Hijrah Indonesia

Hijrah Indonesia

Share

Komunitas yang membahas mengenai hijab dan aurat dalam fokus #Albaqarah53 #Almaidah32 dan #Alhujurat13 #AlIsra82 #Albaqarah59

24/03/2025

Di acara MPKS (majlis pembinaan kesejahteraan sosial) dan Hidimu di dalamnya. Ketua MPKS Muhammadiyah ayahanda Mariman Darto sedang menyampaikan pidato. Terdapat seorang perempuan juru bicara isyarat (JBI) di layar. Tampak di panggung antara lain adalah Ketua Lazismu Ahmad I.M. Rais. 23 Maret 2025, Universitas Muhammadiyah Jakarta.

28/02/2025

APAKAH KEMENDUAAN? APAKAH TAUHID?

Aku sebutir mangga dari empat belas pohon abadi,
Pohon yang senantiasa berbuah ranum dan berbagi
Dari segenap daun, buah, dan teduh sepanjang hari,
Harum semerbak dan kekuatan memulihkan daya kuasa ilahi.

Aku adisti yang terserlah dan menari
Dari duabelas sinar cemerlang matahari
Yang terbit di negeri zamrud khatulistiwa setiap pagi,
Cahaya yang tak pernah kikir memberi,
Tak p**a berkhianat dan berpaling dari kasih,
Setia mengantarku menikmati cantik bumi penuh warna-warni,
Melimpahi kehidupanku lewat pori-poriku dengan vitamin
Yang tiada dapat terganti dengan yang kukonsumsi dan yang imitasi.

Aku merah merona dari lima kuntum bunga sepatu yang berseri-seri
Setelah kuyup bermandikan hujan dan gerimis.
Kutemukan wajah-Nya pada Meta yang mengolah bagiku, memetik
Sekuntum demi sekuntum kembang dari negeri leluhurku ini,
Menjumpai senyum-Nya pada Iwan yang menyapu kebun dan memetik
Untukku seikat kamboja merah jambu pada pagi-pagi yang sunyi.
Pada peternak telur dan taukeh Yohan yang mengantarnya sendiri,
Jangkung dan Edi yang membawa ikan, buah dan sayur sebelum fajar menyingsing,
Slamet pedagang gado-gado penuh gizi,
Semua yang menghidangkan setandan Musa di atas mejaku setiap hari,
Aku ingin bernyanyi,
"Tujh mein rabb dikta hai!"

Aku sehelai daun binahong, bayam Malabar yang rendah hati
Dalam hijau di padang dan jalanan, liar menggapai langit
Dengan pucuk-pucuk berbentuk hati nurani.
Kukenali kuakrabi Sang Sahabat pada Janti,
Yang tak dapat membaca abjad, aksara dan kitab-kitabku dalam lemari,
Yang memetik binahong, saga dan daun-daun ajaib,
Dan memijat juga membuatku tertawa dalam berkat ilahi
Lewat cerita dan kedua tangan-Nya pada jari-jemari
Yang tak pernah berhenti bersyukur dan berbagi.
Bersamanya aku cuma ingin menari,
"Tujh mein rabb dikta hai!"

Aku hampa, udara yang tiada terlihat hanya dihirupi,
Aku hangus, api yang bergelora hanya membakar diri,
Aku karam, air yang menyerap warna hanya mengalir,
Aku tiada, tanah, wahana yang hanya mewadahi.
Yesus memanggil Eli, Eli, di palang salib,
Tuhanku, Tuhanku, mengapa gerangan meninggalkanku sendiri?

Jutaan Katholik memuja Yesus dan Perawan Suci,
Jutaan Syiah memuja Ali, Ali, Ali!
Di kehidupan nyata kujumpai Ali pada seluruh Ali,
Paman Ali dan keponakanku Ali,
Dan di dunia virtual kutemui Ali pada segenap Ali,
Guruku Ali Haydar dan sahabatku Ali Zaidi.
Namun, izinkan Gayatri mengusik:
Jutaan Katholik memuja Yesus dan Perawan Suci,
Jutaan Syiah memuja Ali, Ali, Ali!
Adakah kaujumpai Ali pada Fatima dan Husain,
Pada Ji Gong dan Dewi Sri,
Bahkan pada Kaisar-kaisar Romawi,
Juga Muawiyah dan Yazid,
Dan segenap penerus mereka di gereja-gereja dan masjid-masjid?

Pergilah mempelajari
Serat Jafari, Imam Al-Ghazali, atau Ibnu Rusydi,
Rumi, Ibnu Arabi, Mulla Sadra atau Suhrawardi,
Baiklah menekuni
Sabda Kong Hu Chu, Lao Tzu dan Imam Ali,
Khrisna, Musa, Yesus, Baba Nanak dan Ravidas Ji.
Tak lupa mendalami
Pitutur Syekh Siti Jenar, sembilan sunan dan Bektash Wali,
Ranggawarsita, Sudira, Sosrokartono dan Abdul Qadir Jaelani.
Jadilah sarjana paling mumpuni
Dari universitas di Kairo, Najaf, Qom, Mekkah atau Karachi,
Seminari-seminari terbaik di Jerman, Amerika dan Tahta Suci,
Di Jakarta, Yogyakarta, Salatiga, Surabaya, Madura atau Bekasi.
Sejuta buku di perpustakaan ayahku Abdul Hadi,
Milyaran kitab tersedia secara elektronik,
Semuanya layak untuk diselidiki, ditelusuri dan dikaji.
Namun, hai segenap yang menghayati dan mengalami,
Apakah gunanya, hai farisi Kristen dan Muslim,
Jika tak membahagiakan sesama yang bernafas dan memberi urip
Lewat kaki-kaki tangguh dan tangan-tangan gigih
Yang menanam dan yang mengutip,
Yang menjala dan membawa mengemudi,
Yang tekun menenun benang dan menjahit,
Yang mengolah dan meramu, menimba dari perigi,
Hasil tani dan kebun, hutan, laut dan sungai?

Apakah kemenduaan? Apakah tauhid?
Seluruh sofis, filsuf, dan sarjana seminari,
Para imam, pendeta pendakwah dan mubaligh
Lebih fasih menjelaskan dengan detail dan ilustrasi,
Menerangkan kata-kata dari Empat Kitab Suci,
Atau tradisi-tradisi dalam hadis-hadis
Menguasai bahasa Arab, Yunani dan Ibrani seperti bahasa ibu sendiri.
Tapi, jika kau tanyakan padaku,
Meski Jawa dan Melayu itulah bahasa ibuku dan sehari-hari,
Akan kujawab sambil bersenandung, berjoget dangdut film Hindustani
Dengan kemben, kebaya, batik, sarung, salwar kameez atau kain sari,
Dari pura Parwati ke kapel Maria ke gudwara ke makam wali:
“Tujh mein rabb dikta hai!
“Kemenduaan dalam manunggaling,
“Kawula gusti dalam tauhid,
“Hanyalah satu kemanusiaan, tiada lain.”

Hanyalah satu kemanusiaan, tiada kecuali,
Di hutan hujan tropis yang kau babat habis,
Di samudra yang kaunodai meski ikan kod memberi saripati,
Di rumah sakit tempat kau terapi sel stem dan kemoterapi,
Di rawa-rawa tempat aku mengharap ikan gabus mengurapi
Kepala dan hatiku yang terluka dan penuh penyakit.

Mengenalmu sebagaimana Gusti Pangeran Langit dan Bumi,
Oh, Sahabat, Saudara dan Saudari,
Hanyalah satu kemanusiaan, tiada lain.

Bogor, April, 2019.

Puisi untuk Ramadhan 2025
Hari pertama

20/02/2025

Rambut perempuan bukan aurat, jika anda belajar tradisi Islam tinggi anda akan menemui tidak ada kesepakatan atau ijmak ulama dalam hal aurat perempuan. Malahan berbeza p**a pendapat kajian tentang istilah aurat itu sendiri. Tudung, jilbab, kerudung, niqab, purdah itu semua adalah pakaian perempuan menurut budaya setempat saja.

- Gambar menunjukkan Raja Perempuan Kelantan yang pertama.
Petikan gambar dalam buku DETIK2 SEJARAH KELANTAN oleh Sa'ad Shukri bin Hj Muda dan Abdullah Al-Qari bin Haji Salleh, cetakan pertama januari 1971.

--- Alip Moose

02/02/2025

Al-Islam itu bukan agama orang Arab, dan agama orang Arab juga bukan Al-Islam. Islam juga bukan agama orang Arab, dan agama orang Arab juga bukan Islam.

Muawiyah pendiri agama Islam adalah orang Yahudi beragama Kristen Monofisit terutama Yazid dan Marwan. Pada masa itu banyak orang Arab menganut Kristen berbagai gereja/mazhab.

Abbasiyah pendiri ajaran agama Islam adalah orang Yahudi terutama seperti seperti Harun al-Rashid yang keturunan Yahudi dan naik tahta berkat para pemimpin keturunan Buddhis dari orang-orang Arya di Afghanistan. Mereka terinspirasi Kekristenan dan Zoroastrian Persia yang imperialis untuk memapankan agama Islam sebagai sesembahan.

Usmaniyah penyebar agama dan ajaran agama Islam adalah orang-orang Turk Oghuz satu suku yang juga menghasilkan kaum Yahudi Ashkenazi. Ibu-ibu para khalifahnya adalah orang-orang Yahudi dan Kristen Eropa. Huma ibunya Fetih orang Yahudi Italia, serta Hurrem dan Kosem misalnya. Seperti Yunani menyebarkan Hellenism dari Anatolia ke seluruh dunia, mereka menyebarkan Islam dari Anatolia ke seluruh dunia.

Nabi Muhammad maupun Ahlulbait dan tiga khalifah pertama adalah campuran Bani Israil dengan Bani Ismail. Bani Israil dan Bani Ismail yang menganut Al-Islam dalam Alkitab-Alquran bukanlah bangsa Arab atau warga negara Israel modern.

Arab sebagai entitas dengan identitas kebangsaan nasionalisme dan kesukuan chauvinstik adalah prodük hasil kolonialisme Eropa.

Berpikir kritis itu perlu logika sejarah dan ilmu-ilmu budaya.

HBoE

02/02/2025

Kristen Bigot.
Kalian berbondong-bondong menyukai saya ketika saya mengkampanyekan bahwa Allah tidak mewajibkan penggunaan kerudung kepala kepada perempuan apalagi memaksakannya seperti di Iran dan Arab Saudi. Tetapi, ketika saya membela teman-teman saya yang senang menggunakan kerudung, ketika saya menolak istilah "memakai taplak", dan ketika saya menolak definisi jilbab dan hijab yang populer, kalian merundung, menghina dan menyingkirkan saya. Yang kalian sukai hanya ketika saya mengkritik Islam dan Muslim. Namun saat saya membela Alquran dan Nabi Muhammad, ketika saya mengkritik gereja dan umat Kristen dan menulis sejarah Kekristenan yang revisionis, serta ketika saya memilih antizionis dan membela rakyat tertindas di NP, kalian berbondong-bondong merundung dan menghina saya, menyebut saya proradikalisme atau bahkan memfitnah saya anti-lgbt. Saya telah menyingkap banyak Kristen bigot di sekeliling saya.

Hefzibah Gayatri WM BoE

01/02/2025

ADVAİTA
Dalam perspektif menegakkan keadilan dan melawan kezaliman, Tauhid atau Advaita adalah konsep tentang Kesatuan, Keutuhan. Kebenaran adalah Utuh. Kebenaran menjadi palsu ketika dilihat sebagai satu bagian yang terpisah dari semua yang lain.

Krishna yang memerintahkan Arjuna untuk mengangkat senjata melawan sepupunya sendiri setelah dizalimi selama bertahun-tahun, Muhammad yang juga memutuskan untuk melawan Suku Quraisy, keluarga beliau sendiri, setelah diasingkan dan diusir dari kampung halaman beliau sendiri, adalah sama benarnya dengan Yesus yang mengangkat Kayu Salib Beliau sendiri dan seolah olah tidak melawan sama sekali ketika Beliau dihukum. Mahatma Gandhi yang melawan dengan cara 'pasif' sama benarnya dengan sekian banyak pejuang besar India yang berperang mengusir penjajah Inggris.

Di layar realitas hanya ada satu jenis script yakni tentang kezaliman melawan penegakkan keadilan. Namun script kezaliman dan penegakkan keadilan ini bisa ditampilkan dengan berbagai bentuk adegan dan dialog. Kebenaran menjadi kepalsuan ketika Anda mengklaim cara Yesus melawan ketidakadilan dengan rela disalib tanpa perlawanan adalah satu-satunya cara! Atau Anda mengklaim bahwa cara Krishna dan Muhammad yang memerintahkan Umat Nya untuk mengangkat senjata sebagai satu-satunya cara melawan angkara murka!

Tidak. Tidak demikian realitasnya. Semua adegan tidak bisa dan tidak semestinya dipisah-pisahkan berdasar timeline sejarah. Karena masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang adalah satu adanya.

Yesus pun mengobrak-obrak barang para pedagang di depan Bait Allah untuk menyampaikan kebenaran, ketika fisik beliau mampu melakukannya. Dan Muhammad pun menghabiskan sebagian besar waktunya berkontemplasi di Gua Hira, bukan di medan perang. Demikian p**a Krishna tidak selamanya di Padang Kurusetra untuk membimbing Arjuna melawan wujud kejahatan yang saat itu muncul di dalam sepupunya sendiri.

Kadang kebenaran muncul di Padang Kurusetra dan di bukit Uhud. Kadang kebenaran muncul di Kayu Salib kepasrahan Yesus. Kadang ia didengungkan oleh Gandhi yang sama sekali tidak mau bekerja sama dengan penjajah Inggris dan di saat yang sama tidak p**a melawan mereka secara fisik. Dan kadang kebenaran itu didengungkan dalam slogan "Vande Mataram" saat Anak-Anak Bunda India bertempur sengit mengusir penjajah Inggris dari tanah Bharata.

Tauhid adalah tentang Keutuhan Hidup bahwa Kebenaran tidak bisa dan tidak perlu dimonopoli dan dijadikan komoditi jualan bahwa 'hanya dari Krishna, Muhammad, Yesus, atau Gandhi saja kebenaran yang sejati'. Karena kebenaran juga bisa mewujud dalam diri seorang nelayan di negeri Wakanda yang berjuang melawan perusahaan raksasa yang bekerja sama dengan penguasa untuk menguasai wilayah yang semestinya menjadi sumber pangan bagi seluruh rakyat namun hendak digagahi sendiri demi memehuni nafsu keserakahan mereka yang tanpa batas.

Kebenaran ada di sini, ada di sana, dan di mana-mana.

Oleh Krishnna Sidharta Muhammad ( R. Darmawan)

31/01/2025

Ada yang mengatakan, "Jika pohonnya baik, maka buahnya baik".
Kemudian sebagian besar orang meng-iya-kan idiom tersebut. Lalu kerap menggunakannya untuk klaim pembenaran. Misal, kalau bapaknya benar turunan orang suci dan hebat, mustinya anaknya ya demikian. Kok anaknya malah jadi begal, jangan-jangan anak zina atau anak pungut.

Katanya zuriyat turunan nabi dan raja, kok kelakuannya miring.. mustahil dia anak turunan orang hebat.

Petani melihat dan membaca pepatah yang dibaca harfiah itu pun tertawa. Mungkin dia lupa ada banyak faktor utama penyebab buah bagus sebagaimana induk pohonnya yang sudah bagus. Antara lain, bagaimana kualitas tanah atau media tanammya?! Bagaimana nutrisinya?! Bagaimana hamanya?! Bagaimana iklim dan cuacanya?! Intinya, bagaimana lingkungan pendukungnya tumbuh?!

Adalagi istilah, "buah jatuh tak jauh dari pohonnya". Istilah ini juga dipakai untuk mengkorelasikan klaim pembenaran atas suatu kebetulan. Bapaknya Polisi anake polisi, orang tuanya maling anaknya maling.

Pohon dan Buah itu wujud yang berbeda. Secara biologis, riset membuktikan jika pohon atau tanaman ditunbuhkan dari biji secara generatif akan mengalami penurunan kualitas dari pohon atau tanaman induknya. Artinya dia tidak bisa seragam atau sama potensi dengan induknya. Dia akan berubah sifat dan harus ditemukan potensi unggulannya. Sehingga dibuatlah pengembangbiakan vegetatif agar seragam untuk kepentingan industri dan pasar.

Binatang cangkokan atau vegetatif pun baru ada belum terlalu lama, yakni kloning. Belum diterapkan pada manusia.

Jika menghendaki kualitas keturunan yang sama dengan induknya, manusia mustinya jangan berkembangbiak secara generatif. Bukan bergenerasi, tapi entah dengan jalan apa.
Untuk itulah kadang kita dengar ada ilmu tertentu untuk menentukan perjodohan sehingga bisa mempertemukan sifat-sifat tertentu untuk menjaga kualitas generasi berikutnya. Itupun masih menghasilkan banyak ketidakpastian.

Setiap generasi generatif justru kerap membutuhkan habitatnya sendiri, perlakuan yang beda satu sama lain, bahkan tak harus sama dengan bagaimana cara induknya tumbuh untuk hasilkan potensi maksimal.

Kang Azmy

30/01/2025

"Agama adalah sumber malapetaka"

Hmmmm... Perang dunia pertama dan kedua.
Perang Russia vs Ukraina.
Semua perang yang terjadi di seluruh dunia sejak munculnya peradaban manusia.

Penggundulan hutan, diganti sawit yang katanya sama sama pohon dan punya daun.
Eksploitasi alam.
Perampasan tanah adat dan dipersembahkan oleh penguasa kepada penjajah berkedok perusahaan.
Laut dipagari dan diberi sertifikat untuk kemudian dieksploitasi demi kepentingan korporasi..

Semua itu masalah agama?

Kalau pun ada yang berdebat karena urusan apakah Muslim boleh pelihara anjing, maka itu hanya sebagian kecil orang saja.
Dan percayalah perdebatan seperti itu akan membuat senang oligarki karena masyarakat akan terdistract dari melihat dengan jelas eksploitasi yang mereka lakukan secara besar2an demi perut mereka sendiri.

Jadi, agama BUKAN sumber malapetaka.

Keserakahan lah yang menjadi sumber malapetaka yang sebenarnya.

Krishnna Siddharta Muhammad
aka R Dharmawan

Photos from Hijrah Indonesia's post 30/01/2025

Meme-meme nyinyir dari fraksi muslim penganut islamophobia dengan dalih memerangi radikalisme. Padaha yang dilakukannya melakukan gebyah uyah atas fenomena dan kasus parsial.
Pada saat kita buktikan kekerasan dan konflik yang terjadi, baru bungkam seribu bahasa.

Berkali-kali diingatkan, bahwa musuhmu itu kebodohan yang menjangkit setiap manusia dengan identitas apapun. Baik dari kelompok yang beragama maupun di luar agama bahkan yang tak beragama.

Namun, faktanya, masih saja terus melakukan propaganda playing victim dan hanya menohok kepada satu golongan saja secara generalisasi.

Mereka mengira sedang memperjuangkan moderasi, toleransi, dan sikap nasionalis. Padahal hanya sedang memupuk sikap intoleransi gaya baru dan menyiapkan bara konflik untuk masa depan. Kaum yang bahkan hanya mampu membuat pertarungan simbolitas opini. Berusaha memprovokasi saudara sebangsanya sendiri untuk membuat permusuhan dengan circle barunya.

Keterbatasan pengetahuan dan kemalasan mencari literatur adalah kunci kebodohan. Bahkan disinyalir ada upaya menutupi atau menyembunyikan data agar pukulan tetap mengenai hanya kepada muslim di seluruh dunia. Tujuannya hanya satu yakni menciptakan kebencian bergenerasi dan kontinyu kepada Islam yang bahkan upaya ini sudah berlangsung bahka sejak era Nabi Muhammad.

Bukankah musuh nomor satu Islam justru adalah juga sebagiannya hadir dari umat Islam itu sendiri yang mendapatkan sokongan dari luar. Sejarah telah menuliskan bahwa yang membunuh Keluarga Muhammad dan merusak sendi-sendi keberagamaan Islam adalah sebagian umatnya sendiri dengan beragam model dan cara gerak. Sebagian penguasa-penguasa muslim turut menggerakkan kebencian dengan dalih kedok moderasi, toleransi serta kebangsaan (keleluhuran).

Sama dengan postingan meme tersebut yang banyak disebarkan oleh orang-orang Islam. Seolah dia merasa sedang perjuangkan kebenaran demi Islam yang lebih baik katanya. Mereka mengira sedang membuat trigger pencerahan agar orang-orang berpikir dan muslim tertekan sehingga gak mau lagi macam-macam, tunduk saja pada apa yang ada. Sebagian muslim yang bertindak menyerang keislaman dirinya sebagai badut legitimasi. Padahal dia sama sekali tak member kontibusi apapun pada keberislaman itu sendiri kecuali sharing menyebarkan kebencian, permusuhan dan kedengkian itu sendiri.

------------------------------

1. Foto screenshot meme picisan kekanak-kanakan.
2. Screenshot foto dari berbagai sumber yang berisi konflik antar agama-agama yang katanya si meme penuh damai, santai dan baik.

Oleh: Kang Azmy

27/01/2025

Kalau yang bikin kartu digital ucapan selamat Isra Mikraj dan İdulmabath adalah Peranakan Tionghoa, ya jadinya begini. Karena dua perayaan pada 27 Rajab ini berdekatan dengan İmlek yaitu tahun baru lunarnya orang-orang Asia Timur dan sebagian Asia Tenggara. Sama-sama kalender lunar. İni namanya amalgamation, mempersatukan tiga hal yang melekat dalam diriku, dan vernakular yaitu ekspresi khas dariku sebagai Peranakan Tionghoa yang meyakini kenabian Muhammad resi leluhur spiritualku. Paipai dalam salawatku. Sehingga inilah konvergensi, bagi yang bertauhid dan menyadari non-dualitas, tidak ada lagi perselisihan di antara semuanya. Tidak ada akulturasi, dan tidak perlu asimilasi. Tauhid adalah satu kemanusiaan.

20/01/2025

Betapa sering saya mendengar atau membaca kalimat "mengangkat derajat" yang selalu diasosiasikan kepada pencapaian dunia dan semacamnya.

Kita yang mengimani Alquran sesungguhnya beruntung karena mengetahui Allah berfirman di dalam Alquran bahwa derajat manusia tidak ditentukan berdasarkan harta, İQ, pakaian, pekerjaan, kasta, fisik, kesehatan mental, jenis kelamin, gender, orientasi seksual, atau pencapaian dunia apapun itu, melainkan berdasarkan takwa. Apakah itu takwa?

Takwa adalah menggantung harapan kita sepenuhnya kepada Allah.

Ya, benar. Kita memerlukan dokter untuk membantu pengobatan kita. Kita memerlukan guru untuk mengajari kita suatu ilmu atau keterampilan. Kita memerlukan uang untuk menyintas. Dan sebagainya.

Namun, apapun yang kita alami, dan hasil yang kita peroleh, kita berharap hanya kepada Allah untuk memberi petunjuk, ketentraman hati, dan keselamatan.

Dan, apakah saat kita berdoa untuk memperoleh keselamatan saat kita berada di dalam pesawat lalu pesawat jatuh, itu berarti Allah tidak menyelamatkan kita?

Takwa membawa kita kepada keselamatan yang sesungguhnya. Saat semacam itu terjadi, roh kita dibimbing kepada ketentraman dan kita mampu memaknai apapun yang harus kita alami. İnilah taufik hidayah, inilah rahmat karunia, atau rahim.

Sebab itulah, pakaian terbaik menurut Allah di dalam Alquran adalah pakaian takwa. Sayyid Haji Bektash Wali memperlambangkan pakaian takwa sebagai jubah. Katanya:

"Sesungguhnya keajaiban tidak terletak pada mahkota melainkan pada jubah."

Jubah adalah simbol pakaian para abdal yang secara sufistik adalah cara hidup sederhana sekaligus indah dan nyaman, qanaah atau selalu bersyukur akan karunia kehidupan.

Di dalam surah 109 (Orang-orang kafir, yaitu mereka yang tidak beriman), TBAİ mengatakan:

Wahai engkau yang tidak percaya!
Aku tidak akan beribadah kepada yang engkau terima.
Apa yang kutahu engkau tidak percaya,
Aku tidak akan beribadah ketika engkau menipudaya,
Engkau tidak akan beribadah kepada apa yang telah kupisahkan,
Kepadamu kehancuranmu, kepadaku penangguhan hukuman.

TBAİ di sini justru tidak membahas masalah toleransi dalam beragama, tetapi keteguhan untuk beribadah sebagai abdal yang memisahkan kebenaran berdasarkan Dekalog/Alfurqan.

Orang-orang yang tidak percaya di sini bisa meliputi orang-orang Islam itu sendiri yang menetapkan kebenaran di luar Dekalog/Alfurqan sehingga melakukan takfirisme berdasarkan identitas agama belaka, seperti Yudaisme dan Kekristenan melalui sistem imperialis yang menerapkan kolonialisme dan memaknai kebenaran secara egosektarian dan manifest destiny. Sehingga mereka melakukan takfirisme satu sama lain.

Dan, apakah takfirisme hanya dilakukan oleh imperialis-konsensus dari kalangan agama? Tentu saja tidak.

Contohnya adalah pemahaman tentang mengangkat derajat manusia. Bagaimana kita mengkafirkan orang-orang berdasarkan kemiskinan, disabilitas, penyakit kronis, dan kelemahan lainnya dalam berbagai konteks.

Contoh lainnya. Banyak orang sangat kritis pada masa pandemi lalu, sehingga mempertanyakan dan menolak vaksinasi. Pihak yang lain akan segera melabeli yang kritis atau yang menolaknya sebagai kafir, sebagai orang-orang yang tidak percaya kepada propaganda saat itu.

Padahal, mempertanyakan dan menolak terhadap suatu hasil penemuan baru adalah sah-sah saja di dunia sains. Menuduh mereka ikut menyebarkan virus atau terlibat dengan semakin merebaknya penyakit adalah healthisme.‌

Sementara, orang-orang beriman atau orang-orang percaya adalah yang menangguhkan hukuman atau penghakiman terhadap ijtihad orang lain dalam pencapaian dunia, pemikiran, dan semacamnya.

İtu termasuk mencegah kita menilai dengan pemujaan berlebihan terhadap orang-orang yang tampak saleh atau baik hati, dengan label agama atau ideologi tertentu, namun ternyata tidak bertakwa.

Orang-orang yang tidak bertakwa akan mudah menyerang orang-orang yang lemah atau lebih lemah darinya, yang tertindas, dan tidak berkuasa. Dia tidak memilih bertabayun. Tidak p**a mudah memaafkan dan memaklumi terhadap yang lebih lemah atau yang teraniaya.

Banyak orang berkuasa dan kaya sesungguhnya memiliki derajat yang amat rendah,yaitu apabila mereka menindas, menganiaya, menyakiti atau turut melemahkan pihak yang lebih lemah dan tidak memiliki kekuasaan.

Alih-alih mengejek dan mengolok-olok sekelompok anak-anak yang menghapal Alquran karena dianggap tidak akan memajukan peradaban dunia, saya lebih baik mengejek dan mengolok orang-orang berpendidikan tinggi (termasuk diri saya sendiri) namun gagal mengubah sistem pendidikan yang lebih berkeadilan dan berprikemanusiaan.

Mengapa? Siapa tahu di antara anak-anak itu karena takwanya pada suatu saat akan membantu saya, menjadi perawat saya, atau menjadi pemimpin yang bijaksana mengelola negara secara adil dan berperikemanusiaan sehingga orang-orang seperti saya akan tetap sejahtera meski hidup dengan disabilitas.

Tidak ada satu pun yang mengangkat derajat kita kecuali Allah, yang di dalam Alquran antara lain diumpamakan sebagai pencelupan atau pewarnaan, sibghah atau baptis, yang terbaik dari Allah. İni pun ada di dalam Injil Filip.

Karena takwa, kita diwarnai Allah, menjadi indah. Bayangkan sehelai jubah indah dengan motif batik cantik. İtulah sibgatullah, baptisme ilahiah ketika Allah mengangkat derajat kita.

Lihat video ini https://vt.tiktok.com/ZS6CyqB2n/dan beri love ❤️ ya. Terimakasih.

Sidhamastu,
Hefzibah, BoE.

Want your business to be the top-listed Government Service in Bekasi?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address


Bekasi