Masih adakah yang bermimpi century & hambalang dapat terungkap?
Korupsi besar tidak akan pernah terungkap kecuali TUHAN yang menginginkan itu terungkap di dunia ,… Jika TUHAN tidak menginginkan dan mengkhususkan pelakunya hanya di neraka jahanam, maka manusia tidak akan bisa mengungkap sekalipun dengan teriak atau 1 Miliar website yang mengupas korupsi besar tersebut.
Bukti ??
---------
Korupsi Edi Tanzil 1.5 Triliun pada 1996, sampai sekarang tak terungkap dan tak pernah tertangkap mahluk yang bernama Edi Tanzil, lalu 400M yang mengalir ke Yayasan Dana Mandiri, sampai Bapak Soeharto meninggal tak pernah misteri dana ini menghasilkan siapa otaknya dan berapa lama hukuman penjaranya.
Apa sih yang dikorupsi???
--------------------------------
Yang dikorupsi adalah uang rakyat yang masuk menjadi APBN/APBD.
Mengapa ada partai ???
--------------------------------
Segelintir kelompok menyadari bahwa uang haram ini harus mereka dapat, uang terbesar pastinya dikuasai oleh penguasa, maka itulah partai berlomba untuk andil dari suatu adegan yang bernama korupsi.
Bagaimana mekanisme partai korupsi ???
---------------------------------------------------
Silahkan dibaca disini -> http://bit.ly/120rKH9
Lalu apa pilihan partai anda jika begini keadaannya ???
-----------------------------------------------------------------
Yang sudah mengerti pasti akan bingung, yang tidak mengerti hanya akan mendukung partai sesuai lingkungan mereka.
- Lingkungan pengajian, dimana PKS seringkali mengadakan dan menyusupi pengajian untuk pemenangan partainya, maka pilihan akan banyak jatuh ke PKS
- Lingkungan kelas bawah atau wong cilik yang seringkali berkumpul di gardu PDI-P, maka pilihan akan banyak jatuh ke PDI-P
- Lingkungan dimana demokrat seringkali membuat bakti sosial dan acara kumpul-kumpul, maka pilihan akan banyak jatuh ke demokrat.
- Lingkungan dimana suatu partai seringkali membuat bakti sosial dan acara kumpul-kumpul, maka pilihan akan banyak jatuh ke partai tersebut.
- Lingkungan mahasiswa islam yang bernama KAMMI, maka pilihan akan banyak jatuh ke PKS.
- Lingkungan dimana tempat tinggal yang sangat miskin dan ekonomi sangat dibawah, maka pilihan akan banyak jatuh ke partai yang sering menyumbang untuk lingkungan tersebut.
- Dan lain lain.
Apakah dengan kondisi diatas pilihan partai menjadi fair berdasarkan partai terbaik???
Tentu tidak, pilihan hanya akan jatuh sesuai “Selera” pemilih, dan bukan dengan metode eliminasi yang menghasilkan pilihan yang terbaik.
Lalu timbul lagi adakah partai terbaik???
Pertanyaan ini jika diruntut ke belakang dan kita coba lihat dengan kepala jernih, maka kita akan tertawa terbahak bahak ketika ada seseorang yang mati matian , membela membabi buta atas suatu partai yang notabene tujuan partai itu tidak ada satu pun yang mulya.
Benarkan tidak ada tujuan partai yang mulya???
Semua partai akan menulis tujuannya adalah yang paling mulya dengan atas kepentingan rakyat yang paling utama.
Faktanya???
Adakah era presiden yang tidak ada korupsi dan kerugian Negara???
Adakah partai yang membela rakyat bahkan kalau perlu nyawanya sekalipun menjadi taruhannya??? ,… ini bisa anda jawab sendiri, ketika sesuatu terjadi , para elit partai hanya bisa menyalahkan, menuduh, fitnah, membuat retorika, dan propaganda.
“TAK ADA SATUPUN ELIT YANG BERANI MATI BERJUANG UNTUK KEPENTINGAN RAKYAT.”
Korupsi semakin menjadi dan terus menerus turun temurun terutama dilingkungan pemerintahan dari atas sampai dinas didaerah, dan lebih parahnya ELIT PARTAI sudah sangat pintar dan cerdas sampai membuat kondisi ketika tertangkap , simpatisan dan kader tetap mendukung perjuang ELIT PARTAI Yang tertangkap tersebut.
Miris sekali kondisi ini,
Indonesia tidak butuh partai untuk merubah kondisi memilukan ini
Indonesia tidak butuh pemimpin untuk merubah kondisi memilukan ini, karena sudah pernah kita rasakan di 1998, apa yang terjadi setelah reformasi ??? “Korupsi semakin menjadi.”
INDONESIA BUTUH KEAJAIBAN
Siapa yang mampu memberikan KEAJAIBAN???
TUHAN
Maka berdoalah dan jauhi segala perdebatan mengenai agama, karena lebih penting untuk kita mendekatkan diri pada TUHAN kita untuk pencapaian do’a kita agar Indonesia diberi KEAJAIBAN.
Komunitas Indonesia Maju
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Komunitas Indonesia Maju, Political Party, Ciledug.
Generasi muda dapat belajar dan memahami mengenai etika politik dan pendidikan anti korupsi sejak dini secara berbarengan dengan pembelajaran pendidikan pancasila secara komprehensif melalui aplikasi pembelajaran problem solving secara preventif .
Korupsi merupakan kejahatan sosial (extra ordinary crime) yang harus diberantas melalui proses peradilan tindak pidana korupsi. Agar efektif upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dengan membuat peraturan-peraturan baik yang bersifat domestik maupun internasional akan tetapi harus terlebih dahulu membangun orang-orang yang dapat memberantas korupsi itu sendiri, tanpa membangun sumber daya manusia yang akan memberantas korupsi mustahil korupsi dapat dikurangi apalagi diberantas. Dalam teori korupsi dapat terjadi disebabkan oleh 2 (dua) faktor yang serentak terjadi, yaitu :
1. adanya faktor “kesempatan” dan
2. adanya faktor “rangsangan”,
dimana faktor kesempatan selalu berhubungan dengan lemahnya sistem pengawasan, sedang faktor rangsangan selalu berhubungan dengan lemahnya sikap mental dan moralitas sumber daya manusianya.
Jika ingin membaca lebih jauh silahkan googling untuk undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi :
- UU No.3 tahun 1971
- UU No.31 tahun 1999
- UU No.20 tahun 2001
Melawan Korupsi, Apa Bisa?
Sampai jungkir balik kayak apa, sampai mimpi tiap malam, kagak bakalan akan menghapus Korupsi di negeri ini bahkan sampai kiamat, hal itu karena tidak adanya kemauan dan keteladanan untuk memberantas korupsi. Untuk pemberantasan korupsi yang dibutuhkan tidak hanya institusi, akan tetapi perlu-nya ada kemauan, terutama kemauan yang kuat dari pemimpin tertinggi negeri ini. Jika kemauan datang dari pemimpin tertinggi maka sudah banyak kasus-kasus korupsi di negeri ini yang sudah terbongkar.
Menurutnya Kemauan itu mestinya melahirkan keteladanan sama seperti orang tua punya kemauan untuk mendidik anak yang baik, shaleh dan rajin shalat. Bagaimana mau jadi teladan bagi anaknya kalau bapaknya tidak shalat. Inilah yang harus ditanyakan pada seluruh aparat di negeri ini. Baik itu di kepolisian, kejaksaan, kehakiman, dan anggota DPR. Apa bisa..!?
Pertanyaannya. Mengapa korupsi sulit diberantas?
Ini disebabkan korupsi telah berubah menjadi sebuah industri yang berurat berakar di sekujur pemerintahan dan juga swasta, bukan lagi budaya. Mengapa? Ada tiga alasan kuat;
Pertama, adalah pribadi Ber- mental serakah atau keteladanan yang buruk. Para pelaku korupsi itu sebenarnya telah hidup nyaman dengan penghasilan yang tinggi sebagai pejabat atau pegawai negara. Akan tetapi hedonisme yang telah menjadi gaya hidup masyarakat termasuk para pejabat dan pegawai negara membuat penghasilan mereka menjadi ‘tidak cukup’. Keserakahan memang amat berbahaya. Nabi saw. bersabda:
“Tidaklah pengrusakan dua serigala yang lapar yang dilepas dalam rombongan kambing melebihi dari pengrusakan yang diakibatkan sifat tamak rakus kepada harta dan kedudukan terhadap agama seseorang.”(HR. Tirmidzi).
Kedua, sistem yang mendorong dan memacu korupsi, itulah sistem politik demokrasi sekuler.
Demokrasi telah menciptakan pemilu serta pilkada berbiaya tinggi. Hal ini mendorong parpol, masyarakat dan elit politik akhirnya mencari mesin uang untuk memenangkan pemilu atau pilkada. Mantan wapres Jusuf Kalla mengatakan bahwa biaya kampanye saat ini naik 10 kali lipat dibandingkan sebelumnya.
“Biaya Pemilu atau Pilkada pada pemerintahan atau satu daerah mencapai hingga puluhan miliar rupiah, sehingga bila berhasil menduduki jabatan kepala daerah itu, maka praktek kolusi, korupsi dan nepotisme terpaksa dilakukan untuk menutupi utang pihak ketiga,”
Darimana parpol dan elit politik mencari dana? Kemana lagi bila bukan kepada para pengusaha, dengan otak bisnisnya, para pengusaha tidak akan menyumbangkan uangnya tanpa pamrih. Tidak ada makan siang gratis sudah jadi hukum ekonomi yang berlaku di dunia politik. Dari sinilah politik ala demokrasi sudah menjadi industri dan akhirnya melahirkan industri korupsi. Hasilnya Kita sudah melihat banyak pejabat negara, kepala daerah, anggota dewan yang masuk bui karena kasus korupsi.
Ketiga, hukum yang diberikan kepada para koruptor amat ringan. Data Indonesian Corruption Watch (ICW) menunjukan koruptor rata-rata hanya dihukum di bawah dua tahun. Pada 2010, sebanyak 269 kasus atau 60,68 persen hanya dijatuhi hukuman antara 1 dan 2 tahun. Sedangkan, 87 kasus divonis 3-5 tahun, 13 kasus atau 2,94 persen divonis 6-10 tahun. Adapun yang dihukum lebih dari 10 tahun hanya dua kasus atau 0,45 persen.
Bisakah korupsi diberantas? Mustahal rasanya. Karena pangkal korupsi itu justru ada dalam sistem demokrasi sendiri. Di alam demokrasi korupsi telah berubah menjadi industri dan mesin uang bagi elit-elit politik dan jiwa-jiwa yang serakah. Berbagai pertempuran kepentingan pun terjadi saat industri korupsi akan ditumpas. Mereka yang bertarung pun merasa punya hak yang dilindungi oleh demokrasi.
Perlu landasan yang tegas untuk memberantas korupsi, yaitu perlu ketegasan sikap dan hukum menghadapinya. Perdana Menteri Cina ketika dilantik pada tahun 1998, Zhu Rongji berkata, “Beri saya 100 peti mati, 99 akan saya kirim untuk para koruptor, satunya untuk saya jika saya korupsi”.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Ciledug
