PKS Batu Aji

Call Directions Website

PKS Batu Aji Berbagi informasi seputar kemasyarakatan, seputar Batu Aji serta aktifitas PKS Batu Aji, Kota Batam, Propinsi Kep**auan Riau.

21/09/2026

Telah selesai pemasangan parit di Perumahan Rindang Garden, Kel. Buliang, Kec. Batu Aji, melalui advokasi Aleg PKS, Bapak Warya Burhanuddin.

Satu lagi aspirasi warga selesai dikerjakan. ✅

Aspirasi warga ini sebelumnya disampaikan dan dikawal melalui advokasi Warya Burhanuddin hingga masuk dalam program pemerintah.

Satu lagi selesai, yang lain terus kita kawal.

14/09/2026

Telah selesai pemasangan parit di Perumahan Bina Ummah, Kel. Kibing, Kec. Batu Aji, melalui advokasi Aleg PKS, Bapak Warya Burhanuddin.

Satu lagi aspirasi warga selesai dikerjakan. ✅

Pembangunan drainase di Perumahan Bina Ummah, Kibing, Batu Aji telah selesai. Alhamdulillah.

Aspirasi warga ini sebelumnya disampaikan dan dikawal melalui advokasi Warya Burhanuddin hingga masuk dalam program pemerintah.

Semoga bermanfaat bagi warga dan membantu kelancaran aliran air di lingkungan Bina Ummah.

Satu selesai, yang lain terus kita kawal.

13/09/2026

Telah selesai pemasangan atap lapangan di Perumahan Taman Lestari, Kel. Kibing, Kec. Batu Aji, melalui advokasi Aleg PKS, Bapak Warya Burhanuddin.

Panas atau hujan, aktivitas warga sekarang bisa lebih nyaman.

Alhamdulillah, pemasangan atap lapangan Perumahan Taman Lestari, Kibing, Batu Aji telah selesai. Aspirasi warga ini turut dikawal melalui advokasi Warya Burhanuddin hingga masuk dalam program pemerintah.

Semoga fasilitasnya dijaga dan semakin banyak kegiatan baik yang tumbuh dari sini.

Satu selesai, yang lain terus kita kawal.

Menjalankan Fungsi, Melawan Keraguan(Catatan Warya Burhanuddin)Kadang, yang membuat kita sulit melangkah bukan karena ja...
12/09/2026

Menjalankan Fungsi, Melawan Keraguan
(Catatan Warya Burhanuddin)

Kadang, yang membuat kita sulit melangkah bukan karena jalan itu tertutup, tetapi karena keraguan yang muncul di dalam diri.

Pekan sebelumnya, kita dikejutkan dengan erupsi gunung Anak Krakatau di tanah air. Kondisi tersebut berdampak pada penerbangan dan membuat sejumlah perjalanan terganggu.

Di saat yang sama, pembahasan APBD Perubahan 2026 Kota Batam memasuki agenda konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.

Jadwal keberangkatan sebenarnya sudah ditentukan. Namun karena penerbangan ke Jakarta belum dibuka, keberangkatan kami ditunda hingga keesokan harinya sambil menunggu perkembangan situasi. Keesokan harinya, penerbangan kembali dibuka.

Lalu muncul pertanyaan sederhana, “Kalau berangkat, bagaimana nanti p**angnya? Apakah penerbangan kembali ke Batam juga tersedia?”

Wajar jika ada keraguan. Namun agenda ini merupakan bagian dari tahapan pembahasan APBD Perubahan 2026 yang harus kami jalankan. Dan ada amanah warga yang mengikutinya.

Saya kemudian teringat firman Allah SWT:
فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ
"Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah."
(QS. Ali 'Imran: 159)

Kita tetap perlu berhitung dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Namun setelah ikhtiar dan perencanaan dilakukan, keputusan tetap harus diambil.

Akhirnya, saya bersama beberapa anggota dewan lainnya berangkat ke Jakarta untuk menjalankan agenda tersebut. Ada fungsi yang harus dijalankan dan ada tanggung jawab yang harus ditunaikan.

Kegiatan ini terdengar seremonial dan birokratif. Namun pada akhirnya, inilah tahapan yang mesti dilewati. Dan nantinya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan kesehatan, pendidikan, program sosial, tenaga kerja, hingga berbagai program pembangunan di Kota Batam.

Semoga perjalanan dan konsultasi ini berjalan lancar serta membawa hasil yang baik bagi proses pembahasan APBD Perubahan 2026 Kota Batam.

Batam, 11 September 2026

Kalau Tak Bisa Melakukan Semua, Jangan Tinggalkan Semua(Catatan Warya Burhanuddin)Menjadi wakil rakyat membuat saya sema...
11/09/2026

Kalau Tak Bisa Melakukan Semua, Jangan Tinggalkan Semua
(Catatan Warya Burhanuddin)

Menjadi wakil rakyat membuat saya semakin sering bertemu dengan harapan-harapan masyarakat.

Ada yang datang melalui telepon, WhatsApp.
Ada p**a yang datang langsung ke rumah, membawa cerita, kebutuhan, dan harapan.

Kadang yang mereka sampaikan mungkin adalah persoalan sederhana. Namun bagi mereka, persoalan itu bisa jadi sangat berarti.

Lalu, apakah semua permintaan itu bisa saya penuhi? Tentu tidak.

Saya bukanlah orang yang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan semua persoalan. Ada keterbatasan kewenangan, keterbatasan anggaran, keterbatasan waktu, dan tentu saja keterbatasan diri saya sendiri.

Tetapi saya selalu berusaha memegang satu prinsip. Kalau tidak bisa melakukan semua, jangan tinggalkan semua.

Jadi, jika tidak mampu menyelesaikan semuanya, mungkin saya bisa membantu sebagian. Jika belum bisa memberikan solusi sepenuhnya, mungkin saya bisa membantu mencarikan jalan keluarnya.

Jika belum bisa memenuhi harapannya hari ini, setidaknya saya tidak menutup telinga dan tidak meninggalkan mereka sendirian dengan persoalannya.

Saya memahami, ada warga yang mungkin kecewa ketika permintaannya belum bisa saya penuhi. Dan jujur, saya pun merasakan kesedihan yang sama. Karena setiap kali seseorang datang membawa harapan, tentu ada keinginan dalam diri saya untuk bisa membantu.

Namun dari situlah saya kembali disadarkan bahwa kita ini hanyalah manusia. Kita ingin berbuat banyak, tetapi kemampuan kita terbatas. Kita ingin membantu semua orang, tetapi tangan kita tidak mungkin menjangkau semuanya. Kita ingin menyelesaikan semua persoalan, tetapi tidak semua persoalan berada dalam kuasa kita.

Maka yang bisa saya lakukan adalah terus berusaha, mendengar, hadir, mencari jalan dan berbuat semampu yang saya bisa.

Mungkin bagi kita, bantuan yang diberikan terlihat kecil. Tetapi bagi orang yang sedang membutuhkan, bisa jadi itulah sesuatu yang sangat berarti.

Menjadi wakil rakyat bukan tentang seberapa banyak permintaan yang mampu kita penuhi. Tetapi tentang seberapa banyak kepedulian yang tetap kita jaga, meskipun kemampuan kita terbatas.

Ketika suatu hari saya tidak mampu melakukan semuanya, semoga saya tetap tidak menjadi orang yang meninggalkan semuanya.

Tidak mampu berbuat banyak, bukan alasan untuk berhenti berbuat baik.

Semoga Allah menerima setiap ikhtiar kecil kita dan menjadikannya sebagai amal kebaikan.

Batam, 10 September 2026

Melestarikan Budaya, Membersamai Dakwah(Catatan Warya Burhanuddin)Dakwah pada hakikatnya adalah mengajak. Mengajak kepad...
10/09/2026

Melestarikan Budaya, Membersamai Dakwah
(Catatan Warya Burhanuddin)

Dakwah pada hakikatnya adalah mengajak. Mengajak kepada kebaikan. Mengajak untuk semakin dekat dan taat kepada Allah. Mengajak untuk mencintai Rasulullah ﷺ.

Dan untuk mengajak, kita membutuhkan berbagai sarana. Tidak selalu melalui mimbar dan ceramah. Dakwah juga bisa hadir melalui pendidikan, pembinaan, kegiatan sosial, maupun seni budaya yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat. Salah satunya adalah hadroh.

Ketika rebana ditabuh dan shalawat dilantunkan, bukan hanya seni yang sedang dimainkan. Di sana ada syiar, ada kebersamaan, dan ada upaya menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.

Karena itu, mendukung seni hadroh bukan sekadar menjaga sebuah tradisi. Kita sedang ikut menjaga salah satu ruang dakwah agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Alhamdulillah, hari ini (7/9/26) saya berkesempatan menyerahkan beberapa set peralatan hadroh kepada majelis taklim sebagai bentuk dukungan untuk pengembangan seni budaya Islami sekaligus menguatkan aktivitas dakwah di masyarakat.

Semoga dari rebana-rebana sederhana ini lahir lantunan shalawat yang tak pernah putus. Dari majelis-majelis kecil tumbuh kecintaan kepada Rasulullah ﷺ. Dan dari kebersamaan masyarakat, lahir semakin banyak kebaikan.

Membersamai masyarakat bukan hanya hadir ketika mereka membutuhkan. Tetapi juga ikut menjaga apa yang baik, menguatkan apa yang bermanfaat, dan menumbuhkan apa yang membawa kebaikan.

Melestarikan budaya. Menghidupkan shalawat. Menguatkan dakwah. Membersamai masyarakat.

Insya Allah, langkah kecil hari ini menjadi bagian dari kebaikan yang terus mengalir. 🤲

Batam, 9 September 2026

Bekerja Bersama dalam Kesepakatan, Menghargai dalam Perbedaan(Catatan Warya Burhanuddin)Sekitar tahun 2000-an, dalam seb...
09/09/2026

Bekerja Bersama dalam Kesepakatan, Menghargai dalam Perbedaan
(Catatan Warya Burhanuddin)

Sekitar tahun 2000-an, dalam sebuah pengajian kecil, guru ngaji saya pernah menyampaikan sebuah nasihat yang hingga hari ini masih saya ingat.

Beliau berkata, “Akhi, kalau antum menemukan 10 perihal, 8 di antaranya antum sudah sependapat dengan yang lain, sementara 2 masih belum sependapat, maka mulailah kerjakan yang 8 tersebut. Sementara untuk 2 hal yang belum disepakati, antum harus menghargai perbedaan sikap yang ada.”

Beliau kemudian melanjutkan, “Jangan habiskan energi kita untuk membahas yang belum sependapat. Bekerjalah untuk hal-hal yang sudah disepakati dan toleransilah untuk hal-hal yang belum bisa disepakati.”

Nasihat itu sederhana. Namun, semakin lama saya menjalani kehidupan di tengah masyarakat, semakin terasa dalam maknanya.

Kita hidup bersama orang-orang dengan latar belakang yang berbeda. Pengalaman hidup berbeda. Cara berpikir berbeda. Bahkan cara memandang satu persoalan pun bisa berbeda.
Karena itu, rasanya sulit jika kita berharap semua orang harus selalu sepakat dalam segala hal.

Yang perlu kita cari adalah titik-titik di mana kita bisa bertemu. Kalau dari 10 persoalan ternyata ada 8 hal yang bisa kita sepakati, mengapa tidak mulai bekerja bersama pada 8 hal tersebut? Saling bergandengan tangan, menguatkan, membantu. Dan bersama-sama menghadirkan manfaat.

Sementara untuk 2 hal yang masih berbeda, kita belajar untuk menghargainya. Tidak semua perbedaan harus dipaksakan menjadi kesamaan.

Hari Ahad (6/9/26) kemarin, dalam sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ, saya kembali menyampaikan pesan sederhana ini kepada jamaah.

Semangat hidup bersama di tengah perbedaan juga dapat kita pelajari dari perjalanan Rasulullah ﷺ dalam membangun masyarakat Madinah.

Di sana ada kaum Muhajirin dan Anshar. Ada p**a masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Rasulullah ﷺ membangun persaudaraan, memperkuat ikatan sosial, serta membangun kesepakatan hidup bersama.

Perbedaan tidak hilang begitu saja. Tetapi ada kesepakatan yang menjadi dasar untuk hidup bersama dan menjaga masyarakat.

Dari sana, kita bisa belajar bahwa masyarakat yang kuat bukan masyarakat yang seluruh anggotanya memiliki pandangan yang sama. Masyarakat yang kuat adalah masyarakat yang mampu menemukan hal-hal yang dapat dikerjakan bersama, meskipun tetap memiliki perbedaan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kadang kita terlalu lama berhenti pada perbedaan.
Padahal, mungkin ada banyak pekerjaan yang sebenarnya bisa dilakukan bersama.
Ada lingkungan yang perlu diperbaiki. Anak-anak yang perlu diperhatikan. Keluarga yang membutuhkan bantuan. Persoalan masyarakat yang perlu dicarikan solusi.

Untuk semua itu, kita tidak harus menunggu semua orang memiliki pandangan yang sama dalam segala hal. Mari mulai dari apa yang sudah kita sepakati dan kerjakan bersama.

Untuk hal-hal yang masih berbeda, mari tetap saling menghormati. Karena bisa jadi, 8 hal yang kita sepakati jauh lebih besar manfaatnya daripada 2 hal yang terus kita perdebatkan.

Bekerja bersama dalam kesepakatan. Menghargai dalam perbedaan. Dan terus bergandengan tangan dalam kebaikan.

Semoga Allah SWT menjaga persaudaraan kita dan memberikan kekuatan kepada kita untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Batam, 8 Sepetember 2026

Mengawal Anggaran, Memastikan Manfaat(Catatan Warya Burhanuddin)Ketika seorang warga datang ke puskesmas, mengurus bantu...
07/09/2026

Mengawal Anggaran, Memastikan Manfaat
(Catatan Warya Burhanuddin)

Ketika seorang warga datang ke puskesmas, mengurus bantuan sosial, menyekolahkan anak, mencari pekerjaan, atau membutuhkan pelayanan pemerintah, mungkin tidak banyak yang berpikir tentang apa itu APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

Yang penting bagi warga sederhana. Pelayanannya baik atau tidak. Mudah atau tidak. Programnya benar-benar membantu atau tidak.

Namun, di balik berbagai pelayanan tersebut, ada proses panjang yang dimulai dari perencanaan dan penganggaran.

Akhir pekan ini, sep**ang dari kunjungan kerja ke luar kota, kami langsung melaksanakan Rapat Dengar Pendapat bersama OPD mitra Komisi IV DPRD Kota Batam untuk membahas program dan anggaran dalam APBD Perubahan Tahun 2026.

Komisi IV bermitra dengan OPD yang bidang kerjanya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, di antaranya Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Tenaga kerja, Pemuda Olahraga, Kedudayaan, Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak, Kearsipan perpustakaan, RSUD dan Puskesmas.

Karena anggaran pemerintah terbatas, sementara kebutuhan masyarakat terus bertambah, setiap rupiah harus digunakan dengan pertimbangan yang matang.

Mana yang paling dibutuhkan. Program mana yang harus didahulukan. Siapa yang membutuhkan perhatian lebih. Itulah beberapa hal yang perlu dipastikan dalam pembahasan anggaran.

Alhamdulillah, dari pemaparan OPD, program dan anggaran telah disusun berdasarkan kebutuhan serta skala prioritas. Tetapi pekerjaan kami tidak berhenti ketika anggaran selesai dibahas.

Anggaran harus dilaksanakan. Program harus berjalan. Dan manfaatnya harus benar-benar dirasakan masyarakat.

Bagi masyarakat, keberhasilan anggaran seharusnya terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Pelayanan kesehatan yang semakin baik. Anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak. Kesempatan kerja semakin terbuka. Masyarakat yang membutuhkan mendapatkan perhatian. Perempuan dan anak memperoleh perlindungan. Dan pelayanan pemerintah semakin mudah dijangkau.

Karena sejatinya, APBD bukan sekadar kump**an angka. Di dalamnya ada harapan masyarakat. Tugas kami adalah memastikan harapan itu tidak berhenti di dalam dokumen anggaran. Mengawal anggaran, agar program berjalan dan manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat.

Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita semua dalam menjalankan amanah ini.

Batam, 6 Septermber 2026

Foto: Istimewa

Address

Perumahan Muka Kuning Indah 1 Blok BD No. 19
Batam
29432

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PKS Batu Aji posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share