25/09/2026
Helo Sobat Tangguh,
Penanganan Karhutlah di Batuangus Terus Dilakukan, Dampak Ekologis Menjadi Perhatian
Bitung, 25 September 2026 β Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) di kawasan Batuangus, Kelurahan Kasawari, Kota Bitung, terus dilakukan oleh tim gabungan. Upaya di lapangan difokuskan pada pengendalian titik api, pencegahan meluasnya kebakaran, serta pemantauan kondisi wilayah terdampak.
Berdasarkan hasil pemantauan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), luas wilayah yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 4.500 hektare. Angka tersebut masih bersifat estimasi dan akan terus diperbarui melalui pemantauan, pendataan, serta verifikasi lebih lanjut di lapangan.
Kebakaran ini tidak hanya berdampak terhadap tutupan vegetasi, tetapi juga memberikan dampak terhadap ekosistem dan habitat satwa liar yang berada di kawasan tersebut. Hilangnya tutupan hutan akibat kebakaran dapat mengurangi ruang hidup dan sumber pakan bagi berbagai jenis satwa khas Sulawesi.
Kawasan hutan di sekitar Batuangus merupakan bagian dari habitat berbagai satwa endemik dan dilindungi, termasuk tarsius, kuskus, serta beragam jenis burung dan satwa liar lainnya. Kerusakan vegetasi akibat kebakaran berpotensi menyebabkan fragmentasi dan hilangnya habitat, serta mengganggu keseimbangan ekosistem dalam jangka panjang.
Karena itu, penanganan Karhutlah tidak hanya menjadi upaya untuk mengendalikan api, tetapi juga merupakan bagian dari upaya perlindungan lingkungan, keanekaragaman hayati, dan habitat satwa liar.
Tim gabungan bersama unsur terkait terus melakukan koordinasi, pemantauan, dan penanganan di lapangan sesuai dengan kondisi yang berkembang. Upaya dilakukan secara berkelanjutan untuk mengendalikan kebakaran sekaligus mencegah munculnya kembali titik api.
BPBD Kota Bitung mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dan lingkungan, tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan.
Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan.
Bersama cegah Karhutlah, lindungi lingkungan dan keanekaragaman hayati.