BRMP Bali

Directions Website

BRMP Bali Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from BRMP Bali, Government Organization, Jalan Pertanian, By Pas Ngurah Rai, Pesanggaran, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Denpasar.

06/10/2026
BRMP Bali Bekali Mahasiswa Magang dengan Wawasan Dinamika Kelompok dan Strategi Penyuluhan PertanianDenpasar, 5 Oktober ...
06/10/2026

BRMP Bali Bekali Mahasiswa Magang dengan Wawasan Dinamika Kelompok dan Strategi Penyuluhan Pertanian

Denpasar, 5 Oktober 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali memberikan pembekalan kepada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Udayana yang sedang melaksanakan program magang melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek). Kegiatan ini bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa, khususnya terkait dinamika kelompok dan strategi penyuluhan pertanian.

Bimtek dipimpin oleh Kepala Kelompok Substansi (Kapoksi) Penerapan dan Penilaian Kesesuaian BRMP Bali, drh. I Putu Agus Kertawirawan, M.Si. Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari penyuluh CWS Provinsi Bali yang memiliki kompetensi di bidang penyuluhan pertanian.

Narasumber pertama, Ir. I Made Oka Parwata, M.MA., Penyuluh Pertanian Ahli Utama, menyampaikan materi tentang Dinamika Kelompok. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa dinamika kelompok memiliki peran penting dalam membangun kerja sama dan meningkatkan efektivitas kelompok dalam menghadapi berbagai persoalan.

Beberapa manfaat dinamika kelompok antara lain membangun kerja sama dan hubungan yang saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan, mempermudah pekerjaan, mempercepat penyelesaian pekerjaan secara efektif dan efisien, serta menciptakan iklim yang demokratis.

“Dinamika kelompok sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari karena kita merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan saling bergantung satu sama lain,” jelas I Made Oka.

Ia juga menjelaskan mengenai kelompok tani sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 67 Tahun 2016. Kelompok tani merupakan kumpulan petani, peternak, atau pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan sosial, ekonomi dan sumber daya, serta keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota.

Sementara itu, narasumber kedua, I Ketut Arya Sudiadnyana, S.P., M.Agb., Ketua Kelompok Substansi (Kelsi) Pengelolaan Penyuluhan Pertanian Provinsi Bali, menyampaikan materi tentang Strategi Penyuluhan Pertanian di Bali.

Materi tersebut memberikan gambaran mengenai tahapan penyuluhan pertanian, mulai dari identifikasi potensi wilayah melalui Participatory Rural Appraisal (PRA), penyusunan rencana kerja penyuluh, penyusunan programa pertanian, pelaksanaan kegiatan penyuluhan, hingga evaluasi penyuluhan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai proses dan tahapan penyuluhan pertanian yang diterapkan di lapangan. Pembekalan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa selama melaksanakan magang sekaligus meningkatkan pemahaman mereka terhadap peran penyuluhan dalam mendukung pembangunan pertanian.

Kegiatan Bimtek menjadi bagian dari komitmen BRMP Bali dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar yang lebih dekat dengan praktik penerapan modernisasi pertanian dan penyuluhan di lapangan.
Hashtag.

BRMP Bali Percepat PM-AAS Gianyar melalui Penyaluran Benih Unggul dan Drum SeederGianyar, 5 Oktober 2026 – Balai Besar P...
06/10/2026

BRMP Bali Percepat PM-AAS Gianyar melalui Penyaluran Benih Unggul dan Drum Seeder

Gianyar, 5 Oktober 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali memperkuat percepatan penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Gianyar melalui penyaluran benih padi unggul dan alat tanam modern kepada petani pelaksana. Dukungan tersebut berupa 70 kilogram benih padi varietas Inpari 32 HDB untuk lahan seluas 1 hektar dan Drum Seeder yang ditujukan untuk mendukung penanaman sistem tabela.

Langkah tersebut sejalan dengan pelaksanaan program Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui PM-AAS, yang menempatkan penerapan teknologi, penggunaan benih unggul bermutu, serta mekanisasi sebagai bagian penting dalam membangun sistem budidaya padi yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Penyerahan benih dan Drum Seeder dilakukan langsung oleh tim BRMP Bali kepada Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi Penyuluh dan Kinerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Gianyar, I Made Geben, S.P. Disaksikan Koordinator BPP Kecamatan Gianyar, serta PPL Kecamatan Gianyar.

Varietas Inpari 32 HDB dipilih untuk mendukung kegiatan budidaya karena memiliki potensi hasil yang baik dan sesuai untuk dikembangkan pada lahan sawah. Penggunaan benih unggul yang dipadukan dengan teknologi tanam menggunakan Drum Seeder diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses tanam, mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja, serta mendukung pencapaian produktivitas padi.

I Made Geben menyambut baik dukungan yang diberikan BRMP Bali. Menurutnya, bantuan benih dan alat tanam modern tersebut memberikan dukungan nyata bagi petani dan penyuluh dalam mempercepat penerapan teknologi PM-AAS di lapangan.

Bantuan tersebut selanjutnya akan segera dimanfaatkan untuk mendukung percepatan musim tanam di wilayah Gianyar. Sinergi antara BRMP Bali, penyuluh, dan petani menjadi bagian penting dalam memastikan teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara tepat dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas.
Melalui penyaluran benih unggul dan dukungan mekanisasi pertanian, BRMP Bali terus memperkuat perannya dalam pendampingan, penerapan, dan diseminasi teknologi pertanian modern di tingkat petani. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat implementasi PM-AAS sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan produksi padi dan penguatan ketahanan pangan.

(Rai Puspa dan Sutami)

Gerakan Tanam PM-AAS di Subak Kembengan Dorong Percepatan LTT Padi di Gianyar Gianyar, 5 Oktober 2026 — Upaya mempercepa...
05/10/2026

Gerakan Tanam PM-AAS di Subak Kembengan Dorong Percepatan LTT Padi di Gianyar

Gianyar, 5 Oktober 2026 — Upaya mempercepat Luas Tambah Tanam (LTT) padi sekaligus mendorong penerapan pertanian modern terus dilakukan di Kabupaten Gianyar. Hal tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Padi Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Subak Kembengan, Desa Tulikup, Kabupaten Gianyar.

Gerakan tanam turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gianyar, Perbekel Desa Tulikup, penyuluh pertanian, serta petani Subak Kembengan, serta tim dari BRMP Bali sendiri.

Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali turut berperan melalui penyediaan benih padi dan alat tanam berupa drum seeder. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna dan mekanisasi yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan petani di lapangan.

Penyediaan benih diharapkan dapat mendukung ketersediaan bahan tanam bermutu, sedangkan penggunaan drum seeder menjadi salah satu alternatif teknologi untuk mempercepat proses penanaman sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja. Melalui praktik langsung di lahan, petani dapat melihat dan merasakan manfaat mekanisasi dalam kegiatan budidaya padi.

Gerakan Tanam PM-AAS tidak hanya diarahkan untuk mempercepat waktu tanam, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi usaha tani. Pemanfaatan alat dan mesin pertanian diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual, mempercepat proses budidaya, serta menjadi salah satu solusi menghadapi keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.

Pekaseh Subak Kembengan, I Nyoman Bawa, menyambut baik pelaksanaan Gerakan Tanam Padi PM-AAS di wilayah subaknya. Menurutnya, dukungan teknologi dan sarana produksi sangat membantu petani dalam mempercepat kegiatan budidaya. “Kami menyambut baik adanya Gerakan Tanam PM-AAS di Subak Kembengan. Dukungan benih dan alat tanam seperti drum seeder sangat membantu petani, terutama untuk mempercepat kegiatan tanam. Kami berharap kegiatan dan pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut dan disesuaikan dengan kebutuhan petani di subak,” ujar I Nyoman Bawa.

Ia menambahkan, penerapan teknologi di tingkat petani membutuhkan proses pembelajaran dan pendampingan agar penggunaannya dapat disesuaikan dengan kondisi lahan serta kemampuan petani. Demonstrasi langsung melalui gerakan tanam menjadi salah satu cara efektif untuk memberikan pemahaman kepada petani mengenai tata cara penggunaan alat sekaligus manfaat yang dapat diperoleh.

Melalui gerakan tanam PM-AAS, BRMP Bali bersama pemerintah daerah dan penyuluh akan terus mendorong penerapan teknologi yang sesuai dengan kondisi wilayah dan kebutuhan petani. Pendampingan di lapangan menjadi bagian penting agar teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara tepat dan memberikan manfaat nyata bagi petani. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tanam, tetapi berlanjut melalui pendampingan budidaya hingga masa panen.

Gerakan Tanam Padi PM-AAS di Subak Kembengan menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong transformasi pertanian di Kabupaten Gianyar. Dengan dukungan benih, teknologi, dan pendampingan yang berkelanjutan, gerakan ini diharapkan mampu mempercepat tanam, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta mendukung peningkatan produksi dan ketahanan pangan daerah.

(Sutami dan Rai Puspa)

Bimtek Ditjen Hortikultura Tingkatkan Kapasitas Petani dan Petugas, Dorong Produktivitas Bawang Putih 15–20 Ton per Hekt...
04/10/2026

Bimtek Ditjen Hortikultura Tingkatkan Kapasitas Petani dan Petugas, Dorong Produktivitas Bawang Putih 15–20 Ton per Hektar

Bali, 2 Oktober 2026 — Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas petani dan petugas dalam budidaya serta produksi benih bawang putih bermutu di Provinsi Bali. Kegiatan yang berlangsung pada 30 September–2 Oktober 2026 tersebut dilaksanakan di Kabupaten Klungkung, Bangli, Karangasem, Gianyar, dan Buleleng, dengan menghadirkan narasumber dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali dan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Hortikultura dan Perkebunan (BBPTPHBUN) Bali.

Kegiatan Bimtek bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas petani serta petugas dalam menerapkan teknologi budidaya bawang putih yang tepat guna mendukung pencapaian target produktivitas 15–20 ton per hektare. Peningkatan produktivitas diarahkan melalui penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan kondisi spesifik lokasi, penggunaan benih bermutu, pemupukan berimbang, pengelolaan air, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu.

Selain peningkatan produksi, Bimtek juga memberikan perhatian khusus terhadap produksi benih bawang putih bermutu. Petani dan petugas mendapatkan penguatan mengenai pemilihan sumber benih, persiapan dan perlakuan benih, teknik budidaya untuk produksi benih, pengelolaan tanaman, pengendalian OPT, hingga penanganan hasil. Ketersediaan benih bermutu menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan pengembangan bawang putih di tingkat petani.

Narasumber dari BRMP Bali memberikan materi terkait penerapan teknologi dan inovasi budidaya bawang putih, termasuk penerapan teknologi spesifik lokasi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Sementara itu, BBPTPHBUN Bali memberikan penguatan teknis terkait perbenihan dan proteksi tanaman, sehingga petani dan petugas memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mulai dari aspek produksi hingga pengelolaan kesehatan tanaman.

Pelaksanaan Bimtek di lima kabupaten tersebut juga menjadi sarana memperkuat koordinasi dan sinergi antara Direktorat Jenderal Hortikultura, BRMP Bali, BBPTPHBUN Bali, petugas lapangan, pemerintah daerah, dan petani. Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan dapat memastikan materi dan teknologi yang diperoleh selama Bimtek dapat diterapkan di lapangan sesuai karakteristik agroekosistem masing-masing wilayah.

Melalui kegiatan ini, Direktorat Jenderal Hortikultura bersama BRMP Bali dan BBPTPHBUN Bali terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai bagian penting dalam pengembangan bawang putih di Bali. Pencapaian produktivitas 15–20 ton per hektare dan peningkatan kemampuan produksi benih bawang putih bermutu diharapkan dapat memperkuat produktivitas, kemandirian perbenihan, dan keberlanjutan usaha bawang putih di Provinsi Bali.

BRMP BALI DAN DINAS PERTANIAN KLUNGKUNG KAWAL DEMPLOT CABAIKlungkung, 2 Oktober 2026 — Balai Penerapan Modernisasi Perta...
03/10/2026

BRMP BALI DAN DINAS PERTANIAN KLUNGKUNG KAWAL DEMPLOT CABAI

Klungkung, 2 Oktober 2026 — Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali bersama Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung mengawal pengembangan kawasan aneka cabai program Direktorat Jenderal Hortikultura (Ditjen Horti) Kementerian Pertanian di Kabupaten Klungkung.
Pada tahun 2026, pengembangan kawasan aneka cabai dialokasikan seluas 5 hektare, terdiri atas 3 hektare di Subak Selisihan Kangin dan 2 hektare di Subak Toya Hee. Salah satu lokasi pengembangan sekaligus demplot berada di Subak Selisihan Kangin, Desa Selat, Kecamatan Klungkung.

Demplot menggunakan Varietas Unggul Baru (VUB) Champion dengan penerapan mulsa plastik hitam. Penanaman tahap awal telah terealisasi seluas 3 hektare. Kegiatan ini menjadi sarana percontohan dan pembelajaran bagi petani dalam menerapkan teknologi budidaya cabai, mulai dari persiapan lahan hingga pemanenan dan penanganan pascapanen.

Kegiatan dihadiri Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung I Gusti Made Ardana, S.P., PPL Wilayah Binaan Desa Selat, POPT, penyuluh BRMP Bali, mahasiswa magang Universitas Udayana, Pekaseh/Kelian Subak Selisihan Kangin, serta petani setempat.

I Gusti Made Ardana mengatakan pengembangan cabai perlu didukung penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan kondisi agroekosistem setempat.“Penerapan budidaya yang baik diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mutu, dan efisiensi usaha tani. Demplot ini juga menjadi media pembelajaran agar petani dapat melihat secara langsung penerapan teknologi budidaya cabai,” ujarnya.

Sementara itu, Penyuluh BRMP Bali sekaligus Penanggung Jawab LTT Kabupaten Klungkung, Ir. Ida Ayu Putu Parwati, M.P., mengatakan pendampingan dilakukan untuk memastikan teknologi budidaya dapat diterapkan dengan baik di tingkat petani.“Melalui demplot ini, kami ingin memperkuat sinergi antara BRMP Bali, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani dalam penerapan teknologi hortikultura yang modern, efisien, dan berkelanjutan,” jelas Parwati.

Kelian Subak Selisihan Kangin, I Nyoman Sumardika, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan pemerintah. Ia bersama petani berkomitmen menerapkan teknologi yang diperkenalkan agar budidaya cabai dapat memberikan hasil yang optimal.
Pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan hingga panen, meliputi pengamatan pertumbuhan tanaman, pemeliharaan, pemantauan dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), evaluasi teknologi, serta pengukuran hasil produksi.

Demplot diharapkan menjadi lokasi percontohan bagi petani dalam penerapan teknologi budidaya cabai sekaligus mendorong peningkatan produksi, efisiensi usaha tani, ketersediaan cabai, dan pendapatan petani di Kabupaten Klungkung.
Tim LTT Klungkung

BRMP Bali Tinjau Progres Pembangunan dan Perbaikan Infrastruktur Irigasi di Kecamatan BanjarangkanKlungkung, 2 Oktober 2...
03/10/2026

BRMP Bali Tinjau Progres Pembangunan dan Perbaikan Infrastruktur Irigasi di Kecamatan Banjarangkan

Klungkung, 2 Oktober 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap program Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier (Piter), Damparit, serta Irigasi Perpompaan (Irpom) di Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung. Langkah strategis ini diambil guna memastikan proyek perbaikan infrastruktur pengairan di tingkat usaha tani berjalan tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi para petani setempat.

Dalam pelaksanaannya, tim BRMP Bali turun langsung meninjau 3 titik utama, yakni Subak Delod Bakas, Subak Semagung, dan Subak Dlodbanjarangkan di Kecamatan Klungkung. Inspeksi lapangan ini bertujuan untuk mengawasi langsung progres pengerjaan fisik, sekaligus memastikan bahwa pemanfaatan dana bantuan sudah selaras dengan kondisi dan kebutuhan mendesak di kawasan tersebut.

Program perbaikan ini disambut dengan tingginya partisipasi dan gotong royong dari para anggota subak karena dampaknya yang krusial. Jaringan irigasi yang berfungsi maksimal akan menjamin kelancaran distribusi air ke lahan pertanian, yang pada gilirannya mampu mendongkrak intensitas tanam, memperkokoh ketahanan pangan, dan secara langsung mengangkat taraf kesejahteraan ekonomi petani.

Meskipun membawa banyak manfaat, pelaksanaan di lapangan tetap menemui sejumlah kendala, seperti medan yang menyulitkan mobilisasi material bangunan serta temuan tumpukan sampah yang berisiko menyumbat aliran air. Untuk mengatasi tantangan tersebut, koordinasi yang solid terus dijalin antara petani, pengurus subak, dan pihak terkait agar pekerjaan tetap berjalan efektif dan efisien.

Melalui Program Perbaikan Infrastruktur Irigasi, pemerintah berharap keterlibatan aktif para petani tidak hanya mempercepat proses perbaikan infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan untuk merawatnya secara berkelanjutan. Dengan sistem irigasi yang terjaga, produktivitas subak diyakini akan terus meningkat sehingga mampu mewujudkan sistem pertanian Bali yang tangguh, produktif, dan lestari.

BRMP Bali Laksanakan Monitoring Perbenihan Perkebunan di Kabupaten GianyarGianyar, 1 Oktober 2026 – Guna menjamin pasoka...
03/10/2026

BRMP Bali Laksanakan Monitoring Perbenihan Perkebunan di Kabupaten Gianyar

Gianyar, 1 Oktober 2026 – Guna menjamin pasokan dan mutu bibit tanaman perkebunan di wilayah Bali, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali menggelar pengawasan kelayakan benih jambu mete di Kabupaten Gianyar. Langkah inspeksi ini merupakan upaya strategis untuk memastikan benih yang kelak didistribusikan kepada para petani benar-benar berkualitas dan siap tanam, sehingga mampu mendongkrak kemajuan sektor perkebunan lokal.

Kegiatan pemantauan ini lakukan di area penangkaran milik PT Pertiwi Dewi Mahotama, yang terletak di Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar. Langkah ini bertujuan untuk memastikan standar kualitas dan produktivitas hasil budidaya tetap terjaga dengan baik. Pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi intensif dari tim teknis BRMP Bali, yang terdiri atas pengawas mutu hasil pertanian, penyuluh lapangan, serta tim guna mengevaluasi penerapan teknologi di lokasi.

Fokus evaluasi lapangan ini adalah komoditas jambu mete lokal unggul. Benih-benih yang diproduksi di Gianyar tersebut telah diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah kawasan Provinsi Bali. Nantinya, sejumlah 72.600 batang bibit jambu mete ini akan didistribusikan untuk wilayah Kabupaten Buleleng, dan Kabupaten Karangasem.

Dari hasil tinjauan di lapangan, secara keseluruhan seluruh benih menunjukkan kondisi yang sangat baik dengan tingkat pertumbuhan yang sehat dan seragam. Secara khusus, bibit jambu mete saat ini tengah dalam tahap persiapan pengajuan sertifikasi kelayakan edar (siap salur) yang ditargetkan rampung pada awal Desember 2026. Sesuai jadwal, tahapan selanjutnya adalah distribusi benih kepada kelompok tani.

Melalui kegiatan pengawasan ini, BRMP Bali kembali membuktikan komitmennya dalam mengawal standar kelayakan mutu benih dari pihak penangkar sebelum diserahkan kepada masyarakat. Tersedianya benih unggul bersertifikat ini diharapkan menjadi pendorong utama dalam melipatgandakan produktivitas dan daya saing komoditas, yang bermuara pada kokohnya ketahanan pangan serta naiknya taraf kesejahteraan para petani di Pulau Bali.

Pengamatan Bawang Putih Umur 62 HST di Subak Sidakarya, DenpasarDenpasar, 2 Oktober 2026 – Balai Besar Penerapan Moderni...
03/10/2026

Pengamatan Bawang Putih Umur 62 HST di Subak Sidakarya, Denpasar

Denpasar, 2 Oktober 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali bersama mahasiswa magang Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis Universitas Udayana melaksanakan pengamatan pertumbuhan tanaman bawang putih di Subak Sidakarya, Kelurahan Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Pengamatan dilakukan pada tanaman bawang putih varietas Lumbu Putih yang telah berumur 62 hari setelah tanam (HST). Pada umur tersebut, tanaman berada pada fase pematangan dan pembesaran umbi yang merupakan bagian dari rangkaian fase generatif. Pengamatan difokuskan pada kondisi kesehatan daun serta deteksi dini serangan hama dan penyakit yang berpotensi mengganggu proses pengisian dan pembentukan umbi.

Kegiatan pengamatan dilakukan pada dua perlakuan penggunaan mulsa, yaitu mulsa plastik dan mulsa jerami. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman secara umum cukup baik dan telah memasuki tahap pembentukan umbi.

Jumlah daun telah mencapai kondisi maksimal dan tidak terlihat lagi pembentukan daun muda maupun tunas baru dari pucuk tanaman. Batang semu bagian bawah juga terasa padat dan keras serta tidak menunjukkan kondisi lemas. Sementara itu, bagian pangkal tanaman mulai mengalami pembengkakan secara nyata yang menunjukkan terbentuknya struktur umbi awal, meskipun siung-siung individu belum terpisah secara sempurna.

Dari hasil pengamatan lapangan, tidak ditemukan serangan hama maupun penyakit pada tanaman bawang putih. Meskipun demikian, pemantauan tetap dilakukan secara berkala setiap lima hari sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini untuk menjaga kesehatan tanaman hingga memasuki masa panen.

BRMP Bali terus melaksanakan pendampingan dan pengawalan penerapan teknologi pada kegiatan budidaya bawang putih di Subak Sidakarya, Denpasar. Pendampingan ini diharapkan dapat mendukung penerapan teknologi budidaya yang tepat, meningkatkan produktivitas tanaman, serta berkontribusi dalam mendukung upaya swasembada bawang putih.



(Sagung Aryawati dan Tim Bawang Putih)

Kepala BBRMP Bali Lakukan Monitoring Perbenihan Kopi Kopyol dan Kopi Gayo di Desa BelantihBangli, 29 September 2026 — Ke...
03/10/2026

Kepala BBRMP Bali Lakukan Monitoring Perbenihan Kopi Kopyol dan Kopi Gayo di Desa Belantih

Bangli, 29 September 2026 — Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Bali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) perbenihan perkebunan di Nursery Desa Belantih, Kabupaten Bangli. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan proses produksi benih perkebunan, khususnya kopi Kopyol dan kopi Gayo, berjalan sesuai ketentuan serta menghasilkan benih yang bermutu dan siap mendukung pengembangan komoditas kopi di Bali.

Monev dilaksanakan pada lokasi perbenihan yang dikelola oleh penangkar PT. Pertiwi Dewi Mahotama dan CV. Kartika Asta Awan Sentana. Dalam kunjungan tersebut, Kepala BBRMP Bali melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi nursery, pertumbuhan tanaman, pemeliharaan bibit, serta tahapan produksi benih kopi yang dilakukan oleh para penangkar.

Kopi Kopyol dan kopi Gayo menjadi komoditas yang mendapat perhatian dalam kegiatan perbenihan ini karena memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari peningkatan produktivitas dan kualitas perkebunan kopi. Oleh karena itu, pengelolaan benih sejak tahap persemaian menjadi faktor penting untuk memastikan bibit yang dihasilkan memiliki pertumbuhan optimal, sehat, dan memenuhi persyaratan mutu sebelum didistribusikan kepada petani.

Dalam pelaksanaan monev, aspek teknis perbenihan menjadi salah satu perhatian utama, meliputi sumber benih, media persemaian, pemeliharaan bibit, kesehatan tanaman, keseragaman pertumbuhan, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Monitoring secara berkala diperlukan untuk mengidentifikasi kendala sejak dini sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan kepada penangkar agar proses produksi benih dapat berjalan secara efektif dan memenuhi standar yang ditetapkan.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara BBRMP Bali dengan penangkar benih perkebunan. Pendampingan dan evaluasi secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penangkar dalam menghasilkan benih kopi bermutu serta memperkuat sistem perbenihan perkebunan di Bali.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, BBRMP Bali berkomitmen untuk terus mendorong ketersediaan benih kopi bermutu dan berkelanjutan sebagai salah satu fondasi pengembangan perkebunan kopi di Bali. Ketersediaan benih yang berkualitas diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas, kualitas hasil, dan kesejahteraan petani kopi di masa mendatang.

Address

Jalan Pertanian, By Pas Ngurah Rai, Pesanggaran, Denpasar Selatan, Kota Denpasar
Denpasar
80222

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BRMP Bali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share