MCA - Indonesia

MCA - Indonesia

Share

Halaman FB resmi Millennium Challenge Account - Indonesia (MCA-Indonesia) | Official FB page of Millennium Challenge Account - Indonesia (MCA-Indonesia)

Akun resmi Millennium Challenge Account Indonesia (MCA-Indonesia), Lembaga Wali Amanat pengelola dan pelaksana hibah Compact dari Millennium Challenge Corporation untuk Indonesia, yang mendukung Kemitraan Komprehensif Indonesia dan Amerika Serikat. MCA-Indonesia adalah program lima tahun (2013-2018) yang bertujuan mengentaskan kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi. Official account of Millennium

15/06/2018

Meski Hibah Compact Indonesia telah berakhir, upaya-upayanya diharapkan akan terus berlanjut. Langkah selanjutnya ada di tangan kita semua. Kitalah yang akan memutuskan untuk meneruskan perjalanan untuk Indonesia yang lebih sejahtera.

Although the Indonesia Compact Grant has ended, we hope its efforts will be sustained. The next steps will be ours. We are the one to decide to continue the journey for a better Indonesia.

13/06/2018

Lima tahun sudah berlalu sejak Compact Indonesia mulai dilaksanakan. Beragam upaya telah dijalankan untuk mendorong perekonomian hijau, mengurangi prevalensi stunting, dan mempercepat modernisasi pengadaan. Ketiga sektor tersebut diidentifikasi Pemerintah Indonesia sebagai fondasi penting dalam usaha pengentasan kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi.

Dikelola oleh orang Indonesia untuk masyarakat Indonesia, program ini menghasilkan banyak pembelajaran, model, dan inovasi yang dapat direplikasi ke skala yang lebih besar dan lokasi lebih luas. Semua ini diharapkan dapat berkontribusi bagi upaya lebih lanjut dalam pengentasan kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi.

Indonesia Compact has finished its five years of contribution for the nation. Various efforts have been done to encourage green economy, reduce stunting prevalence and accelerate procurement modernization. These three sectors were identified by the Government of Indonesia as important foundations in poverty reduction through economic growth.

Ran by Indonesians for Indonesians, this program has produced plenty of lessons learned, models and innovations that can be replicated, scaled up and expanded. We hope all of these will contribute to further efforts to reduce poverty through economic growth.

12/06/2018

Para pemangku kepentingan telah mengungkapkan kesiapannya untuk melanjutkan inovasi yang dirintis jalannya oleh Compact Indonesia. Dengan begitu, upaya mengentaskan kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi dapat dipercepat, dan manfaatnya dirasakan oleh lebih banyak orang di nusantara.

Our stakeholders have proclaimed their readiness to sustain innovation initiated by the Indonesia Compact. Therefore, efforts in poverty reduction through economic growth can be accelerated, and the benefits will be distributed to more people in the nation.

11/06/2018

Melalui Proyek Kemakmuran Hijau, Compact Indonesia telah mengalokasikan dana khusus untuk mendukung proyek-proyek dengan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan untuk masyarakat, termasuk para perempuan petani.

Sejumlah pembelajaran penting dapat dipetik dari implementasi pemberdayaan ekonomi perempuan. Salah satunya adalah, ternyata dengan membuka akses kepada perempuan petani terhadap pengetahuan dan keterampilan baru, dampaknya terhadap meningkatnya ekonomi keluarga sangat signifikan. Peningkatan ini tidak hanya berdampak pada meningkatnya posisi tawar perempuan dalam rumah tangga, tetapi juga di tingkat komunitas.

Selain itu, Compact Indonesia juga mewajibkan pelaksana hibah yang disalurkan Proyek Kemakmuran Hijau untuk memasukkan unsur inklusi sosial dan gender, agar memastikan partisipasi dan manfaat bagi perempuan dan kelompok rentan lainnya.

Through its Green Prosperity Project, Indonesia Compact has allocated a special fund to encourage sustainable economic empowerment for communities, including the farmers who are women.

Various important lessons learned have been gathered from the implementation of women economic empowerment. For example, by opening accees for women farmers to new knowledge and skills, family income will be significantly influenced. This will not only leverage women's position in the household, but also in the community.

Additionally, Indonesia Compact required Green Prosperity Project grantees to implement social and gender inclusion to ensure participation of and benefits for women and other vulnerable groups.

11/06/2018

Para ayah seringkali tidak dilibatkan dalam proses pengasuhan anak, termasuk pemenuhan gizi dan kebutuhan sanitasinya. Padahal, kedua orang tua berperan sama pentingnya dalam mengasuh anak dan mencegahnya menderita stunting. Studi Formatif yang dilakukan Compact Indonesia pada 2014 pun menunjukkan bahwa sebagian besar responden penelitian (81%), baik lelaki maupun perempuan, setuju bahwa pengasuhan anak bukan hanya tugas bagi perempuan.

Untuk itu, Compact Indonesia melalui Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Stunting berupaya mendorong para ayah agar lebih aktif dalam pengasuhan anak. Dalam pelatihan pemberian makan bayi dan anak yang diselenggarakan Compact Indonesia bersama Generasi Sehat Cerdas Kementerian Desa PDTT, para fasilitator mendapatkan materi tentang stunting dan gender. Termasuk dalam materi itu ialah cara melibatkan para ayah untuk meningkatkan gizi dan mencegah stunting.

Selain itu, Compact Indonesia juga mengintegrasikan materi inklusi sosial dan gender ke dalam modul pelatihan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, serta mengharuskan pelaksana Hibah Kemitraan Sanitasi memasukkan unsur inklusi sosial dan gender untuk memastikan partisipasi dan manfaat bagi perempuan dan kelompok rentan lainnya.

Although both parents are important in childrearing and stunting prevention, fathers in Indonesia are rarely involved in parenting, including in fulfilling children's nutrition and sanitation needs. However, formative study conducted by Indonesia Compact in 2014 shows that most respondents (81%) from both genders agreed that childrearing is not solely the women's task.

Therefore Indonesia Compact through its Community-based Health and Nutrition to Reduce Stunting Project strived to encourage fathers to be more active. In the infant and young children feeding trainings conducted by Indonesia Compact and Ministry of Village's Health and Smart Generation program, facilitators were trained in stunting and gender. This training included how to involve fathers in improving nutrition and preventing stunting.

Indonesia Compact also integrated social and gender inclusion material into Community-Led Total Sanitation training modules, and required Sanitation Partnership grantees to implement social and gender inclusion to ensure participation and benefits for women and other vulnerable groups.

11/06/2018

Compact Indonesia percaya integrasi gender dan inklusi sosial sangat penting dalam perencanaan serta implementasi programnya. Maka, tiap proyek secara aktif mendorong kesetaraan gender bagi penerima manfaatnya.

Proyek Modernisasi Pengadaan, misalnya, memfasilitasi para perempuan profesional pengadaan untuk memberdayakan diri melalui Forum Perempuan Pelaksana Pengadaan Pemerintah Indonesia (FP4I). Dalam forum tersebut, anggotanya dapat berbagi ilmu dan berjejaring untuk meningkatkan profesionalisme dalam sektor pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Selain itu, bekerja sama dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Compact Indonesia juga telah melakukan serangkaian pelatihan penguatan kapasitas untuk pengusaha perempuan dalam mengakses pengadaaan publik.

Indonesia Compact believes gender integration and social inclusion is very important in program planning and implementation. Therefore each project actively encouraged it for their beneficiaries.

For example, the Procurement Modernization Project facilitated procurement professional women to empower themselves through the Indonesia Public Procurement Female Officers Forum (FP4I). In the forum, its members can share knowledge and build networks to improve professionalism in public procurement.

Indonesia Compact also partnered with the Indonesia Women Entrepreneurs Association (IWAPI) to conduct capacity building training for women entrepreneurs to enable them to access public procurement.

We're Ready! 11/06/2018

Sekelumit kilas balik soal para agen perubahan pengadaan barang/jasa pemerintah di negeri ini, yang digawangi oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

A flshback about agents of change in Indonesia's public procurement, spearheaded by the National Public Procurement Agency.



We're Ready! Procurement professionals are key to the modernization of government procurement; they are responsible for an accountable procurement process. In February 20...

11/06/2018

Salah satu unsur penting dalam upaya reformasi pengadaan adalah sumber daya manusianya. Wajar jika LKPP dan Compact Indonesia serius dalam upaya menjadikan staf pengadaan di negeri ini makin mumpuni dan profesional.

Tak kurang dari 1.590 orang, baik staf ULP maupun staf dari lembaga terkait, telah menjalani pelatihan kemampuan pengadaan dan manajerial.

Para lulusan pelatihan merupakan pengambil kebijakan yang penting dalam proses pengadaan di lembaganya. Materi pelatihan ini diharapkan dapat memicu perubahan positif dalam pengadaan publik. Maka pengadaan dapat lebih hemat dan kualitasnya sesuai dengan kepentingan publik, sehingga kesejahteraan rakyat serta perekonomian Indonesia akan meningkat.

One of the most important factors in procurement reform is its human capitals. It is only natural for LKPP and Indonesia Compact to strive for more capable and professional procurement staff.

At least 1,590 people, both ULP staff and staff from related agencies, have been trained in procurement and managerial skills.

The graduates are important policy makers in procurement process in their institutions. The traning materials were aimed to trigger positive changes in public procurement. This will lead to higher quality of procured items and budget savings, which will eventually improve public welfare and the nation's economy.

11/06/2018

Meski memiliki wewenang strategis dalam melaksanakan proses pengadaan, masih banyak Unit Layanan Pengadaan (ULP) di Indonesia yang bersifat ad hoc alias sementara, tak permanen. Artinya, aparatur negara yang tergabung dalam kelompok kerja (pokja) pengadaan harus melakukan tugas intinya terlebih dulu, baru menjalankan fungsi pengadaan. Akibatnya, kinerja pengadaan lembaganya kurang berkualitas karena personelnya tidak dapat fokus di bidang pengadaan.

Maka, LKPP dan Compact Indonesia bekerja sama mendorong ULP percontohan Proyek Modernisasi Pengadaan untuk menjadi permanen. Pelatihan penguatan kelembagaan dan advokasi kebijakan dilakukan untuk mencapainya sehingga meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan di negeri ini.

Di penghujung proyek, sudah ada 43 ULP percontohan yang berstatus permanen. Kini, mereka dapat fokus menjalankan fungsi strategis pengadaan bagi lembaganya. Harapannya, kinerja pengadaan akan meningkat pesat.

Procurement Service Units (ULPs) have strategic authority in procurement, but there are a lot of these ULPs in Indonesia with ad hoc status, not permanent. It means that civil servants who are members of procurement working groups must finish their core tasks before switching to procurement. This leads to low quality procurement performance since the personnel can not focus on procurement.

Therefore LKPP and Indonesia Compact worked together to encourage pilot ULPs of the Procurement Modernization Project to be permanent. Trainings to strengthen the institutions and policy advocacy were conducted to achieve it.

At the end of the project, 43 pilot ULPs are now permanent. Now they can be more focused on running its strategic function in procurement. Hopefully, they will also boost their procurement performance that will lead to better development and growth.

04/06/2018

Dulu, lazimnya Unit Layanan Pengadaan (ULP) melakukan pengadaan tiap ada permintaan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sehingga, barang atau jasa kebutuhan rutin seperti seragam, alat tulis, dan material konstruksi harus melewati proses pengadaan berkali-kali pada tahun anggaran yang sama. Akibatnya, proses menjadi kurang efisien dan harga barang pun relatif lebih mahal.

Dengan kontrak katalog, ULP menyiapkan kontrak yang biasanya berlaku selama setahun dan dapat diperpanjang, lalu barang atau jasa tersebut bisa langsung dipesan SKPD yang membutuhkan dan diantarkan dalam waktu pendek.

LKPP dan Compact Indonesia memfasilitasi penggunaan kontrak katalog di tingkat nasional maupun daerah, dengan jenis barang antara lain peralatan kerja, seragam, material konstruksi, peralatan keselamatan, dan tiket elektronik. Penghematan yang didapat mencapai 30% atau Rp 31,3 miliar dari Harga Perkiraan Sendiri ULP percontohan.

Previously, Procurement Service Units (ULPs) conducted procurement only after receiving requests from their related government agencies. Therefore they must procure regular goods and services needed, such as uniforms, stationeries and construction materials, repeatedly in the same fiscal year. This led to an inefficient procurement process and more expensive items.

With catalog contract, ULPs prepare contracts that usually last for a year and extendable, then their clients can order items and get them delivered immediately.

The National Public Procurement Agency (LKPP) and Indonesia Compact facilitated utilization of catalog contract at national and regional levels. Items procured include working tools, uniforms, construction materials, safety tools and electronic ticket. It succeeded to save around 30% or IDR 31.3 billion (USD 2.2 million) from pilot ULPs' own estimate price.

Want your business to be the top-listed Government Service in Central Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Central Jakarta