05/04/2023
Pada hari ini Rabu, 5 April 2023 digelar acara Penyerahan Bantuan Alat Mesin Pertanian Combine Harvester oleh Bupati Bantul bertempat di Gapoktan Tani Mukti, Pundong, Bantul.
Acara dihadiri oleh Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, Panewu Pundong beserta jajaran muspika, Lurah Panjangrejo, anggota gapoktan Tani Mukti dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Bantul menyampaikan bahwa sektor pertanian terus kita perkuat dengan menerapkan mekanisasi pertanian yang lebih maju dan modern karena pertanian ini merupakan sektor unggulan dan prioritas di Bantul. Dengan modernisasi peralatan, maka pertanian di Bantul akan dapat lebih efektif, efisien dan produktif sehingga akan meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.
Sumber/ referensi : Instagram
Foto : Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul
24/03/2023
Dalam rangka meningkatkan hasil produksi pertanian dan membantu kelompok tani dalam memanen padi. pada Selasa, 21 Maret 2023 kemarin digelar acara Gerakan Panen Padi dan Penyerahan Bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Combine Harvester bertempat di Nglaren, Potorono, Banguntapan, Bantul.
Acara dihadiri oleh Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, S.Pt, M.Si, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Panewu Banguntapan, I Nyoman Gunarsa, S.Psi, M.Psi beserta jajaran Muspika, Lurah Potorono, Prawata S.AP. beserta jajaran pamong, Ketua kelompok tani se-Kalurahan Potorono, anggota kelompok tani “Sido Makmur” Pedukuhan Nglaren dan tamu undangan lainnya.
Kegiatan diawali dengan Penyerahan Bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Combine Harvester secara simbolis oleh Bupati Bantul dilanjutkan dengan panen raya menggunakan Combine Harvester.
Bupati Bantul dalam sambutannya berharap, “Semoga bantuan combine harvester atau mesin panen padi ini akan semakin menguatkan sektor pertanian masyarakat Potorono, Banguntapan dan Bantul. Sehingga akan meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.
Karena untuk menguatkan sektor pertanian yang menjadi salah satu sektor andalan Kabupaten Bantul ini harus juga didukung dengan penerapan teknologi sehingga pertanian akan semakin efektif, efisien dan produktivitas meningkat”.
Sumber/referensi : Instagram
Foto : DKPP Bantul
07/03/2023
Memasuki musim panen padi, beberapa bulak yang di kelola oleh gapoktan di Kabupaten Bantul dilaporkan mendapatkan hasil panen yang cukup baik. Salah satunya hasil tanam di Bulak Mangir, Sendangsari, Pajangan. Durori, Lurah Sendangsari, menyampaikan bahwa hasil panen di wilayahnya telah melebihi target yang ditetapkan daerah untuk semua varietas padi. Salah satunya varietas ciherang yang capaiannya menyentuh angka GKG 8,92.
"Kami bersyukur ada banyak bantuan irigasi sehingga saat ini,periode tanam padi bisa hingga tiga kali dalam setahun, meski pengairannya minimal, tapi hasilnya dapat maksimal," imbuh Durori. Pencapaian tersebut tentunya menjadi isyarat positif bagi Bantul untuk ikut serta dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Sebagai wujud syukur atas panen yang melimpah, petani dan warga di sekitar Bulak Mangir, Kalurahan Sendangsari menggelar upacara wiwit ageng, pada Senin siang (6/3/2023). Acara ini menjadi tradisi yang senantiasa dilestarikan sebagai kekayaan yang dimiliki Sendangsari sebagai kalurahan budaya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menilai bahwa masyarakatnya kuat dengan nilai-nilai religius. Dalam setiap proses yang dilalui selalu didahului dengan doa dan pengharapan yang diwujudkan dalam berbagai macam tradisi, salah satunya wiwitan.
Pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pengelola kalurahan budaya Sendangsari yang terus mengembangkan kebudayaan. "Budaya bukan hanya soal seni tapi juga perilaku, termasuk karakter, dan sistem sosial yang ada di masyarakat, sehingga itu semua membawa kemaslahatan," pungkas Halim. (Am)
Sumber : https://bantulkab.go.id/berita/detail/5768/panen-padi-melimpah--bantul-dukung-swasembada-pangan.html
Foto : DKPP Bantul
21/02/2023
Pada hari ini Selasa, 21 Februari 2023 digelar acara Sosialisasi Lumbung Mataram Tahun 2023 bertempat di Paddys Cafe, Sewon, Bantul.
Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, S. Pt, M. Si, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Slamet Pamuji, S. Pd, M. Pd, Bapak TO Suprapto (Praktisi), Cahyo Risdiyanto, SP (DPKP DIY), Dukuh, Pendamping KWT serta anggota KWT calon penerima bantuan Lumbung Mataraman Tahun 2023.
Lumbung mataraman adalah sebuah kegiatan memanfaatkan lahan pekarangan rumah tangga untuk menyediakan kebutuhan pangan dengan prinsip : kemandirian pangan, diversifikasi pangan berbasis sumber pangan lokal, dan kebun bibit pelestarian sumber daya genetik pangan.
Kemandirian pangan dimaknai dengan karakter kearifan lokal dan tetap relevan dengan semangat keistimewaan DIY, khususnya Yogyakarta sejak jaman dahulu sudah menerapkan tradisi pertanian “nandur opo sing dipangan lan mangan opo s*k ditandur” dalam rangka memenuhi ketersediaan pangan mulai dari tingkat rumah tangga.
Fungsi Lumbung Mataraman sebagai model optimalisasi pemanfaatan pekarangan spesifik lokal di DIY untuk menghasilkan pangan dalam memenuhi pangan dan gizi keluarga, meningkatkan pendapatan keluarga, mengurangi pengeluaran rumah tangga serta mendukung program pemerintah untuk penanganan daerah stunting, gizi buruk dan penanggulangan wilayah rentang rawan pangan.
Diharapkan dengan adanya program Lumbung Mataraman ini Kelompok Wanita Tani mampu menyediakan pangan secara komunal melalui lumbung mataraman serta kebutuhan pangan keluarga sehari-hari dapat tercukupi dari pekarangan.(TP)
Foto : Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul
15/02/2023
Pada Selasa, 14 Februari 2023 kemarin digelar acara Gerakan Panen Padi bertempat di Kelompok “Tani Harjo” Tegal Sempu, Caturharjo, Pandak, Bantul, DIY.
Pada kesempatan ini hadir Menteri Pertanian Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H. beserta seluruh jajaran dari Kementerian Pertanian RI, dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Ir. Sugeng Purwanto, M.M.A, dari Pemerintah Kabupaten Bantul yang diwakili oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Joko Waluyo, S.Pt, M.Si, Kepala Kejaksaan Negeri Bantul, Fahran, S.H., M.H, dan tamu undangan lainnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Ir. Sugeng Purwanto, M.M.A, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sampai dengan hari ini untuk DIY sudah sebagian panen padi, untuk Kabupaten Bantul luasannya 5.800 ha sedangkan untuk DIY luasannya 193.000 ha. Untuk padi yang ditanam jenis padi inpari 32 dengan provitas 7,822 ton GKP per ha.
Sedangkan untuk sosialisasi terkait pembuatan dan penggunaan biosaka terus-menerus dilakukan kepada kelompok-kelompok tani. Bahkan, pada pertengahan Maret mendatang, akan dilaksanakan panen padi yang telah menerapkan biosaka seluas 200 hektar di Imogiri, Bantul. Selain itu, 1.000 petani juga direncanakan membuat biosaka secara bersama-sama.
Sementara itu Menteri Pertanian Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H. dalam sambutannya menegaskan bahwa biosaka merupakan kearifan lokal yang menggunakan konsep dari alam kembali ke alam. Penggunaan biosaka bahkan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50%.
"Biosaka ini adalah kearifan lokal yang mudah sekali dibuat dan diaplikas*kan. Cukup pakai rumput segar di sekitar dan air. Intinya ini menggunakan konsep dari alam kembali ke alam," jelasnya.
Pada kesempatan ini secara simbolis diserahkan bantuan benih padi inpari 32 kepada kelompok tani oleh Menteri Pertanian RI dan juga Menteri Pertanian RI menerima penghargaan dari Kabupaten Bantul yang diserahkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Joko Waluyo, S.Pt, M.Si,.
Sumber/ referensi : web Pemkab Bantul
Foto : DkppBantul DkppBantul
10/02/2023
Dalam rangka meningkatkan konvergensi penanganan stunting di Kabupaten Bantul pada Kamis, 9 Februari 2023 kemarin bertempat di Balai Kalurahan Selopamioro, Imogiri digelar acara Bakti Sosial “Balita Bermain Ceria”.
Didik Warsito selaku Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bantul menyampaikan, penguatan kolaborasi dan sinergi lintas sektor dalam penanganan stunting amat penting mengingat kasus stunting masih menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Bantul. Salah satu cara mencegah stunting, seperti yang dikatakan Didik, adalah melalui asupan gizi dan nutrisi yang memadai.
“Kegiatan bakti sosial dengan tema Balita Bermain Ceria ini harapannya dapat memberikan motivasi kepada orangtua untuk lebih memperhatikan pemberian gizi pada anak-anak kita. Sudah seharusnya anak-anak kita mendapat gizi yang baik. Dengan memperbaiki gizi anak-anak kita, tentu angka stunting di Kabupaten Bantul akan turung,” jelas didik.
Pemberian makanan bergizi dan kaya nutrisi bagi anak-anak kini bisa diberikan dengan kreasi olahan yang menggugah selera anak-anak. Sebab itulah pada bakti sosial ini, pemerintah menggandeng persatuan ahli gizi untuk memberi edukasi terkait masakan yang kaya nutrisi, namun tetap digemari anak-anak. Contohnya adalah es krim dengan kalori terukur dan burger tuna yang hari ini dapat dinikmati balita di Selopamioro.
Edukasi soal nutrisi dan gizi ini tak hanya menjadi PR para ahli gizi saja. Menyadari hal ini, pemerintah Kab. Bantul melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Bantul juga dilibatkan dalam acara bakti sosial kali ini.
Selain itu, menurut Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo, bakti sosial yang juga dihadiri oleh Kapolres Bantul, Dandim Bantul, PKU Muhammadiyah, Lazismu, hingga Tim Penggerak PKK ini juga menegaskan bahwa semakin banyak kolaborasi dari berbagai pihak, semakin cepat p**a mewujudkan anak-anak Bantul yang sehat.
“Kita ingin anak-anak kita tumbuh sehat. Acara ini juga jadi salah satu keseriusan pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut. Kalau anak-anak kita tumbuh sehat, maka potensi mereka untuk menjadi anak cerdas juga besar,” pungkasnya. (Els)
Sumber : Website
Foto : DkppBantul DkppBantul
09/02/2023
Pada Rabu, 8 Februari 2023 kemarin bertempat di Lahan Pertanian Bawang Merah (Lahan Pasir) Cangkring, Poncosari, Srandakan, Bantul digelar acara kunjungan lapangan. Acara ini digelar dalam rangka meninjau tanaman bawang merah di lahan pasir yang ada di Kabupaten Bantul.
Acara dihadiri oleh Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Dirjen Hortikultura Kementerian Republik Indonesia, Andi Muhammad Idil Fitri, SE MM beserta rombongan, Prof. Tri Yudi Sukartono, M.Sc, Ph.D, (Assement Kementerian Pertanian RI), Kepala Dinas Pertanian Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Ir. Sugeng Purwanto, M.M.A, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, S.Pt, M.Sc, dan dari Pangkalan TNI Angkatan Laut Bantul.
Dalam kesempatan ini Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Dirjen Hortikultura Kementerian Republik Indonesia, Andi Muhammad Idil Fitri, SE MM, menyampaikan bahwa pertanian budidaya bawang merah di lahan pasir merupakan sebuah inovasi yang sangat luar biasa di Kabupaten Bantul. Bawang merah dapat tumbuh subur dan baik di lahan pasar. Harapannya kedepan inovasi ini dapat meningkatkan produktivitas bawang merah yang ada di Kabupaten Bantul. (TP)
Foto :
09/02/2023
Stunting telah diumumkan sebagai musuh negara yang sangat berbahaya. Walaupun saat ini angka stunting di Kab. Bantul telah mengalami penurunan, namun pencegahan harus terus dilakukan karena kelahiran bayi merupakan suatu hal yang terus menerus terjadi dan masih adanya kemungkinan lahirnya bayi stunting.
Selain pencegahan secara medis melalui pemberian suplemen dan berbagai penyuluhan serta pendampingan, Pemerintah Kab. Bantul mulai melakukan pencegahan stunting melalui penanaman bahan pangan varietas unggul, padi Inpari IR Nutrizinc. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Bantul, Joko Waluyo, S.Pt., M.Sc. dalam acara Pengarahan terkait Penanganan Stunting dan Pengentasan Kemiskinan di Ruang Rapat Pari DKPP Kab. Bantul, Rabu (8/2/2023).
Padi Inpari IR Nutrizinc ini akan mulai ditanam pada musim tanam bulan depan dengan alokasi lahan kurang lebih 1.470 hektar, dari target penanaman 3000 hektar. Penanaman padi varietas unggul ini diharapkan dapat membantu mengurangi angka stunting di Kab. Bantul.
Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa walaupun angka stunting di Kab. Bantul pada akhir Tahun 2022 mengalami penurunan, pemerintah harus terus melakukan pencegahan dengan berbagai cara, yaitu dengan melakukan program sosialisasi dan pencegahan bahaya stunting dan berbagai macam pendampingan sebagai upaya mempersiapkan anak-anak Bantul menjadi generasi cerdas, berakhlak mulia, dan berkepribadian Indonesia.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dalam sambutannya menuturkan bahwa dalam rangka memerangi stunting, Pemerintah Kab. Bantul menggelontorkan dana 50 juta untuk setiap padukuhan, salah satunya untuk pencegahan stunting.
“Agar lebih efektif, gerakan stunting ini didukung juga oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melalui penanaman padi varietas unggul. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang digdaya menghadapi pandemi. Pada Tahun 2023 ini, mari kita bangun sektor pertanian dengan lebih memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan didukung dengan birokrasi pemerintah yang lincah dan kompeten,” pungkas Halim. (Pg)
Sumber/referensi : Website
Foto : DkppBantul DkppBantul
30/01/2023
Sekitar satu tahun yang lalu, dunia peternakan di Indonesia dikejutkan dengan munculnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi yang menyebar dengan cepat, di mana sebelumnya sejak 1986 Indonesia sudah dinyatakan bebas PMK. Oleh karena itu, vaksinasi PMK untuk hewan ternak di Kabupaten Bantul perlu dilakukan karena sektor pertanian masih menjadi sektor prioritas ekonomi unggulan yang digeluti oleh mayoritas masyarakat Bantul di samping sektor industri dan pariwisata.
Sebagai sektor unggulan, Pemerintah Kabupaten Bantul terus berupaya untuk meningkatkan anggaran baik dari pusat, Provinsi DIY, maupun APBD Kabupaten Bantul agar sektor ini semakin maju, mandiri dan modern. Maka dari itu, perlu dilakukan vaksinasi PMK bagi hewan ternak agar kesehatan dan kualitasnya tetap terjaganya dengan baik. Pemerintah Kabupaten Bantul bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY melaksanakan vaksinasi pada sapi-sapi ternak di Kelompok Ternak Empat Lima Depok Parangtritis, Kretek bersamaan dengan Kick Off Pengendalian dan Penanggulangan PMK Nasional Tahun 2023 oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Sabtu (28/01/2023).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Ir. Sugeng Purwanto, MMA, menyampaikan sebagai langkah awal pengendalian dan penanggulangan PMK Nasional, akan dilakukan vaksinasi serentak yang telah dibagikan oleh Kementerian Pertanian dengan total 32 juta dosis untuk ternak di seluruh Indonesia.Selanjutnya dilakukan p**a penyerahan bantuan secara simbolis kompensasi dalam kasus darurat PMK untuk kelompok ternak di 5 kapanewon di Bantul (Pandak, Pleret, Imogiri, Pundong dan Kretek).
Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, yang hadir menyerahkan secara simbolis bantuan pemerintah kompensasi kasus darurat PMK berpesan agar tidak perlu menyesali kejadian yang telah berlalu. Ia mengajak para peternak untuk belajar dari pengalaman, bangkit dan berkembang agar hewan ternak di Kabupaten Bantul semakin sehat dan berkualitas.
"Pendek kata, para petani Bantul harus bers*kap modern, terbuka, berwawasan dan siap bekerja cerdas untuk mewujudkan sektor pertanian sebagai sektor yang mensejahterakan," tegas Halim. (Bn)
Sumber : Pemkab Bantul
24/01/2023
Pada Kamis, 19 Januari 2023 kemarin bertempat di Bulak Kadisoro (depan BPP Pandak), Gilangharjo, Pandak, Bantul digelar acara Gerakan Pengendalian OPT Tanaman Padi oleh Kelompok Tani “Margo Rukun”.
Acara dihadiri oleh Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Mohammad Takdir Mulyadi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta, Ir. Sugeng Purwanto, M.M.A, UPTD BPTP DIY, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, S.Pt, M.Si, Panewu Pandak, Lurah Gilangharjo, PPL BPP Pandak, POPT, Regu Perlindungan Tanaman (RPT) Kabupaten Bantul, dan anggota kelompok tani.
Bahan pengendali yang digunakan berupa Agensia Pengendali Hayati (APH) yang ramah lingkungan.
Harapannya Organisme Penganggu Tumbuhan dapat terkendali, produktivitas tanaman meningkat, produk aman terhadap lingkungan, aman bagi petani dan aman terhadap konsumen.
Kontributor : Dewi N, SP
Foto : DKPP Bantul
29/12/2022
Pada Rabu, 28 Desember 2022 kemarin bertempat di Pondok Madu Al-Husna Bandung, Pendowoharjo, Sewon, Bantul digelar acara penyerahan penghargaan pertanian berprestasi bagi 5 kategori yaitu kategori petani berprestasi, kategori penyuluh berprestasi, kategori BP berprestasi, kategori Gapoktan berprestasi dan kategori kelembagaan ekonomi pertanian berprestasi.
Kegiatan ini digelar dalam rangka verifikasi penghargaan pertanian tingkat Kabupaten Bantul Tahun 2022 yang nantinya akan dipersiapkan untuk menentukan wakil dari Kabupaten Bantul untuk maju ke tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam kesempatan ini penghargaan diserahkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, S.Pt, M.Si.
Diharapkan dengan adanya penilaian dan penghargaan ini akan memotivasi para petani, penyuluh dan kelembagaan petani yang lain untuk lebih maju dan berprestasi.
Adapun untuk daftar peraih penghargaan adalah
sebagai berikut :
Kategori Penyuluh Berprestasi
• Juara 1 diraih oleh Candra Gunawan,SP (BPP Sewon)
• Juara 2 diraih oleh Dwi Widayati, SP (BPP Sanden)
• Juara 3 diraih oleh Rosalia Sri Harjanti (BPP Jetis)
Kategori Petani Beprestasi
• Juara 1 diraih oleh Mukhorobbin Aulia (Argosari,Sedayu)
• Juara 2 diraih oleh Suminar (Sumberagung, Jetis)
• Juara 3 diraih oleh Suhatno (Caturharjo, Pandak)
Kategori Gapoktan Berprestasi
• Juara 1 diraih oleh Gapoktan Tani Makmur (Timbulharjo, Sewon)
• Juara 2 diraih oleh Gapoktan Sarikismo (Poncosari, Srandakan)
• Juara 3 diraih oleh Gapoktan Wonokromo (Wonokromo, Pleret)
Kategori Kelembagaan Ekonomi Petani Berprestasi
• Juara 1 diraih oleh LKMA PUAP Guwosari, Pajangan, Bantul
• Juara 2 diraih oleh LKMA PUAP Sabdodadi, Bantul, Bantul
• Juara 3 dirah oleh LKMA Tani Mukti Panjangrejo, Pundong, Bantul
Kategori BPP Berprestasi
• Juara 1 diraih oleh BPP Sedayu
• Juara 2 diraih oleh BPP Pundong
• Juara 3 diraih oleh BPP Piyungan
20/12/2022
Pada hari ini Selasa, 20 Desember 2022 digelar acara Penyerahan Bantuan Hibah Ternak Itik bertempat di Kelompok Ternak Lintang Songo, Gegunung, Tirtoharho, Kretek, Bantul.
Acara ini dihadiri oleh Perwakilan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Raden Panjono, S.Pt, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bantul, Ir. Agus Riyadmadi, M.Si beserta jajaran, Kapanewon Kretek, Lurah Tirtohargo, dan anggota kelompok ternak.
Dalam kesempatan ini secara simbolis diserahkan Bantuan Hibah Ternak Itik untuk 4 kelompok (per kelompok sejumlah 1000 ekor itik) beserta pakan ternak, vitamin dan bantuan pembuatan kandang ternak. Keseluruhan bantuan hibah tersebut berasal dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Diharapkan dengan adanya bantuan ini dapat meningkatkan produktivitas di bidang peternakan itik sehingga kesejahteraan masyarakat khususnya para anggota kelompok ternak meningkat.