12/07/2014
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Saudara-Saudaraku Rahimakumullah...
reungan sangat santai di sepertiga malam kali ini...
adalah tntang...
"...Buah Ilmu..."
Saudara-Saudaraku Rahimakumullah...
Dari Aun bin Abdillah Rahimahullah berkata...
Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu’anhu berkata... :
“Ilmu bukanlah dengan banyaknya riwayat...
tetapi ilmu adalah Khasyyah...
(Rasa takut kepada Allah Subhanahu wa ta’ala).”
[Shifatush Shafwah 1/416]
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
"Rahasia Qalbu / AA"
Bekasi...
13/02/2014
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Sahabat Fillah yang selalu dalam bimbingan Allah Subhanahu Wa Ta’ala…
Bismillahir Rahmanir Rahim...
renungan sangat santai jelang senja kali ini…
adalah tentang...
“...makna PERBUATAN MAKSIAT...”
“Perbuatan MAKSIAT adalah faktor terbesar…
yang MENGHAPUS BARAKAH USIA kalian…
yang MENGHAPUS BARAKAH REZEKI kalian…
yang MENGHAPUS BARAKAH ILMU kalian… dan…
yang MENGHAPUS BARAKAH AMAL kalian…
ingatlah baik-baik…
setiap WAKTU yang kalian gunakan untuk MAKSIAT kepada Allah…
setiap HARTA yang kalian gunakan untuk MAKSIAT kepada Allah…
setiap KEDUDUKAN yang kalian gunakan untuk MAKSIAT kepada Allah…
setiap ILMU yang kalian gunakan untuk MAKSIAT kepada Allah… dan…
setiap AMAL yang kalian gunakan untuk MAKSIAT kepada Allah…
MAKA SEBENARNYA BUKANLAH MILIK KALIAN…
Usia… Rezeki… Harta… Kedudukan… Kekuatan… Ilmu… dan Amal…
merupakan milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang dititipkan kepada kalian…
dan…
yang sebenarnya adalah untuk digunakan melakukan ketaatan / beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala…”
[nasehat bijak nan bajik Ibnu Qayyim al-Jauziyah]
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman…
“Dan AKU tidak menciptakan jin dan manusia…
melainkan supaya mereka menyembah-KU…”
[QS. 51 – Adz Dzaariyaat : 56]
mudah-mudahan bermanfaat...
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
salam santun...
“Rahasia Qalbu / AA”
Bekasi...
08/02/2014
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman…
“- Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu)…
tentulah mereka akan menjawab… :
"Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja…"
Katakanlah… :
"Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok…?"
‘- Tidak usah kamu minta maaf…
karena kamu kafir sesudah beriman…
Jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka tobat)…
niscaya Kami akan mengadzab golongan (yang lain)…
disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa…”
[QS. 9 – At Taubah : 65, 66]
“Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda-gurau…
dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia…
Peringatkanlah (mereka) dengan Al Qur'an itu…
agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri…
Tidak akan ada baginya pelindung…
dan tidak (p**a) pemberi syafa`at selain daripada Allah…
Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan pun…
niscaya tidak akan diterima itu daripadanya…
Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka…
disebabkan perbuatan mereka sendiri…
Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih…
dan adzab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu…”
[QS. 6 – Al An’aam : 70]
Inilah Video dan Kronologi Omesh YKS Trans TV Lecehkan 4 Orang Ustadz | Rohis Facebook
08/02/2014
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Sahabat Fillah yang selalu dalam bimbingan Allah Subhanahu Wa Ta’ala…
Bismillahir Rahmanir Rahim...
renungan sangat santai di senja hari kali ini…
adalah tentang...
“...SANJUNGAN dan AIB DIRI...”
Sahabat Fillah...
"sanjungan orang lain yang ditujukan kepada kalian…
yang dapat membuat kalian senang dan bangga…
ingatlah baik-baik…
itu semua karena indahnya penutup Allah…
yang Allah gunakan untuk menutup aib yang ada didiri kalian…”
[nasehat bijak nan bajik]
mari sama-sama kita (khususnya diri ini) renungkan…
“bila Allah Subhanahu Wa Ta’ala membuka tutup aib kita…
pantaskah sanjungan / pujian itu ditujukan kepada diri kita…???
atau…
memang sudah pantaskah kita mendapat sanjungan / pujian tersebut…???”
Sahabat Fillah Rahimakumullah…
di kisahkan pada zaman Nabi Musa ‘alaihis salam…
bani Israel ditimpa musim kemarau yang berkepanjangan…
Mereka pun berkumpul mendatangi Nabi mereka…
Mereka berkata… :
“Ya Kaliimallah, berdoalah kepada Rabbmu agar Dia menurunkan hujan kepada kami…”
Maka berangkatlah Musa ‘alaihis salam bersama kaumnya…
menuju padang pasir yang luas…
Waktu itu mereka berjumlah lebih dari 70 ribu orang…
Mulailah mereka berdoa dengan keadaan yang lusuh dan kumuh penuh debu…
dan dalam keadaan haus dan lapar.
Nabi Musa berdoa… :
“Ilaahi! Asqinaa ghaitsak…. Wansyur ‘alaina rahmatak…
warhamnaa bil athfaal ar rudhdha’… wal bahaaim ar rutta’… wal masyaayikh ar rukka’…”
Setelah itu langit tetap saja terang benderang…
matahari pun bersinar makin kemilau…
dan segumpal awan pun tak juga muncul…
Kemudian Nabi Musa berdoa lagi, “Ilaahi … asqinaa….”
Allah pun berfirman kepada Musa as… :
“Bagaimana Aku akan menurunkan hujan kepada kalian…
sedangkan di antara kalian ada seorang hamba yang bermaksiat…
sejak 40 tahun yang lalu…
Umumkanlah di hadapan manusia agar dia berdiri di hadapan kalian semua…
Karena dialah, Aku tidak menurunkan hujan untuk kalian…”
Maka Musa pun berteriak di tengah-tengah kaumnya…
“Wahai hamba yang bermaksiat kepada Allah sejak 40 tahun…
keluarlah ke hadapan kami… karena engkaulah hujan tak kunjung turun…”
Seorang laki-laki melirik ke kanan dan kiri…
maka tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia…
saat itu p**a ia sadar kalau dirinyalah yang dimaksud…..
Ia berkata dalam hatinya… :
“Kalau aku keluar ke hadapan manusia, maka akan terbuka rahasiaku…
Kalau aku tidak berterus terang, maka hujan pun tak akan turun…”
Maka hatinya pun gundah gulana…
air matanya pun menetes… menyesali perbuatan maksiatnya…
sambil berkata lirih… :
“Ya Allah… Aku telah bermaksiat kepadamu selama 40 tahun…
selama itu p**a Engkau menutupi ‘aibku…
Sungguh sekarang aku bertaubat kepada Mu, maka terimalah taubatku…”
Tak lama setelah pengakuan taubatnya tersebut…
maka awan-awan tebal pun bermunculan…
semakin lama semakin tebal menghitam…
dan akhirnya turunlah hujan.
Musa pun keheranan… :
“Ya Allah, Engkau telah turunkan hujan kepada kami…
namun tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia…”
Allah berfirman… :
“Aku menurunkan hujan kepada kalian…
oleh sebab hamba yang karenanya hujan tak kunjung turun…”
Musa as berkata… :
“Ya Allah… Tunjukkan padaku hamba yang taat itu.”
Allah berfirman… :
“Ya Musa, Aku tidak membuka ‘aibnya padahal ia bermaksiat kepada-Ku…
apakah Aku membuka ‘aibnya sedangkan ia taat kepada-Ku…?!”
[Kisah ini dikutip dari buku berjudul “Fii Bathni al-Huut”…
oleh Syaikh DR. Muhammad Al ‘Ariifi, hal. 42]
mudah-mudahan bermanfaat...
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
salam santun...
“Rahasia Qalbu / AA”
Bekasi...
31/01/2014
renungan sangat santai di malam kali ini…
adalah tentang...
“...antara tidur dan kematian...”
Saudara-Saudaraku Rahimakumullah...
“Orang yang tidur tidak akan tahu kalau dirinya sedang bermimpi…
kecuali setelah bangun…
begitu juga orang yang lupa (lalai) akan akhirat…
dia tidak akan tahu kalau dirinya sedang menyia-nyiakan amal akhirat…
kecuali setelah datangnya kematian…
‘Ya Allah jangan jadikan kami orang-orang pelupa (lalai)’…”
[nasehat bijak nan bajik Syaikh Sami al-Musaithir]
mudah-mudahan bermanfaat...
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
salam santun...
“Rahasia Qalbu / AA”
Bekasi...
26/01/2014
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Sahabat Fillah yang selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala…
Bismillahirrahmanirrahim…
renungan sangat jelang senja hari kali ini…
adalah tentang…
“...makna keselamatan yang sebenarnya…”
Sahabat Fillah Rahimakumullah...
seorang Ahli Hikmah ditanya tentang makna “keselamatan” yang sebenarnya…
maka…
ia menjawab… :
“bahwa makna KESELAMATAN itu adalah…
BILA kita (khususnya diri pribadi ini) DAPAT MELALUI / melewati hari ini…
TANPA BERMAKSIAT / berbuat dosa KEPADA Allah Subhanahu Wa Ta’ala…”
mudah-mudahan bermanfaat...
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
salam santun…
"Rahasia Qalbu / AA"…
Bekasi…
25/01/2014
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Sahabat Fillah yang selalu dalam limpahan Rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala…
Bismillahir Rahmanir Rahim...
renungan santai di malam hari kali ini…
adalah tentang…
“…pernahkah kita ridha kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala…”
Sahabat Fillah…
dikisahkan suatu ketika Sufyan ats-Tsauri…
di depan sufi besar Rabi'ah al-Adawiyah…
memohon / berdo’a… : "Ya Allah ridhailah kami…"
mendengar do’a Sufyan ats-Tsauri itu Rabi'ah al-Adawiyah pun berkata lembut… :
"Apakah engkau tidak malu memohon ridha-NYA…
sedang engkau sendiri belum ridha kepada-NYA…?"
Sufyan ats-Tsauri terhenyak dan bertanya… :
"Astaghfirullahaladzim…
kapankah seseorang disebut ridha kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala…?"
Rabi'ah al-Adawiyah menjawab… :
"bila dirimu mampu bergembira saat ditimpa musibah…
setara / sama…
dengan rasa gembira dirimu saat memperoleh nikmat…"
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman…
“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah…
Dan barang siapa yang beriman kepada Allah…
niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya…
Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu…”
[QS. 64 – At Taghaabuun : 11]
Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda… :
“Sesungguhnya besarnya balasan tergantung besarnya ujian…
dan sesungguhnya Allah Ta’ala apabila mencintai suatu kaum…
maka Allah akan menguji mereka (dengan suatu musibah)…
maka barangsiapa yang ridha maka baginya keridhaan (dari Allah)…
dan barangsiapa yang marah maka baginya kemarahan (Allah)…”
[HR. At-Tirmidziy no.2396 dari Anas bin Malik, lihat Silsilah Ash-Shahiihah no.146]
dari Abu Hindin Ad-Dariy radhiyallahu ‘anhu berkata… :
"Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda… :
"Allah Tabaroka wa -Ta’ala- berfirman…
‘Barangsiapa yang tidak ridha terhadap ketetapan-Ku…
dan tidak bersabar di atas bala’-Ku…
maka hendaknya ia mencari tuhan selain-KU..’…"
[HR. Ibnu Hibban dalam Al-Majruhin (1/327/no. 407),
Ath-Thabrany dalam Al-Kabir (807)]
mudah-mudahan bermanfaat…
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
salam santun…
“Rahasia Qalbu / AA”
Bekasi…
22/01/2014
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Sahabat Fillah yang dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala…
renungan sangat santai malam hari kali ini…
adalah tentang…
“…cara Al Huba’ib rahimullah menghisab dirinya sendiri…”
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman…
“Wahai orang-orang yang beriman…
jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan…
menjadi saksi karena Allah biar pun terhadap dirimu sendiri …………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………………”
[QS. 4 – An Nisaa : 135]
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu…"
[QS. 17 – Al Israa’ : 14]
Sahabat Fillah yang di muliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala…
Al Huba’ib rahimahullah berkata…
“Demi Allah yang jiwaku dalam genggaman-NYA…
sesungguhnya syaitan mempermainkan para ahli ibadah…
sebagaimana anak-anak kecil mempermainkan sebuah bola di tangannya…
dan kalau saja pada saatnya di hari perhitungan kelak…
Allah Subhanahu wa-ta'ala memanggilku pada hari kiamat…
“Wahai hamba-KU Hubaib…”
kemudian aku menjawabnya…
“Aku memenuhi panggilan-MU… wahai Rabbku…”
kemudian Allah Subhanahu wa-ta'ala berfirman serta memerintahkan kepadaku…
“Datangkanlah kepada-KU… 1 (satu) shalatmu… atau…
1 (satu) hari puasamu… atau…
1(satu) rukukmu… atau…
1 (satu) sujudmu… atau…
1 (satu) tasbihmu saja…
yang menurutmu kamu mampu menjaganya dari godaan Syaitan yg hendak merusaknya…”
“Niscaya aku tidak sanggup dan tidak akan mampu…”
kata Hubaib rahimahullah tertunduk sambil menangis…
[kitab Sifathus Shafwah III/317]
Sahabat Fillah…
sekarang cobalah qt (khususnya diri pribadi ini) perintahkan diri sendiri…
“wahai diri ini…
mampukah dirimu menunjukkan 1 (satu) shalatmu… atau…
1 (satu) hari puasamu… atau…
1 (satu) rukukmu… atau…
1 (satu) sujudmu… atau…
1 (satu) tasbihmu saja…
yang menurut dirimu terbebas dari godaan Syaitan Laknatullah…?”
kemudian perhatikan diri kita sendiri…
apakah yang terjadi…?
“apakah diri ini tertunduk lesu sambil meneteskan air mata…
atau…
hanya tersenyum kecut saja…???”
Sahabat Fillah yang selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala…
renungkanlah baik-baik…
firman Allah Subhanahu wa Ta'ala berikut ini…
“Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan… :
"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar,
dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya.
Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu,
melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku,
oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri.
Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu…
dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku.
Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu…
mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu".
Sesungguhnya orang-orang yang dzalim itu mendapat siksaan yang pedih.”
[QS. 14 – Ibrahim : 22]
mudah-mudahan bermanfaat…
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
“Rahasia Qalbu / AA”
Bekasi…
11/01/2014
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Sahabat Fillah yang selalu dalam bimbingan Allah Subhanahu wa ta’ala…
renungan jelang tengah malam kali ini…
adalah tentang…
“…bisikan dari hati seorang istri ‘tuk suami tercinta…”
Sahabat Fillah Rahimakumullah…
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman…
“Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. …………………………………"
[QS. 7 – Al A’raaf : 179]
“Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?"
[QS. 16 – An Nahl : 72]
“Suamiku…
kadangkala mungkin tergambar di benak fikiranmu…
bahwa engkau telah salah ketika memilih diriku menjadi pasanganmu…
kadang kala pikiran tersebut mengganggu dalam pergaulanmu sehari-hari denganku… terkadang bahkan seringkali…
ku takut perasaan cintamu berubah menjadi benci…
limpahan kasih sayangmu menjelma menjadi kemarahan… dan…
ketenangan pun berubah menjadi ketegangan…
Suamiku…
di saat engkau masih sibuk dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai…
tak jarang diriku engkau abaikan…
waktu-waktumu di rumah pun… kadang aku ikhlaskan demi masa depanmu…
bukankah engkau tahu aku pun butuh perhatian darimu…
terkadang ku cari perhatian itu…
namun terlihat salah dipandanganmu…
kalaulah itu terlihat salah…
semoga engkau bisa melihat kebaikanku yang lain…
bukankah Allah Subhanahu wa ta’ala…
yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berfirman…
“Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik…
Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka…
(maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu…
padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”
[QS. 4 - An Nisaa' : 19]
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang kita cintai pun berpesan…
“Ingatlah baik-baik... orang mukmin yang paling sempurna imannya...
adalah orang yang paling baik budi pekertinya… orang yang paling baik budi pekertinya...
adalah yang paling baik perlakuannya terhadap istrinya…”
[HR. At Tirmidzi]
Suamiku…
Jika engkau masih melihat kekurangan pada diriku…
ingatlah kembali pesan Beliau shallallahu 'alaihi wasallam yang lainnya…
“Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan)…
jika ia tidak s**a suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia s**ai…”
[HR. Muslim]
Suamiku…
sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya…?
bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Allah yang Maha Sempurna…
Suamiku…
tidaklah sepatutnya bila kita hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidup kita…
sedangkan kita sendiri tak pernah sekalipun menghitung kekurangan dan kesalahan kita…
janganlah engkau selalu mencari-cari kesalahanku…
padahal aku telah berusaha selalu taat kepadamu.
saat diriku rela pergi bersama dirimu…
kutinggalkan orangtua… sanak saudaraku… dan kerabatku…
dan yang ku ingin kan saat kuputuskan meninggalkan mereka semua adalah…
engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku…
engkaulah yang menaungi diriku dengan kasih sayangmu dan senyumanmu…
Suamiku…
ku ingat p**a saat aku ragu memilih siapa pendampingku…
ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku…
masih ingatkah kita kisah menantu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam…
Ali bin Abi Thalib ra…
saat seseorang bertanya kepada Ali bin Abi Thalib ra…
“Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan…
dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia…?”
Ali bin Abi Thalib ra pun menjawab…
“Nikahkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah…
sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya…
dan…
jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya…”
Suamiku…
ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai suamiku…
Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan…
mungkin saat itu engkau mendambakan dari diriku…
sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan…
sadarilah… sesungguhnya egois telah menguasai dirimu…
perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut…
janganlah kasar terhadapku…
bukankah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengajarkan kepada kita…
saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada Beliau shallallahu 'alaihi wasallam …
tentang tanggungjawab suami terhadap istri…
Beliau shallallahu 'alaihi wasallam pun menjawab…
“Dia memberinya makan ketika ia makan…
dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian…”
Suamiku…
Janganlah engkau keras terhadapku…
karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun…
tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya…
Duhai Suamiku tercinta…
tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak…?
tahukah engkau balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami…
yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka…?
renungkanlah Suamiku tercinta…
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda…
“Mereka yang berlaku adil…
kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya…
Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum… dan…
adil terhadap istri-istri mereka serta orang yang menjadi tanggungjawabnya…”
[HRMuslim].
Suamiku…
ku selalu berdo’a…
mudah-mudahan engkaulah yang kelak menjadi salah satu sosok suami…
yang menempati singgasana tersebut… dan…
aku adalah permaisuri di istanamu…
jika engkau ada waktu…
ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah Subhanahu wa ta’ala berikan kepadamu…
apabila engkau sibuk…
maka biarkan aku menuntut ilmu Allah…
namun tak akan kulupakan tanggungjawabku…
sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu…
bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya…?
mudah-mudahan engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita…
dan bertakwa kepada Allah…
Ya Allah Ya Rahman… Ya Allah Ya Rahim… Ya Allah Ya Kariim…
Engkau-lah saksi ikatan hati ini…
hamba telah jatuh cinta kepada lelaki pasangan hidup hamba ini…
jadikanlah cinta hamba pada suami hamba ini…
sebagai penambah kekuatan hamba untuk mencintai-Mu…
Ya Allah…
hamba memohon p**a…
jagalah cinta hamba ini agar tidak melebihi cinta hamba kepada-MU…
hingga hamba tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu…
jagalah hati hamba padanya agar tidak berpaling pada hati-MU…
jika ia rindu…
jadikanlah rindu untuk syahid di jalan-MU…
lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadap hamba…
jadikan p**a kerinduannya terhadap hamba…
tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-MU…
Ya Allah…
bila cintaku padanya telah mengalahkan cinta hamba kepada-MU…
ingatkanlah diri hamba…
jangan Engkau biarkan hamba tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-MU…
Ya Allah…
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu…
telah berjumpa pada taat pada-MU…
telah bersatu dalam dakwah pada-MU…
telah berpadu dalam membela syariat-MU…
kukuhkan serta kuatkanlah ya Allah ikatannya…
kekalkanlah cintanya… tunjukilah jalan-jalannya…
penuhilah hati-hati kami ini dengan nur-MU yang tiada pernah pudar…
lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-MU…
serta lapangkanlah dada-dada kami ini dengan keindahan bertawakal di jalan-MU…
Amin ya rabbal alamin…
Suamiku…
mudah-mudahan hatimu mampu mendengar bisikan dari hati Istrimu ini…
mudah-mudahan bermanfaat…
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
salam santun…
“Rahasia Qalbu / AA”
Bekasi…
10/01/2014
Asslamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Sagabat Fillah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala…
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman…
“- Hai orang-orang yang beriman…
apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat…
maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli…
Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui…
‘- Apabila telah ditunaikan shalat…
maka bertebaranlah kamu di muka bumi…
dan carilah karunia Allah…
dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung…”
[QS. 62 – Al Jumu’ah : 9, 10]
mari sama-sama kita (khususnya diri ini) rehat sejenak…
guna bersiap-siap untuk menegakan Sholat Jum’at…
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
“Rahasia Qalbu / AA”…
Bekasi…
10/01/2014
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Sahabat ‘Indahnya Qalbu Yang Bening’ yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala…
renungan sangat santai di Jum’at Mubarak kali ini…
adalah tentang…
“nasehat Bijak nan Bajik dari Yahya bin Mu’adz ra…”
Sahabat ‘Indahnya Qalbu Yang Bening’ Rahimakumullah…
”Hendaknya setiap mukmin memperoleh 3 (tiga) macam perlakuan darimu…
‘- Jika kamu tidak dapat memberinya sesuatu manfaat…
maka janganlah membahayakannya…
‘- Jika kamu tidak bisa membahagiakannya…
maka janganlah membuatnya sedih… dan…
‘- Jika kamu tidak mampu memujinya…
maka janganlah mencelanya…”
[nasehat Bijak nan Bajik dari Yahya bin Mu’adz ra]
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman…
“- Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun…
Dan berbuat baiklah kepada…
- dua orang ibu-bapak,
- karib-kerabat,
- anak-anak yatim,
- orang-orang miskin,
- tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh,
- teman sejawat,
- ibnu sabil… dan…
- hamba sahayamu…
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri…
‘- (yaitu) orang-orang yang
- kikir… dan…
- menyuruh orang lain berbuat kikir… dan…
- menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka…
Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan…”
[QS. 4 – An Nisaa : 36, 37]
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri… dan…
jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri…
…………………………………………………………………………………………………………………………………………”
[QS. 17 – Al Israa’ : 7]
“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah…
dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan…
dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik…”
[QS. 2 – Al Baqarah : 195]
mudah-mudahan bermanfaat…
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
“Rahasia Qalbu / AA”…
Bekasi…
20/12/2013
Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh...
Sahabat Fillah yang dalam bimbingan Allah Subhanahu wa ta'ala...
renungan siang hari kali ini adalah…
"menyesal tidak berbicara…
adalah lebih baik daripada…
menyesal setelah berbicara…"
[nasehat bijak nan bajik]
mudah-mudahan bermanfaat…
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
salam santun...
"Rahasia Qalbu / AA"
Bekasi...