui ayahnya. Saat waktunya Gojong untuk menunjukkan tanggung jawabnya terhadap negara, ia selalu membutuhkan bantuan istrinya untuk menangani masalah domestik ataupun luar negeri. Gojong sangat menghargai kepandaian dan kecerdasan sang istri dan semakin mengandalkannya saat masalah semakin rumit mendera negara. Di saat frustasi, hanya Min yang menjadi batu sandarannya.

Insiden Eulmi
Pada dini hari tanggal 8 Oktober 1895, sekelompok penyusup bersenjata menerobos Istana Gyeongbok. Dalam usahanya mereka sempat bertarung dengan penjaga pintu gerbang Gwanghwamun, namun seorang pas**an penjaga yang bernama Hong Gye-hun dan menteri bernama Yi Gyeong-jik terbunuh. Para mata-mata suruhan Miura Goro tersebut masuk ke dalam aula kediaman ratu di Paviliun Okhoru di Aula Geoncheong dan membunuh tiga orang wanita, salah satunya adalah Myeongseong. Ratu Min berusia 43 tahun saat kematiannya. Peristiwa berdarah ini dikenal dengan Insiden Eulmi (乙未事變).

Pembunuhan Ratu Min segera memicu sentimen anti Jepang di Korea dan di luar negeri. Seorang mantan jenderal bernama Miura Goro dan beberapa pengikutnya dituduh bertanggung jawab dan didakwa di pengadilan Hiroshima. Pihak Jepang akhirnya melepaskan Miura Goro dan pengikutnya dengan alasan tidak ditemukannya bukti yang mendukung.

Diketahui setelah kematian Min, Gojong sangat bersedih dan mengunci dirinya dalam kamar selama berminggu-minggu dan meninggalkan semua tugasnya. Saat ia kembali, ia seakan-akan kehilangan tenaga dan bahkan menerima dan menandatangani perjanjian demi perjanjian tanpa analisis yang membuat pengaruh Jepang semakin menjadi-jadi. Saat Daewongun kembali ke istana, ia dan pihak Jepang mengajukan proposal untuk menjadikan status sang ratu menjadi seperti rakyat biasa. Gojong menolak menandatangani roposal tersebut dan mengatakan dengan keras "Aku lebih baik memotong kedua lenganku dan membiarkannya terluka daripada merendahkan wanita yang telah menyelamatkan negara ini." Setelah insiden itu, Raja Gojong dan Putra Mahkota Sunjong mengungsi dari Istana Gyeongbok ke kedutaan besar Rusia pada tanggal 11 Februari 1896. Raja meminta dukungan dari Rusia dan dunia internasional untuk mendukung kemerdekaan Korea secara penuh. Raja kemudian kembali ke Istana Deoksu dan memproklamasikan berdirinya Kekaisaran Han Raya. Sejak saat itu Gojong mengganti gelar raja menjadi Kaisar.

Di Jepang, 56 orang dituduh terlibat dalam pembunuhan Ratu Min dan disidangkan di Pengadilan Distrik Hiroshima dan pengadilan militer Jepang, namun dilepaskan karena tidak ditemukan bukti yang mendukung. Beberapa diantaranya:
• Miura Gorō, mantan letnan jenderal Jepang.
• Okamoto Ryūnosuke (岡本柳之助), petinggi di kedutaan besar dan mantan petinggi militer Jepang
• Hozumi Torakurō, Kokubun Shōtarō, Hagiwara Shujiro, merupakan pegawai kantor kedutaan besar
• Sugimura Fukashi (杉村 濬), sekretaris kedutaan besar
• Adachi Kenzo, editor surat kabar Kanjō Shimpō[23] (漢城新報, Hanseong Shinbo)
• Kusunose Yukihiko, jenderal Angkatan Bersenjata Kekaisaran Jepang
• Kunitomo Shigeaki (國友重章),[24] anggota Seikyōsha (Lembaga Pendidikan Politik)
• Shiba Shirō (柴四朗), sekretaris rahasia Menteri Pertanian dan Perdagangan Jepang yang belajar di Wharton dan Universitas Harvard
• Sase Kumadestu (佐瀨熊鐵), dokter
• Terasaki Taikichi (寺崎泰吉)
• Nakamura Tateo (中村楯雄)
• Horiguchi Kumaichi (堀口 九萬一)
• Ieiri Kakitsu (家入嘉吉)
• Kikuchi Kenjō (菊池 謙讓)
• Hirayama Iwahiko (平山岩彦)
• Ogihara Hidejiro (荻原秀次郎)
• Kobayakawa Hideo (小早川秀雄), editor kepala di Kanjō Shimpō[27]
• Sasaki Masayuki dan sebagainya

Di Korea, Raja Gojong mengumumkan orang-orang yang terlibat sebagai Empat Pengkhianat Eulmi pada tanggal 11 Februari 1896.
• Jo Hui-yeon (趙羲淵)
• Yu Kil-chun (兪吉濬)
• Kim Hong-jip (金弘集)
• Jeong Byeong-ha (鄭秉夏)

Laporan saksi mata
Sunjong, putra Raja Gojong dan Ratu Min melaporkan tentang keterlibatan jenderal Woo Beom-seon ayah dari Woo Jang-choon, seorang sarjana pertanian, dalam pembunuhan ibunya. Woo Beom-seon terbunuh oleh utusan Sunjong yang dikirimkan ke Hiroshima pada tahun 1903.

Pada tahun 2005 seorang profesor bernama Kim Yeo-chun dari Russian Academy of Sciences menemukan catatan mengenai insiden pembunuhan ratu yang ditulis oleh warga Rusia bernama Aleksey Seredin-Sabatin (Алексей Середин-Cабатин) dalam Arsip Kebijakan Luar Negeri Kekaisaran Rusia (Архив внешней политики Российской империи; AVPRI).[29] Seredin-Sabatin saat itu sedang bekerja untuk kerajaan di bawah jenderal Amerika bernama William McEntyre Dye. Pada tanggal 11 Mei 2005 dokumen Sabatin dipublikasikan di Universitas Myeongji, Seoul.

Salinan terjemahan dokumen tersebut kemudian dirilis oleh Center for Korean Research di Universitas Columbia pada tanggal 6 Oktober 1995 untuk memperingati 100 tahun Insiden Eulmi. Dalam catatan Seredin-Sabatin tertulis:

"The courtyard where the queen's wing was located was filled with Japanese, perhaps as many as 20 or 25 men. They were dressed in peculiar gowns and were armed with sabres, some of which were openly visible. ... While some Japanese troops were rummaging around in every corner of the palace and in the various annexes, others burst into the queen's wing and threw themselves upon the women they found there. ... I ... continued to observe the Japanese turning things inside out in the queen's wing. Two Japanese grabbed one of the court ladies, pulled her out of the house, and ran down the stairs dragging her along behind them. ... Moreover one of the Japanese repeatedly asked me in English, "Where is the queen? Point the queen out to us!" ... While passing by the main Throne Hall, I noticed that it was surrounded shoulder to shoulder by a wall of Japanese soldiers and officers, and Korean mandarins, but what was happening there was unknown to me."

("Halaman dimana tempat kediaman ratu berlokasi, dipenuhi oleh orang Jepang, kemungkinan sebanyak 20 atau 25 orang. Mereka mengenakan pakaian yang aneh dan bersenjatakan pedang, beberapa diantaranya dapat terlihat dengan jelas. …Sementara beberapa tentara Jepang menggeledah setiap sudut istana dan dalam beberapa gerombolan, yang lainnya menerobos kediaman ratu dan berkumpul melihat wanita-wanita yang mereka temukan di sana. …Saya …terus mengamati tentara Jepang membawa sesuatu keluar dari kediaman ratu, dan turun dari tangga menyeret seorang wanita di belakang mereka. …Lalu seorang Jepang menanyakan pada saya beberapa kali dalam bahasa Inggris, "Where is the queen? Point the queen out to us!" ... Sambil melewati Aula Tahta, saya melihat ia dikelilingi tubuh para tentara dan pejabat Jepang, serta pejabat Korea, dan apa yang terjadi selanjutnya di sana tidak dapat saya ketahui." )

Foto dan ilustrasi
Tidak ada foto-foto dari Ratu Min yang tersisa saat ini. Kemungkinan Jepang sengaja melenyapkan semua fotonya setelah kematiannya. Korea menuduh foto Ratu Min disembunyikan dalam arsip Jepang namun hal itu dibantah pemerintah Jepang.

Pada laporan berita KBS pada tahun 2003 memberitakan ditemukannya foto figur Ratu Min yang sesungguhnya. Dalam foto terlihat seorang wanita yang diikuti oleh 2 orang dayang-dayang. Beberapa pihak menganggap foto ini kemungkinan asli dilihat dari penampilannya yang tampak seperti anggota kerajaan. Namun dikatakan bahwa pakaian yang dikenakan kurang memiliki jahitan bordir seperti layaknya pakaian ratu.

Pada tanggal 13 Januari 2005, profesor Lee Tae-jin dari Universitas Nasional Seoul mempublikasikan ilustrasi Ratu Min yang didapatkannya dari majalah tua di toko buku di Tokyo, Jepang. Majalah Fūzokugahō (風俗畫報) yang diterbitkan tanggal 25 Januari 1895 tersebut menggambarkan ilustrasi Raja Gojong dan Ratu Min sedang menerima utusan dari Jepang bernama Inoue Kaoru. Ilustrasi yang digambar oleh Ishizuka (石塚) dengan kutipan "Raja dan Ratu Korea, terkesan oleh saran kami yang bijak, menyadari pentingnya pembaharuan untuk pertama kalinya." Lee menyebutkan bahwa pakaian dan latar begitu detail dan menduga bahwa digambar secara langsung.

Pada bulan Mei 2005, seorang pria Jepang berusia 84 tahun bernama Tatsumi Kawano (川野 龍巳), cucu dari Kunitomo Shigeaki, salah seorang tertuduh dalam pembunuhan ratu, mengunjungi makamnya di Namyangju, Gyeonggi, Korea Selatan. Ia menyatakan permintaan maaf atas perbuatan yang telah dilakukan oleh almarhum kakeknya.

Kehidupan Maharani Myeongseong diangkat dalam serial drama TV Korea Empress Myeongseong dan pertunjukkan drama musikal "The Last Empress".

Foto: Di duga sebagai Foto Maharani Myeongseong

Sumber: Wikipedia Indonesia

Want your business to be the top-listed Government Service in Banjarmasin?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address


Banjarmasin Km. 8. 200
Banjarmasin
70654