Bersama istri tercinta ikut senam bersama Kader Paguyuban Tri Bina di Stadion Patriot Chandrabhaga
Rahmat Effendi
Walikota Bekasi 2013-2018. "Like" halaman ini untuk meninggalkan pesan dan komentar anda. Semoga bermanfaat, terima kasih.
Menyapa warga yang sedang duduk di bangku pendestrian jalan A. Yani
Memulai perjalanan pagi ini dari simpang BCP menuju area CFD
18/11/2017
Berkoordinasi dengan Camat dan Sekretaris Camat Bekasi Utara terkait Jembatan Perwirasari RW 08 kecamatan Bekasi Utara agar segera berkoordinasi dengan UPTD dan dinas PUPR. Posisi jembatan yang serong menyebabkan sering terjadi kemacetan.
18/11/2017
Menghadiri dan membuka Rapat Kerja Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bekasi Utara bertempat di Masjid Ulul Albab Global Prima Islamic School Jl. Raya Lingkar Utara, Perwira.
Hadir pada rapat kerja ini dihadiri oleh Camat Bekasi Utara Lukmanul Hakim, Kepala Bagian Kessos Ahmad Yani, Sekretaris Camat Bekasi Utara Zalaludin, Ketua DMI Kota Bekasi KH. Ahmad Sidik, Kapolsek Bekasi Utara Kompol Suyoto, Ketua DMI Bekasi Utara Drs. Ahmad Qoiduddin, Ketua DMI Bekasi Selatan Drs. Sodiq dan Ketua Yayasan Global Prima Islamic School serta para Lurah dan pengurus masjid di wilayah Kecamatan Bekasi Utara.
Data dari Kementrian Agama Kota Bekasi, masjid di Kota Berkasi ada 1200 lebih, pada saat saya menjabat menjadi anggota DPRD tahun 1999 masjid di Kota Bekasi tidak sampai 600.
Seiring dengan meningkatnya masyarakat dan ekonominya kebutuhan akan rumah ibadah terpenuhi dengan rumah ibadah dalam ruang lingkup hukum positif dan ada di lahan PSU di gratiskan.
Maka saatnya DMI Kota Bekasi ini Bangkit, ini harus dijadikan momen bersama-sama bahwa tugas masjid adalah memberdayakan umat, meningkatkan kapasitas umat untuk meningkatkan ketakwaannya.
Semoga dari seluruh rakercap ini ada sinergitas program kegiatan kemasjidan dan menjadi cerminan bagi 12 DMI Tingkat Kecamatan di Kota Bekasi mampu merepresentasikan berkenaan dengan kegiatan keberadaan masjid yang ada dikomandoi oleh DMI diperkuat dengan posisi Forum.
Saya mengajak untuk bersama-sama membangun kemasyarakatan dan agamanya agar kota ini menjadi Kota yang Maju, Sejahtera dan Ihsan, karena itulah tugas kita member manfaat bagi orang lain.
Usai membuka Rapat Kerja Pengurus Cabang DMI Bekasi Utara menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya Masjid Ulul Albab di Global Prima Islamic School.
18/11/2017
Dilantik menjadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Bekasi periode 2017-2020 oleh Ketua MES Jawa Barat Dr. Zainal Arifin bertempat di Gedung Nonon Sonthanie, Plaza Pemkot Bekasi.
Hadir dalam pelantikan ini Ketua MES Pusat Dr Aries M***i, Ketua MUI Kota Bekasi KH Zamaksyari, Rektor Unisma Bekasi Prof H Nandang Najmulmunir, para kepala Badan/Dinas, Camat dan Lurah di lingkungan Pememrintah Kota Bekasi juga para mahasiswa yang akan dikukuhan sebagai pendamping Sahabat Binaan MES.
Pada kepengurusan ini H. Bali Pranowo, MBA didaulat sebagai Ketua Dewan Pakar dan Hj. Ina Marlina, S.Sos., MM sebagai Ketua Harian serta Mohammad Asmawi, MBA menjadi Sekretaris Umum.
Kota Bekasi memiliki potensi pasar yang luar biasa dan sinergi yang dilakukan dengan semua pihak dalam rangka mendorong perekonomian syariah melalui penguatan UMKM dan pemberdayaan masjid yang ada di wilayahnya.
Struktur MES Kota Bekasi saat ini ada ketua harian yang harus dapat mengoptimalkan seluruh kegiatan-kegiatan yang ada supaya berjalan tidak hanya dua atau tiga orang berjalan serentak.
Sebentar lagi Pemkot akan melakukan musrenbang maka potensi-potensi ekonomi yang ada harus masuk di awal proses perencanaan, kalau ini betul-betul bersinergi maka kita akan punya kemampuan syariah yang luar biasa di Kota Bekasi, tentunya ini akan menjadi tugas kita bersama untuk menyukseskan itu.
Ini adalah tantangan untuk pengurus MES yang sekarang karena dinamikanya juga berbeda tentunya dengan segala cara dan kerangka berfikir, saya yakin MES terus akan menjadi besar dengan pola dan kerangka kerja yang orientasinya kepada masyarakat ekonomi syariah.
Dalam acara tesebut jga dilakukan pengukuhan pendamping Sahabat Binaan MES yang kemudian dilanjutkan dengan seminar bertema Membangun Umat Berbasis Ekonomi Syariah dengan narasumber Rektor Unisma Bekasi Prof H Nandang Najmulmunir.
17/11/2017
Memperingati Hari Prematur Sedunia bersama Komunitas Orangtua Bayi Prematur Kota Bekasi yang diperingati setiap tanggal 17 November bersama bertempat di Gedung B Aula Lantai 8 RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi Jl. Veteran, Margahayu.
Hadir pada peringatan ini Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi dr. Kustanto, Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Pusporini, Wakil Direktur RSUD, Ketua Ikatan Doketer Indonesia (IDI) Kota Bekasi Dr. Kamarudin Askar, Penanggung Jawab Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Kota Bekasi Dr.Thomas Harry Adoe, SpA.L dan para orang tua serta balita peserta Peringatan Hari Prematur Sedunia.
Penyelenggara kegiatan dan penanggung jawab Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Kota Bekasi Dr.Thomas Harry Adoe, SpA mengatakan Komunitas orang tua bayi prematur dan bayi sakit terbentuk atas rasa keprihatinan selama menjalani perawatan di ruang NICU RSUD Kota Bekasi juga sebagai wadah untuk saling membantu satu dengan yang lain hingga kegiatan ini terlaksana untuk berkumpul pada Peringatan Hari Prematur Sedunia.
Kepada para orang tua yang hadir disampaikan bahwa Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan kartu sehat merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah kepada rakyatnya.
Saya tadi meluruskan kepada petugas pendaftaran, bagi pemegang kartu sehat warga Kota Bekasi untuk tidak berbelit-belit dan bila sesuatu hal terkait kelahiran yang luar biasa tidak perlu mencari rumah sakit yang mewah-mewah karena semua ada di RSUD ini dan rumah sakit ini adalah rumah sakit milik warga.
Hari ini adalah Hari Prematur Sedunia, bayi yang lahir prematur berhak mendapat perawatan yang baik demi perkembanganya, dengan penanganan dan pemberian nutrisi yang baik bayi prematur dapat tumbuh optimal menjadi generasi yang cerdas.
Memberikan sambutan pada acara Prematur Day di RSUD dr. Chasbullah Abdulhamid
Menjelaskan kepada customer service RSUD bahwa warga Kota Bekasi bisa berobat cukup dengan KTP dan tidak dikenakan biaya.
16/11/2017
Temu Komunikasi dengan Para Warga Kecamatan Bekasi Timur dan Kecamatan Rawalumbu
Program dari Pemerintah Kota Bekasi melalui bagian Pemerintahan Setda Kota Bekasi, yakni Temu Komunikasi dengan para anggota LPM, BKM, serta Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW) Se Kecamatan Bekasi Timur yang juga di gabung dengan Kecamatan Rawalumbu terselenggara di Kelurahan Bojong Rawalumbu.
Kegiatan tersebut di isi dialog dengan warga dari Kecamatan Bekasi Timur dan Kecamatan Rawalumbu, yang dipersilahkan untuk melontarkan pertanyaan atau dengan permasalahan yang ada di wilayah masing masing dan untuk bisa langsung dijawab.
Dalam diskusinya salah satu warga menanyakan mengenai biaya tentang kematian yang menurutnya mahal dan bisa menjadi beban bagi si keluarga yang ditinggalkan, mengenai hal ini kini telah dicabut peraturan mengenai izin biaya pemakamaan untuk kematian, jadi nanti pada tahun 2018 akan di bebas biaya kan mengenai biaya kematian.
Selain itu, menghimbau kepada Masyarakat Kota Bekasi diharapkan tidak lagi membeda-bedakan suku ras dan keyakinan, bangun kedamaian rajut persatuan dan kesatuan karena Kota Bekasi memiliki ragam yang harus dijadikan kesatuan, juga harus membangun budaya bersih dengan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.
Budaya bersih di hasilkan dari kesadaran sendiri, yang takut karena sistem bukan karena ada sesuatu.
Mengajak masyarakat agar tergabung dalam menjaga lingkungan bersama 3 Pilar wilayah yang tersinergi Camat, Kapolsek, dan Danramil di wilayah, karena perubahan kota dalam perspektif sehingga tingginya tingkat kriminalitas semakin menjadi.
Pada tahun 2018 nanti, Pemkot akan menyediakan 1 ambulance untuk 1 kelurahan sehingga dapat melayani warga masyarakat di masing masing kelurahan, berikut juga bantuan satu staff untuk setiap RW di wilayah untuk mengurus kebutuhan dan masukan bagi warga per RW.
15/11/2017
Temu Komunikasi FKRW, LPM, BKM Se Kecamatan Bantargebang dan Bekasi Utara.
Menghadiri silaturahmi bersama para Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) serta tokoh masyarakat se-kecamatan Medan Satria dan tergabung dengan Kecamatan Bekasi Utara yang terselenggara di Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, turut mendampingi para Lurah se-kecamatan Medan Satria dan Bekasi Utara.
Dalam komunikasi tersebut, mempersilahkan untuk bertanya apa saja mengenai pembangunan termasuk kendala-kendala dan permasalahan yang sering terjadi di wilayah, dengan sistem antrian.
Diantaranya, warga tersebut menanyakan mengenai permasalahan Kartu Sehat Berbasis NIK, masalah insentif RT RW di wilayah, termasuk juga perbaikan jalan, saluran yang dapat mengakibatkan banjir.
Juga menjelaskan serta langsung menjawab mengenai pertanyaan pertanyaan warga, diantaranya mengenai Kartu Sehat Berbasis NIK bahwa keberadaan Kartu tersebut berlaku tertera di dalamnya hingga Desember 2017. Kartu tersebut sudah dianggarkan sampai Desember 2018 dan tidak perlu perpanjang kartu, dengan kartu yang sekarang masih bisa berobat di Rumah Sakit yang telah tercantum.
Bahkan, pada di januari 2018 akan berlaku pada bidan-bidan di Kota Bekasi yang akan dibiayai oleh Kartu Sehat Berbasis NIK bagi yang melahirkan secara normal, dan perlu diingat bahwa Kartu tersebut tidak diperlukan rujukan bisa dapat langsung ke Rumah Sakit swasta di dalam Kota Bekasi termasuk di luar Kota Bekasi yang telah bekerja sama.
Untuk insentif RT RW, pada Januari 2018 nanti bagi RT setiap bulannya mendapatkan 1,5 Juta dan RW mendapatkan 2 Juta untuk insentifnya. Akan tetapi itu untuk bekerja jangan malah di beri insentif besar jadi malas bekerja, untuk melayani warganya, dan nanti nya akan diberi 1 staff TKK tiap RW di tiap kelurahan masing-masing, untuk mengontrol dan melayani warga dengan kebutuhan pelayanan.
Bahkan, pada 2018 nanti insentif para Kader Posyandu akan ditambah menjadi 500 ribu, Linmas Hansip akan di beri 500 ribu ditambah beras 10 Kilo, juga marbot dan imam masjid juga akan ditambah per bulannya untuk kesetiaannya kepada rumah ibadah, agar sesuai dengan Visi Kota Bekasi yang Maju, Sejahtera dan Ihsan.
Pembangunan di Kota Bekasi telah pesat pembangunannya, seperti di area Kelurahan Harapan Mulya telah berdiri dan proses bangun Markas Komando Satpol PP Kota Bekasi berikut BPBD Kota Bekasi, di sampingnya ada Gedung Dinas Kesehatan Kota Bekasi berikut juga Kantor Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Bekasi, pembangunan 6 Lantai Kantor Polres Metro Bekasi Kota dengan Helipet di atasnya, juga baru kemarin telah di letakkan batu pertama Kantor Imigrasi Kelas II dan Lembaga Pemasyrakatan Kota Bekasi akan terbangun.
15/11/2017
Memantau Permasalahan Macet di Stasiun Kranji dan Stasiun Bekasi.
Dari keluhan masyarakat baik dari media sosial dan terpantau yang setiap harinya di area Stasiun Kranji dan Stasiun Bekasi mengenai macetnya di area tersebut, bersama Kepala Dinas PUPR, Tri Adhianto, Kepala Dinas Perhubungan, Yayan dan Kepala Kesatuan Satpol PP, C. Suherlan memantau area tersebut.
Pemantauan dilakukan pada titik macet di Stasiun Kranji terutama dari arah Pondok ungu dan Flyover Kranji arah ke Grand Mall Bekasi yang kerap tiap harinya macet, mengistruksikan kepada Kadishub Kota Bekasi agar memasang butir Dishub yang menjaga di area tersebut agar para angkutan kota dan para ojek online agar tetap tertib lalu lintas untuk menunggu para penumpangnya.
Di area pintu utama Stasiun Kranji nanti nya akan dibuatkan taman agar terlihat lebih indah dan mengusung program 1000 titik taman dan wifi, juga akan direnovasi mengenai titik tunggu para penumpang seperti halte kecil agar lebih tertata rapi.
Memang tiap harinya para pengendara mobil maupun motor bertambah pesat mengenai kepemilikannya, ini juga salah satu tanda bahwa kotanya berkembang pesat yakni dengan titik macetnya, akan tetapi dari Pemerintah Kota Bekasi tetap berusaha mengupayakan rendahnya titik macet di titik-titiknya.
Berlanjut ke Stasiun Kota Bekasi yang kini di upayakan menggunakan 1 jalur biasa untuk pengendara berstatus pribadi dan 1 jalur di buatkan dengan nama jalur Lay Bay, yang gunanya untuk para pengendara angkutan umum maupun angkutan online, yang mengambil penumpangnya melalui jalur tersebut.
Ini adalah bentuk usaha Pemerintah Kota Bekasi untuk mengurangi dampak titik macet di Stasiun Bekasi, di lain itu juga parkiran motor para penumpang Kereta Api telah di sediakan di jalur Lay Bay tersebut agar tertata rapi dari sebelumnya.
Dengan jalur Lay Bay ini, salah satu dampak mengurangi macet di Stasiun Bekasi yang belum terselesaikan, meski masih macet akan tetapi usaha dari Dinas Perhubungan sudah di upayakan, semoga bisa tertib lalu lintas bagi para pengguna kendaraan agar bisa lancar dalam perjalanannya.
Selalin itu juga mengintruksikan kepada Kasatpol PP agar para anggotanya membereskan para pedagang kaki lima yang berada di pinggir trotoar, karena jalan tersebut ialah titik pantau dari adipura yang kini sedang dinilai.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Telephone
Website
Address
Bekasi
