30/01/2026
Terimakasi π
Kami keluarga besar Taman Baca Kesiman, mengucapkan;
Terimakasi kepada Ibu2 Dosen dan mahasiswa/siswi Program Studi D3 Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana, atas pengabdiannya menata koleksi buku Perpustakaan Taman Baca Kesiman (TBK) π
12/07/2025
Berita tentang TBK π
Poros Eduwisata Bali, Taman Baca Kesiman Ciptakan Suaka Literasi dan Diskusi Interaktif | Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek
vokasi.kemendikdasmen.go.id - Poros Eduwisata Bali, Taman Baca Kesiman Ciptakan Suaka Literasi dan Diskusi Interaktif
02/07/2025
Hallo ini ada novel anyar !
Semoga pengunjung dan penyuka TBK yg budiman budiwati, sehat ceria semua. Berikut info untuk anda;
Telah tiba novel terbaru cetakan I tahun 2025, karya Dian Purnomo: Mawar Bukan Nama Sebenarnya.
Ketika buka novel, pada halaman awal ada peringatan dari penulis dan penerbit: βjika merasa terganggu oleh isi cerita, jangan ragu untuk berhenti membaca β¦β
Peringatan yg bikin penasaran dan mendorong niat saya membacanya.
Setelah kubaca aduh mak, enak tenan, kisah maupun cara bertuturnya asyik. Bikin berdecak simpati dan empati terhadap nasib tokoh si Mawar dalam cengkraman kemiskinan dan racun patriarki.
Novel yg membuka hati dan pikiran saya sebagai orang tua, betapa bahayanya dominasi dan relasi kuasa patriarki terhadap perempuan.
Dari kompleksitas kisah Mawar yg berliku2, kita diajak untuk tidak mudah menjudge/menghakimi secara hitam putih dari perspektif moral. Mawar yg sedang hamil, terkurung dalam kemiskinan dan tekanan patriarki di ranah domestik, harus survive.
Keluarga, yg mestinya garis depan menyelamatkan Mawar, tidak berkutik, karena keterpurukan ekonomi. Keluarga yg diwakili oleh Ibu dan pamannya, malah memuluskan jalannya penindasan patriarki terhadap Mawar dan tubuhnya.
Akhirnya perjuangan Mawar keluar dari jebakan toxic patriarki diselamatkan oleh kesetiakawanan teman remajanya yg tergabung dalam Geng Xue.
Pertemanan lebih berarti daripada keluarga !
Silahkan lanjut baca novelnya ke TBK, seru dan menyentuh kalbu π
20/06/2025
Good morning selamat pagi kepada pengunjung dan penyuka TBK, semoga sehat π
Tak infokan,
kedua buku ini udah ada di perpustakaan TBK. Satunya novel karya Felix K. Nesi dan satunya lagi kumpulan cerpen karya; Robertus Aldo Nishauf. Kedua penulis dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dan kedua karya ini enak bercerita gamblang tentang sosio budaya dan politik Indonesia, di mata orang NTT.
Cara bertutur penulisnya ada kemiripan, ada sarkasnya, jenaka, enak dibaca dan asyikk.
Silahkan berkunjung ke TBK, sambil relax, baca sedikit2 lama2 jadi bangkit πππ
08/06/2025
Telah tiba dengan aman dan nyaman di Perpustakaan Taman Baca Kesiman (TBK), Novel fiksi; Menuai Badai karya Juli Sastrawan.
Novel terbitan 2025, enak dan layak dibaca untuk menyegarkan ingatan tentang peristiwa pembantaian berdarah G30S yg pernah terjadi di tanah Bali pada Desember 1965.
Peristiwa keji dan tragis, naiknya sang tiran; Soeharto ke panggung kekuasaan dan menguasai Nusantara selama 32 tahun.
Novel anyar ini berkisah dari sudut jagal atau sang pembantai. Sang jagal yang bernama Kiran, dalam hidup kesehariannya gelisah, resah, kebingungan dihantui oleh munculnya sosok bayangan Pantari, orang yg dibantai pada peristiwa berdarah 65.
Novel jadi lebih menarik, karena pada bab pertengahan memunculkan kliping2 koran terkait peristiwa 65 di Bali, terasa pas merefresh memori, melengkapi ingatan dan memperkaya pengetahuan tentang peristiwa masa lalu di tanah Bali.
Yang jelas asyikk dibaca, suksme Juli Sastrawan atas kehadiran karya anyarnya, congratulations π
Silahkan ke perpus TBK dan selamat membaca !!!
06/06/2025
Selamat merayakan Idul Adha 10 Zulhijah 1446 H, semoga banyak berkah untuk bumi manusia
π
05/06/2025
Aksi Kamisan
Buku Kamisan terbitan Marjin Kiri udah tiba di perpus TBK.
Buku kumpulan tulisan dari penyintas pelanggaran HAM berat, dan juga dari kalangan berbagai latar belakang, tidak hanya aktivis.
Tulisan testimoni menarik dari orang2 yang awalnya tidak mengerti apa itu aksi Kamisan, apa yg diperjuangkan, dan mengapa aksi Kamisan menjadi penting hingga memasuki usia ke 18 tahun. Terungkap dari buku Aksi Kamisan, setelah ikut dan menyaksikan langsung acara yg digelar di depan Istana Presiden RI, mereka jadi mengerti dan empati atas perjuangan Bapak, Ibu, anak2 muda, yang ikut aksi Kamisan.
Mereka menemukan Roh aksi Kamisan adalah keadilan kebenaran dan kemanusiaan untuk kehidupan bersama, berbangsa, bernegara yg berbhineka.
Aksi Kamisan menjadi pengingat kita semua, dan sejak 18 tahun kemunculannya di depan istana Presiden, belum terlihat batang hidung dan dasinya pejabat kita yg menyambangi aksi Kamisan.
Testimoni sungguh mengesankan, mereka bilang tiada alasan untuk takut menghadiri Aksi Kamisan, aksi damai humanis, beradab dan edukatif.
Silahkan baca bukunya ke TBK, keren mencerahkan lahir batin π
30/05/2025
Cuplikan photos dari Mba Lina PW, acara Nobar film Roots di TBK 27 Mei 2025
Congrats dan thank you kepada Michael Schindhelm and the gang atas kemunculan karya film nya; Roots. Film apik dan nikmat ditonton. Film menceriterakan perjalanan 100 tahun Walter Spies di Nusantara, terdampar di tanah Bali lalu menetap di Puri Ubud pada warsa 1925. Bali ketika landscapenya dikelilingi bukit hijau, sawah organik berlimpah air yg berlikaliku.
Dari sini kemudian Walter Spies menerjuni dunia seni lukis dan seni tari yang ada di Ubud Gianyar. Walter Spies bertemu dengan maestro seni lukis seperti; Lempad dan seni tari Limbak. Hibriditas seni dan hubungan saling mempengaruhi pun terwujud. Walter Spies mengorganisir seniman Bali membentuk koperasi Pita Maha, menggeser seni dari ranah sakral ke ranah profan untuk menyambut kehadiran industri pariwisata.
Film Roots lebih banyak bercerita peran Walter Spies sebagai seniman dan koreografer, barangkali ini memang fokus perhatian sang sutradara. Walter Spies hadir di Bali, saat Bali dalam cengkraman kolonialisme Belanda.
Belanda dengan politik etisnya, merasa Bali tempat yg aman dan nyaman untuk bersembunyi dari kebangkitan nasionalisme anti penjajah yg muncul di tanah Jawa. Film Roots, tidak banyak menampilkan peran Walter Spies mendidik kaum pribumi atau orang lokal menyikapi kehadiran kolonialisme Belanda yg menjajah Indonesia.
Namun ada hal menarik dari film Roots yg perlu di-highlight, munculnya dua sosok seniman muda Bali; Made Bayak dan Gus Dark . Kedua seniman ini ditampilkan sebagai βtour guideβ yg memandu βhantuβ Walter Spies tamasya ke alam Bali terkini, dengan suasana yang tentu jauh beda ketika Walter Spies di Bali 100 tahun yg lalu.
Kedua Tour guide seniman muda memperkenalkan βhantuβ Walter Spies bagaimana ganasnya industri pariwisata Bali melumpuhkan sawah, memproduksi sampah, menikam sungai dengan limbah, mengurug laut, menebang pohon, membuat jalanan macet. Dan semua itu terjadi tak terlepas dari lumuran darah korban manusia Bali yg dibantai pada peristiwa genosida 65, setelah 40 tahun dari Roots Walter Spies di tanah Bali.
Roots bergandengan mesra dengan imajinasi liar seniman Bayak dan Gus Dark, menampilkan narasi dan karya genosida 65, dipentaskan di Museum ARMA di Ubud. Museum besar yg biasanya menampilkan karya2 moi indie kesukaan pariwisata.
Ada banyak museum di Ubud dan di Bali, namun lebih banyak memberi ruang menyajikan karya2 romantik beraliran humanisme universal. Jarang memberi ruang untuk karya2 bertemakan 65 atau tema2 yg kritis pada penguasa.
Roots mengajak kita melihat bagaimana perjalanan Bali dari akarnya 100 tahun lalu, tumbuh menjadi seperti hari ini, yg kemudian sangat menentukan untuk langkah Bali selanjutnya.
Suksme π
Photos by Lina Pw
27/05/2025
Kepada para pengunjung dan penyuka TBK, silahkan hadir sore ini, mari ikut simak acara 100 tahun Walter Spies π
20/05/2025
Terimakasih kepada Zaky Naufal dari Blora, atas hadiah lukisannya untuk Taman Baca Kesiman . Lukisan indah akan membantu menyejukkan suasana baca.
Semoga lukisan anda memantapkan ingatan pengunjung dan penyuka TBK akan karya2 Pramoedya Ananta Toer, sastrawan Besar Indonesia yg dipenjarakan 13 tahun di Pulau Buru oleh Orde Baru π
12/05/2025
Happy Waisak 2025,
Semoga semua umat sehat bahagia
π
29/04/2025
Dirgahayu ke XI Taman Baca Kesiman (TBK)
Terimakasih kepada semua penyuka dan pengunjung TBK yg budiman budiwati, atas support dan apresiasinya. Semoga TBK bisa menjadi sahabat yg sehat untuk mengisi hari2 anda jadi produktif humanis di tengah kota, swaha πππ