Maling tabung gas di Perumnas 3 Bekasi yang terekam kamera CCTV
Perumnas 3 Bekasi
Perumahan Nasional
19/12/2025
Honor RT/RW Naik, Dana Hibah Cair Oktober 2025 dengan Syarat Inovasi Lingkungan
Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD resmi menandatangani Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2025. Dari hasil kesepakatan itu, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 7,244 triliun, sementara belanja daerah mencapai Rp 7,545 triliun.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa salah satu poin penting dari perubahan anggaran ini adalah kenaikan honor bagi ketua RT dan RW. Mulai 2025, honor RT naik dari Rp 500 ribu menjadi Rp 750 ribu, sedangkan honor RW dari Rp 750 ribu naik menjadi Rp 1,25 juta.
Selain itu, Tri juga memastikan pencairan dana hibah Rp 100 juta per RW akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2025. Namun, ia menekankan adanya syarat yang harus dipenuhi, yaitu setiap RW diwajibkan menjalankan inovasi pengelolaan lingkungan, khususnya pemilahan sampah dan pengumpulan minyak jelantah.
“Dana hibah ini berlaku untuk semua RW, baik di perumahan maupun di kampung. Tapi ada syarat, RW harus melaksanakan pemilahan sampah dan pengumpulan minyak jelantah. Ini langkah nyata mengurangi tumpukan sampah di TPA Bantargebang yang setiap hari makin menggunung,” ujar Tri Adhianto.
Tri menambahkan, program pemilahan sampah dari rumah ke rumah akan membantu membangun disiplin warga dalam menjaga kebersihan. Sementara minyak jelantah yang terkumpul akan disalurkan melalui bank sampah RW ke Bank Induk Sampah Patriot (BSIP). Hasil pengelolaan itu nantinya dapat menambah kas RW sekaligus memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, Pemkot Bekasi juga menyiapkan langkah baru untuk meningkatkan perlindungan pekerja sektor informal. Mulai tahun 2026, sekitar 10.000 pekerja informal seperti ojek online, sopir, pedagang asongan, petani, kuli, hingga pemulung akan didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan dengan premi Rp 201 ribu per tahun. Menurutnya, program ini memberikan jaminan kecelakaan kerja, santunan kematian, hingga perlindungan keluarga.
“Ojol, sopir, kuli, pedagang asongan, pemulung dll, mereka semua adalah pejuang kehidupan. Mulai 2026, saya pastikan mereka tidak lagi berjalan sendirian. Perlindungan ini adalah bentuk nyata keadilan sosial. Kota ini akan semakin nyaman dan sejahtera bila para pejuang kehidupan juga mendapat perlindungan yang setara,” ujarnya.
Dengan kebijakan ini, pria yang akrab disapa Mas Tri berharap para pekerja rentan bisa bekerja lebih tenang, sekaligus mengangkat martabat Kota Bekasi yang semakin peduli dan inklusif.
09/05/2025
Beginilah nasib para pejuang yang mengusir penjajah sebelum kedatangan Jepang pada masa Hindia Belanda di tanah Jawa,
Mereka di sebut oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai pemberontak yang wajib dijatuhi hukuman mati. Ironisnya pihak Penjajah Belanda dibantu oleh orang-orang pribumi yang bekerjasama dengan mereka.
Orang-orang pribumi atau imigran yang dahulu datang dan didatangkan ke negeri kita lalu bekerjasama atau mendukung Pemeritahan Penjajah Belanda pada masa itu dijuluki Londo Ireng (Penghianat).
Delapan Jagal Dari Tamboen
Delapan narapida menjalani hukuman mati di Alun-alun Bekasi pada hari Rabu, 24 agustus 1870. Mereka adalah para pejuang yang terpidana oleh pemerintah Hindia Belanda atau disebut "acht Tamboenmoordenaars" (Delapan Jagal Dari Tambun) pada kala itu.
Alun-alun tempat berlangsungnya eksekusi hukuman mati pada para pejuang tersebut kini menjadi lapangan rumput atau taman kota yang terletak di jalan Veteran Bekasi Selatan, padahal tempat tersebut mengandung nilai sejarah peristiwa pengobanan jiwa para pejuang.
Apalagi yang di luar pulau Jawa tempat-tempat seperti itu pada saat setelah Indonesia merdeka dengan mudahnya terlupakan, bahkan sengaja di hilangkan dan di ubah menjadi tempat-tempat pembuangan.
Hargailah jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan Indonesia yang kita rasakan sampai saat ini. Dan ingatlah ucapan Bapak Proklamator Indonesia bahwa; Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. -Ir. Soekarno
(Foto dokumentasi: Leiden University)
02/05/2025
Nomor Telepon Polisi Di Wilayah Bekasi
Aparat Kepolisian menjadi salah satu pihak yang bisa dihubungi ketika mengalami kondisi darurat yang berbahaya. Masyarakat bisa melaporkan segala macam aduan yang berkaitan dengan tindakan kejahatan kepada polisi.
Untuk wilayah Kota Bekasi sendiri, berikut ini beberapa nomor Kepolisian Resort (Polres) dan Kepolisan Sektor (Polsek) setempat yang bisa dihubungi.
Nomor-nomor tersebut disiapkan untuk menerima aduan dari masyarakat selama 24 jam. Nantinya aparat kepolisian akan menindaklanjuti laporan atau mengirimkan bantuan ketika darurat.
Polres Metro Bekasi Kota
Alamat: Jalan Pramuka Nomor 79, Margajaya
- Telepon: (021) 8841110
- Sat Laka Lantas: (021) 89836058
- Sat Reskrim: 0895355333333
Polres Bekasi Kota
Alamat: Jalan Ki Hajar Dewantara Nomor 01, Simpangan, Kabupaten Bekasi
- Telepon: (021) 89113533
Polsek Bekasi Kota
Alamat: Jalan Jenderal Sudirman Nomor 100, Kranji
- Telepon: (021) 8842752
Polsek Bekasi Timur
Alamat: Jalan Raya Narogong Nomor 202, Bojong, Rawalumbu
- Telepon: (021) 9180546
Polsek Metro Bekasi Utara
Alamat: Perumahan Prima Harapan Regency, Harapan Baru
- Telepon: (021) 88989669
Polsek Bekasi Selatan
Alamat: Jalan Pulo Ribung, Kelurahan Pekayon Jaya
- Telepon: (021) 82402647
Polsek Medan Satria
Alamat: Harapan Indah, Jalan Bulevar Barat Nomor 8, Medan Satria
- Telepon: (021) 88974455
Polsek Jatiasih
Alamat: Jalan Swantra IV, Kelurahan Jatiasih
- Telepon: (021) 8210110
Polsek Pondok Gede
Alamat: Jalan Jatiwaringin Raya, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede
- Telepon: (021) 8462548
Polsek Bantargebang
Alamat: Jalan Siliwangi, Kelurahan Bantar Gebang
- Telepon: (021) 8250566
Polsek Tambun
Alamat: Jalan Sultan Hasanudin Nomor 86, Mekarsari, Tambun
- Telepon: (021) 8802738
Polsub Sektor Taman Harapan Baru
Alamat: Taman Harapan, Pejuang, Kecamatan Medan Satria
- Telepon: 0859-2106-2652
Polsub Sektor Jatibening
Alamat: Jalan Caman Raya Nomor 28, Caman, Jatibening
- Telepon: (021) 99318979
Polsubsektor Jatikramat
Alamat: Jalan Antilope, Jatibening, Pondok Gede
- Telepon: (021) 84975968
Polsek Cikarang Selatan
Alamat: Jalan Raya Cikarang - Cibarusah Nomor 1, Sukaresmi, Kabupaten Bekasi
- Telepon: (021) 89901756
Polsek Cikarang
Alamat: Jalan Gatot Subroto Nomor 2, Karangasih, Kabupaten Bekasi
- Telepon: (021) 8901217
Polsek Cikarang Barat
Alamat: Jalan Raya Imam Bonjol Nomor 17, Sukadanau, Kabupaten Bekasi
- Telepon: (021) 88323550
Polsek Cikarang Timur
Alamat: Jalan Raya Citarik Nomor 1, Jatibaru, Kabupaten Bekasi
- Telepon: (021) 8900871
Polsek Cikarang Utara
Alamat: Jalan Ki Hajar Dewantara Nomor 1, Simpangan, Kabupaten Bekasi
- Telepon: (021) 89114933
Polsek Pebayuran
Alamat: Jalan Raya Pebayuran Nomor 23, Kertajaya, Kabupaten Bekasi
- Telepon: (021) 89150110
Polsek Muara Gembong
Alamat: Jalan Raya Muara Gembong Nomor 10, Kabupaten Bekasi
- Telepon: (021) 89190074
Polsubsektor Pasar Induk Cibitung
Alamat: Jalan Raya Teuku Umar Nomor 01, Wanasari, Kabupaten Bekasi
- Telepon: (021) 8901150
Masyarakat juga bisa menggunakan layanan Contact Center 110 secara gratis. Namun demikian, Polri menghimbau agar layanan 110 ini tidak dibuat main-main, karena jika nantinya terjadi seperti itu, pihak Polri tentu akan melacak masyarakat yang membuat laporan bohong.
Semoga bermanfaat.
17/10/2024
Nenek Moyang Suriname Ada Yang Dari Bekasi
Suriname merupakan sebuah negara yang berada di benua Amerika, yang dibagian selatannya berbatasan dengan Brasil. Pada masa kolonial, Suriname bersama Hindia Belanda merupakan daerah jajahan Belanda. Keduanya merupakan daerah yang dimanfaatkan dalam hasil perkebunan bagi kepentingan ekonomi Belanda. Perbedaannya adalah pada jumlah masyarakatnya. Di Suriname, masyarakatnya sangat sedikit sedangkan kebutuhan tenaga kerja untuk perkebunan dan pengolahan pada pabrik sangat besar sedangkan di Indonesia jumlah kebutuhan tenaga kerja untuk perkebunan masih bisa diatasi dengan daerah lain yang masih dalam wilayah Hindia Belanda.
Untuk menyiasati kelangkaan tenaga kerja di Suriname, mereka mengirimkan sejumlah budak dari berbagai negara. Namun setelah perbudakan dihapuskan pada tahun 1863, membuat pihak mereka beralih kepada tenaga kerja kontrak. Pihak Belanda kemudian menggandeng Inggris untuk mengirimkan warga India sejak tahun 1870 ke Suriname (karena India merupakan daerah jajahan Inggris) lalu sekitar 20 tahun kemudian, Belanda mengirimkan warga Hindia Belanda dari Pulau Jawa. Warga Hindia Belanda sendiri saat itu menjadi kelompok terbesar ketiga setelah India lalu disusul warga Kreol.
Dari ribuan orang Jawa yang dikirim, ada yang sedikit ternyata yang berasal dari Bekasi. Jumlahnya hampir mencapai 100 orang. Mereka ada yang dari Distrik Bekasi, Distrik Cabangbungin/Distrik Cikarang, dan Distrik Cibarusah. Lebih spesifiknya lagi ada yang dari Desa Bekasi, Gabus, Soekapoera, Teloekpoetjoeng, Tanahdoearatoes, Rawabamboe, Tjikarang Tjiketing, Tjibogo, Djonggol, dan lainnya. Pemberangkatan dilakukan dari pelabuhan Tanjung Priok dengan rentang sejak tahun 1897 hingga tahun 1929. Sedangkan usia orang-orang yang dikirim mulai dari usia 18 tahun hingga 33 tshun.
Dari jumlah warga Bekasi yang dikirim, tidak diketahui berapa orang yang menetap di Suriname dan berapa yang kembali. Atau berapa orang juga yang pindah ke negeri Belanda sebagaimana orang Indonesia yang di Suriname lainnya.
Sumber: Buku Sejarah Bekasi.
25/12/2023
Sejarah Perum Perumnas: Perumahan Nasional
Sejarah didirikannya Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) secara resmi oleh pemerintah Republik Indonesia terjadi tanggal 18 Juli 1974. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini dicetuskan sebagai solusi untuk menyediakan perumahan yang layak dan murah bagi rakyat.
Cikal-bakal Perum Perumnas sebenarnya sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Terungkap dalam buku Peningkatan Kapasitas Perumahan Swadaya di Indonesia (2013) karya Ir. Suparwoko, pemerintah kolonial Hindia Belanda mengatur kebijakan perumahan melalui Burgerlijke Woningsregeling tahun 1934.
Pelaksanaan ketentuan tersebut dilakukan oleh Departement van Verkeer en Waterstaat (Departemen Transportasi, Pekerjaan Umum, dan Pengelolaan Pengairan). Urusan perumahan rakyat dan bangunan atau gedung negara menjadi tanggung jawab salah satu departemen dalam pemerintahan kolonial ini.
Berakhirnya pendudukan Belanda sejak 1942 seiring kemenangan Jepang di Perang Dunia Kedua yang kemudian mengambil-alih wilayah Indonesia berdampak pada dibubarkannya Departement van Verkeer en Waterstaat. Pemerintah militer Dai Nippon kemudian membentuk instansi sejenis dengan nama Doboku.
Sasaran kebijakan perumahan, baik pada masa Hindia Belanda maupun pendudukan Jepang, masih terbatas untuk pegawai negeri, rumah sewa, dan perbaikan lingkungan dalam rangka kesehatan.
Kebijakan Perumahan Rakyat
Setelah kemerdekaan, pemerintah RI mulai merintis kebijakan perumahan nasional dengan Balai Perumahan di Jakarta yang bernaung di bawah wewenang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perhubungan pada 1947. Sementara di daerah-daerah, urusan ini ditangani oleh dinas-dinas atau jawatan-jawatan khusus.
Kebijakan untuk menyediakan rumah layak dan murah untuk rakyat akhirnya terwujud usai penyerahan kedaulatan Indonesia dari Belanda pada akhir 1949. Gagasan tersebut resmi tercetus dalam Kongres Perumahan Rakyat Sehat yang digelar pada 25-30 Agustus 1950. Inilah tonggak sejarah pengadaan rumah bagi rakyat Indonesia.
Vivek Neelakantan dalam Science, Public Health and Nation-Building in Soekarno-Era Indonesia (2017), tujuan awal kongres itu adalah membahas mengenai eksplorasi sekaligus peremajaan bagi rumah-rumah warga yang kurang mampu. Namun, dalam perjalanan kongres, tercetus usulan memfasilitasi pembangunan rumah sederhana untuk masyarakat.
Sebagai tindak-lanjut kongres, maka dibentuklah Badan Pembantu Perumahan Rakyat pada 20 Maret 1951. Siswono Yudohusodo melalui buku Rumah untuk Seluruh Rakyat (1991) memaparkan, badan ini bertugas sebagai penasihat untuk memberikan saran dan masukan kepada presiden atau institusi pemerintahan mengenai rencana pembangunan rumah rakyat.
Tanggal 25 April 1952, dibentuklah Jawatan Perumahan Rakyat dan Yayasan Kas Pembangunan (YKP). Menurut data dari buku Setengah Abad Perumahan Rakyat (1995) terbitan Kantor Menteri Negara Perumahan Rakyat, YKP membangun 12.460 unit rumah di 12 kota hingga tahun 1961.
Namun, dana besar yang dibutuhkan membuat proyek perumahan rakyat di era Orde Lama ini tersendat. Terlebih saat itu Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi. Akibatnya, YKP mengalami kesulitan untuk menuntaskan proyek perumahan rakyat perdana ini.
Perkembangan Perum Perumnas
Proyek perumahan rakyat yang tak terselesaikan di masa pemerintahan Sukarno akhirnya dilanjutkan oleh rezim Orde Baru yang dipimpin Soeharto selaku Presiden RI berikutnya. Kendati begitu, hanya 1.000 unit rumah yang bisa dibangun pada 1969.
Tahun 1972, dibentuk Badan Kebijaksanaan Perumahan Nasional (BKPN). Sebagai tindak-lanjut atas program perumahan Orde Baru ini, BUMN berbentuk Perusahaan Umum yakni Perum Perumnas diresmikan pada 18 Juli 1974 dengan menggandeng Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai mitra untuk memfasilitasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Meskipun sasarannya bagi rakyat, namun peruntukan rumah murah oleh pemerintah Orde Baru dalam praktiknya justru hanya dinikmati oleh kalangan abdi negara, baik sipil maupun militer.
Pada 1979, berkat partisipasi dari Real Estate Indonesia (REI), sebanyak 73.914 unit rumah berhasil dibangun. Hingga tahun 1982, dikutip dari situs resmi Perum Perumnas, pemerataan pembangunan perumahan nasional mulai terasa, dari Depok, Jakarta, Bekasi, Cirebon, Semarang, Surabaya, Medan, Padang, hingga Makassar.
Pembangunan perumahan rakyat meningkat semakin meningkat, kendati peruntukannya lebih dinikmati kalangan tertentu. Dilansir Kompas (17 Mei 2018), 233.770 unit rumah berhasil dibangun dan naik menjadi 300.280 unit pada 1994.
Gejolak politik menjelang runtuhnya Orde Baru dan lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan pada 1998 turut mempengaruhi pembangunan perumahan nasional yang mengalami penurunan cukup drastis menjadi 238.074 unit.
Setelah perlahan lepas dari masa krisis, kinerja Perum Perumnas kian membaik seiring meningkatnya kebutuhan tempat tinggal untuk rakyat, terutama bagi kalangan menengah ke bawah.
Misi tersebut sudah dan akan terus digalakkan oleh Perum Perumnas yang kini bernaung di bawah Kementerian Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Program Satu Juta Rumah (PSR). Src: Tirto
19/07/2023
Cara Mudah Mendapatkan KTP Digital
KTP digital merupakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dalam bentuk aplikasi digital yang bisa diakses oleh seluruh penduduk Indonesia melalui ponsel pintar. Kabarnya KTP elektronik nantinya akan diganti dengan KTP digital.
Persyaratan membuat KTP digital:
• Sudah memiliki e-KTP atau KTP elektronik.
• Memiliki akun e-mail pribadi yang aktif.
• Memiliki ponsel pintar atau smartphone berbasis android.
ㅤ
Berikut cara membuat KTP digital:
1. Buka aplikasi IKD atau Identitas Kependudukan Digital yang sudah diunduh pada Google Play Store.
2. Isi data berupa NIK, e-mail, dan nomor ponsel aktif. Kemudian klik “Verifikasi Data”.
3. Lakukan verifikasi wajah dengan pilih tombol “Ambil Foto” untuk melakukan pemadanan Face Recognition.
4. Kemudian pilih scan QR Code yang didapat dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
5. Jika sudah berhasil, cek akun e-mail yang didaftarkan. Lalu lakukan aktivasi IKD.
6. Masukkan kode aktivasi dan kode captcha.
7. Aktivasi IKD telah selesai dilakukan.
ㅤ
Untuk aktivasi KTP digital ini juga bisa dilakukan di Kantor Kecamatan atau Kantor Dukcapil sesuai domisili. Namun pendaftaran aplikasi IKD harus didampingi oleh petugas Dukcapil, karena memerlukan verifikasi dan validasi dengan teknologi Face Recognition.
Demikian cara untuk mendapatkan KTP Digital melalui ponsel pintar, semoga dapat membantu Anda.
13/07/2023
Cara Cek Sertifikat Tanah secara Online
Ada 2 cara untuk mengecek sertifikat tanah dan warga masyarakat yang mempunyai sertifikat tanah bisa mengeceknya melalui Halaman Resmi Kementerian yang terkait dan juga bisa melalui bantuan Aplikasi Handphone.
Barikut ini cara mengecek sertifikat tanah yang akan Perumnas 3 Bekasi jelaskan :
1. Halaman Kementerian ATR/BPN Pengecekan sertifikat tanah melalui halaman resmi Kementerian ATR/BPN bisa dilakukan dengan tahapan-tahapan berikut ini:
Klik dan akaes melalui aplikasi browser ke alamat halaman resminya di https://www.atrbpn.go.id/ dan Pilih opsi Publikasi, lalu klik menu Layanan Pilih Pengecekan berkas Masukkan informasi berupa wilayah kantor pertanahan, nomor berkas, tahun, dan lain sebagainya. Klik opsi Cari Berkas Setelah memastikan seluruh data yang diinputkan telah benar, secara otomatis sistem akan menampilkan data sertifikat tanah yang dicari.
2. Aplikasi Sentuh Tanahku Memeriksa sertifikat tanah juga bisa dilakukan melalui aplikasi Sentuh Tanahku milik Kementerian ATR/BPN, berikut tahapan-tahapannya:
Unduh aplikasi Sentuh Tanahku pada Google Play Store, setelah itu buka aplikasinya kemudian Registrasi akun menggunakan alamat e-mail Masuk dengan akun yang sudah terfaftar. Pilih menu Cek Berkas BPN Online Pilih opsi Info Sertifikat Setelah data yang dimasukkan telah benar, aplikasi akan secara otomatis menampilkan data sertifikat tanah yang dicari.
Dengan dapat memeriksa data sertifikat tanah, semoga seluruh masyarakat bisa mengetahui segala informasi yang berkaitan dengan hak kepemilikan tanahnya.
10/07/2023
Arti Penting Simbol-Simbol Yang Ada Di Bawah Botol Plastik Untuk Kesehatan
Sejak tahun 1998, dikeluarkan kode dari The Society of Plastic Industry di Amerika Serikat dan yang menjadi acuan oleh lembaga - lembaga pengembangan sistem kode seperti ISO (International Organization for Standarization).
Secara umum kode yang dikeluarkan harus berada atau terletak di bagian bawah, bentuk segitiga, di dalam segitiga terdapat angka dan terdapat nama jenis plastik di bawah segitiga. Sedangkan macam dari kode atau simbol ini ada 10 jenis tanda pengenal plastik. Berikut ini beberapa jenis penjelasannya:
1. PETE atau PET
Biasanya tanda ini tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya terus ada tulisan PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate) di bawah segitiga. Dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih / transparan / tembus pandang contohnya botol air mineral, botol jus dan hampir semua botol minuman lainnya. Perlu ditekankan untuk botol jenis PET atau PETE dipakai HANYA SEKALI SAJA, karena bila terlalu sering dipakai terlebih sering digunakan untuk menyimpan air hangat maupun panas dapat mengakibatkan lapisan polimer pada botol akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker.
Bagi para pekerja yang berhubungan dengan pengolahan PET ataupun daur ulang plastik PET harus waspada karena di dalam membuat PET terdapat bahan yang disebut antimoni trioksida, bahan Antimoni Trioksida yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan yaitu akibat menghirup debu yang mengandung senyawa ini. Dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan iritasi kulit dan saluran pernafasan. Bagi pekerja wanita senyawa ini dapat meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran, bila melahirkan, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan. Di dunia mayoritas bahan plastik PET untuk serat sintetis (sekitar 60%), di tekstil PET biasa digunakan dengan polyester, bahan dasar botol kemasan 30%.
2. HDPE
Biasanya tanda ini tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya terus ada tulisan HDPE (High Density Polythylene) di bawah segitiga. Biasanya dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat dan lain - lain. HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Meskipun HDPE termasuk salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan / minuman yang dikemasnya tapi dianjurkan hanya untuk SEKALI PEMAKAIAN saja karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.
3. PVC atau V
Biasanya tertulis berwarna merah dengan angka 3 di tengahnya disertai tulisan V. Arti V yaitu menunjuk pada PVC (Polyvinyl Chloride) yaitu jenis plastik yang paling sulit untuk di daur ulang. Sering ditemukan pada plastik pembungkus (Cling Wrap), dan botol - botol. Jika PVC digunakan untuk makanan sangat berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
4. LDPE
Biasanya tergambar logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya serta tulisan LDPE. LDPE sendiri berarti Low Density Polyethylene yaitu plastik tipe coklat (Thermoplastic / dibuat dari minyak bumi), yang biasanya dipakai untuk tempat makan, plastik kemasan dan botol - botol lembek. Sifat mekanisnya sangat kuat, tembus pandang, fleksibel dan permukaan agak berlemak, pada suhu 60 derajat sangat resisten terhadap reaksi kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, dapat di daur ulang serta baik untuk barang - barang yang memerlukan fleksibilitas tapi kuat. Barang yang berbahan LDPE sangat sulit untuk dihancurkan tetapi baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.
5. PP
Biasanya tergambar logo daru ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. PP singkatan dari Polipropilen, karakteristiknya adalah botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Bahan ini lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, tahan terhadap lemak, stabil dengan suhu tinggi dan cukup mengkilap. Bahan ini merupakan BAHAN PLASTIK TERBAIK, baik untuk tempat makanan dan minuman.
6. PS
Biasanya tergambar logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. Biasanya dipakai untuk tempat makanan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain - lain. PS ini adalah polystyrene yang merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makan itu bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, dapat mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi dan pertumbuhan sistem syaraf. Bahan jenis ini sulit untuk di daur ulang, meskipun dapat di daur ulang memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Cara lain untuk mengidentifikasi tentang kandungan PS dalam wadah yang tidak tertera angkanya yaitu paling mentok harus dibakar, jika mengeluarkan api berwarna kuning jingga dan meninggalkan jelaga maka positif mengandung PS ini.
7. OTHER
Biasanya tergambar logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER. Untuk jenis ini ada 4 macam yaitu:
1. SAN - styrene acrylonitrile
2. ABS - acrylonitrile butadiene styrene
3. PC - polycarbonate
4. Nylon
Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol air minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik dan plastik kemasan.
SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan p**a. Merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.
PC – atau Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula. Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.
Dari penjelasan diatas kita harus dapat membedakan bahan plastik mana yang aman dan yang harus sekali pakai misalnya:
1. Kalo yang berkode 1, 3, 6, dan 7 (PC) harus digunakan sekali pakai karena memiliki bahaya secara kimiawi.
2. Kalau dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (SAN atau ABS) dapat aman digunakan.
Berikut ada beberapa tips :
1. Jika kita sering membeli gorengan di pinggir jalan, usahakan tidak langsung dimasukkan kresek, karena zat pewarna hitam yang terkandung dalam kresek itu terkena panas, bisa terurai dan terdegradasi menjadi bentuk zat radikal beracun yang berbahaya untuk kesehatan karena menyebabkan sel tubuh berkembang tidak terkontrol yaitu kanker. Masih lebih baik bila dibungkus dengan daun pisang,
2. Kalau buat botol susu bayi lebih baik pakai yang berbahan kaca atau plastik jenis 4 atau 5.
3. Apabila untuk cangkir bayi itu lebih baik pakai yang berbahan stainless steel atau plastik jenis 4 atau..
4. Untuk dotnya itu lebih baik pakai yang silikon karena tidak mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot yang bahannya latex.
5. Jangan pakai botol susu bayi dan cangkir bayi (lubang hisapannya begitu) berbahan jenis 7 PC.
6. Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate itu tidak bisa kita hindari, kita cukup tidak usah menyimpan air dalam keadaan panas di tempat itu.
7. Hindari menggunakan botol plastik (air mineral secara berulang-ulang untuk tempat minum).
8. Jangan pakai plastik untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak.
9. Membungkus makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus plastik baik ketika dipanaskan di microwave.
10. Mencegah menggunakan piring atau alat makan plastik untuk masakan, lebih baik pakai dengan bahan stainless steel, keramik, kaca, dan kayu.
11. Nah ini yang terakhir, kita harus memberitahukan kepada teman-teman atau semua orang di sekitar kita tentang informasi ini ya...
Bagikan kepada teman-teman yang lain
Semoga bermanfaat.
09/07/2023
CCTV Kota Bekasi
Tampilan live video CCTV untuk kalian yang ingin melihat kondisi keadaan tempat dan jalan raya utama di sekitar kota Bekasi.
Caranya kalian bisa mengunjungi situs Pemerintahan Kota Bekasi dengan aplikasi browser dengan mengeklik link ini https://www.bekasikota.go.id/cctv kemudian klik dan pilih opsi Tempat, kemudian klik tombol Lihat.
Pada player video, kalian akan bisa melihat keadaan tempat atau jalan di kota Bekasi secara langsung.
Semoga postingan ini bisa bermanfaat dan dapat membantu warga Bekasi khususnya Perumnas 3 Bekasi untuk mengetahui keadaan di kota Bekasi.
Silahkan bagikan postinganbini kepada teman yang lain, dan jangan lupa like dan ikuti halaman Perumnas 3 Bekasi untuk mendapatkan postingan berita-berita selanjutnya.
Terima kasih.
02/07/2023
Khusus warga Perumnas 3 Bekasi silahkan bergabung dalam grup dengan cara klik link grup di atas atau dengan cara scan QR gambar ini.
Mari kita saling mengenal, saling menjaga kekompakan dan berbagi ha-hal yang bermanfaat di dalam grup.
Terima kasih.
06/04/2023
Situs Peninggalan Ibu Kota Kerajaan Tarumanegara Di Bekasi
Bekasi merupakan salah satu wilayah yang mempunyai sejarah panjang. Di sini pernah berdiri Kerajaan Tarumanegara, kerajaan kuno sang penguasa Nusantara pada tahun 358 Masehi. Kerajaan tua ini menjadi cikal bakal berdirinya kerajaan Pasundan.
Dalam peninggalan Manuskrip Prasasti Tatar Sunda Kuno yang ditemukan dibeberapa tempat disebutkan Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri adalah sebutan Bekasi tempo dulu sebagai IbuKota Kerajaan Tarumanegara (358-669).
Luas kerajaan itu mencakup wilayah Bekasi, Sunda Kelapa, Depok, Cibinong, Bogor hingga ke wilayah Sungai Cimanuk di Indramayu, Jawa Barat.Tarumanegara merupakan kerajaan tertua kedua di Indonesia setelah Kutai.
Berdasarkan catatan Pemkab dan Pemkot Bekasi, letak Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri sebagai IbuKota Tarumanegara adalah di wilayah Bekasi sekarang ini. Purnawarman adalah raja ketiga Kerajaan Tarumanegara yang memerintah tahun 395-434 masehi.
Di bawah kekuasaannya, Kerajaan Tarumanegara mencapai puncak kejayaannya. Pada masa pemerintahan Purnawarman, rakyat dipimpin secara bijaksana dan Tarumanegara berhasil menguasai 48 kerajaan daerah.
Wilayah kekuasaan Kerajaan Tarumanegara meliputi hampir seluruh Jawa Barat. Selain itu, ia juga menjalankan beberapa proyek besar. Selama berkuasa, Purnawarman dikenal banyak membuat prasasti yang berisi perjuangan dan pencapaiannya.
Dayeuh Sundasembawa daerah asal Maharaja Tarusbawa (669-723 M) pendiri Kerajaan Sunda dan seterusnya menurunkan raja-raja sampai generasi ke- 40 yaitu Ratu Ragumulya (1567-1579 M) Raja Sunda Kelapa (Disebut juga Kerajaan Padjajaran) yang terakhir.
Wilayah Bekasi tercatat sebagai daerah yang banyak memberikan informasi tentang keberadaan Tatar Sunda pada masa lampau atau jamankuno. Diantaranya dengan ditemukannya empat prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Kebantenan.
(Foto: Manuskrip Prasasti)
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur
Bekasi
17111
