03/10/2026
BRMP BALI DAN DINAS PERTANIAN KLUNGKUNG KAWAL DEMPLOT CABAI
Klungkung, 2 Oktober 2026 — Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali bersama Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung mengawal pengembangan kawasan aneka cabai program Direktorat Jenderal Hortikultura (Ditjen Horti) Kementerian Pertanian di Kabupaten Klungkung.
Pada tahun 2026, pengembangan kawasan aneka cabai dialokasikan seluas 5 hektare, terdiri atas 3 hektare di Subak Selisihan Kangin dan 2 hektare di Subak Toya Hee. Salah satu lokasi pengembangan sekaligus demplot berada di Subak Selisihan Kangin, Desa Selat, Kecamatan Klungkung.
Demplot menggunakan Varietas Unggul Baru (VUB) Champion dengan penerapan mulsa plastik hitam. Penanaman tahap awal telah terealisasi seluas 3 hektare. Kegiatan ini menjadi sarana percontohan dan pembelajaran bagi petani dalam menerapkan teknologi budidaya cabai, mulai dari persiapan lahan hingga pemanenan dan penanganan pascapanen.
Kegiatan dihadiri Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung I Gusti Made Ardana, S.P., PPL Wilayah Binaan Desa Selat, POPT, penyuluh BRMP Bali, mahasiswa magang Universitas Udayana, Pekaseh/Kelian Subak Selisihan Kangin, serta petani setempat.
I Gusti Made Ardana mengatakan pengembangan cabai perlu didukung penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan kondisi agroekosistem setempat.“Penerapan budidaya yang baik diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mutu, dan efisiensi usaha tani. Demplot ini juga menjadi media pembelajaran agar petani dapat melihat secara langsung penerapan teknologi budidaya cabai,” ujarnya.
Sementara itu, Penyuluh BRMP Bali sekaligus Penanggung Jawab LTT Kabupaten Klungkung, Ir. Ida Ayu Putu Parwati, M.P., mengatakan pendampingan dilakukan untuk memastikan teknologi budidaya dapat diterapkan dengan baik di tingkat petani.“Melalui demplot ini, kami ingin memperkuat sinergi antara BRMP Bali, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani dalam penerapan teknologi hortikultura yang modern, efisien, dan berkelanjutan,” jelas Parwati.
Kelian Subak Selisihan Kangin, I Nyoman Sumardika, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan pemerintah. Ia bersama petani berkomitmen menerapkan teknologi yang diperkenalkan agar budidaya cabai dapat memberikan hasil yang optimal.
Pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan hingga panen, meliputi pengamatan pertumbuhan tanaman, pemeliharaan, pemantauan dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), evaluasi teknologi, serta pengukuran hasil produksi.
Demplot diharapkan menjadi lokasi percontohan bagi petani dalam penerapan teknologi budidaya cabai sekaligus mendorong peningkatan produksi, efisiensi usaha tani, ketersediaan cabai, dan pendapatan petani di Kabupaten Klungkung.
Tim LTT Klungkung