BPP AUKTI

BPP AUKTI

Share

Gading Bar., Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

BPP AUKTI (Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia).adalah wadah komunikasi nasional bagi seluruh pelaku industri keamanan di Indonesia, mulai dari: BUJP (Badan Usaha Jasa Pengamanan), Perusahaan & Korporat /PT KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA
NOMOR AHU-0063907,AH.01.01.TAHUN 2020 PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSEROAN TERBATAS PT

01/04/2026

🛡️ Pegustian Banjar: Pemerintahan Perlawanan Terakhir Kesultanan Banjar 1862–1905. Pegustian (Partai Sultan) merupakan bentuk pemerintahan darurat sekaligus benteng pertahanan terakhir yang dibangun sebagai kelanjutan dari Kesultanan Banjar setelah runtuhnya kekuasaan pusat akibat tekanan kolonial Belanda Menjadi Regent Bupati Banjar sama persis seperti regent bupati cianjur dan kota kota lain nya di indonesia. 11 juni 1860 sd 3 maret 1862

Pegustian tidak hanya berupa struktur pemerintahan, tetapi juga simbol perlawanan. Ia terdiri dari para bangsawan (Putri-Pangeran-Gusti-Antung), panglima perang, serta rakyat yang tetap setia mempertahankan kedaulatan Negara Banjar.

---

⚔️ Lahir dari Pengasingan dan Kehancuran dan diasingkannya para bangsawan Banjar seperti:

1.Sultan De Jure 1857-1859 di akui Belanda Sultan Syah : Sultan Tamjidillah II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah bin Sultan Adam Alwatsiqubilah (diasingkan ke Bogor 1859 )

2.Sultan Adat 1855-1858 Diakui Sultan Adam Dan Belanda Sultan Muda Syah: Putra Mahkota/ Raja Muda/Sultan Muda Praboe Anom Bin Sultan Adam Alwatsiqubilah (diasingkan ke Bandung 1858)

3.Sultan De Facto 1859 - 11 Juni 1860 di akui Belanda Sultan Syah: versi lain sampe 1862 Sultan Wirakusuma II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah bin Sultan Adam Alwatsiqubilah(diasingkan ke Cianjur 3 maret 1862 )

4.Sultan Proklamasi 1859 - 11 Juni 1860: Tidak di Akui Sultan oleh Belanda disebut Kepala pemberontak melawan pemerintahan Sultan Yang syah. versi lain sampe 1862 Sultan Hidayatullah II Halillah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah bin Sultan Adam Alwatsiqubilah (diasingkan ke Cianjur 3 maret 1862 )

5..Para Pangeran Mangkubumi seperti : Pangeran Muhamad Said adik Ipar Sultan Wirakusuma II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah & Gusti Perbatasari yang gugur atau wafat

6.Setelah wafatnya Gusti inu kertapati/ Pangeran Antasari ayah Mertua Sultan Wirakusuma II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah

Panembahan Antasari pada tahun 1862, serta gugurnya, maka kekuasaan formal Kesultanan Banjar runtuh secara politik, namun semangat perlawanan tidak pernah padam.

Dari situ, anak cucu dan sisa kekuatan Banjar membentuk Pegustian sebagai pemerintahan pelarian.

---

🏞️ Basis Pertahanan di Pedalaman Barito

Pegustian berpusat di wilayah pedalaman Kalimantan:

1.Gunung Bondang, hulu Sungai Laung, daerah Puruk Cahu skrang Kalteng

2.Benteng Manawing di wilayah Barito

3.Kampung Bomban (Bumban Tuhup), Kalang Barah

Wilayah ini dipilih karena strategis, sulit dijangkau pasukan Bersenjata Belanda, dan menjadi basis gerilya melawan Belanda.

---

🤝 Persatuan Suku dalam Perlawanan

Di bawah kepemimpinan Gusti Muhammad Seman adik ipar Sultan Wirakusuma II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah , Pegustian berhasil menyatukan berbagai kekuatan:

Suku Dayak: Dusun, Ngaju, Kayan, Siang

Suku Banjar Hulu

Komunitas Bakumpai

Baik Dayak yang beragama Katholik , maupun yang masih memegang kepercayaan Kaharingan, semuanya bersatu dalam satu tujuan: melawan penjajahan Kolonial Belanda.

---

⚔️ Para Panglima Perlawanan

Perjuangan Pegustian didukung oleh tokoh-tokoh tangguh, di antaranya:

Panglima Umbung (Mengkatip)

Mat Narung (Putussibau)

Batu Putih (Kapuas)

Tumenggung Lawas

Tumenggung Nado

Tumenggung Tawilen

Panglima Amit

Panglima Bahe

Mereka adalah ujung tombak perang gerilya di hutan-hutan Kalimantan.

---

🔥 Makna Sejarah Pegustian

Pegustian bukan sekadar pemerintahan darurat, tetapi:

Simbol bahwa Kesultanan Banjar tidak pernah benar-benar menyerah setelah di bubarkan dihapus dari negri Borneo.

Dalam upaya memperkuat perlawanan, pihak Pagustian Banjar menjalin hubungan dengan Kesultanan Pasir untuk memperoleh mesiu sebagai bekal perang. Namun, di tengah persiapan tersebut, benteng pertahanan terakhir di Manawing justru diserang oleh pasukan kolonial Belanda.

Pada Januari 1905, serangan besar dilancarkan di bawah pimpinan Letnan Christofel, seorang perwira yang telah berpengalaman dalam Perang Aceh. Ia memimpin pasukan Korps Marsose, satuan khusus bentukan pemerintah Hindia Belanda sejak 1890 yang dikenal sangat ganas dan efektif dalam operasi militer dan kepolisian.

Pertempuran di Benteng Manawing berlangsung tidak seimbang. Dalam kondisi yang terdesak, Gusti Muhammad Seman adik ipar Sultan Wirakusuma II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah tetap bertahan memimpin perjuangan hingga titik darah terakhir. Pada tanggal 24 Januari 1905, beliau gugur sebagai kesuma bangsa.

Gusti Muhammad Seman adik ipar Sultan Wirakusuma II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah tercatat sebagai sultan Proklamasi dalam Pagustian Banjar dalam masa pemerintahan pelarian di wilayah Barito. Ia memegang teguh sumpah dan amanah ayahandanya, Pangeran Antasari ayah Mertua Sultan Wirakusuma II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah , yang menolak segala bentuk kompromi dengan penjajah:

“Haram manyarah, waja sampai kaputing.”

(Pantang menyerah, berjuang hingga akhir hayat.)

Jenazah beliau dimakamkan di puncak gunung di Puruk Cahu, menjadi simbol abadi perjuangan dan pengorbanan.
Seiring gugurnya sang sultan Proklamasi dalam Pagustian Banjar dalam masa pemerintahan pelarian di wilayah Barito, tinggal Panglima Batur sebagai satu-satunya pemimpin yang masih melanjutkan perlawanan.

Bukti persatuan lintas suku dan kepercayaan

Warisan perjuangan hingga gugurnya Gusti Muhammad Seman adik ipar Sultan Wirakusuma II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah tahun 24 Januari 1905

Pagustian (Partai Sultan) dibubarkan belanda tahun 24 Januari 1905 setelah kematian Gusti Muhammad Seman adik ipar Sultan Wirakusuma II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah

🛡️ Makna Sejarah
Peristiwa ini bukan sekadar akhir kekuasaan, tetapi menjadi penegasan bahwa:

Perlawanan Banjar tidak pernah tunduk
Kepemimpinan dibangun atas amanah dan kehormatan

Semangat perjuangan tetap hidup meski kekuasaan runtuh

---

Photos from AUKTI's post 01/12/2025

ARTI KHUSUS BENDERA PATAKA AUKTI (Panji Kehormatan Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia)
Bendera Pataka AUKTI bukan sekadar identitas visual, tetapi merupakan panji kehormatan, simbol martabat, dan penanda legitimasi organisasi. Pataka ini memiliki nilai filosofis, historis, dan protokoler yang menggambarkan jati diri AUKTI sebagai bagian dari ekosistem Badan Usaha jasa Pengamanan dan keamanan nasional di Indonesia.
Anggaran Rumah Tangga Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia (AUKTI) Badan Hukum Persekutuan & Perkumpulan“Legal Entity of the Security Business Federation and Association of Indonesia”

https://aukti.org/bendera-organisasi-aukti-anggaran-rumah-tangga-asosiasi-usaha-keamanan-terpadu-indonesia-aukti-badan-hukum-persekutuan-perkumpulanlegal-entity-of-the-security-business-federation-and/

BAB 1
BENDERA ORGANISASI AUKTI Anggaran Rumah Tangga Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia (AUKTI) Badan Hukum Persekutuan & Perkumpulan“Legal Entity of the Security Business Federation and Association of Indonesia”
PASAL 1
Bentuk dan Warna Bendera AUKTI
Ayat (1) Bentuk Bendera
Bendera Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia (AUKTI) berbentuk persegi panjang bersudut runcing di bagian bawah, menyerupai pennant protokoler, dengan perbandingan tinggi dan lebar 3 : 2.
Ukuran standar bendera AUKTI adalah:
Tinggi (panjang sisi vertikal) : 120 cm
Lebar (panjang sisi horizontal) : 80 cm
Ujung bawah meruncing simetris, membentuk sudut ± 45°.
Bendera terdiri dari dua sisi (muka depan dan muka belakang) yang dicetak atau dibordir dengan desain yang sama dan simetris, agar dapat terlihat identik dari dua arah.
Pada tiga sisi bendera (kiri, kanan, bawah) dipasang untaian rumbai benang emas
dengan panjang rumbai 5–7 cm sebagai lambang kehormatan dan wibawa organisasi.
Pada posisi bawah lingkar lambang, dapat dicantumkan:
NAMA ORGANISASI: “AUKTI” atau
“Badan Pengurus Pusat (BPP)” atau
Nama BPD/BPC sesuai jenjang organisasi
sesuai kebutuhan protokoler, dengan jenis huruf standar dan warna kuning emas.
Ayat (2) Warna Bendera
Bendera AUKTI menggunakan komposisi warna berikut:
Warna Dasar
Hitam pekat (Black Royal).
Makna:
Wibawa, ketegasan, dan kekuatan pengamanan.
Keteguhan hati dalam menjaga keamanan nasional.
Sifat profesional, netral, dan tidak berpihak.
Warna Lingkar Lambang
Merah Marun (Maroon Red).
Makna:
Keberanian moral dan tanggung jawab profesi.
Kehormatan korps keamanan.
Semangat pengabdian tanpa pamrih.
Warna Elemen Lambang
Emas (Gold Metallic) digunakan pada:
Padi
Kapas
Lingkaran luar
Aksen-aksen kecil simbol organisasi
Makna:
Kejayaan, kemakmuran, martabat profesi keamanan.
Kesatuan dan kehormatan anggota AUKTI.
Putih (Pure White) digunakan pada:
Burung garuda keamanan (eagle emblem)
Tulisan AUKTI di perisai
Makna:
Ketulusan, integritas, dan kejujuran profesi.
Biru Tua (Navy Blue) pada perisai tengah.
Makna:
Stabilitas, kecerdasan, dan ketegasan operasional.
Simbol perlindungan dan kepercayaan publik.
Warna Tulisan
Seluruh tulisan, termasuk:
“ASOSIASI USAHA”
“KEAMANAN TERPADU INDONESIA”
Nama jabatan atau unit organisasi menggunakan warna kuning emas (gold).
Makna warna tulisan:
Kesetiaan terhadap organisasi.
Kebanggaan terhadap profesi keamanan terpadu Indonesia.
Warna Rumbai dan Borders
Menggunakan benang emas (gold fringe).
Makna:
Kehormatan, kekhidmatan, dan kedudukan tinggi bendera sebagai panji resmi organisasi.
Ayat (3)

Posisi dan Komposisi Lambang
Di bagian tengah bendera ditempatkan Lambang Besar AUKTI, dengan diameter 45–50% tinggi bendera.
Komposisi lambang:
Perisai biru tua bertepi emas.
Tulisan AUKTI berwarna putih di tengah perisai.
Burung garuda keamanan berwarna putih.
Tiga bintang putih melambangkan integritas, profesionalisme, dan kesetiaan.
Lingkar merah marun berbingkai emas.
Padi dan kapas emas melambangkan kesejahteraan dan keadilan.
Titik emas di sisi kiri–kanan lingkar melambangkan keseimbangan.
Lambang pada sisi belakang dicetak atau dibordir dalam format cermin (mirror), namun tetap terbaca dengan jelas.
Ayat (4) Penggunaan Bendera
Bendera ini digunakan dalam:
Upacara resmi organisasi.
Kegiatan keprotokolan dalam lingkup BPP, BPD, dan BPC.
Kegiatan resmi eksternal yang mewakili AUKTI.
Penempatan di kantor resmi AUKTI pada tiang bendera.
Bendera tidak boleh digunakan untuk:
Kepentingan pribadi.
Kepentingan politik praktis.
Kegiatan yang melanggar hukum atau merusak martabat organisasi.
Ayat (5) Ketentuan Teknis Produksi
Bendera dibuat dengan kain berkualitas tinggi seperti satin hitam, polymix, atau
bahan protokoler premium.
Bordir atau cetakan harus memenuhi standar:
Tingkat detail tinggi pada padi, kapas, dan perisai.
Warna presisi sesuai standar identitas visual AUKTI.
Kekuatan bahan agar digunakan dalam jangka panjang.
Warna bendera wajib konsisten dengan Standard Color Code Organisasi, yaitu:
Hitam: #000000
Merah marun:
Emas:
Putih:
Biru tua:

==============================

ARTI KHUSUS BENDERA PATAKA AUKTI
(Panji Kehormatan Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia)
Bendera Pataka AUKTI bukan sekadar identitas visual, tetapi merupakan panji kehormatan, simbol martabat, dan penanda legitimasi organisasi. Pataka ini memiliki nilai filosofis, historis, dan protokoler yang menggambarkan jati diri AUKTI sebagai bagian dari ekosistem keamanan nasional Indonesia.
1. Makna Sakral sebagai Panji Kehormatan Organisasi
Bendera Pataka AUKTI merupakan simbol tertinggi organisasi setelah Lambang Besar AUKTI.
Pataka ini hanya digunakan dalam upacara resmi, pelantikan, peresmian, audiensi penting, dan seremoni nasional yang melibatkan perwakilan negara, kepolisian, TNI, atau mitra strategis.
Kedudukannya setara dengan panji kehormatan organisasi profesi nasional.
Artinya:
Pataka menjadi penanda kedaulatan organisasi.
Pataka menjadi simbol legalitas bahwa kegiatan tersebut berada dalam naungan organisasi yang sah, berbadan hukum, dan diakui negara.
Pataka menjadi identitas persatuan seluruh anggota AUKTI di tingkat pusat (BPP), provinsi (BPD), hingga kabupaten/kota (BPC).
2. Makna Filosofis Bentuk Pennant Runcing
Bentuk pennant bersudut runcing di bagian bawah melambangkan:
Arah tujuan yang tegas → AUKTI fokus pada satu garis visi: memperkuat sistem keamanan terpadu Indonesia.
Ketajaman analisis → organisasi selalu mengedepankan kecerdasan strategis dan profesionalisme.
Kesiapsiagaan → bentuk runcing identik dengan panji pasukan kehormatan dan simbol siap siaga.
Bentuk ini juga lazim digunakan sebagai panji resmi militer, kepolisian, dan organisasi strategis negara.
Dengan bentuk ini, AUKTI menegaskan dirinya sebagai bagian dari ekosistem keamanan nasional.
3. Makna Warna-warna Utama
A. Hitam Pekat — Warna Dasar
Makna Utama: Wibawa, Ketegasan, Kekuatan
Hitam melambangkan:
Kewibawaan Usaha jasa pengamanan BUJP.
Kemampuan untuk bersikap tegas dan netral.
Kekuatan mental dan komitmen dalam menjaga keamanan bangsa.
Profesionalisme yang tidak tergoyahkan.
Hitam merupakan warna universal untuk pasukan elite, satuan keamanan, dan korps seremonial.
B. Merah Marun — Lingkar Kehormatan
Makna: Keberanian Moral & Tanggung Jawab Profesi
Maroon menggambarkan:
Keberanian menghadapi risiko dalam tugas keamanan.
Tanggung jawab tinggi dan disiplin moral.
Kehormatan korps dan jiwa korsa anggota AUKTI.
Merah marun adalah warna korps kehormatan internasional, melambangkan martabat.
C. Emas — Kejayaan dan Martabat Profesi
Melambangkan:
Kemuliaan Usaha jasa pengamanan BUJP..
Kejayaan dan kualitas tinggi.
Kesatuan anggota seluruh Indonesia.
Kemakmuran dan kesejahteraan yang menjadi tujuan pembangunan keamanan terpadu.
Rumbai emas dan bordir emas menegaskan bahwa bendera ini merupakan panji kehormatan tingkat pusat.
D. Putih — Integritas & Ketulusan
Putih pada garuda keamanan dan tulisan:
Ketulusan dan kejujuran profesi.
Integritas moral pengemban tugas keamanan.
Kemurnian niat dalam menjaga keselamatan masyarakat dan aset vital nasional.
E. Biru Tua — Stabilitas & Kecerdasan Operasional
Navy Blue pada perisai:
Stabilitas sistem keamanan terpadu.
Kecerdasan, kedisiplinan, dan ketelitian analitis.
Simbol kepercayaan publik.
4. Makna Lambang di Tengah Pataka
A. Perisai Biru Tua
Simbol perlindungan, pertahanan, dan kepercayaan publik.
AUKTI berfungsi sebagai pelindung kepentingan anggotanya dan mitra bangsa.
B. Burung Garuda Keamanan Putih
Melambangkan:
Kekuatan dan pengawasan tinggi.
Perspektif luas dan kemampuan strategic oversight.
Kesiapan menjaga keamanan dari ancaman apa pun.
C. Tiga Bintang Putih
Melambangkan tiga nilai utama profesi keamanan:
Integritas
Profesionalisme
Kesetiaan
Nilai ini menjadi fondasi etika seluruh anggota AUKTI.
D. Padi dan Kapas Emas
Makna:
Keadilan sosial dan kesejahteraan seluruh anggota.
Keseimbangan antara kekuatan dan kemanusiaan.
Keselarasan organisasi dengan nilai-nilai nasional Indonesia.
E. Titik Emas Keseimbangan
Simbol dua kutub harmoni:
Keseimbangan operasional
Keseimbangan moral dalam pengambilan keputusan.
5. Makna Rumbai Emas
Rumbai emas menandakan:
Kehormatan tertinggi
Status panji resmi organisasi
Kemuliaan dan kekhidmatan dalam protokoler
Dalam tradisi organisasi nasional, rumbai emas hanya diberikan pada panji:
Instansi negara
Ormas nasional
Pasukan seremonial
Organisasi strategis profesi
Ini menegaskan status AUKTI sebagai lembaga kehormatan di bidang keamanan terpadu.
6. Makna Penggunaan Pataka
Pataka digunakan sebagai:
Lambang legitimasi organisasi
Simbol sumpah dan janji jabatan
Identitas resmi dalam kegiatan protokoler nasional
Penanda kedaulatan organisasi dalam hubungan eksternal
Pataka tidak boleh dipisahkan dari:
Pelantikan
Rapat pleno
Munas
Seremoni tingkat BPP
Audiensi dengan kementerian, POLRI, TNI, KADIN, dan instansi negara
Peresmian BPD/BPC
7. Makna Historis & Marwah AUKTI
Bendera Pataka AUKTI adalah simbol:
Lahirnya organisasi badan usaha jasa keamanan terpadu pertama yang memiliki legalitas penuh (AHU, NIB, NPWP, dll).
Kebangkitan industri keamanan nasional yang berwibawa.
Kesatuan pengusaha keamanan BUJP dari Sabang hingga Merauke.
Wibawa AUKTI sebagai federasi dan asosiasi resmi di bidang Badan Usaha Jasa Pengamanan dan keamanan di Indonesia.

Want your business to be the top-listed Government Service in Cianjur Regency?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Ruko Klender Jalan Bekasi Timur Raya Nomor 01-11 Kav. 03, Desa/Kelurahan Jatinegara Kaum, Kec. Pulogadung, Kota Adm. Jakarta Timur, Provinsi Dki Jakarta, Kode Pos: Email : Info@aukti. Org Website: Www
Cianjur Regency
13250