02/06/2023
Desa Ciherang
Bogor - Desa Ciherang terletak di kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Desa Ciherang dibentuk pada tahun 1970 dengan jumlah penduduk tercatat sebanyak 7.590 jiwa berdasarkan data terakhir hasil sensus penduduk pada Tahun 2020. Desa Ciherang memiliki banyak sumber air bersih yang tersebar di seluruh wilayah desa Ciherang, dari sinilah masyarakat menamakan Desa Ciherang yang berasal dari kata Ci yaitu artinya tempat air, Herang artinya Bening/Bersih.
• Topografi
Desa Ciherang adalah merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian antara 196 M diatas Permukaan laut. Dengan suhu rata-rata 250C - 320C. Sumber air yang ada di Desa Ciherang meliputi air permukaan dan air tanah. Air permukaan berupa sungai. Sesuai dengan kebijakan penyediaan air baku untuk irigasi, maka di Desa Ciherang mendapat pasokan pelayanan irigasi berasal dari Drainase Tersier. Sedangkan untuk kebutuhan rumah tangga, masyarakat sebagian menggunaan air bersih dari Perusahaan Air Minum (PAM), Sarana Air Bersih Desa dan sekarang ada penambahan Sarana Air Minum dan Bersih dari Pamsimas serta sebagian yang lain dari sumur gali dan sumur pompa/bor.
• Luas dan Sebaran Penggunaan Lahan
Desa Ciherang memiliki luas tanah keseluruhan 2.515.700 Ha. Pada umumnya lahan yang berada atau terdapat di Desa Ciherang digunakan secara produktif, karena merupakan lahan yang subur terutama untuk lahan pertanian. Hal ini p**a menunjukan bahwa kawasan Desa Ciherang adalah daerah yang memiliki sumber daya alam yang memadai.
• Sarana dan Prasarana
Selain sebagai faktor penunjang kemajuan sebuah desa, sarana dan prasarana juga menjadi salah satu faktor yang dapat membantu keberlangsungan kehidupan masyarakat. Di Desa Ciherang sendiri, potensi sarana dan prasarana sudah cukup baik dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Beberapa sarana dan prasarana mulai dari
kesehatan, pendidikan, transportasi dan lain-lain sudah dibangun dan akan terus dilanjutkan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan menunjang mobilitas perekonomian di Desa Ciherang.
02/06/2023
Bogor - Cegah Kerusakan Lingkungan Sekaligus Peluang Bisnis, Warga Desa Ciherang Sukses Berbisnis Ecoprint
Masyarakat Indonesia memiliki kreativitas yang tinggi sehingga dapat menciptakan berbagai macam produk yang dapat dijadikan bisnis dan diminati di dalam negeri bahkan dunia. Produk-produk ini pun masuk ke dalam kategori Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
Salah satu pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) adalah Liendia Sistinawa, warga Desa Ciherang yang sukses menekuni bisnis ecoprint. Lienda memulai bisnis ecoprint pada tahun 2008 dan mulai menekuninya pada tahun 2019.
Mulanya, Liendia memulai bisnis ecoprint tersebut karena hobi dan ingin menghasilkan produk-produk ecoprint untuk mendukung penyelamatan lingkungan. "Saya tertarik ecoprint itu karena hobi. Selain itu, ramah lingkungan dan sedikit limbah" tuturnya.
Tak disangka, bisnis ecoprint tersebut menghasilkan omset sepuluh juta hingga dua puluh juta per bulan.
Produk ecoprint yang Lienda buat berasal dari kain dan kulit untuk medianya, dengan berbagai jenis seperti baju, sepatu, tas, dompet, dan lain-lain. Dengan harga jual mulai dari harga dua puluh ribu hingga dua juta.
Lienda memasarkan produk ecoprint tersebut melalui pameran, toko offline, dan toko online .ecoprint.
20/03/2023
Sungai Ciherang
Bogor - Warga Desa Ciherang, Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Sungai Ciherang sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan warga Desa Ciherang
Salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup adalah air. Tanpa adanya air tidak akan ada kehidupan di dunia karena setiap makhluk hidup baik manusia, tumbuhan, dan hewan membutuhkan dan memerlukan air dalam bertahan hidup. Sumber air bersih merupakan salah satu Sumber Daya Alam (SDA) yang mempunyai keterbatasan dari segi jumlah, ruang maupun waktu. Mengingat keterbatasan sumber air bersih tersebut maka potensi air harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh pemerintahan maupun masyarakat.
Dalam rangka merealisasikan hal tersebut, warga Desa Ciherang memanfaatkan sungai yang berada di wilayah Desa Ciherang sebagai tempat melakukan berbagai aktivitas seperti mandi, mencuci baju, mencuci piring, dan masih banyak lagi. Sungai ini terletak pada wilayah pemukiman warga yang sangat mudah diakses karena jalan menuju sungai tersebut tidak sulit untuk dilalui. Penggunaan sungai antara warga perempuan dan warga laki–laki juga dipisah sehingga memberikan kenyamanan bagi warga yang menggunakannya. Karena sungai ini pada dasarnya tidak tertutup maka pihak desa juga menyediakan Mandi Cuci Kakus (MCK) yang bisa digunakan oleh masyarakat setempat.
Walaupun warga Desa Ciherang ada yang menggunakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), namun warga tetap menggunakan sungai sebagai sumber air bersih. Mengingat tidak semua warga yang memiliki PDAM maka pihak desa juga menyediakan inovasi PAM Masyarakat dengan biaya yang murah “Untuk biaya pemasangan PAM Masyarakat ini hanya Rp 750.000,- dan warga hanya membayar Rp 3000,- mau berapapun pemakainya” ucap Nanang Sekretaris Desa Ciherang. Pengenaan biaya ini digunakan untuk biaya pembersihan dan perbaikan jika ada kerusahan pada PAM Masyarakat tersebut. Dengan adanya pemasangan PAM bersama, masyarakat merasa turut terbantu karena tidak semua warga mampu menggunakan dan membayar PDAM. Selain itu, PAM Masyarakat ini juga bisa diminum oleh warga Desa Ciherang dengan membawa drigen untuk mengambil air pada sumber air. "Kalau air bersih dan air minum itu penggunanya bukan menurun, tetapi semakin bertambah dan penyediaannya semakin berkurang. Maka dari itu, untuk mengantisipasi hal tersebut saya buatkan PAM Masyarakat" tutur Nanang.
Agar warga lebih nyaman dalam menggunakan sungai tersebut maka sungai ini sedang dalam program perbaikan sepanjang 2 km untuk sungai kecil, dan untuk sungai besar sedang dibuat penahan untuk mencegah luapan air jika terjadi banjir sewaktu–waktu. Namun program ini tidak bisa sekaligus karena terbatas dalam dana dan anggaran. Selain sungai yang mengalami perbaikan, MCK yang disediakan juga sedang dilakukan perbaikan dengan pihak Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) IPB University.
20/03/2023
Bisnis Budidaya Ikan Hias
Bogor - Punya Potensi Ekonomi Besar, Bisnis Budidaya Ikan Hias oleh Warga Desa Ciherang
Bisnis budidaya ikan hias termasuk salah satu peluang usaha yang banyak diminati oleh masyarakat karena merupakan bisnis yang terbilang cukup mudah dan menyenangkan dengan biaya perawatan yang relatif murah serta tidak membutuhkan banyak ruang untuk mengembangkannya. Selain itu, dalam budidaya ikan hias dapat memberikan keuntungan yang besar kepada pebisnis apabila ikan hias tersebut dikelola dengan baik dan memanfaatkan selera masyarakat seperti mengembangkan ikan hias yang memiliki corak dan warna yang unik. Bisnis budidaya ikan hias termasuk bisnis yang menjanjikan karena pengusaha ikan hias dapat memperoleh keuntungan tiga kali lipat dari modal awal yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Peluang usaha budidaya ikan hias ini pun ditekuni oleh salah satu warga Desa Ciherang yaitu Lukman. Lukman merupakan salah satu warga Desa Ciherang yang telah menekuni bisnis budidaya ikan hias sejak tahun 2000-an. Budi daya ikan hias yang ditekuni oleh Lukman terdiri dari sepuluh jenis ikan hias seperti Synodontis, Redtail catfish, Tiger catfish, dan masih banyak lagi. Lukman pun menuturkan bahwa dalam satu siklus beliau dapat menjual sekitar 50.000 ekor ikan hias dengan harga Rp. 6.000/ekor sehingga dalam satu kali siklus beliau dapat memperoleh pendapatan sebesar 300 juta rupiah. Ikan hias yang dibudidayakan Lukman nantinya akan dipasarkan pada beberapa wilayah di Jabodetabek. "Sekitar sepuluh jenis ikan budidaya yang diperjualbelikan di wilayah Jabodetabek, dengan omset penjualan sekitar 300 juta/siklus" ucap Lukman.
Selain sebagai bisnis, warga Desa Ciherang menjadikan budidaya ikan hias sebagai hobi yang menyenangkan karena di samping mendapatkan keuntungan warga Desa Ciherang juga mendapatkan ilmu mengenai teknik membesarkan, memasarkan, dan mencari jalan keluar jika ada hambatan - hambatan yang terjadi dalam bisnis ikan hias. Bisnis ikan hias bisa dijalankan secara mandiri tanpa bantuan dari orang lain, namun karena memerlukan sedikit tenaga dalam membersihkannya Lukman bekerja sama dengan warga desa lainnya. Selain itu, dengan berbisnis ikan hias secara tidak langsung warga Desa Ciherang sudah turut melestarikan ikan hias serta menghindari kepunahan ikan hias itu sendiri.