Berbagi Rezeki Itu Indah

Berbagi Rezeki Itu Indah

Share

Open donasi via
Bank /Dana/Ovo/Shopeepay

308901042088532/BRI

901155082718/seabank

Terimakasih ❤️

11/05/2026

Pantang Mengemis! Nenek Tunanetra ini Jualan Buah Di Pinggir Jalan Demi Sepiring Nasi😭🤭
Bantu Mbah Yatmi, Lansia Tuna Netra yang Tetap Berjuang Jualan Tomat & Bawang Dan Juga Pisang Demi Bertahan Hidup
Di usianya yang sudah senja, Mbah Yatmi harus menjalani hidup seorang diri. Dalam kondisi tuna netra dan tanpa keluarga yang mendampingi, beliau tetap memilih untuk berjuang, bukan meminta-minta.”mbah lebih baik jualan gini nak daripada minta minta”
Setiap pagi hingga sore hari, Mbah Yatmi berjualan tomat dan bawang di pinggir jalan. Dengan keterbatasan penglihatan, beliau dibantu seorang tukang ojek yang dengan tulus membantu menyiapkan dagangan sebelum ditinggal berjuang sendiri.
Penghasilan Mbah Yatmi sangatlah jauh dari cukup. Dalam sehari, beliau biasanya hanya membawa pulang sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000. Bahkan tak jarang dagangannya tidak laku sama sekali.
Lebih pilu lagi, karena kondisi tuna netra, Mbah Yatmi sering menjadi korban penipuan. Ada saja orang tak bertanggung jawab yang membayar dagangannya dengan uang palsu. Beliau baru menyadarinya setelah orang tersebut pergi.
Di usia yang seharusnya diisi dengan istirahat dan ketenangan, Mbah Yatmi justru harus bertaruh tenaga demi sekadar bisa makan dan bertahan hidup.
Donasi link di bio 🙏




07/05/2026

Saya mendapat lebih dari 1.000 tanggapan pada salah satu postingan saya minggu lalu! Terima kasih semuanya atas dukungan Anda! 🎉

07/05/2026

Hidup Kelaparan dan Sebatangkara, Kakek 80 th Jualan Kerupuk Demi Bisa Makan
Di usia 80 tahun, Kakek Qi masih harus berjuang seorang diri. Dengan tubuh yang ringkih dan langkah tertatih dibantu tongkat, ia berkeliling kampung menjajakan kerupuk demi bisa makan hari itu.
Kerupuk itu bukan miliknya. Dari setiap kerupuk seharga Rp2.000, Kakek Qi hanya membawa pulang upah Rp 500.
Sejak ditinggal wafat istrinya dan anaknya pergi merantau tanpa kabar, Kakek Qi hidup sebatang kara di gubuk kecil yang jauh dari kata layak.
Setiap pagi ia berangkat berjualan, berjalan kaki sejauh 3–4 kilometer. Meski sering sakit, bahkan pernah jatuh hingga tak bisa berjalan berbulan-bulan, ia tetap memilih berjuang daripada harus menunggu belas kasihan.
Mari sisihkan sebagian rezeki kita untuk mereka agar Lebaran tak lagi dilewati dalam lapar, sakit, dan kesendirian. Karena sekecil apapun bantuanmu, sangat berarti bagi mereka yang bertahan seorang diri.

berat

05/05/2026

" Kisah Pilu Bocah Kardus Bekas, Sering Dihina 'Anak Monyet' & miskin Oleh Temannya, Harus Berjuang Sendiri Demi Berobat ibunya "

seorang bocah perempuan yang harus bekerja keras di jalanan demi membantu pengobatan ibunya. Di saat anak-anak seusianya bermain, ia justru sibuk memikul karung berisi kardus dan barang bekas, bahkan bekerja sebagai badut jalanan.

Bocah ini sering mendapatkan hinaan dari teman-temannya dengan sebutan "anak monyet" dan "orang miskin" karena penampilannya yang kotor.

Akibat tidak memiliki perlengkapan sekolah yang layak seperti tas dan sepatu, ia sering dikucilkan di lingkungan sekolahnya.

Di balik beban hidup dan ejekan yang diterimanya, ia tetap tegar berjuang mencari nafkah semata-mata untuk membiayai pengobatan sang ibu.

​Kisah ini menjadi viral dan mengundang simpati luas dari warganet karena ketegaran sang bocah dalam menghadapi kesulitan hidup dan kekejam*n perund*ng4n.

02/05/2026
02/05/2026

Open donasi berat

01/05/2026

Want your business to be the top-listed Government Service in Central Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Jalan Mangku Negara
Central Jakarta