25/10/2019
Sahabat DIPI! Kali ini kita akan membahas mengenai IPotensi Irigasi Mikro dan Dalam Hortikultura di Indonesia. Mungkin beberapa dari kalian masih cukup asing dengan istilah Irigasi Mikro dan Hortikultura. Lalu, apa itu Irigasi Mikro dan tanaman hortikultura? Dan bagaimana ya perkembangan Irigasi Mikro dalam Hortikultura di Indonesia?
Irigasi Mikro merupakan metode pemberian air pada tanaman dengan debit yang kecil sesuai dengan kebutuhan tanaman. Dan Hortikultura merupakan salah satu metode budidaya pertanian modern dengan menanam sayur-sayuran, buah-buahan, ataupun tanaman taman dimana lahan (kebun atau pekarangan rumah) sebagai tempatnya. Jadi apabila Sahabat DIPI ingin menanam tanaman jenis Hortikultura bisa menggunakan metode Irigasi Mikro dimana pemberian airnya dalam jumlah yang kecil. Jadi tidak perlu takut akan kekurangan air.
Selain itu berdasarkan data dari Sekertariat Jendral Hortikultura Kementerian Pertanian, menunjukan jika di Indonesia peluang untuk Irigasi Mikro dalam Hortikultura sangat besar. Pencapaian hasil dari tanaman sayur dan buah Hortikultura yang menggunakan metode Irigasi Mikro sangatlah bagus. Iklim dan tanah di Indonesia pun juga sangat mendukung. Sehingga tidak heran jika Irigasi Mikro saat ini mulai banyak diterapkan dibeberapa daerah di Indonesia.
Ayo geser ke kanan ➡️➡️➡️
Jangan lupa untuk Follow Media Sosial KMC DIPI Bappenas dan Like serta Subscribe kanal Youtube KMC DIPI Bappenas ya Sahabat DIPI
15/10/2019
Sahabat Dipi! Februari 2019 lalu, TIM KMC Dipi melakukan perjalanan kunjungan Dinas ke Banjarmasin - Kalimantan Selatan untuk melihat kondisi rawa disana. .
Sistem Tata Air Jaringan Irigasi di Kalimantan menggunakan sistem garpu (2 arah). Di tengah lahan dibuat suplesi yang sumbernya dari Sungai Alalak dan nanti dikeluarkan ke aliran sekunder (drainage). Tahapan “pencucian” adalah drain, leaching, dan menjadi suplesi. Kemudian menjadi irigasi teknis dengan dipasang pintu otomatis. .
Petani masih tetap mempertahankan beras lokal meskipun musim tanamnya lebih lama dan hanya tanam 1 kali per tahun. Hasil produksi padi di DIR Danda Besar masih 2 ton/Ha, namun hasil panen padi gabah dengan varietas lokal hanya 1 ton/ha, sangat sedikit dibandingkan dengan hasil pada umumnya. .
Dari kultur budaya mengharapkan kultur budaya seperti yang ada di DIR Jejangkit, dan lahan akan ditanami varietas unggul. Pada prakteknya, juga dilakukan tumpangsari dengan hortikultura (sayur dan buah-buahan seperti cabai, terong, dan tomat). Jenis tanaman yang banyak ditanam di DIR Danda antara lain hortikultura jeruk siam banjar.
@ Banjarmasin
15/10/2019
Sobat Dipi! Februari 2019 lalu, TIM KMC Dipi melakukan perjalanan kunjungan Dinas ke Banjarmasin - Kalimantan Selatan untuk melihat kondisi rawa disana.
Sistem Tata Air Jaringan Irigasi di Kalimantan menggunakan sistem garpu (2 arah). Di tengah lahan dibuat suplesi yang sumbernya dari Sungai Alalak dan nanti dikeluarkan ke aliran sekunder (drainage). Tahapan “pencucian” adalah drain, leaching, dan menjadi suplesi. Kemudian menjadi irigasi teknis dengan dipasang pintu otomatis.
Petani masih tetap mempertahankan beras lokal meskipun musim tanamnya lebih lama dan hanya tanam 1 kali per tahun. Hasil produksi padi di DIR Danda Besar masih 2 ton/Ha, namun hasil panen padi gabah dengan varietas lokal hanya 1 ton/ha, sangat sedikit dibandingkan dengan hasil pada umumnya.
Dari kultur budaya mengharapkan kultur budaya seperti yang ada di DIR Jejangkit, dan lahan akan ditanami varietas unggul. Pada prakteknya, juga dilakukan tumpangsari dengan hortikultura (sayur dan buah-buahan seperti cabai, terong, dan tomat). Jenis tanaman yang banyak ditanam di DIR Danda antara lain hortikultura jeruk siam banjar.
@ Banjarmasin
15/10/2019
Sobat Dipi! Februari 2019 lalu, TIM KMC Dipi melakukan perjalanan kunjungan Dinas ke Banjarmasin - Kalimantan Selatan untuk melihat kondisi rawa disana.
Sistem Tata Air Jaringan Irigasi di Kalimantan menggunakan sistem garpu (2 arah). Di tengah lahan dibuat suplesi yang sumbernya dari Sungai Alalak dan nanti dikeluarkan ke aliran sekunder (drainage). Tahapan “pencucian” adalah drain, leaching, dan menjadi suplesi. Kemudian menjadi irigasi teknis dengan dipasang pintu otomatis.
Petani masih tetap mempertahankan beras lokal meskipun musim tanamnya lebih lama dan hanya tanam 1 kali per tahun. Hasil produksi padi di DIR Danda Besar masih 2 ton/Ha, namun hasil panen padi gabah dengan varietas lokal hanya 1 ton/ha, sangat sedikit dibandingkan dengan hasil pada umumnya.
Dari kultur budaya mengharapkan kultur budaya seperti yang ada di DIR Jejangkit, dan lahan akan ditanami varietas unggul. Pada prakteknya, juga dilakukan tumpangsari dengan hortikultura (sayur dan buah-buahan seperti cabai, terong, dan tomat). Jenis tanaman yang banyak ditanam di DIR Danda antara lain hortikultura jeruk siam banjar.
@ Banjarmasin
15/10/2019
Halo Sahabat Dipi! Kementerian PPN/Bappenas melalui Direktorat Pengairan dan Irigasi mempersembahkan “KMC DIPI Bappenas”
Knowledge Management Center Direktorat Pengairan dan Irigasi Kementerian PPN/Bappenas
Kira-kira apa ya KMC Dipi itu?
Ayo geser ke kanan ➡️➡️➡️