Rumah Baca Kotak Kardus

Rumah Baca Kotak Kardus

Share

Dalam kotak kardus kami ingin berbagi imajinasi. Sebuah proyek kecil untuk menambah minat baca, karena membaca adalah berimajinasi.

Visualisasi Puisi - Maaf 11/03/2017

Visualisasi Puisi - Maaf Puisi Visualisasi Puisi - Maaf 9:10 PM By Juni Agustus 0 Comments Sebelum kita mengalah pada ego masing-masing. Sebelum kita mencoba saling melupakan. Sebelum kita berpisah di sebuah persimpangan jalan yang akan membawa kita kepada akhir cerita masing-masing. Sebelum waktu mendinginkan rasa yang per...

Kemanakah Engkau? Aku Butuh Tempat untuk Bersandar 08/03/2017

Kemanakah Engkau? Aku Butuh Tempat untuk Bersandar Saat ini yang aku butuhkan hanya tempat untuk bersandar. Kepala ini terlalu berat untuk aku bawa menjalani rutinitas. Ingin aku potong kepalaku lalu aku taruh tempat tidur dan pergi tanpa kepala. Tetapi tidak mungkin, jika pun mungkin siapa yang tidak ketakutan bertemu orang berjalan tanpa kepala? A...

Tentang Cincin yang Aku Selipkan di Jari Manismu 06/03/2017

Tentang Cincin yang Aku Selipkan di Jari Manismu Kita telah menjalani hubungan ini tiga tahun. Berarti sudah enam musim kita lewati bersama. Kita melewati dingin hujan dalam pelukan hangat dan mengatasi panas musim kemarau dengan kesejukan kebersamaan. Kita juga telah melewati berbagai hal, jurang yang hampir menenggelamkan hubungan kita atau tama...

Visualisasi Puisi - Puisi Hujan 02/03/2017

Visualisasi Puisi - Puisi Hujan Puisi Visualisasi Puisi - Puisi Hujan 7:21 PM By Juni Agustus 0 Comments Aku rindu hujan saat itu Saat peluh menetes, dari daun  yang tertunduk lesu Aku rindu hujan saat itu Saat awan memeluk senja, yang membuatnya kelabu Aku rindu hujan kala itu Kala cahya tersenyum manis, di balik muka pintu Aku r...

Apa Kau Rasa? Semalam Aku Membelai Wajahmu Lewat Mimpi 01/03/2017

Kau begitu mempesona malam ini. Dalam terlelap pun kau terlihat menawan. Aku ingin mengecup bibirmu, membuka selimut dan mencuri peluk darimu, tetapi aku sadar aku hanya bermimpi. Aku sadar itu hanya akan membuat kesakitanku bertambah pada malam-malam selanjutnya. Ketika aku tersadar esok, dalam kesendirian di antara selimut, bantal dan guling, aku akan menangis karena menyadari kemesraan semalam hanya mimpi. Kemesraan yang tidak akan aku dapatkan lagi bersamamu. Karena kau memilih untuk pergi dan berkata tak akan kembali. Maka pada mimpi malam ini aku memutuskan hanya memandangimu saja. Aku ingin memberi jarak kepada perasaanku, agar ia tidak terlalu bahagia dalam mimpi dan sengsara dalam kenyataan.

Apa Kau Rasa? Semalam Aku Membelai Wajahmu Lewat Mimpi Semalam, ketika mimpi dianugerahkan kepada manusia-manusia yang terlelap dalam tidurnya, aku bermimpi tentangmu. Aku tiba-tiba berdiri di kamarmu dan kau sedang tertidur di tempat tidurmu. Kau tertidur begitu nyenyak, mungkin karena terlalu lelah setelah seharian menjalani rutinitas. Aku duduk di sa...

Mencintaimu Seperti Menikmati Secangkir Coklat Hangat di Hari yang Dingin 27/02/2017

Aku ingin menikmatimu perlahan, menikmati setiap sentuhan di bibirku, belaian di lidah dan aliran hangat di tenggorakan.

Mencintaimu Seperti Menikmati Secangkir Coklat Hangat di Hari yang Dingin yang memberi efek kebahagian dan memperbaiki perasaan seseorang. Bangsawan di Perancis menganggap coklat sebagai ramuan cinta, sehingga mereka membuat karya-karya seni erotis lewat media coklat. Ketenarannya mengelilingi se-antero dunia sejalan dengan penjelajahan bangsa Eropa mengelilingi dunia. Hi...

Resensi Buku Novel – Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi – Boy Candra 26/02/2017

Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Ketidak-beranianku mengikatmu memberi ruang bagi orang asing mendekatimu.

Resensi Buku Novel – Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi – Boy Candra . Buku tersebut melengkapi keproduktifitasan Boy Candra dalam menulis novel, setelah sebelumnya berhasil menerbitkan novel-novel lain, seperti

Satu Hari Bersamamu untuk Melepasmu Selamanya 25/02/2017

Satu Hari Bersamamu untuk Melepasmu Selamanya     Kita akhirnya dipertemukan setelah sekian lama hanya bisa berkomunikasi lewat dunia maya. Sudah tiga bulan kita mengenal setelah suatu hari kau tanpa aba-aba menyapaku lewat pesan singkat. Aku yang kala itu sedang jatuh karena hubungan yang kandas tanpa berpikir panjang membalas pesanmu. Dan ter...

Tentang Rindu, Ketidakpedulian dan Saling Menguatkan 22/02/2017

Tentang Rindu, Ketidakpedulian dan Saling Menguatkan      Aku masih menyimpan senyum gula jawamu dalam beberapa helai foto di laptopku. Meski kau kerap menjengkelkan, senyum gula jawamu selalu saja sukses menentramkan keresahan-keresahan dalam dadaku. Sekesal apapun aku pada sikapmu, sesakit apapun aku, senyummu selalu membuatku hanyut dalam rindu. Se...

Want your business to be the top-listed Government Service in Bantul?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Pantai Parangtritis
Bantul
55772